Menu

Kamis, 30 April 2020

/ /
Ketika Harus Bekerja  Di Luar Rumah Saat Pandemi Covid 19
Assalammualaikum.Wr.Wb

Semua belahan dunia, saat ini tengah berkutat mengatasi masalah penyebaran voris corona. Begitu pun dengan Indonesia, semua ini sedang berjuang untuk mengatsi si coorna ini. Tidak terkecuali kota Bengkulu. Sejak dinyatakan sebagai zona merah akhir Maret lalu yang ditandai dengan adanya pasien positif corona. Seolah semua aktivitas berubah. Begitu pun dengan saya.


Tim Satuan Tugas Covid 19

Sesuai dengan perintah Presiden, Joko Widodo. Agar semua wilayah baik tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota untuk segera membuat tim satuan tugas atau satgas Covid 19 yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat. Baik sipil dan pemerintahan. Semua harus bersatu dan bekerjasama untuk menanggulangi Covid 19 ini.

Saya pun masuk tim satgas covid 19 ini. Kita membagi tugas dan jadwal. Bahasa sederhananya sih, jika ada perintah atau jadwal ke luar atau bekerja di lapangan. Terpaksa harus turun ke jalan, ke luar dari rumah. 

Selebihnya, bisa mengerjakan tugas tersebut dari rumah. Yah, sambil #dirumahaja namun tetaplah #WorkFromHome.

Apa tugas saya di satgas, yah nggak jauh dari profesi yang saya jalani sebagai blogger dan influnecer. Bertugas untuk menyebarkan informasi positif, baik dan benar mengenai penganganan virud corona ini. Agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid. Tidak termakan hoax.

Termasuk memberikan update informasi terkeni mengenai perkembangan virus corona kepada masyarakat dalam bentuk tabel infografis yang lugas . 

Saya sedang bersama tim sagas di Balai Kota

Pembagian Jadwal Kerja

Biasanya pada malam hari sudah dibagikan jadwal kegiatan perhari. Jadwal tersebut berisi informasi mengenai nama kegiatan, siapa yang hadir, agenda, termasuk siapa saja yang bertugas. Siapa saja yang bertugas ini adalah bagian dari jadwal yang harus kami patuhi.

Jika ada nama saya di jadwal tersebut. Maka bersiaplah esok untuk ke luar rumah. Jika ada halangan atau kendala, saya harus segera memberitahu koordinator. Agar bisa dicarikan solusi atau segera dicarikan pengganti.

Untuk lamanya kegiatan, biasanya tentantif sih. Tidak menentu, namun kebanyakan sebelum sore sudah selesai. Apalagi di bulan puasa ini. Biasanya sebelum zuhur sudah selesai. Kecuali ada lagi agenda bersambung. Biasanya sebelum ashar sudah selesai.

Ikut memnatau pembagian Rasmie di kelurahan Tengah Padang, kebetulan ini di dekat rumah. Ini sedang berada di kantor lurah, maafkan mereka di belakang yang nggak jaga jarak.

Pembagian Tugas dengan Anak dan Suami

Jika kondisi ini terjadi, maka sedari malam atau shubuh saya harus mengkondisikan anak-anak di rumah. Termasuk mengenai menu untuk bebuka puasa. Biasanya saya sudah menyiapkan bahan-bahan makanan. Jika ada yang harus dipersiapkan. Maka saya membuat catatan kecil dan menyerahkan kepada si sulung, Nawra. Misalnya, saya minta tolong ia memasak nasi, memasak air, mengupas pisang, merebus ayam dan lain sebagainya.

Hal ini perlu dikondiskan, supaya jika saya telat pulang, masih ada waktu untuk masak karena bahan-bahannya sudah siap.

Kepada si kakak, saya juga memberikan tugas untuk menyiapkan minuman berbuka. Biasanya kami minum teh hangat. Menyiapkan piring, gelas, sendok dll di meja makan. Termasuk membersihkan dan menyiapkan meja makan dahulu.

Sedangkan kepada kedua adiknya, saya berikan tugas, setelah shalat ashar atau jam empat sore, maka rumah harus dibereskan. Tidak ada lagi mainan yang berserakan. Serta harus sudah mandi. 

Untuk tugas sekolah anak, buat Athifah si anak SD nanti si kakak yang akan mengontrol atau menemaninya membuat tugas. Tugas belajar ini juga sering dibantu ama suami, karena selain belajar dari TVRI. Athifah juga ada tugas dari grup WA kelasnya. Jadi yang bisa melihat grup tersebut pak suami. 

