Menu

Jumat, 08 Desember 2017

/


 

Saat anak sakit, pasti setiap ibu juga akan merasa sedih dan seolah ikut merasakan kesakitan yang anak alami.  Apalagi jika masih kecil,yang belum bisa mengungkapkan keluhan dan rasa sakitnya. Tentu saja semua ibu di seluruh dunia akan merasakan hal yang sama.

Namun seorang ibu yang penuh kasih sayang tentu saja tidak hanya akan berdiam diri jika melihat anaknya sakit. Atau hanya cukup dengan merasa sedih saja. Hal itu ga akan  bisa mengobati apalagi membuat anak cepat sembuh. Seorang ibu harus segera berbuat sesuatu untuk anaknya pada saat anak demam.
Cerita Saya Saat Athifah Demam

Pagi itu saya berangkat dari rumah setelah mencium Athifah dan berkata padanya, bahwa saya akan segera kembali. Ini hanya sebentar saja. Di sana sudah banyak orang yang menunggu. Jadi Meme harus berangkat. 


Setelah acara, saya berjanji untuk segera pulang. Tidak mampir ke sana kemari dulu. Sengaja saya menggunakan mobil online untuk mengantar saya ke sebuah acara dialog publik. Waktu itu saya diundang sebagai salah satu pembicara sebagai pengguna sosial media, untuk ikut deklarasi netizen anti hoax. Saya pun datang dengan penuh semangat.


Jam delapan pagi saya pergi dari rumah. Saat itu Athifah dalam keadaan sehat saja. Namun setelah empat jam kemudian, begitu saya pulang. Saya dapati Athifah sedang duduk tiduran di kursi, matanya sendu. Begitu melihat saya. Dia langsung berlari dan memeluk saya. Sambil menarik tangan saya dan meletakkan tangannya saya tersebut di atas keningnya.


“Me, Apha Deman, kasihan Apha!” Ucapnya dengan wajah penuh kesedihan. Saya pun segera memeluk dan menggendongnya. Saya cium pipi munggilnya dengan penuh cinta. Saya masih cukup kuat untuk menggendong Athifah yang berbobot 25 Kg. Padahal kalo barang, entah kenapa pasti agak berat mengangkatnya. Tetapi kalo anak, entah dapat kekuatan darimana. Bisa aja dan kuat. Bahkan sambil diayun-ayun. 


Rasa panas dari tubuh Athifah seolah mengalir ke dalam aliran darah saya. Dia pun tak mau lepas dari gendongan dan pelukan saya.


“Apha ingin dipeluk dan digendong Meme, Apha ga mau jauh dari Meme”


Ya, Athifah memanggil diirinya Apha. Itu pun spontan saja, katanya dia ingin seperti kakak yang ada di film Korea yang waktu itu ga sengaja memang saya dan Nawra menonton drama korea tersebut. Apha selalu juga bilang kalo dia nanti ingin bisa pergi ke Negara Korea dan Jepang . Kita do’akan ya semoga keinginan Athifah terkabulkan.
Hari itu, saya memang mendapatkan uang dari hasil sebagai pembicara pada acar dialog publik yang saya hadiri. Namun, saat mendapatkan uang tersebut, tidak lagi timbul rasa bahagia, ketika saya pulang , saya lihat Athifah sakit. Namun saya tidak menyesal dengan kondisi ini. Saya bersyukur Athifah hanya demam dan saya berharap tidak parah. Saya berdoa berkali-kali di dalam hati untuk kesembuhan Athifah.

Sebagai seorang ibu tentu saja saya merasa sangat bersalah sudah meninggalkannya tadi dan tentu juga saya berdoa agar dia lekas sembuh.

Meski Athifah sudah pernah mengalami demam  beberapa kali sebelum ini akan tetapi sebagai seorang ibu, saya selalu  saja merasa kuatir setiap anak demam. Meski pun dengan kondisi, dan gejala yang sama atau penyakit yang sama. Rasanya tetap saja sama, tetap kuatir dan cemas.

Ada beberapa hal yang biasanya saya lakukan saat anak demam, hal ini saya lakukan berulang kali, mungkin ada teman-teman yang ingin mengetahuinya. 


