Menu

Senin, 04 November 2019

/ /
ASI Tidak Keluar? Gunakan Tips Ini untuk Tingkatkan Produksi ASI
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ASI Tidak Keluar? Gunakan Tips Ini untuk Tingkatkan Produksi ASI. Memberikan ASI eksklusif untuk bayi merupakan satu kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Asupan gizi ini selain memang satu-satunya makanan utama yang bisa diberikan pada bayi yang baru lahir. Bahkan juga mempererat hubungan Ibu dan anak secara psikologi.

Source Unsplash

Namun, ada kalanya proses pemberian ASI ini tidak berjalan lancar. Tidak sedikit ibu yang produksi air susunya tidaklah selancar sebagaimana mestinya. Berikut ini tips untuk merangsang produksi ASI.

Jangan Berhenti, Teruslah Menyusui

Gerakan dari mulut bayi yang memberikan stimulus pada payudara akan merangsang tubuh ibu untuk memproduksi air susu. Maka pada saat produksi air susu tidak sebanyak biasanya, jangan berhenti, teruslah menyusui agar sistem tubuh Ibu terangsang untuk memproduksi ASI.

Lakukan Teknik Skin To Skin Nurse

Skin to skin nurse adalah teknik memberikan ASI dengan tidak ada penghalang sehelai kain pun antara ibu dan bayi. Dalam hal ini, kulit ibu dan bayi langsung bersentuhan. Tidak hanya merangsang produksi ASI, hal ini juga meningkatkan ikatan emosional ibu dan sang buah hati.

Pompa ASI di Antara Waktu Menyusui

Menjaga agar Ibu terus memproduksi ASI adalah langkah selanjutnya. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memompa. Lakukanlah pemompaan sekitar 10 menit pada masing-masing payudara.

Gunakan Kedua Payudara Secara Bergantian

Kadang memberikan ASI hanya dari satu payudara membuat ibu pegal. Maka dari itu lakukanlah secara bergantian. Tidak hanya membuat ibu nyaman, hal ini juga merangsang produksi ASI di kedua payudara.

Meningkatkan Pemberian ASI Saat Malam Hari

Kadar prolaktin (hormon pembuat susu) pada malam hari atau dini hari amatlah tinggi. Bila memungkinkan, bangunkan si kecil untuk menyusu setiap 3 atau 4 jam sekali agar ibu bisa memberikan gizi terbaik untuknya.

Konsumsi Asupan Gizi Pelancar ASI

Hal lain yang tidak bisa dilewatkan untuk meningkatkan produksi ASI adalah sumber dari air susu tersebut yaitu asupan gizi ibu. Disarankan agar Ibu mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak zat perangsang produksi air susu seperti daun katuk, telur, darah merah, dan lain-lain.

Kebahagiaan dan Kondisi Psikologis Ibu

Penting sekali untuk menjaga mood ibu agar selalu bahagia. Hormon stres yang tinggi bisa membuat produksi ASI berkurang. Tidak adanya dukungan dari orang sekitar akan pemberian ASI eksklusif dan malah menyarankan untuk memberikan susu formula saja bisa juga membuat ibu stres.

Hypno-breastfeeding

Istilahnya terdengar keren, ya? Ini adalah teknik sederhana yang bisa ibu lakukan saat ASI tidak keluar. Cukup dengan membayangkan bahwa air susu mengalir keluar dengan deras adalah apa yang bisa ibu lakukan dengan teknik ini.


Itulah beberapa tips bermanfaat yang bisa dilakukan untuk merangsang produksi air susu. Kunci dari segalanya adalah jangan lupa juga untuk bekerja sama dengan ayah serta mintalah dukungan dari orang-orang terdekat.

BIRU.ID menyewakan peralatan bayi seperti stroller, car seat, mainan, ranjang, pagar bermain, bouncer, dan sewa pompa ASI. Ibu dan ayah bisa sewa untuk mingguan atau pun bulanan.

Selain lebih hemat karena mengurangi budget beli perlengkapan bayi, menyewa juga ikut berperan dalam gerakan urban sharing dan go green untuk mengurangi sampah yang tidak bisa terurai dengan cepat. Barang yang disewakan dijamin bersih, higienis, dan aman untuk si kecil.


Kunjungi situs resmi Biru.id di biru.id atau follow Instagram @biru.id.official. Anda bisa melakukan transaksi melalui Tokopedia di www.tokopedia.com/biruid serta subscribe channel YouTube Biru Penyewaan Barang Bayi.

Jumat, 01 November 2019

/ /
Koperasi Digital Untuk Milenial
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Koperasi Digital Untuk Milenial. Suatu sore ceria, suami pulang dari kantor dengan wajah kurang bersemangat. Setelah duduk kumpul dengan kami sambil menikmati sajian snack sore. Wajah suami sedikit ada senyumnya. Apalagi kalo sudah bercengkrama dengan anak-anak. Seketika bisa berubah langsung ceria.