Kalo tugas sekolah si kakak, selalu diingatkan sebelum zuhur sudah harus selesai. Nanti saya laporakan ke ustadzahnya sore atau malam. 

Saat menyampaikan laporan tersebut, saya selalu memberikan keterangan atau informasi kenapa terlambat atau mmalam mengumpulkan tugasnya. Tapi biasanya tidak sampai telat sih. Batas waktu mengumpulkan tugas si kakak setiap jam delapan malam.

Anak kelas dua MTS ini memang banyak tugas dari pondoknya, setiap hari kadang hingga 3 tugas dan dikirimkan ke guru yang berbeda-beda. Belum lagi tugas menghapal Al-Quran. 

Yah, perlu ada pembagian tuas, agar siklus rumah tangga dan pekerjaan di luar rumah tetap bisa berjalan dengan baik.

Jadwal pertama pembagian Rasmie di Kelurahan Pasar Baru, akan diantar langsung oleh Walikota dan Wawali

Persiapan Saya Untuk Bekerja di Luar Rumah

Saat Pandemi dan puasa ini, aktivitas pagi dimulai sekitar sembilan atau sepuluh pagi. Jadi tidak perlu tergesa-gesa sih. Kecuali ketiduran banget setelah shalat shubuh.

1. Mandi pagi dengan sabun wangi, air bersih dan menggosok gigi.

2. Menggunakan pakaian yang simple, karena pakaian ini harus segera dicuci setelah pulang nanti. Saya malas menggunakan pakaian yang agak ribet atau dengan bahan yang tebal atau mudah kusut.

3. Menggunakan masker, untuk masker ini juga hanya dipakai sekali saja. Setelah pulang harus segera dilepas dan dicuci. Saya biasanya menggunakan masker kain.

4. Membawa handsanitizer ukuran kecil. Saya letakan di saku rok atau rok celana. 

5. Membawa sarung tangan kain. Ini saya gunakan saat berkendara. Akan terus saya gunakan jika sedang hendak masuk ke sebuah gedung, ruangan untuk memegang gagang pintunya. Masuk ATM, dan lain sebagainya.

6.     Jika sebelum puasa saya selalu sarapan dan makan kenyang di rumah, jika terpaksa membawa bekal dan selalu membawa air minum sendiri. 

Di dalam dan terlebih di luar ruangan, masker nempel terus kayak prangko

Saat Melaksanakan Tugas

Melakukan tugas dengan baik dan tertib laporan adalah perbuatan yang baik. Namun perlu diperhatikan juga hal-hal penting yang harus kita utamakan saat bekerja di tengah pandemi corona ini. Antara lain, saya tetap melakukan

1. Rajin cuci tangan, ini enak sih hampir banyak ditemui tempat untuk mencuci tangan. Jika tidak ditemui tempat cuci tangan, saya menggunakan handsanitizer yang saya bawa.

2. Selalu menjaga jarak dengan rekan atau orang lain yang ada di sekitar lokasi saya berada. Ini memang harus saya bangun dengan kuat karena tidak semua orang mau melakukan atau waspada juga. Kadang suka lupa, tiba-tiba sudah berkumpul. Oleh karena itu perlu keinginan kuat untuk melakukan #JagaJarak

3. Menggunakan masker, baik di dalam maupun di luar ruangan. Beruntung memang saya sering menggunakan masker sebelum pandemi ini. Jadi tidak terlalu susah bagi saya untuk menyesuaikan diri saat menggunakan masker. Termasuk saat harus berbicara. 

4. Segera menuntaskan pekerjaan dan tidak berdiam lama saat melakukan aktivitas di luar. Jika tugas sudah selesai, maka saya segera ijin untuk pulang. Saya tidak mengobrol atau menghabiskan waktu . Jika harus mampir kerena ada keperluan  maka saya segera pulang setelahnya. Jika ingin belanja. Maka saya juga segera menuntaskan, tidak berkeliaran atau berkeliling keluar masuk toko. 

Walikota dan Wawali sedang melakukan live medis sosial memantau kegiatan dan penanggulangan covid 19

Beras dan Mie Untuk Semua Warga Kota Bengkulu

Saat ini salah satu program dari Pemerintah Kota Bengkulu adalah memberikan bantuan Beras dan Mie (RasMie) bagi semua warga kota Bengkulu tanpa terkecuali. Asalkan ia berada di kota Bengkulu selama pandemi ini.