Beberapa hal ini yang biasa saya lakukan jika menghadapi anak demam


Tidak Panik, Ciptakan Suasana Tenang dan Berkata Positif


Sebagai seorang ibu yang penuh kasih sayang dan yang paling mengenal kondisi anaknya. Saya usahakan untuk tidak mudah panik setiap menghadapi anak sakit. Meski dalam hati saya terus saja berdoa untuk kesembuhannya. Rasa nyaman dan tenang itu akan juga dirasakan oleh anak kita yang sakit. Kondisi yang tenang juga akan membuat kita bisa berpikir jernih untuk berbuat sesuatu atau berpikir untuk mengatasi masalah yang ada. Justru kalo panik akan membuat kondisi menjadi lebih genting dan membuat anak juga ikutan panik. Masa penyembuhan juga akan berlangsung lama , bisa juga malah bertambah parah.

Saya biasanya juga menjelaskan secara sederhana kondisi atau kesakitan yang sedang anak alami. Seperti demam yang dialami Athifah ini. Saya jelaskan kepadanya dengan bahasa sederhana mengenai penyakit demam, apa yang harus dilakukan agar cepat sembuh, hal apa saja yang tidak boleh dilakukan. Termasuk juga memberitahu penyebab mengapa Athifah bisa demam. Ini penting supaya dia juga mengingat dan tidak melakukan hal itu lagi.

Saya juga mengajak Athifah untuk berdoa agar diberikan kesembuhan oleh Allah SWT dan semoga penyakitnya tidak parah. Biasanya juga Athifah akan berdoa dengan bahasa dan caranya sendiri.

Saya tenangkan Athifah jika dia mulai rewel dan menjelaskan kepadanya untuk tidak mudah mengeluh dan menanggis. Tetapi harus berkata atau menyampaikan mengenai keluhan atau rasa sakit yang dia rasakan. Bukan dengan menanggis, agar saya bisa membantu untuk mengobatinya.

Dan, ga perlu ya bunda langsung bikin status anak sakit, nanti sibuk membalas komen orang daripada mengurusi anaknya, hehehe!


Memberikan Obat Sebagai Penolong Pertama


Sebagai orang kampung, keluarga saya juga punya resep alami untuk menurunkan panas atau demam. Secara alami memang menggunakan tanaman obat keluarga. Beberapa daun-daunan yang bisa digunakan untuk menurunkan panas (1) Daun kembang sepatu, (2) Daun Rambutan, (3) Daun Kapuk, (4) Daun Capo (ini bahasa Indonesianya daun apa :) . Beberapa jenis daun tersebut sering saya gunakan, saat masih tinggal satu rumah sama orang tua.

Namun sekarang sejak sudah pindah rumah dan pekarangan yang sempit. Daun-daunan tersebut agak sulit saya dapatkan. Belum lagi anak-anak juga agak ga suka bau khas dari daun tersebut. Bikin anak tambah rewel, apalagi pas diusapkan ke kening atau sekitar kepala. Daunnya kadang ikutan nempel, daun yang nempel itu bikin anak reseh. Belum lagi getah dari daunnya sering bange bikin baju atau alas tidur anak kotor, dan susah untuk dibersihkan.
Dengan gelas takar, dosis yang diberikan pas dengan usia anak

Oleh sebab itu sebagai pertolongan pertama, saya selalu sedia di rumah obat penurun panas yang aman untuk lambung. Kenapa harus aman untuk lambung, iya karena ini penting kadang ada ga sempat makan dulu saat mau minum obat atau makan tetapi cuma sedikit. Serta yang lebih penting juga Karena alasan kesehatan juga, lambung anak masih muda, masih baru, masih peka dengan berbagai rangsanga. Termasuk obat dan makanan yang masuk.

Lalu penting juga memilih obat penurun panas yang ga perlu dikocok dulu saat ingin meminumnya. Dulu waktu si kakak sakit sering banget dikasih resep dokter obat penurun panas dalam bentuk serbuk lalu diberikan juga larutan untuk membuatnya encer. Jadi sebelum diminumkan ke anak. Kita kocok dulu obatnya dengan larutan tersebut. Bisa juga dengan menggunakan air biasa. Masalahnya apa iya takaran lartutan atau air yang kita berikan itu sudah cukup dan pas. Terus pas mengaduknya atau mencampurnya, apa iya sudah tercampur dengan merata dan sama. Sulit juga ya memastikan hal itu, apalagi buat orang awam. Oleh karena itu sebaiknya pilih obat yang sudah siap minums aja ya. Biar jelas cara minumnya dan jelas juga cara sehatnya.

