Menu

Senin, 23 Mei 2016

/ /
Begini Wajah Bayi Sesaat Sesudah Dilahirkan




Alhamdulillah, tanggal 15 Mei 2016 yang lalu saya melahirkan anak keempat saya secara normal. Ini adalah putri ketiga kami. Anak pertama putri  sekarang berusia sembilan tahun, kelas empat SD, anak kedua putra (Alm) berjenis kelamin lelaki, anak ke tiga perempuan dan anak keempat alhamdulillah perempuan. Rejekinya banyak anak perempuan ni. Enak Emaknya ntar banyak yang bantu, ungkap teman-teman saya.

Anak keempat ini kami beri nama Annasya Shazfa Mafazaa, dipanggil Nasya. Panjang ya namanya, gak juga kayaknya. Tetapi emang semua nama anak-anak saya terdiri atas tiga suku kata. Dua anak dengan panggilan  huruf depan A dan dua lagi dengan huruf depan N. Nawra dan Nasya serta Athifah dan Athilah.



Baby Nasya, alhamdulillah saat lahir langsung menangis kencang. Dia lahirnya bersamaan dengan pecahnya air ketuban, saya tak sempat lagi mengejan. Begitu ketuban dipecahkan, bayinya langsung keluar. Dokter ama bidannya aja kaget, malah salah satu bidannya salah memakai sarung tangan, karena buru-buru ingin membantu.

Sesaat sesudah dilahirkan baby Nasya langsung dibersihkan oleh bidan, dipakaikan baju dan dibedong. Setelah itu baru di azankan dan diiqomatkan oleh suami saya. Setelah itu , baby Nasya diletakkan di atas tempat tidur bayi. 



Keluarga dan kerabat saya yang masuk ke ruangan langsung mengabadikan wajah baby Nasya sekitar 20 menit setelah kelahirnnya. Kenapa cepat, iyap saat saya dalam detik-detik mau melahirkan. Semua keluarga besar saya, keluarga kakak lelaki dan perempuan saya serta emak sudah berkumpul di depan ruangan persalinan.



Ada cerita lucu, ponakan saya Shella langsung saat mengambil foto-foto baby Nasya. Selama memotret tersebut, ponakan saya tak hentinya terkekeh geli sendiri.

"Nah, adek ni sadar kamera. Tahu kalo mau di foto"

Saya, suami, keluarga dan bidan yang mendengarkan ucapan ponakan saya tersebut langsung terkekeh juga. Dan tak sabar ingin segera melihat hasil jepretan di hapenya. Ternyata memang lucu, baby Nasya  emang beda ama bayi kebanyakan, itu juga kata bidannya. Matanya langsung membuka, beda ama bayi lainnya, biasanya matanya tertutup atau mau tidur saja, hehehe.




Sadar kamera, kata dodo Shella. Adek nih, tahu kalo mau difoto makanya action di depan kamera hape. 

Eit setelah saya perhatikan, emang benar semua hasil jepretan ponakan saya tersebut posisi baby Nasya semuanya kece, matanya membulat dan senyum ala bayi baru lahir pas di foto.

Duh, bikin gemes deh. Emang sih seringnya saya lihat foto bayi yang suka diuplod temen-teman, kebanyakan memang dalam posisi tidur. Foto bayi baru lahir ya, kalo yang udah gedean dikit, macam-macam deh gayanya.



Kata Mamanya (Kakak perempuan kedua saya) adek Nasya Mau melihat dunia yang fana ini, jadi dia buka matanya  dan emang bikin gemes deh melihatnya. Apalagi liat pipinya yang gembul. Duh, pengen nyium deh. 

Baby Nasya lahir dengan berat badan 3100 gram atau 3,1 Kg. Lumayan gede ya, apalagi pas lihat pipinya yang kayak bakpau. 


Kali, baby Nasya kaget pas kena lampu hape ya. Oh, jadi begini ni gambaran nyata dunia. Enakan di dalam perut Meme apa di dunia ya, mungkin pikir baby Nasya.

Baca Juga Selengkapnya

Alhamdulillah, Saya Melahirkan Normal Tanpa Mengejan




Minggu, 22 Mei 2016

/ /
Playpad Anak Muslim, Solusi Mainan Edukatif Untuk Anak
 Assalammu'alaikum Wr. Wb


Hai, hai halo. Punya anak-anak di rumah atau punya keponakan yang suka bermain. Bermain apa sih? Main Hape ya, hehehe. Sama aja rerata anak-anak sih emang suka bermain gagjet ya. Sampai Ayah Bundanya kewalahan mengatasi kecanduan anak-anak bermain gagjet, entah game, nonton atau apa aja deh sekedar melihat foto-foto.
 
Nah, asiknya ya, belajar sambil bermain. Terutama belajar mengaji dan menghapal. Saya mau share nih, sebuah alat permainan yang bisa membantu para orang tua dalam memenuhi kebutuhan bermain anak. Ya, dengan mainan yang edukasi dan bermanfaat. Mainan yang kekinian dan gak mati gaya.


Apa itu, namanya playpad anak muslim. Desainnya yang mirip banget ama gagjet membuat anak lebih enjoy dan gak bakalan gangguin gagjet ortunya. 


Iyap, daripada anak asik bermain hape atau rebutan ama ortunya main hape. Mending dialihkan kebutuhan bermain gagjet tersebut dengan bermain playpad anak muslim.


Belum paham ya, apa itu playpad anak muslim. Yuk , disimak ulasan tulisan saya kali ini ya seputar playpad tersebut. Siapa tahu habis baca ulaasannya, jadi berminat.




Playpad Muslim adalah mainan untuk membantu proses belajar anak tentang doa dan shalat lebih mudah dan menyenangkan. 