Pendataan yang berhak menerima paket Rasmie ini dilakukan dari tingkat RT/RW. Tidak hanya yang memiliki KTP atau KK. Anak kost atau siapa pun juga yang saat ini sedang berada di kota Bengkulu. Akan dapat bantuan 20kg beras premium dan 2 dus Mie.

Walikota dan Wawali sedang membagikan Rasmie kepada warga
Rasmie ini diantar ke rumah warga, jadi warga dihimbau untuk tetap berada#dirumahaja. Rasmie akan diantarkan Door to door. Bahkan Walikota dan Wakil Walikota ikut langsung membagikan Rasmie tersebut kepada warganya.

Pembagiannya juga dilakukan bertahap, hal ini terkait dengan ketersedian dari beras dan mie yang dibutuhkan. Untuk beras aja butuh sekitar dua ribu ton. jadi butuh waktu dan jadwal untuk pembagiannya. Untuk tahap awal, masing-masing akan mendapatkan 5kg beras dan satu dus mie dulu. Sisanya akan diberikan kemudian.

Selain pembagian Rasmie ada banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya untuk support dan tanggulangi soal corona ini. Terutama juga pada bagian layanan kesehatan, di samping mengenai hajat hidup masyarakat. Saat ini semua orang terdampak baik langsung maupun tidak langsung.

Kecerian warga yang menerima bantuan Rasmie

Untuk memantau kegiatan tersebut, Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu memantau dan mengawasi juga melalui media sosial. Hal ini untuk mengurangi kerumunan dan mengurangi resiko penyebaran.

Perasaan Saya Ketika Harus Ke luar Rumah

Semua mengajak agar kita #StayAtHome. Lantas saya harus keluar rumah. Tentu saja sebuah perasaan yang campur aduk. Selain mempersiapkan diri seperti yang saya uraikan di atas. Saya juga pasrah dan berdoa kepada Allah SWT agar menjaga dan melindungi saya selagi bekerja atau berada di luar rumah.

Mau bagaimana lagi, ini juga bagian panggilan pekerjaan dan kegiatan untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan masalah Covid 19. Jika para medis berada di garda depan dalam penangganan Covid 19 ini. Maka saya dan teman-teman satgas mungkin bisa berada di bagian keberapanya dalam upaya menanggulangi Covid 19 ini.

Tentu saja kita bisa melakukan atau berbuat apa saja untuk mendukung program pemerintah. Sekecil apa pun kontribusi kita, jika dilakukan dengan baik dan tertib. Tentu saja akan memberikan hasil yang baik juga.

Meski kita hanya sebuah pentil ban motor, bayangkan saja jika pentil ban motor tersebut rusak atau tidak ada maka motor tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik, karena tidak ada pentil bannya.

Sekecil apa pun support kita untuk tanggulangi corona ini, pasti sangat dibutuhkan. Yuk, mari salng bantu dengan cara yang kita bisa dan mampu. Mulai dari sekitar aja dulu
Namun, kita harus tetap waspada dan banyak berdo’a. Agar tidak konyol saat melakukan aktivitas di luar rumah. Meski bertujuan baik, tentu saja harus tetap waspada.

Semoga si corona segera berlalu, sehingga kita bisa beraktivitas seperti biasa. Mari kita berdoa dengan sepenuh hati, memohon bantuan Allah SWT agar si corona segera hilang dan bisa ditanggulangi.

Rabu, 29 April 2020

/ /
Melakukan Deteksi Dini Covid 19 Secara Mandiri Dengan Rapid Test
Assalammualaikum.Wr.Wb

Sejak pemerintah Indonesia mengumumkan siaga terhadap virus corona. Hampir setiap hari, pemberitaan dan up-date berita baik di semua media elektronik, media massa hingga media sosial. Semua membahas mengenai si corona virus ini.

Jumlah pasien yang terdeteksi hingga terkonfirmasi positif corona virus, tiap hari kian bertambah dan wilayahnya juga kian melebar. Saat ini semua wilayah provinsi yang ada di Indonesia semua sudah dinyatakan sebagai zona merah.

Berbagai upaya dilakukan guna mendeteksi virus corona pada pasien di Indonesia. Tiap hari, jumlah korban semakin bertambah. 


Tenaga medis  menggunakan dua metode, yakni rapid test dan swab tenggorokan. 

Pemerintah pun gencar mengajak semua wilayah Provinsi, Kota dan Kabupaten untuk secara mandiri melakukan rapid test secara massal.

Sebagian lagi menggunakan Swab test. Kedua test ini tentu saja berbeda.

Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai penyaringan dari pemeriksaan awal. Jika didapatkan hasil terduga terinfeksi virus corona 19. Maka akan dilakukan Swab Test.