Kami pun ngobrol santai, saya mencoba mengulik dan bertanya , kenapa tadi wajahnya pulang kantornya begitu. Kayak pedagang rugi aja.

“ Yah, pembagian SHU koperasi sama semua. Seharusnya untuk jumlah SHU setiap anggota koperasi itu berbeda. Tergantung dengan banyak tidaknya aktivitas transaksi si anggotanya”

Kejadian yang dialami suami ini. Pernah saya alami juga, sewaktu jadi anggota koperasi sekolah. Waktu itu untuk pembagian koperasi sekolah untuk setiap anggota, ya berbeda sesuai dengan keaktifan anggotanya.

Yang aktif bertransaksi, seperti melakukan peminjaman, belanja di toko koperasi. Tentu saja besaran SHU atau sisa hasil usaha yang akan diterimanya berbeda dengan anggota yang lainnya.

Kemudian suami juga mengeluh adanya anggota yang menunggak iuran anggota, ada anggota yang tidak membayar cicilan pinjaman dengan baik. 

Masa mereka yang begitu, menerima SHU yang sama dengan yang pembayarannya lancar saja. Sama jumlahnya dengan mereka yang tidak ada tunggakan.

Nah, tentu saja hal ini membuat resah sekaligus curiga anggota koperasi lainnya. Ada rasa penasaran sekaligus rasa ingin protes. Bahwa seharusnya pada pembagian SHU tentu saja besaran yang akan diterima oleh setiap anggota berbeda-beda.

Lalu, Pengelolaan Koperasi seperti ini apa akan tetap diminati oleh kaum milenial

Saat kami berdiskusi soal koperasi. Anak pertama kami, ikutan juga nimbrung. Menurutnya, seharusnya pengelolaan koperasi harus terbuka dan bisa dakses oleh anggotanya secara online. Banyak aktivitas atau transaksi yang seharusnya bisa dilihat atau ada notifikasinya. Semua bisa dilakukan secara online dan setiap anggota akan tahu bagaimana aktivitasnya di koperasi, termasuk berapa jumlah SHU yang akan ia terima nanti pada saat rapat anggota tahunan (RAT).

Termasuk juga dengan cara membayar iuran anggota, baik iuran wajib, iuran sukarela. Semua juga bisa dibayar secara online.

Saat melakukan pembayaran, member akan mendapatkan notifikasi bahwa ia telah melakukan transaksi.

Apalagi jika banyaknya jumlah transaksi yang dilakukan tersebut kemudian dijadikan poin juga untuk si anggota, tentu saja hal ini akan menjadi lebih menarik.


Pembayaran juga bisa dilakukan dengan menggunakan cara pembayaran secara digital. Misalnya dengan sistem auto debet, dengan Quik Responce atau QR. Tentu saja cara pembayaran kekinian ini bisa mempermudah banyak transaksi koperasi. 

Koperasi dengan asas gotong royong seharusnya bisa menjadi solusi mengenai keuangan di masyarakat secara luas. Termasuk kaum milenial yang notabene setiap hari berkutat dengan dunia digital dan juga suka dengan hal-hal yang efisien dan praktis.

Beberapa Revolusi Untuk Koperasi Zaman Now

1. Pengelolaan berbasis data dan bisa diakses secara online oleh setiap anggota. Koperasi harus punya website. Dimana informasi mengenai kegiatan koperasi bisa dilihat dan diakses oleh setiap anggota.

2. Sistem pembayaran iuran anggota juga bisa dilakukan secara online dan bisa dilakukan menggunakan alat bayar kekinian. Seperti auto debet, sistem transfer, scan QR  dll

3. Setiap transaksi yang dilakukan disertai dengan notifikasi untuk anggota, setiap member bisa melihat progress keanggotaan koperasinya. Member bisa mengecek sendiri status keanggotaannya

4. Transparansi, dimana asas terbuka dan gotong royong terlihat secara nyata dan bisa diketahui oleh setiap anggota. Termasuk mengenai berbagai jenis kegiatan dan transaksi yang ada di koperasi.

5. Banyak kegiatan-kegiatan edukasi untuk anggota

Para pengurus koperasi juga bisa memanfaatkan dan menggunakan sistem digital untuk menggalang banyak aksi termasuk donasi para anggota. Dimana dengan zaman milenial ini, memudahkan banyak orang untuk melakukan kebaikan, menyebarkan banyak informasi termasuk mengumpulkan donasi untuk banyak kegiatan.

Begitu juga dengan denyut nadi koperasi, jika ingin menggaet para milenial untuk bergabung di koperasi. Tentu saja harus ada platform koperasi digital untuk milenial. jika hal ini bisa direalisasikan tentu saja ke depan koperasi juga akan diminati oleh para milenial.




Diberdayakan oleh Blogger.