Playpad Muslim memiliki beberapa keunggulan dan Fungsi :

Ukuran 19x24x1,5cm.
Bahan : Plastik 
Menggunakan Batu Baterai AA 3 pcs 


Ukurannya yang besar, membuat anak lebih nyaman untuk memegangnya. Meski ukuran besar namun playpad sangat ringan. Ukuran yang besar juga membuat anak nyaman untuk bermain. Tak Takut radiasi dari layar dan tak takut matanya rusak karena tak menggunakan aliran listrik.


New Playpad Anak Muslim di lengkapi dengan Lampu menyala di List pinggirnya sangat menarik perhatian, Dengan fitur yang lebih lengkap kini dalam 3 bahasa (Arab, Indonesia, Inggris) 

1. Bacaan shalat mulai takbiratul ihram sampai salam, kecuali doa duduk di antara dua sujud hanya Allahu Akbar saja. Mohon bisa di ajarkan tersendiri doa duduk di antara 2 sujud. 

2. Ada 10 doa harian (bangun tidur, masuk kamar mandi, setelah wudhu, dll) 

3. Pengenalan huruf hijaiyah alif s/d yaa berikut Penggunaannya dalam kata 

4. Pengenalan angka dan huruf A-Z dlm 2 bahasa (Inggris-Indonesia) juga berikut penggunaannya dalam kata. 

5. Game Find Word (Permainan yang sangat attraktif dalam Tebak kata) dalam 2 bahasa (Inggris-Indonesia)

 6. Game Find Letter (Permainan dalam menebak huruf yang sangat digemari anak-anak dan telah terbukti meningkatkan IQ Anak-anak Anda)dalam 2 bahasa (Inggris-Indonesia) 

7. Fungsi Spelling, Quiz. 

8. Fungsi Matematika untuk meningktkan kemapuan anak dalam berhitung. Jika jawaban yang di berikan benar maka playpad akan memberikan tepuk tangan, dan jika jawaban salah maka Playpad akan memberikan info jika jawaban salah. 

9. Ada melodi, dan lampu 

Dalam satu kilo pengiriman bisa memuat sebanyak empat buah playpad. 

Harga playpad Rp. 85.000. Belum termasuk ongkos kirim.


Untuk pemesanan bisa hubungi
Milda Ini
Sms/ Wa/ Hp
0821 7799 3000
Bbm 7e8bd70b
Melayani pengiriman seluruh Indonesia.

Sabtu, 21 Mei 2016

/ /
Minum Ramuan Ini Untuk Melancarkan Darah Nifas
 Minum Ramuan Ini Untuk Melancarkan Darah Nifas

Assalammualaikum Wr. Wb 

Hai , apa kabar? kali ini saya mau berbagi sebuah resep dan pengalaman saat mengalami masa nifas ya. Pengalaman yang sudah saya alami sebanyak empat kali setiap saya habis melakukan persalinan. Ini sebenarnya resep leluhur dari keluarga saya. Yuk, mari mampir ke mari.
Tanggal 15 Mei Lalu, alhamdulillah saya melahirkan putri ke tiga kami secara normal. Seperti persalinan saya yang sebelumnya, saya juga mengeluarkan banyak darah.

 

Dalam islam, darah yang keluar saat persalinan disebut dengan darah nifas. Rentang waktu keluarnya darah nifas pada setiap persalinan dan setiap orang berbeda-beda. Ada yang satu pekan, dua pekan bahkan ada yang sampai satu bulan lebih. Jumlah darah yang keluar juga berbeda-beda juga. Biasanya pada awal masa nifas darah yang keluar sangat banyak. Bisa sering mengganti pembalut. persatu jam, dua jam , bahkan lebih cepat lagi. 

Pada setiap masa nifas yang saya alami. Alhamdulillah tidak terlalu lama. Jumlah darah yang keluar biasanya sangat banyak pada hari satu sampai empat hari. Saya terpaksa sering mengganti pembalut. Bisa persatu jam sekali. 


Pada saat darah keluar saya masih merasakan nyeri di perut. Terutama pada hari pertama sampai ketiga. Kata  dokter itu akibat salah satu reaksi kontraksi otot rahim. Setelah ini, otot rahim akan kembali normal dan perut gak terlihat buncit lagi, hehehe.

Rasa sakitnya mirip-mirip kayak sakit kalo sedang menstruasi atau disminore. Nyeri-nyeri asik begitu. Kondisi perut juga agak tegang jika kita raba dengan tangan. Terkadang dengan menekan lembut ke bagian perut yang tegang tersebut dapat membuat perut lebih nyaman.

Pada saat darah nifas yang keluar tersebut bukan darah segar saja tetapi juga dalam bentuk gumpalan-gumpalan. Yang jika dia ingin keluar. Terasa sangat nyeri. Makanya terasa sakit. Terjadi pengikisan di dinding rahim, terjadi pengelupasan. Sehingga setelah melahirkan kondisi rahim sehat dan bersih.

Rasa nyeri saat nifas juga diakibatkan karena pengeluaran darah yang kurang lancar. Oleh karena itu, ibu saya sejak persalinan anak pertama sampai sekarang selalu membuatkan saya ramuan untuk melancarkan darah nifas. Ramuam dalam bentuk minuman tersebut sangat mudah kita buat.


Berikut saya bagikan bahan dan cara membuatnya.

Untuk bahannya

1. Jahe merah, diiris tipis


2. Daun puding merah. Nah, daun ini klao di daerahmu disebut apa ya?


3. Gula merah


4. Susi Kental Manis. Untuk susu boleh digunakan jika memang perlu. Terkadang saya tidak menambahkan susu. Jadi lebih alami, pedes manisnya. Rasa pedesnya dari jahe dan manisnya dari gula merah.