Beberapa Informasi Mengenai Rapid Test dan Pemeriksaan Swab Test


1. Rapid Test menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.

 2. Cara kerja Rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Antibodi itu terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. 

3. Orang dengan hasil rapid test positif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung.

4. Swab Test merupaka kelanjutan Rapid Test dan dinilai  lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke tubuh. 

5. Waktu yang diperlukan Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar.

6.Pemeriksaan Swab Test menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil. 

7. Pemeriksaan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction ) adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2.

8. Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama jika kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel sudah penuh. 

9. Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Saat ini, baru ada 48 laboratorium dengan fasilitas tersebut di Indonesia,

10. Rapid test mudah untuk dilakukan. Alternatif skrining untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan dengan cepat. 

Ingin Melakukan Rapid Tes Mandiri

Kita juga bisa melakukan pemeriksaan sendiri dengan Rapid Test. Ada banyak tempat atau layanan kesehatan yang bisa melakukan test tersebut. 

Namun, dengan kondisi seperti saat ini sebaiknya kita tidak mendatangi langsung pusat kesehatan akan tetapi kita bisa memilih untuk melakukan Rapid Test dengan Drive Thru. Salah satunya bisa dengan menghubungi HALODOC.

Layanan Drive Thru Rapid Test dari Halodoc

Untuk membantu pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19, kini Halodoc menyediakan layanan rapid test yang berlokasi di Jabodetabek yang bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit. 



Cara Melakukan Rapid Test Melalui Halodoc

1. Pertama-tama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol "COVID-19 Test" kemudian kamu klik ini: Lokasi Rapid Test Drive.
2. Setelah itu, kamu bisa memilih tempat dan waktu untuk melakukan rapid test ini.
3. Kamu akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan. 
4. Jika sudah mengunggahnya, kamu akan melanjutkan ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
5. Setelah berhasil, maka kamu akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan kelak.  

Persiapan Saat Melakukan Rapid Test

1. Pastikan datang tepat waktu berdasarkan jadwal yang telah dikonfirmasi (hindari datang terlalu awal). Jika memungkinkan, mintalah orang terdekat untuk menemani kamu pergi ke lokasi tes.
2. Pastikan kamu selalu mengenakan masker selama perjalanan maupun saat sudah sampai di lokasi tes.
3. Sesampai di lokasi tes, akan ada pemeriksaan KTP (Kartu Keluarga untuk yang di bawah umur) dan SMS konfirmasi di Pos 1 oleh petugas. Pastikan membawa smartphone yang kamu gunakan untuk melakukan booking. Tes hanya berlaku bagi 1 (satu) pasien sesuai dengan KTP yang telah didaftarkan.
4. Prosedur pengambilan sampel darah dan penamaan test kit akan dilakukan di Pos 2. 

Setelah melakukan serangkaian tes, kamu disarankan untuk segera meninggalkan area fasilitas tes. 


Hasil Test

Kamu tak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone kamu satu hari setelahnya. 

Lakukan Ini  Setelah Hasil Rapid Test COVID-19 Keluar

Jika hasilnya positif

Sebaiknya kamu segera kembali melakukan konsultasi dengan dokter di Halodoc. Di sini kamu akan ditentukan tingkat keparahannya.
Jika dokter mengatakan bahwa gejala yang kamu alami masih ringan, maka kamu akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika hasilnya gejala sedang atau berat

Sementara, jika dokter mengatakan bahwa kamu memiliki tingkatan gejala sedang atau berat, maka kamu akan dirujuk untuk ke rumah sakit khusus penanganan COVID-19 untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jika kamu atau orang terdekat kamu memiliki gejala yang mirip dengan COVID-19, kini saatnya untuk memastikan kesehatan kamu dengan melakukan rapid test COVID-19 hanya di Halodoc. 

Tunggu apalagi, download aplikasi Halodoc sekarang!

Gedung Halodoc

Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 32-33, RW.7, Kuningan, Karet Kuningan, Setia Budi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta - 12920

+6285574677403. Email : help@halodoc.com


Senin, 20 April 2020

/ /
Belajar Di Rumah Aja Bersama TVRI
Assalammualaikum.Wr.Wb

Sejak ada himbauan untuk #DiRumahAja untuk bekerja, belajar dan beribadah. Banyak yang mulai berubah di keluarga kami. Termasuk cara belajar anak-anak.


Begitu ada edaran untuk meliburkan sekolah dan belajar di rumah saja. Grup WA sekolah mendadak jadi aktif. Sekitar akhir Maret sekolah di kota Bengkulu mulai di non aktifkan kegiatan di sekolah.