Saat memberikan obat tersebut, perhatikan juga dosisnya. Untuk anak seusia Athifah takarannya 7,5 ml. Jadi kita berikan sesuai dengan dosis dan takarannya. Sebaiknya tidak menggunakan sendok biasa sebab sendok setiap rumah tangga berbeda-beda. Ada yang agak cembung, ceper, kecil dan besar. Hal ini akan membuat dosis yang diberikan kepada anak akan berbeda-beda. Dosis yang kurang akan membuat lama atau sulitnya masa penyembuhan sedangkan dosis yang berlebihan justru akan mendatangkan penyakit baru bagi anak. Seperti bisa menimbulkan keracunan pada hati, reaksi hipersensitif. Oleh karena itu penting sekali para orang tua dalam memberikan obat kepada anaknya, harus dengan dosis yang benar dan sesuai dengan usia anak. Gunakanlah obat yang juga menyediakan gelas takar dengan dosis yang tepat di dalam setiap kemasannya.
Jadi di rumah saya selalu menyediakan obat Tempra Syrup, dalam bentuk syrup untuk menurunkan panas dan meredakan nyeri pada anak yang lagi demam. Produk Tempra Syrup ini bisa dibeli di apotik dan toko terdekat. Kalo Athifah sangat suka rasa Anggur.

Selalu sedia Tempra di rumah untuk kondisi darurat




Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan Rumah

Saat anak sakit penting juga untuk tetap menjaga kebersihan dirinya dan lingkungan sekitar. Terutama kamar dan tempat dia bermain. Sebaiknya meski sakit, anak tetap dibersihkan badannya dengan dimandikan dengan lap basah atau tisuh basah. Terutama pada bagian-bagian lipatan, dan yang tersembunyi seperti lipatan leher, ketiak, selangkangan dan lain sebagainya. Setelah mandi anak diganti bajunya, dan bersihkan juga bagian lainnya. Misalnya menggunting kuku. 
Perilaku hidup bersih dan sehat ini perlu kita terapkan di rumah, bukan saja saat sehat, termasuk juga dalam keadaan sakit. Di antara 10 perilaku hidup bersih dan sehat, poin ini sangat penting unuk tetap diterapkan di dalams ebuah rumah tangga. Poin 1-3 untuk ibu hamil sampai melahirkan. Poin (4) Menggunakan air bersih, (5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, (6) Menggunakan jamban sehat, (7) Memberantas Jentik Jamuk, (8) Makan buah dan sayur setiap hari, (9) Melakukan aktivitas fisik, (10) Tidak merokok di dalam rumah. Jika poin penting tersebut tetap diterapkan meski dalam keadaan sakit. Maka proses penyembuhan juga bisa semakin cepat. 

Saat sakit kebersihan diri harus ditingkatkan

Tetap Mengajak Anak Bermain dan Beraktivitas

Anak-anak itu dunianya main. Jadi meskipun dalam kondisi sakit, dia pasti masih ingin bermain. Meskipun saat bermain tidak terlalu bersemangat. Akan tetapi tetap saja Athifah meminta untuk bermain . Entah membaca buku, mengambar, bermain masakan atau bermain aplikasi di gagjet. 

Intinya kita harus tetap mendampingi anak saat bermain dan memastikan bahwa dia tidak terlalu lelah saat bermain.

Meski demam setelah minum obat, lalu bermain dan menggambar


Pastikan Tetap Makan dan Minum

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah makan seimbang setiap hari, termasuk juga makan buah dan sayur setiap hari. Namun, jika anak sedang sakit kadang ga selera makan. Sama saja dengan kita kalo sedang sakit. Otomatis selera makan juga turun. Walau kita sudah menyiapkan makanan yang anak sukai. Ibarat kata makanan favoritnya. Jika ga sakit, biasanya makanan tersebut habis, bahkan kadang minta tambah. Ya, mau bagaimana lagi, namanya juga lagi sakit. Tetapi ibu jangan putus asa untuk tetap memastikan asupan gizi anak terpenuhi. Sentuhan cinta ibu akan membuat anak mau makan dan cepat sembuh.

Coba lakukan, hal ini sebelum memberikan makanan. Bertanya terebih dahulu kepada anak, mau makan apa, lalu inginnya dimasak seperti apa, apakah digoreng, ditumis, disantan, diberi kuah dan lain sebagainya. Setelah anak memilih atau menyebutkan makanan yang ingin ia makan, maka temani saaat dia makan. Bacakan doa terlebih dahulu, lalu minta anak makan atau bisa juga kita menyuapi anak makan.

Beberapa pilihan makanan yang baik saat anak demam di antaranya , masak sop, soto bisa soto kuah bening atau berkuah santan, rawon, aneka sayur bening, oseng-oseng, aneka pindang, ayam atau ikan goring dan lain sebagainya. Jika anan terbiasa minum susu, maka tetap berikan susu tetapi dalam porsi kecil, usahakan juga tetap makan buah-buahan. Seperti pisang, papaya.