Cara membuatnya juga mudah, setelah semua bahan siap. Daun puding merah sudah kita bersihkan. Masukan daun puding merah, jahe dan gula ke dalam wajan. Tambahkan dua gelas air. Lalu dimasak dengan api sedang. Jadikan air rebusan tersebut kira-kira satu gelas saja. Angkat lalu saring. Setelahnya silakan kalo suka tambahkan susu. Lalu, diamkan sesaat. Minumlah selagi hangat. 

Air rebusan ini juga sangat berkhasiat untuk mengurangi dan mencegah masuk angin. Apalagi ibu menyusui seperti saya yang kadnag sering terbangun di malam hari. Sangat baik jika membuat dan sering minum ramuan ini. Bagus juga diminum saat datang bulan.

Gula merahnya juga bisa menambah tenaga, dan menambah asupan ASI.

Selamat mencoba ya para bumil dan yang suka begadang mengejar detlen.

Salam

Jumat, 20 Mei 2016

/ /
Baju Stelan Hijab Terlaris Di Awal  Tahun 2016
Baju Stelan Hijab Terlaris Di Awal Tahun 2016

Seorang teman bertanya kepada saya,  baju stelan apa yang paling dicari dan dibeli di tahun 2016. Lalu saya membuka catatan penjualan barang pakaian di toko saya, model baju apa sih yang paling laris dan diorder sampai dengan tengah tahun 2016 ini. ternyata model baju stelan rok. Memang banyak yang order ke saya baju model stelan begini.


Stela rok. Satu set stelan meliputi, satu buah pasmina dengan bahan jersey, atasan dengan bahan jersey atau katun. serta satu buah rok dengan bahan jersey atau katun.


Ukuran baju ini fit XL dengan lebar dada sekitar 100 cm. Muat dipakai dengan wanita yang memiliki berat badan maksimal 65 kg. Apalagi kalo bahan atasannya jersey.  Lebih bisa melar lagi.


Untuk rok, di pinggangnya terdapa karet di samping kiri dan kanan. Sehingga bisa dipakai dengan wanita yang mempunyai berat badan 60 sampai dengan 65 kg. 


Ada beberapa model baju stean rok sejenis ini. Dengan berbagai kombinasi bahan dan warna. Mari kita lihat satu persatu barangkali ada yang berminat atau ingin mengetahui lebih detil lagi.

Oh, ya baju model begini saya jual dengan harga Rp. 150.000,- per satu stelnya. Belum termasuk ongkos kirim. Dalam satu kilo barang bisa memuat dua stel baju. 


Warna Ungu , Atasan dan pasmina bahan jersey sedangkan roknya bahan katun monochrome.



Warna Navy, atasan dan pasmina bahan jersey. Rok bahan katun monochrome





Warna Tosca, Atasan, pasmina dan roknya semua dari bahan jersey



Warna Coklat, paling disukai dan digemari. Bahan atasan dan pasmina dari jersey sedangkan roknya bahan katun monochrome


Warna merah, atasan dan pasmina terbuat dari bahan jersey sedangkan rok dari bahan katun monochrome




Warna Biru Dongker, Atasan dan pasmina bahan jersey. Rok bahan katun monochrome.





Warna Mocca. Atasan dan pasmina bahan jersey. Rok bahan katun monochrome.




Warna hitam. Atasan dan pasmina bahan jersey. Rok bahan katun monochrome.


Nah, itu dia beberapa pilihan warna dan motif untuk mosel stelan baju rok yang paling bnayak di order dengan saya. pengirimannya pun sudah kemana-mana. Banyak wanita yang suka dan tertarik untuk membelinya. Seain harganya yang terjangkau, modelnya yang kekinian dan pastinya nyaman dipakai siapa pun.

So, masih bingung nyari model stelan rok model apa, hayuuk order model yang beginian aja deh. Sekalian buat lebaran yang akan datang sebentar lagi, hehehe.

Kamis, 19 Mei 2016

/ /
Pengalaman Melahirkan Di Rumah Sakit Ummi Bengkulu Dengan BPJS

Pengalaman Melahirkan Di Rumah Sakit Ummi Bengkulu 
Dengan BPJS
Setelah salat Shubuh, suami  menemui saya kembali di ruang bersalin. Saya sedang tiduran. Miring ke kiri, kata bidan dan dokter itu adalah salah satu cara untuk menambah kontraksi dan mempercepat rasa sakit. 

"Me, lapar gak? sebaiknya kita cari makan dulu ya. Nanti pas mau melahirkan itu butuh tenaga yang banyak kan" tawar suami sembari duduk di sebelah saya.

"Iya, mau tapi pengen makan lontong dan minum teh hangat saja. Coba kita ijin ama bidannya untuk nyari makanan."

"Coba kita cari di depan rumah sakit ini. Biasanya adalah yang jual lontong" senyum suami meyakinkan saya.

Mendekat jam enam, bidannya kembali melakukan pemeriksaan. ternyata pembukaannya baru berjalan tiga masuk empat. 

" Jadi masih lama ya bu bidan, apa saya boleh ijin keluar sebentar untuk makan lontong"

Bidannya tersenyum, "Boleh Bu tapi jangan lama ya"

Saya terkekeh sendiri, ni bumil kapan mau lahirannya ya. Mondar mandir aja, belum jelas. Ya, sudahlah masih ada waktu, pikir saya.

Sekarang saatnya nyari makan dulu habis itu nanti mandi dan bersiap buat melahirkan. Tenaga sudah diisi dan badan sudah wangi, hehehe. Jdi lebih bersemangat.

Eh, ternyata di depan rumah sakit kedai lontongnya belum siap. Gulainya belum masak. Si ibu masih sibuk membuat dan mengoreng gorengan, hihihi. Ya, terpaksa harus keluar dari kawasan rumah sakit ini.

