Menu

Kamis, 04 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Menggolongkan obat berdasarkan namanya, penting apa tidak bagi kita orang awam. kalo ditanya seperti itu. tentu saja sebagian orang menjawab penting, sebagain lagi yang lainnya menjawab, tidak penting.

Padahal hal ini, bagi orang Indonesia yang sering dicekoki dengan istilah obat paten atau merasa tidak sembuh-sembuh penyakitnya akibat minum obat generik. Seharusnya mengetahui mengenai penggolongan obat ini berdasarkan namanya. Agar tidak lagi muncul istilah atau ungkapan

Ngaak sembuh penyakitnya sebab minum obat generik. Makanya minum obat paten dong
Atau muncul ungkapan begini

Obat paten itu lebih mahal dari obat generik.Makanya cepat sembuh 

Kedua ungkapan itu, sering sekali muncul di dalam obrolan kita sehari-hari. Apalagi kalo ada teman, saudara atau keluarga yang sakit dan tidak kunjung sembuh. 

Kelompok saya, sedang presentasi mengenai Tanya 5 O, Kelompok Fasidol

Jadi sebenarnya nama obat generik dan obat paten. Itu hanya penggolongan oabat berdasarkan nama saja. Bukan berdasarkan kualitas obat apalagi berdasarkan harga atau murah dan mahalnya suatu obat.

Baca Juga : Tanyakan LIma O, Sebelum Minum Obat

Penggolongan Obat Berdasarkan Nama

Ada dua, seperti yang sudah saya sebutkan di atas

OBAT PATEN

Obat yang masih memiliki hak paten dan hanya dapat diproduksi oleh produsen pemegang hak paten, diedarkan dengan nama paten ( merk) dari produsen.

Jika masa paten sudah habis atau berakhir. Biasanya ini sampai 20 tahun. Obat paten dapat diproduksi oleh produsen lain dan disebut obat GENERIK.

Obat generik dapat diberi nama sesuai zat berkhasiat yang dikandungnya, dikenal sebagai "obat generik berlogo" (OGB) atau nama dagang (merk), dikenal sebagai OBAT GENERIK BERMEREK / Branded Generic.

Obat paten disebut juga sebagai obat INOVATOR atau ORIGINATOR.

OBAT GENERIK

Obat genrik, ada dua jenis

1. Obat Generik Berlogo

Obat dengan nama resmi yang ditetapkan oleh Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandung (zat aktif)

Contohnya : Parasetamol, Amoksisilin, Mikonazol

Obat generik berlogo harganya lebih terjangkau dengan mutu dan khasiat yang sama dnegan obat generik bermerek ( branded generic0 atau inovator yang kandungan dan dosisnya sama. 

Kesamaan kualitas obat generik dan bermerek ini dibuktikan dengan studi BIOAVAILABILITAS dan BIOEKUIVALEN ( BA/BE )

Baca Juga : Penderita Asam Urat, Hindari Makanan Ini

2. Obat Generik Bermerek

Obat generik bermerek yang menggunakan nama dagang dari produsen obat. Obat generik bermerek ini seringkali KELIRU DISEBUT sebagai OBAT PATEN padahal BUKAN.

Contoh

Panamol (zat aktif parasetamol) 
Amoxsin ( zat aktif amoksisilin)
Diktaren ( zat aktif mikonazol)

Jadi, pada saat kegiatan GeMa CerMat ( Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) di akhir bulan Juni 2019 lalu.  Oleh pemateri dari Kementrian Kesehatan pusat yang juga merupakan ahli Farmasi. Menerangkan bahwa semua obat yang kita konsumsi saat ini, semuanya adalah obat Generik. 
Akhirnya saya dapat hadiah sebab menajwab beda obat generik dan paten, alhamdulillah
Hanya ada yang generik berlogo yang biasanya menggunakan nama langsung dari kandungan zatnya. Seperti paracetamol. Sedangkan obat generik bermerek, menggunakan nama lain, tetepi mengandung paracetamol juga. Seperti Sanmol dll.

Oleh karena itu,jangan lagi ya merasa bahwa penyakit tak sembuh karena menggunakan obat generik bukan obat paten. Padahal semuanya obat generik. 

Namun yang pasti terasa bedanya adalah soal harga. Harga obat paten bermerek pasti lebih mahal dari obat generik berlogo.   

 
Diberdayakan oleh Blogger.