Perlu diketahui, program Belajar dari Rumah sebagai upaya untuk mengatasi keterbatasan akses jaringan internet dan juga bahan pembelajaran daring selama wabah Covid-19.

Belajar Secara Online

Semua pembahasan, penugasan termasuk diskusi dan komunikasi dari guru ke muridnya dilakukan melalui orang tua dan di grup WA.

Meski ada juga sekolah yang menerapkan dan menggunakan fasilitas lainnya untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Misalnya melalui aplikasi Zoom.
Setiap hari guru akan membagikan mata pelajaran dan penugasan melalui grup WA. Setelahnya anak didik diminta untuk melakukan apa yang menjadi inti materi pelajarannya serta diminta untuk mengerjakan serta mnegumpulkan tugas pada hari berlangsung kegiatan belajar mengajar online.

Baca Juga : Jika Harus Bekerja di Luar Rumah Saat Pandemi

Hasil tugas anak-anak, dikirimkan kembali kepada guru yang bersangkutan. Ada yang diupload di grup ada juga yang via japri ke guru mata pelajarannya.

Belajar Melalui TVRI

Sejak tanggal 13 April 2020. Menteri Pendidikan RI, Bapak  Nadiem Makarim mengajurkan agar para guru dan orang tua dapat mengajak dan mendampingi anak belajar secara online melalui TVRI.

"Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19," ujar Nadiem Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis (9/4/2020).

Siaran belajarnya dilakukan pada pagi hari, sesuai dengan jenjang sekolahnya. Jadwal pertama itu untuk anak PAUD sekitar jam 07.40 wib. Berikutnya Jadwal untuk jenjang SD, SMP.

Bagi siswa SMA/SMK dan sederajat, nanti pukul 14.00 WIB akan dimulai tayangan Belajar dari Rumah persembahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemdikbud) bekerjasama TVRI.

Kami punya tiga orang anak, sekolahnya ada tiga jenjang juga. Mulai dari PAUD, SD dan SMP.

Jadi yah, mulai nongkrong di depan Tivi sejak Pagi

Persiapan Sebelum Belajar di TVRI

Seperti biasa, meski tidak sekolah supaya tetap apat hawa belajarnya dan semangat pagi tetap ada. Semua anak-anak harus bangun pagi, mandi dan sarapan. 

Setelah itu duduk manis menunggu dan bersiap belajar via TVRI. Tangan disusun rapi di atas meja.

Waktunya Belajar via TVRI

Jadwal pertama adalah untuk dedek Annasya, anak PAUD ini duduk manis belajar via TVRI. Materi pelajarannya dimulai sekitar jam 07.40 wib. 

Untuk program PAUD itu, Kemendikbud menggandeng Sesame Workshop dan Creative Indigo Production untuk menyediakan tayangan "Jalan Sesama

Anansya rajin bangun pagi dan bersiap belajar dengan TVRI
Pelajaran buat anak PAUD disajikan melalui film animasi kartun Jalan Sesama. Sajian materi pelajarannya asik dan edukatif. Annasya terkadang berdiri, melompat, tertawa, serta mengikuti ucapan yang diminta oleh para pemain Jalan Sesama. Seperti saat belajar mengenal huruf dan berhitung.


Annasya sangat senang dan mengikuti pelajaran dengan semangat

Contoh materi pelajaran anak PAUD

Taman bacaan Di jalan sesama, anak-anak PAUD diajak untuk mengikuti acara pembukaan taman bacaan. Apa itu taman bacaan? Taman bacaan adalah tempat dimana orang bisa membaca. 

Materi untuk PAUD di Jalan Sesama disukai oleh Annasya
Asal tumbuhan dan hewan Tak hanya itu saja, ada juga tayangan mengenalkan tanaman bunga yang tumbuh dari tanah. Ada burung yang menjelaskan bahwa burung berasal dari telur induknya. Kemudian ada kelinci yang lahir dari perut atau tubuh induknya. Semua disajikan dengan bentuk boneka hewan dan tumbuhan yang menarik bagi anak PAUD.

Jadwal kedua, adalah si Athifah anak kelas 1 MIN ini juga sudah bersiap. Sebelumnya ia duduk di belakang dedek Annasya, siap menunggu giliran.

