Menu

Rabu, 03 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.wb

www.mildaini.com_ Akhir bulan Juni lalu saya mewakil komunitas Blogger Bengkulu, menghadiri sebuah acara keren di Hotel Rafles, Pantai Panjang, Bengkulu. Sebuah acara yang diusung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Dengan tajuk GeMa CerMat. Ternyata Gema Cermat ini hanya sebuah singkatan dari Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Namanya mirip dengan Germas ya, tapi ini mirip saja namun beda programnya.

Nah, pada kegiatan yang dilaksanakan dari pagi sampai sore ini, kami yang berjum;lah sekitar 150 orang diajari banyak hal mengenai obat. Pesertanya dibagi dua kelompok. Dari masyarakat umum dan tenaga kesehatan. Jadi di sini juga berkumpul para dokter, dan yang paling banyak adalah para apoteker yang berasal dari berbagai kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.

kelompok saya sewaktu belajar seputar Tanya Lima O (Foto Milda)

Salah satu pemateri kegiatan ini berasal dari pusat, namanya ibu Erie Gusnellyanti, S.Si., Apt., M.K.M.

Bu Erie ini asli putri daerah Bengkulu yang bekerja di kementrian Kesehatan dan menetap di Jakarta. Jadi acara ini seperti pulang kampung saja bagi Ibu Erie. 

Beliau menjelaskan, ada lima hal penting yang harus kita lakukan terlebih dahulu sebelum minum obat. Jadi ketika mendapatkan obat, maka kita harus mengetahui banyak hal mengenai obat yang akan kita minum tersebut.

Hal ini menjadi penting, agar obat yang kita minum memberikan efek positif bagi kesehatan kita, dan tidak menimbulkan berbagai masalah di kelak kemudian hari. Ini dikenal secara luas dengan istilah Tanya Lima O.

Tanya Lima O merupakan 5 (lima) pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum seseorang mengonsumsi obat merujuk pada kata “obat”, yaitu:

1.    Obat ini apa nama dan kandungannya?

Seseorang hendaknya mengetahui dan mengenali jenis obat apa yang akan dikonsumsi. Diharapkan ia dapat memahami obat tersebut termasuk obat generik atau bukan, termasuk golongan obat keras atau obat bebas, dan apa kandungan obat tersebut. Jika obat menggunakan nama dagang, diharapkan masyarakat memahami bahwa beberapa nama dagang yang berbeda dapat memiliki kandungan yang sama. Sehingga masyarakat dapat memahami bahwa khasiat obat ditentukan oleh zat berkhasiat yang dikandungnya, bukan oleh merek dagangnya. Hal ini juga dapat meluruskan mispersepsi tentang obat generik.

2.    Obat ini apa khasiat/indikasinya?

Tujuan suatu pengobatan dengan menggunakan obat tertentu dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Masyarakat atau pasien diharapkan dapat memahami indikasi atau khasiat dari obat yang dikonsumsi.

3.    Obat ini berapa dosisnya?

Efek yang dihasilkan oleh suatu obat di dalam tubuh, juga tergantung pada dosis yang digunakan. Obat yang diberikan dengan dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai. Masyarakat agar mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Ternyata Banyak Hal Sepele yang WAJIB kita ketahui ( Foto Milda)


4.    Obat ini bagaimana cara menggunakannya?

Ada berbagai bentuk sediaan obat yang digunakan sesuai tujuannya. Masing-masing bentuk sediaan diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan obat yang dikandung untuk diserap oleh tubuh. Obat dalam digunakan melalui mulut (oral), hendaknya tidak digunakan melalui bagian lain misalnya pada kulit. Sebaliknya, obat luar yang digunakan tidak melalui mulut, harus digunakan sesuai cara penggunaannya. Misalnya obat suppositoria digunakan melalui anus, tidak boleh ditelan. Obat juga hendaknya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam satu hari. Misalnya obat harus digunakan 3 kali sehari, seharusnya digunakan setiap 8 jam (24 jam dibagi 3). Hal ini untuk memastikan obat tersedia dalam darah dengan kadar yang merata dalam satu hari. Dengan demikian efek pengobatan diharapkan dapat tercapai sesuai tujuan.

5.    Obat ini apa efek sampingnya?

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang seringkali tidak diharapkan. Ada efek samping yang dapat ditolerir, seperti mengantuk, sehingga harus menghindari berkendara jika sedang mengonsumsi obat tersebut, atau mengiritasi lambung, sehingga harus digunakan setelah makan saat lambung berisi makanan. Namun ada juga efek samping yang lebih mengganggu bahkan berbahaya, misalnya alergi dan gangguan fungsi hati atau ginjal. Masyarakat hendaknya waspada terhadap efek samping obat, jika dirasakan ada efek samping, penggunaan obat dihentikan dan segera konsultasi dan melapor pada fasilitas kesehatan terdekat.

Selain lima pertanyaan pada Tanya Lima O ini, masyarakat diharapkan dapat bertanya hal lain yang diperlukan terkait dengan obat yang akan dan sedang dikonsumsi. Pada obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter, semua informasi tersebut tercantum dengan jelas pada kemasan obat. Sedangkan pada obat keras yang diperoleh dengan resep dokter, masyarakat dapat bertanya pada dokter yang meresepkan atau pada apoteker pada saat menebus resep. Dalam GeMa CerMat, keterlibatan masyarakat secara aktif sangatlah diharapkan

Referensi : http://farmalkes.kemkes.go.id/

Diberdayakan oleh Blogger.