Saya sudah membayangkan untuk makan lontong di dekat kawasan simpang KM 8. Ada kedai lontong yang cukup terkenal di sana dan selalu buka di pagi hari. 

Dalam perjalanan menuju kedai lontong, karena masih pagi. Embun menutupi kaca mobil dan membuat kami terpaksa berjalan pelan, sembari membersihkan embun. Udara segar masih kami dapatkan.

"Me, masa gak dapat makan sih dari rumah sakit. Kan , Meme sudah jadi pasien sejak malam tadi. Harusnya sudah diberikan makan."

"Alah, pasien BPJS aja minta makan, mungkin emang gak ada"

"Eit , jangan salah. meski BPJS itu dibayar juga, malah tiap bulan. Gaji baba otomatis sudah dipotong. Jadi bukan gratisan. Malah sudah kita DP duluan"

Suami benar, meski saat pendaftaran tak dikenakan biaya dan dilayani dengan mudah. Harusnya tetap diberikan makan. Ini pengalaman saya saat mendaftar tadi malam di IGD rumah sakit Ummi Bengkulu. Sangat mudah dan cepat.

Baca Selengkapnya

Begitu Mudah Cara Mendaftar Melahirkan Dengan Layanan BPJS di Rumah Sakit


"Ya, sudahlah. Kita lihat saja nanti, semoga memang dapat makan. Cuma saat ini memang kepengen makan lontong di situ. Mumpung sekarang kita sedang berada dekat dengan kawasan ini. Kalo sengaja dari rumah mau makan lontong di sana. Wuiih, kejauhan."

"Nanti kalo dapat makanan, ya kalo cocok dimakan lagi" ucap saya sembari terkekeh.

Di kedai lontong, saya hanya memesan menu lontong sayur saja dan segelas teh hangat. Rasa mules dan kontraksi yang kian terasa ini membuat saya tidak begitu berselera untuk makan. Lagi pula saya kuatir nanti pas mengejan saya malah BAB, hehehe. Bakalan repot sedunia boo!.

Teh hangat yang disajikan dengan rasa manis jambu, membuat perut saya terasa sedikit nyaman. Dan terasa adem, meski tetap nyeri. Saya menghabiskan teh hangat tersebut dengan lahap. Membasahi seluruh ruang dan tenggorokan saya, supaya lebih segar dan terasa hangat.

Begitu juga dengan suami, beliau juga menyantap lontong dan minum teh dengan asik. Meski saya tahu beliau sejak malam tadi juga sudah deg-degan. Tetapi karena melihat saya yang enjoy dan tak panik. Suami akhirnya juga bisa menguasai dirinya.

Alhamdulillah, setiap saya melakukan persalinan, sebanyak empat kali suami selalu hadir menemani saya dan berada di sisi saya. Jadi suami sudah tau bagaimana detik-detik perjuangan saya saat akan melahirkan. Biasanya suami selalu menitikkan air mata setiap usai saya melahirkan. Memeluk dan mencium serta mengucapkan terima kasih kepada saya, setiap habis melahirkan.

"Hayuuk, Ba kita pulang ntar dicariin ama bidannya. Lagipula tak baik lama-lama di luar rumah sakit. Kuatir terjadi apa-apa"

Kami kembali ke rumah sakit. 

Oh, ya dua porsi lontong sayur dan dua gelas teh hangat dihargai sebesar Rp. 26.000. Lumayan mahal untuk harga segitu dibanding lontong lainnya. Namun yang membedakan rasa lontongnya emang lain dari yang lain. Berasnya enak dan terasa gurih. Dimakan tanpa gulai pun enak, saking mantapnya. Jadi harga segitu, ya wajarlah. kebetulan kedai lontong ini juga milik orang tua teman saya yang dulu sama-sama kerja di MAN I Model Bengkulu. Ibunya, alhamdulillah masih ingat dengan saya. Namun teman saya tersebut sedang tidak di sana, dia sudah punya rumah sendiri. Kepada Ibu itu saya juga mohon doa dan restunya, agar persalinan saya normal.

Tak lama sampai kami di kamar. Ternyata, tralala.... Ada satu bok tempat makan yang berisi. Satu porsi bubur nasi, sup tahu, baso dan sayuran, teh hangat, air mineral dan peralatan makan sendok serta garpu. Wah, ternyata diberikan makan juga.

"Tuh, kan Me. masih diberi makan meski pake BPJS. "

Saya membuka bok dan memeriksa kondisi makanannya.

"Masih hangat, mungkin diantar tadi berselang saat kita pergi. Silakan kalo Baba, mau makan. Sayang kalo tak di sentuh. Ini air mineral disimpan saja, nanti pasti butuh banyak minum"

Suami menggeleng, sembari mengambil minuman botol dan menyimpannya.

"Makan aja Me, sopnya enak tuh. Ada telur puyuhnya juga. Bisa buat nambah tenaga. Kalo buburnya ya sudah gak usah dimakan. Nanti kekenyangan."

Akhirnya saya makan saja isi sop dan minum teh hangatnya. Rasa sopnya juga enak. Ada tahu, baso, telur puyuh dan sayuran. masih panas, jadi enak dimakan. Saya habiskan terutama isinya. Kuahnya saya tinggalkan. 

Dan ternyata di siang harinya saya juga mendapatkan makan siang. Dengan menu yang berbeda dengan yang diberikan di pagi hari tadi. Kali ini saya dan suami yang memakannya. Kebetulan menunya juga pas, ada lauk ikan gurami, sayuran, sambal, dan buah pisang dan tak lupa satu botol air mineral. Saya makan pisangnya dan mencicipi ikannya sedikit. Selebihnya suami yang makan, hihihi.