Ayhifah belajar melalui film Kartun Sahabat Pelangi
Pada materi kelasnya si Ahifah, digabungkan untuk kelas 1,2 dan 3. Jadi tidak fokus untuk kelas 1, 2 atau 3. Pematerinya menyebutkan materi pelajaran tersebut untuk kelas berapa. Meski begitu, anak-anak tetap diminta menonton juga jika materinya bukan untuk kelasnya. Contohnya, waktu pelajaran Matematika, tentang mengenal Bangun Ruang. Pemateri menyebutkan itu untuk materi kelas 3. Namun karena masih materi dasar, sesuai ajuran wali kelasnya, Athifah tetap mengerjakan tugas yang diberikan si pematerinya.

Sama halnya dengan Annasya, Athifah juga sudah bersiap. Namun kadang ia tidak sempat sarapan sehingga saat menonton ia sambil makan.


Materi kelas 1, 2,3 ini disajikan dalam bentuk film kartun Sahabat Pelangi.

Untuk si Athifah, selain menonton, ia juga  ada tugas-tugas yang harus dikerjakan dan itu dikumpulkan ke wali kelasnya. Dikirimkan dalam bentuk foto atau video.

Salah satu contoh pertanyaan tugas untuk Athifah

Jadi ketika Athifah belajar, memang harus didampingi. Kai juga ikutan duduk dan menonton bersama. Kami membantu Athifah untuk mengingat, mencatat bahkan menjepret pertanyaan dari tugas tersebut

Jadwal ketiga adalah untuk si kakak Nawra, si anak kelas 2 Mts. Jedah antara si Athifah dan si kakak lumayan juga. Akan tetapi agar tidak ketinggalan atau terlewat, siaran TV tidak kami ganti.

Kakak Nawra juga siap belajar, sesi terakhir bagian dia
Memang si kakak sudah ada tugas dari pondoknya mengenai materi pelajaran sekolah. Namun, sesuai dan mengikuti edaran dari Menteri Pendidikan, maka pihak pondok juga memberikan tugas kepada santrinya untuk menonton dan belajar via TVRI.

Satu hari sebelumnya pihak pondok sudah mengkonfirmasi apakah santri di rumah memiliki TV, Android atau Radio yang akan digunakan untuk belajar online. Wali kelasnya mendata. 


Materi perdana yang ia pelajari di TVRI Pukul 10.30 - 11.00 WIB: Materi SMP dan Sederajat - Kebudayaan: Cagar Budaya Bawah Air di Karimunjawa
Si kakak hanya diminta menonton saja. 

Laporan Kepada Wali Kelas

Setiap aktivitas anak menonton, belajar melalui TVRI ini kami mengirimkan foto atau video kepada wali kelasnya. Untuk Athifah dikirimkan ke grup WA kelas. Kalo si Kakak langsung kepada Wali Kelasnya.

Laporan ke walas Athifah , foto harus terlihat orang tuanya.
Dengan adanya aktivitas belajar di Rumah Belajar Kemendikbud yang disiarkan melalui TVRI ini. Saya pun jadi ikutan bersiap di pagi hari. Menyiapkan anak-anak untuk belajar dengan baik.

Semua tugas anak-anak sudah harus selesai dan dikirimkan kepada wali kelasnya, maksimal jam dua belas siang atau sebelum waktu shalat zuhur datang. Setlah itu, anak-anak boleh bermain atau melakukan aktivitas yang lainnya.

Kendala yang Kami Hadapi Saat Belajar via TVRI

Saat pertama tayang, kendala yang kai hadapi di rumah adalah siarannya ada yang error. Memang waktu itu kami menggunakan antena TV dalam saja. Lalu oleh pak suami segera di atasi dengan memindahkan channel TVRI melalui parabola. Siarannya mulai bagus kembali dan tidak ada kendala.

Tayangan TVRI tiba-tiba menghilang

Selanjutnya, untuk antisipasi, kami pun selalu menonton menggunakan parabola agar tidak ada gangguan. Namun, cara ini juga kurang efektif. Sebab kejadian ini terulang kembali. Siarannya error.

Sampai di sini, kami tidak tahu lagi mau ngapain. Mungkin emang siaran di pusatnya error. Akhirnya, kami mencari solusi dengan menonton Youtube langsung. Kebetulan saat itu terjadi, sedang berlangsung materi untuk anak SD. Jadi si Athifah menonton kembali di Youtube Kartun Sahabat Pelangi Materi Memancing.

Belajar dengan menonton Film bisa dinikmati oleh berbagai usia anak

Selanjutnya ketika materi tidak sesuai dengan jenjang kelas dan anak diminta untuk mengerjakan. Di sini Athifah menolak mengerjakannya karena ia mendengar kalo materi tersebut bukan untuk dirinya sehingga kami pun membujuk dan menjelaskan dengan hati-hati kepada Athifah. 