Lalu, jika nafsu anak makan di rumah belum juga kembali normal atau anak belum juga berselera untuk makan. Maka coba ajak anak makan di luar. Makan makanan yang disukai. Kalo Athifah sangat suka makan ayam goring tepung yang kriuk. Maka saya mengajaknya makan ke luar ayam goreng kriuk. Alhamdulillah nasinya habis, cuma ayamnya tidak habis. Sebab saya memang memilihkan yang agak besar. Jadi kata Athifah kebanyakan, padahal kalo kondisi normal. Habis semuanya. Tapi Alhamdulillah, kalo nasinya habis.

Athifah, alhamdulillah meski demam tetap mau makan meski sedikit, maunya juga sama Ayam

Ajak Anak Periksa Ke Dokter

Deman memang kadang bisa sembuh sendiri, atau tidak begitu lama demam akan turun dan sembuh dengan sendirinya. Baik diberikan obat, entah secara alami atau obat yang bisa kita beli sendiri. Namun sebagai orang tua sebaiknya kita tetap waspada. Apalagi jika dalam waktu tiga hari, kondisi anak belum juga turun meski kita sudah melakukan pengobatan dan perawatan. 

Pagi itu di hari ketiga panas Athifah belum juga turun, oleh karena itu saya mengajak suami untuk membawa Athifah berobat ke dokter. Hal ini sangat penting sekali. Supaya kami mendapatkan kejelasan mengenai penyakit yang di derita Athifah. Jika sejak dini sudah diketahui penyebab dan penyakitnya apa, maka cara penangganannya juga akan lebih dini juga sehingga bisa mencegah terjadinya keparahan.  Berobat ke dokter adalah keharusan sebab mereka memang ada ilmunya tentang penyakit dan sebagai salah satu ikhtiar kita untuk membuat anak sehat. Tidak baik membiarkan anak sakit lebih dari tiga hari tanpa bantuan tenaga medis.

Begitu nama Athifah dipanggil, kami masuk  ruangan. Dokter langsung memeriksa kondisi Athifah, salah satunya dengan meminta Athifah untuk membuka mulutnya. Dokter memeriksa dengan seksama. Athifah pun menurut dan dapat melakukan instruksi dokter dengan baik.

Dari hasil pemeriksaan dokter, Athifah hanya demam biasaa. Dokter juga bertanya mengenai aktivitas Athifah sebelum sakit. Saya menjelaakan memang beberapa hari sebelum sakit, Athifah sibuk bermain, ikut saya juga mondar-mandir antar jemput si kakak, bahkan juga terkena hujan. Maklum waktu itu pas pula suami sedang dinas luar. Otomatis semua hal saya kerjakan sendiri.

Dokter memberikan nasihat kepada Athifah untuk banyak makan, minum obat, banyak tidur, dan mengurangi bermain di bawah terik matahari serta jajan sembarangan terutama minuman dingin. Athifah mendengarkan semua penjelasan dokter dengan baik meski masih terlihat lesu.
 
Periksa ke dokter jika dalam tiga ahri belum ada perubahan

Cinta dan Sentuhan IBU adalah Obat yang Terbaik

Meskipun kita sudah melakukan banyak hal untuk anak. Sentuhan dan kasih sayang serta cinta kita sebagai orang tua saat merawat da mendampingi anak sakit adalah obat yang paling manjur bagi anak saat demam. Ketulusan hati seorang ibu yang merawat anaknya yag lagi demam akan membuat hubungan antara ibu dan anak akan semakin baik.

Pelukan, ciuman, dekapan, gendongan , bahkan hanya dengan berdekatan, duduk, berada di sekitar anak-anak. Meski tidak melakukan apa-apa adalah obat yang paling manjur untuk anak apalagi dalam kondisi sakit. 
Ibu dan sentuhannya adalah obat paling mujarab

Anak-anak akan merasa kuat dan tangguh jika berada dan bersama dengan  ayah bunda dalam segala kesempatan. Oleh karena itu sebaiknya kita memang meluangkan waktu yang terbaik kepada anak. Apalagi jika anak dalam kondisi sakit, sebaiknya kita usahakan untuk selalu berada di dekatnya. Kita siap melayaninya dengan penuh cinta kasih demi kesembuhan anak.

Semoga anak-anak kita selalu sehat ya. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.




Diberdayakan oleh Blogger.