Wow, ternyata meski dengan layanan BPJS saya tetap mendapatkan menu makan ya. Kirain gak dapat, hehehe. Maklum stigma BPJS di masyarakat agak gimana gitu. Apalagi banyak keluhan yang datang dari pengguna, membuat pengguna BPJS kurang pamornya, hehehe.
Tetapi berbeda di rumah sakit Ummi Bengkulu, tetap diberikan makan ya. Apa di rumah sakit yang lain juga begitukah, semoga juga sama ya. 



Menu Sarapan Pagi Di rumah Sakit Ummi Untuk Pasien Kebidanan
/ /
Isi Buku Nutrisi Pintar  Ibu Hamil dan Menyusui Berdasarkan Golongan Darah
 Isi Buku Nutrisi Pintar  Ibu Hamil dan Menyusui
 Berdasarkan Golongan Darah 

Assalammu'alaikum Wr. Wb

Mildaini.com. Apa kabar teman semua, semoga selalu sehat ya terutama buat teman-teman yang sedang mempersiapkan kehamilan atau  menjalani kehamilan atau yang sedang menyusui. Saya doakan semua sehat wal'afiat ya, semangat dan tentunya bahagia.


Sudah tahu ya, buku baru saya yang baru terbit. Iya, alhamdulillah terbitnya langsung empat. Sudah pilih-pilih warna yang mana yang disukai. Semoga cocok ya warna ama golongan darahnya, hehehe. Jangan cuma lihat warnanya tetapi lihat materi dan ulasan di dalam bukunya ya.


Buku ini merangkum beragam informasi seputar makanan dan minuman untuk ibu hamil dan menyusui berdasarkan golongan darah. Bukunya ada empat. Supaya lebih jelas bisa dibaca di sini ya.

Buku Pintar Nutrisi Ibu Hamil dan Menyusui Golongan Darah 


Lalu, isi bukunya apa saja sih. Nah, kali ini saya akan memberikan gambaran singkat mengenai isi bukunya. Biar gak terlalu penasaran, saya kasih tahu bocorannya ya. Bukunya ada lima BAB, dengan 139 halaman.


Bab I
PEDOMAN MENENTUKAN GIZI SEIMBANG
Pada bab ini, diulas secara rinci apa saja yang menjadi pedoman dalam menentukan gizi seimbang bagi ibu hamil dan menyusui. Kalo dulu kita kan kenalnya dengan istilah empat sehat lima sempurna. Kalo sekarang hal itu tidak berlaku lagi, makanya diganti dengan pedoman menentukan gizi seimbang. Dengan adanya pedoman ini diharapkan ibu hamil dan menyusui semakin tahu dan paham, bagaimana memilih nutrisi dan gizi yang tepat selama hamil dan menyusui.


Bab 2
GIZI SEIMBANG UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI GOLONGAN DARAH
Pada bagian ini akan dibahas secara terperinci kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui sesuai dengan golongan darahnya. Yaitu, apakah golongan darah A, AB, B atau O.


Bab 3
TIPE DAN KARAKTER GOLONGAN DARAH
Di dalam buku ini tidak hanya membahas mengenai gizi atau nutrisi untuk ibu hamil dan menyusui. Akan tetapi juga membahas mengenai karakter setiap golongan darah yang ada. Hal ini, agar sang ibu saat hamil dan menyusui juga dapat menyesuaikan karakter tersebut dengan keluhan atau masalah yang timbul selama hamil dan menyusui. Sehingga setiap ada masalah dapat segera dicarikan solusinya. Sehingga bumil dan busui lebih aman dan nyaman.


Bab 4
SAYUR DAN BUAH YANG BERMANFAAT BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI GOLONGAN DARAH
Buah dan sayuran merupakan bahan makanan yang sangat penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Oleh karena itu ibu hamil dan menyusui harus mengetahui, buah atau sayuran apakah yang baik dikonsumsinya berdasarkan dengan golongan darahnya masing-masing.

Bab 5
RESEP JUS/SMOOTHIE SEHAT UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI GOLONGAN DARAH
Kita mungkin tidak mengetahui secara jelas apa yang dimaksud dengan jus dan apa pula itu smoothie. Hal ini perlu diketahui oleh ibu hamil dan menyusui agar tidak salah dalam mengolah buah sehingga manfaatnya akan terasa dan lebih maksimal. Memang kedua minuman ini sangat mirip, dan juga kadang suka terbalik-balik  orang menyebutnya.Tetapi di dalam buku ini, dibahas dan diberikan penjelasan mengenai kedua jenis minuman tersebut termasuk jenis buah , alat dan bahan dan cara membuatnya. Pokoknya komplit. 


Bab 6
RESEP MAKANAN SEHAT UNTUK IBU HAMIL DAN MENYUSUI GOLONGAN DARAH
Yap, di buku ini selain diberikan informasi mengenai nutrisi atau kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan menyusui. Buku ini juga memberikan informasi soal jenis bahan makanan apa yang terbaik untuk dikonsumsi. Termasuk cara mengolahnya menjadi sebuah menu makanan. Bukan saja cara memasaknya tetapi disebutkan juga bahan makanan lainnya yang dapat diolah bersama dengan jenis makanan berdasarkan golongan darah ibu hamil dan menyusui.


Gimana, udah kegambar belum  isi bukunya? Kayaknya udah ya, meski remang-remang. Kalo belum jelas, ada baiknya segera dibeli dan dibaca bukunya daripada penasaran. Oh, ya buku ini tidak berlaku hanya untuk kehamilan pertama. Bagus juga dan sangat disarankan juga untuk kehamilan berikutnya karena setiap kehamilan itu berbeda-beda. Seorang ibu tidak bisa menggunakan satu model pengalamannya untuk dipakai pada kehamilan dan masa menyusui berikutnya.