Selebihnya kendala teknis, biasalah soal membangunkan anak, mengajaknya mandi serta makan. Banyak drama di pagi hari.

Baca Juga : Kasus Pertama Covid 19 di Indonesia

Berikut Tagar.id rangkumkan sejumlah tautan/link kanal streaming yang menayangkan siaran televisi belajar di rumah TVRI melalui layanan online:

Link Streaming TVRI di MeTube

1. Pastikan perangkat smartphone, tablet dan laptop telah tersambung koneksi internet.

2. Buka atau unduh peramban (browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dsb) di perangkat anda.

3. Buka laman https://www.metube.id/live/TVRI melalui browser yang ada di perangkat Anda

4. Pilih siaran nasional.

Link Streaming TVRI di Official Site:

1. Pastikan perangkat smartphone, tablet dan laptop telah tersambung koneksi internet.

2. Buka atau unduh peramban (browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dsb) di perangkat anda.

3. Buka laman http://tvri.go.id/live melalui browser yang ada di perangkat Anda

4. Pilih siaran nasional.

Link Streaming TVRI di Mobile Site:

1. Pastikan perangkat smartphone, tablet dan laptop telah tersambung koneksi internet.

2. Buka atau unduh peramban (browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dsb) di perangkat anda.

3. Buka laman http://m.tvri.co.id/live/ melalui browser yang ada di perangkat Anda

4. Pilih siaran nasional.

Link Streaming TVRI di UseeTV:

1. Pastikan perangkat smartphone, tablet dan laptop telah tersambung koneksi internet.

2. Buka atau unduh peramban (browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dsb) di perangkat anda.

3. Buka laman https://www.useetv.com/livetv/tvri melalui browser yang ada di perangkat Anda

4. Pilih siaran nasional.

Link Streaming TVRI di Vidio:

1. Pastikan perangkat smartphone, tablet dan laptop telah tersambung koneksi internet.

2. Buka atau unduh peramban (browser: Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dsb) di perangkat anda.

3. Buka laman https://www.vidio.com/live/6441-tvri-tv-stream melalui browser yang ada di perangkat Anda

4. Pilih siaran nasional.

Kalo kamu, punya cerita apa saat mendampingi anak belajar online di TVRI. Yuk, berbagi di kolom komentar

Kamis, 16 April 2020

/ /
Kasus Pertama Covid 19 dan Kebiasaan Pakai Masker
Assalammualaikum.Wr.Wb

Ada yang ingat kapan Indonesia mulai geger dengan Corona Virus. Ada yang ingat kapan kebiasaan kita mulai pakai masker dan muncul berbagai bentuk masker. Ada yang unik, ngenes, unik, lucu dan ngasal.


Kita Flash Back Dulu ya

Indonesia menjadi salah satu negara positif virus corona ( Covid-19). Kasus pertama yang terjadi di Tanah Air menimpa dua warga Depok, Jawa Barat. Hal ini diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020) kemarin. Berikut fakta lengkapnya: Ibu dan anak, tertular WN Jepang Menurut Jokowi, dua WNI itu merupakan seorang ibu (64 tahun) dan putrinya (31 tahun). Keduanya diduga tertular virus corona karena kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Setelah tanggal 2 Maret itu Kehidupan Mulai Berubah

Kasus yang bikin geger itu bermula memang di Jabodetabek. Belum diketahui di wilayah lainnya. Lebih tepatnya sih belum ketahuan saja.

Tapi memang kasus korona ini seperti boom waktu saja. Kasus di berbagai wilayah pun mulai bermunculan. Mulai banyak yang ketahuan dan banyak up date informasi mengenai kasus corona ini di berbagai wilayah. 

Terutama di kota-kota besar seperti Bandung, Medan, Surabaya kasus mulai bermunculan, Ramai bak jamur di tengah musim hujan. 


Lalu, Kita Semua Tersadarkan dan Mendadak Waspada

Saya dan keluarga pun mulai merasa ngeri dan takut untuk bepergian ke zona merah. Waktu itu baik saya dan suami di bulan Maret seharusnya ada perjalanan ke kota Jakarta. Kamimada urusan masing-masing.

Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk tidak jadi berangkat. Sebuah keputusan yang benar, jika diingat kondisi seperti saat ini.

Kenapa?