Beli bukunya bisa di semua toko Gramedia yang ada di kotamu. Beli online juga bisa kalo repot mau ke toko buku. Untuk bantuan informasi lebih bisa menghubungi saya langsung ya. Ya, sapa tahu saya ada stoknya. Jadi dikirim nanti plus tandatangan saya dong, hihihi.


Segera ya cari, beli dan baca bukunya ya. Supaya anak cerdas karena ibunya yang pintar :D. Hayo, buruan beli ya.

Rabu, 18 Mei 2016

/ /
 Melahirkan Pakai BPJS Di Rumah Sakit,  Ditangani  Oleh Dokter
Ruang Bersalin Rumah Sakit Ummi Bengkulu


 Melahirkan Pakai BPJS Di Rumah Sakit,  Ditangani  Oleh Dokter
Pada jam sepuluh pagi sesuai perjanjian ama bidannya. Atas instruksi oleh dokter kandungan Violita, Sp.Og. Saya akan diberikan tambahan bantuan rangsangan untuk menambah dan mempercepat kontraksi. Iya, saya akan diinfus dan di dalam cairan infus akan dimasukan obat perangsang kontraksi sebanyak setengah ampul dengan tetesan lambat. 


Memang begitu pada saat mau melahirkan normal yang diperlukan adalah menambah rasa sakit, hehehe. Padahal pada saat kondisi lain, mana mau kita mencari-cari apalagi menambah rasa sakit. Tetapi pada saat ingin melahirkan, justru sebaliknya. Rasa sakitlah yang dicari dan rasa sakit tersebutlah yang akan membantu mempermudah proses persalinan. Duh, sakitnya gak nahan.


Oke, infus sudah terpasang. Obat sudah di drip pelan.  Setelah setengah jam. Perlahan mulai terjadi reaski yang kata teman saya ' asik' saking sakitnya sih . Kontraksi mulai terasa setiap lima menit sekali. kebetulan pas di depan tempat tidur saya ada sebuah jam dinding. Jadi saya tahu betul dan bisa memantau rasa sakit yang datang pada menit keberapa dan berakhir di menit berapa. 

Karena kontraksi semakin cepat dan teratur. Saya pun sudah tak kuat menahan rasa sakitnya. Lalu bidannya melakukan pemeriksaan dalam. Setelah di cek pembukaan sudah menuju ke angka delapan. Jam sudah menunjukkan pukul satu siang. Dokternya belum datang. Bidan segera menelpon dan memberi kabar kondisi saya terkini. Terdengar sayup dari percakapan itu dokternya akan segera datang.

Sementara di luar kamar, saya mendengar suara anak-anak saya dan keluarga yang lain sudah berkumpul. Ada terdengar suara Emak, Nawra dan Athifah. Suara Mama dan dodo Shela. Suara Ayah dan bunda serta Nailah dan Dzaki. Mereka sudah berkumpul dan sudah tak sabar ingin melihat dedek bayi. Terutama Nawra dan Athifah. Sekitar jam setengah sebelas dia sempat menelpon.

"Meme, kapan adik bayinya lahir? Wa, udah ga sabaran lagi"

Saya tersenyum dalam hati, "Mohon doanya ya kak,  nanti jangan lupa salat zuhur. doakan Meme dan adik bayi. In sya Allah dedek bayinya lahir setelah zuhur." Ucap saya menyakinkan Nawra.

Terus terang pada saat mengerang kesakitan tersebut, saya terbayang wajah Nawra dan Athifah. Saya berdoa dalam hati sekuatnya, meminta kemudahan dan kesehatan setelah melahirkan ini karena saya sendiri yang akan mengurusi bayi dan keluarga . Kalo saya sakit, siapa yang akan merawat adik bayi, mengurusi anak-anak dan suami. Belum lagi mengurusi Emak yang sudah mulai pikun. Tentu nanti akan banyak yang direpotkan. Semoga saya sehat dan kuat, doa saya berkali-kali.

Bu bidan kembali memeriksa saya, sembari dia mengabari bahwa dokternya sedang menuju ke rumah sakit dan in sya Allah akan segera memimpin persalinan karena pembukaan saya sudah lengkap dan siap untuk melahirkan.

"Bu bidan, melahirkannya apa gak bisa dengan kalian saja. Tak perlu menunggu dokternya. Soalnya saya sudah tak tahan lagi. Saya terasa ingin mengejan"

Bidannya tersenyum, sembari mendekat ke arah saya, "Melahirkannya harus dengan dokter bu, nanti kalo kami yang pimpin persalinanya akan menyalahi prosedur. Dan itu tidak baik. Tunggu sebentar ya Bu, dokternya sedang menuju kemari."

Tak berselang waktu, ada telpon dari dokternya, bidan mengabari bahwa pembukaan lengkap dan air ketuban belum pecah. dari telpon tersebut, ada instruksi dokternya supaya bidannya memecahkan ketubannya.

Bidannya kembali mendekat ke arah saya, segera memasang sarung tangan dan mengambil sebentuk benda runcing, Mirip sebuah tongkat kecil terbuat dari stenlis. Bersinar terkena lampu. Dengan alat tersebut, bidannya akan memecahkan ketuban.

Proses pemecahan ketuban berlangsung cepat seiring dengan datangnya dokter dan melakukan pimpin persalinan. Sesaat sudah dipecahkan, bayinya dan plasenta langsung keluar. Alhamdulillah, bayi perempuan. Dengan suara tangisan yang melengking. Saya akhirnya selesai melalui proses persalinan. 

Baca Selengkapnya.