Yah, salah satu kasus yang baru terungkap di Bengkulu diliat dari penelusurannya. Ternyata si pasien memang ada melakukan perjalanan dari daerah zona merah sekitar pekan kedua di bulan Maret. Baru terdeteksi di bulan April

Nah, kan perjalanan penyakitnya itu lama

Meski sudah ada kasus begitu, aktivitas di Bengkulu masih seperti biasa. Belum ada tanda-tanda untuk work from home atau himbauan di rumah aja.

Saya pun masih bekerja seperti biasa. Suami juga masih bekerja dan anak-anak tetap bersekolah seperti biasa. Yang mulai berubah adalah kebiasaan untuk selalu menggunakan masker di luar rumah.

Tidak berapa lama, anak-anak sekolah mulai diliburkan. Menyusul surat edaran dari Walikota Bengkulu agar setiap sekolahan dan perguruan tinggi meliburkan siswa dan mahasiswanya. 

Bengkulu Mendadak Jadi Zona Merah

Hanya berselang kurang lebih satu bulan dari kasus pertama di Indonesia, Bengkulu pun langsung mengkonfirmasi kasus positif untuk pertama kali.

Padahal waktu itu Bengkulu termasuk salah satu Provinsi yang masih zona hijau kasus corona. Namun, akhirnya status berubah dan merubah semuanya. 

Bengkulu jadi provinsi ke-32 yang wilayahnya terdeteksi ada virus Corona atau COVID-19. Seorang jemaah tablig yang datang dari Lampung meninggal di Bengkulu.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Kapolda, Danrem, dan unsur FKPD menggelar jumpa pers menjelaskan kasus pertama positif Corona di wilayahnya. Gubernur mengumumkan kasus tersebut selasa pagi (31/3)

Sejak diumumkan tersebut, maka kami di Bengkulu juga mulai waspada dan siaga. Siklus kehidupan mulai berubah.

Saya pake masker ukuran kecil, tidak menutupi wajah yah.Ini emang buat anak-anak

Kebiasaan Baru Menggunakan Masker

Selama pandemi ini, kita diminta untuk menggunakan masker kapan saja dan dimana saja. Bahan dan bentuk maskernya juga bebas. Apalagi saat ini banyak sekali dijual masker kain.

"Masker wajah tidak selalu bisa mencegah seseorang dari virus corona Covid-19. Tapi, masker ini bisa mencegah penyebaran kuman yang kamu miliki," kata Dr. Deborah Spicehandler, wakil ketua penyakit menular di Rumah Sakit Westchester Utara dikutip dari NY Post.

Dengan menggunakan masker ini, kita bisa mencegah penyebaran virus corona.

Selain itu, penggunaan masker kain ini bisa membantu seseorang mencegah tangannya menyentuh area wajah, seperti mulut, hidung dan mata.

Apalagi jika sedang berada di luar rumah, tidak sempat cuci tangan. Seperti kebiasan kita. Suka memegang hidung, mengucek mata atau memegang mulut. Dengan adanya masker, bisa mengurangi aktivitas tersebut.

Karena, kebiasaan menyentuh wajah itu bisa menularkan virus jika tangan Anda baru saja menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Harga Masker Melambung Tinggi

Sejak banyak yang mencari, membeli dan menggunakan masker. Harga masker mendadak naik dan susah ditemukan. Terutama masker kesehatan. Bahkan ada juga penipuan ratusan juta atas nama masker.

Masker Bagi Keluarga Kami

lebih pas kalo dipake ama Athifah dan Annasya
Sebelum pandemi, saya dan anak-anak memang sudah sering menggunakan masker. Kami sering menggunakan masker kalo sedang berkendara. Saat menjemput Annasya dan Athifah kami sering menggunakan masker. Apalagi udara di siang hari kadang teriknya poll. Debunya juga banyak. 

Jadi menggunakan masker bisa mengurangi terpapar debu dan sinar matahari. Kami menggunakan masker kain. Belinya waktu itu hanya lima ribu rupiah perbuah.  Untuk anak-anak memang ada ukuran masker kecil. Sesuai dengan ukuran wajahnya mereka.

Masker kecil ukuran anak-anak ini, saya beli di toko galery atau koleksi stuff begitu. Warnanya juga macam-macam. Terbuat dari bahan kertas. Jadi setelah dipakai harus dibuang. Harga belinya waktu itu hanya seribuan.

Tapi sekarang sudah tidak ada lagi, kalo pun ada harganya sudah naik berkali-kali. Beruntung kami masih ada stok.

Kalo kamu, bagaimana sejak kapan kasus pertama covid diketahui ditempatmu? Yuk, bercerita.






Diberdayakan oleh Blogger.