Alhamdulillah, Saya Melahirkan Normal Tanpa Mengejan


Setelah saya dibersihkan, lalu dipantau kondisi dan infusnya selama dua jam ke depan. Sampai saya bisa kencing sendiri baru infus dilepaskan. Selama hampir dua jam tersebut, perut saya masih berkonstraksi dan terasa ditarik-tarik. Otot rahim segera bekerja untuk kembali normal dan darah nifas mulai keluar deras. Dalam dua jam saja saya harus mengganti pembalut dan celana dalam. padahal sebelumnya sudah pakai pembalut, kain dan rasanya tak tembus. Tapi karena darah yang keluar lumayan banyak, maka terpaksa harus di ganti.

Setelah Ashar, masuk satu orang pasien. Ibu-ibu ingin melahirkan anak ke dua. hebohnya, ketika masuk ke IGD ibu tersebut sudah mengalami pembukaan lengkap dan siap untuk melahirkan. Sayangnya, dia sedang di acara pesta ulang tahun sehingga tak menyadari hal tersebut. Dia di bawa ke rumah sakit tanpa persiapan apa-apa. Terutama untuk peralatan dan perlengkapan bayi baru lahir dan ibu bersalin.

"Bu bidan, apa tidak bisa melahirkan sekarang. Saya sudah tak tahan. Apa harus menunggu dokternya" tanya sang ibu. Saya mendengar jelas karena kamar saya dengan dia hanya dipisahkan oleh tirai. Berkali-kali sang ibu meminta untuk segera dilakukan pimpin persalinan. Tapi bidannya mau menunggu dokternya dulu. 

Alasannya sama seperti yang mereka kemukan kepada saya tadi. Mereka tidak mau menyalahi aturan. Melahirkan di rumah sakit Ummi dengan layanan BPJS harus ditangani oleh dokter. Kecuali dalam kondisi darurat tertentu. Misalnya dokternya sedang melakukan tindakan operasi. Baru bidan bisa melakukan pimpin persalinan. Tetapi tetap atas dasar pengawasan dan instruksi dari bidannya.

"Tidak bisa bu, melahirkannya harus dengan dokter. Tunggu sebentar dokternya sedang menuju kemari. Nah, itu dokternya sudah datang "

Terdengar suara dokter dan segera melakukan pimpin persalinan. Alhamdulillah , ibunya melahirkan bayi lelaki yang sehat dan secara normal sama seperti saya. 

Jadi kesimpulannya meski dengan layanan BPJS, melahirkan di rumah sakit harus ditangani dan dibantu oleh dokter kandungan ya. Hal ini jelas sesuai dengan ahli dan profesinya. Apalagi sekarang sudah banyak dokter kandungan. Termasuk dokter kandungan perempuan. saya sebagai ibu hamil juga merasa sangat nyaman dan senang karena ditanggani oleh orang yang kompeten dan memang berpengalaman di bidangnya. 

Terima kasih BPJS yang sudah memberikan pelayanan dan jasa terbaik kepada saya dan ibu bersalin lainnya.


Selasa, 17 Mei 2016

/ /
Alhamdulillah, Saya Melahirkan Normal dan Spontan
 Alhamdulillah, Saya Melahirkan Normal dan Spontan

Sejak saya  masuk ruangan persalinan ini pembukaan untuk lahiran baru dua longgar jalan tiga. Masih lama ya, kan butuh 10 biar lengkap.
Saya masuk IGD rumah sakit Ummi Bengkulu ini sejak jam 24.00 pas pergantian hari dari tanggal 14 Mei menuju15 Mei. Akan menjadi kado yang imdah bagi ultah saya jika debaynya lahir pas di tanggal 15 Mei. Ultah kami akan samaan ya.
Masuk rumah sakit juga karena bu bidan sedang sakit. Akhirnya terdamparlah di sini. Setelah melakukan pendaftaran dan pemeriksaan di IGD, kami lanjut ke ruang bersalin.

Ternyata mendaftar melahirkan di rumah sakit dengan kartu BPJS sangatlah mudah dan cepat.
Kontraksi masih lambat, sekitar persetengah jam. Saya memilih duduk di luar saja sembari bercerita dengan suami. Di dalam di kanan saya ada pasien usai di kuret, sedang rame dikunjungi. di sebelah kiri, seorang ibu yang sudah siap menunggu mau melahirkan. Menunggu dokternya datang. 

Ruangan atau tempat tidur bersalinnya dibuat berjejer tiga, hanya dipisah dengan menggunakan tirai tebal. Memang tindakan di sebelah tidak terlihat, hanya terdengar suara saja. Tapi hal ini membuat saya kurang nyaman.

Tak berapa lama saat saya duduk di luar dokternya datang dan ibu sebelah kanan itu melahirkan. Anaknya cewek.  Keluarganya yang menunggui di luar bersorak girang dan berucap syukur. Hari baru bergerak menuju angka dua dini hari.
Saya mulai terasa lapar, kemudian suami membelikan nasi goreng. Kami duduk di saung sambil makan. Saya hanya makan setengah dari porsi yang ada. Lalu saya pamit kepada suami. 

Sekitar jam 3 dini hari. Saat itu, pasien sebelah kanan sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Saya memilih tidur. Kontraksi semakin teratur dan terasa.
Usai subuh suami datang membangunkan. Dia ternyata tidur di mobil. Lalu saya diperiksa dalam kembali oleh bidan. Ternyata pembukaannya baru jalan tiga menuju empat. 
Kata bidan, akan tetap ditunggu secara alamiah sampai dengan jam sepuluh pagi. Jika pembukaan bertambah maka akan dilanjutkan dengan pimpin bersalin. Tetapi kalo lambat maka akan dilakukan tindakan memberikan rangsangan bertahap. Tetapi kalo sudah diberikan rangsangan belum juga lengkap pembukaannya maka akan dilakukan operasi.

Mendengar hal tersebut, artinya masih lama. Kami ijin kepada bidannya untuk makan lontong. Saat itu kontraksi tetap saja terjadi. Jam enam pagi kami bergegas menuju Simpang Padang Harapan. Kami makan lontong dan minum teh di dekat SD Negeri 20.

Tak lama, karena kuatir dicari ama bidannya. Kami balik lagi ke kamar. Saya ingin mandi saja sembari menunggu bertambahnya kontraksi. 

Pasien di sebelah kiri saya bersiap akan pulang. Artinya tinggal saya sendiri. Saya lanjut mandi. 

Usai mandi, di atas tempat tidur saya sudah tersedia sarapan pagi. Wah, suami saya juga kaget. Dikira gak dapat makan karena pake BPJS, hihihi.

Saya memutuskan untuk makan sop baksonya dan minum tehnya saja. Bubur nasinya tak saya sentuh. Saat itu kontraksi semakin terasa dan teratur. Saya merasa lebih segar dan siap setelah mandi. Wangi juga, jadi lebih nyaman.

Jam delapan bidan jaganya pamit pulang. Tugas diserahkan kepada bidan selanjutnya.

Sekitar jam sembilan , bidannya ijin mau melakukan pemeriksaan dalam lagi. Ternyata sudah pembukaan tiga jalan empat.

"bu, nanti kita lihat lagi di jam sepuluh ya, jika ada kemajuan sampai lima. Maka kita akan lanjut dengan memberikan suntikan rangsangan lewat inpus."

Saya dan suami setuju.

Tepat jam setengah sebelas, setelah dilakukan pemeriksaan dalam kembali dan di pasang infus. Akhirnya saya disuntik rangsangan yang dimasukan ke botol infus. Dengan tetesan pelan dan dosis setengah ampul atau botol saja.

Kontraksi semakin bertambah menjadi persepuluh menit. Saya mengalami kesakitan yang lebih sering.

Lalu di jam setengah dua belas, tetesan semakin dipercepat. Saya mengalami kesakitan yang lebih sering perlima menit. Pembukaan kian bertambah cepat,

Bidannya segera menelpon dokter memberitahu dan berharap dokternya segera datang.

Kian ke sini, konstraksi kian cepat. Saya sudah tak bisa  menahan dan akhirnya saya mengerang kesakitan. Jika sebelumnya setiap kontraksi datang saya mencoba menahan, menikmati dan banyak berdoa. Kesakitan kali ini saya mengeluarkan suara, harapan dan keluhan rasa sakit.

Ayo dek, cepat keluar, Meme udah gak kuat lagi, ucap saya. Suami memeluk dan membacakan doa. Lebih tepatnya mengajak dan memimpin saya untuk membaca doa. Rasa sakit ini sangat luar biasa. Tak ada rasa sakit yang lebih sakit dari rasa sakit mau melahirkan. 

Meski kehamilan keempat, rasa sakit ini tak mampu saya tahan dan lukiskan. Saya tak mampu melewatinya dengan senyum. Saya meringgis sakit sekali.

Saya tahu jika sudah sampai di rasa sakit ini, maka bayi akan segera keluar dan pembukaannya sudah lengkap.

Bidan memberitahu dokter, bahwa pembukaan sudah lengkap dan ketuban belum pecah. Dari telpon tersebut, dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan pemecahan ketuban. 

Semenit kemudian, dokternya muncul. Ketuban dipecahkan. Sedetik kemudian air mengalir deras seperti banjir bah, bayi ikutan keluar. Terdengar suara bayi menangis.

"bu jangan mengedan, tunggu sebentar!"

"Saya tidak mengejan" jawab saya sembari berpegangan tangan ke tiang tempat tidur.

Lalu keluar plasenta dan yang lain-lainnya. Suami segera memeluk dan memberitahu bahwa bayi sudah lahir selamat.

Tinggal lagi dokter melakukan pemijatan , menekan perut saya, memastikan bahwa semua sudah keluar dan tak ada yang tertinggal.

Tak perlu ada jahitan karena tidak ada robekan.

Saya dibersihkan oleh bidan dan debaynya dibersihkan. Dedeknya perempuan dengan bb 3,1 kg. 

Suami segera membacakan azan dan iqomat. Saya terucap syukur alhamdulillah seiring dengan perginya rasa nyeri.

Saat membersihkan dan membereskan saya. Bidannya sempat bercerita kalo dia tadi belum sempat memakai sarung tangan. Sedang bidan satunya pakai karena habis memecahkan ketuban. Makanya tadi diminta untuk menahan mengejan, dokternya juga baru saja masuk ruangan.

"maaf saya tadi tidak mengejan. dan tak bisa menahan. usai keuban dipecahkan seolah terjadi banjir badang. semua ikut tersapu keluar." jelas saya sambil tersenyum geli.

Alhamdulillah , semua prosesnya dimudahkan. Berbeda dengan proses melahirkan sebelumnya. Saya harus melakukan proses latihan mengejan terlebih dahulu. Dan diminta mengejan beberapa kali supaya bayi keluar. Sempat salah juga saat mengejan. Tapi kali ini tidak. Terima kasih ya Allah. 
  

Senin, 16 Mei 2016

/ /
 Cara  Mendaftar Melahirkan Dengan Layanan BPJS di Rumah Sakit
  Cara  Mendaftar Melahirkan Dengan Layanan BPJS 
Di Rumah Sakit

Akhirnya kami memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit Ummi yang terletak di jalan Hibrida Bengkulu.

Waktu kami datang, jam sudah menunjukkan pukul 24.00. Tanggal 14 Mei akan segera berganti. Hari ini tanggal 15 Mei kebetulan hari ulang tahun saya, ciye.

Mungkin ini doa suami dan anak-anak, agar adiknya yang ini lahirannya sama dengan Memenya. Jadi acara ultahnya akan lebih hemat, hehehe.

Saya tetap semangat meski tadi sempat panik karena bidan menolak membantu saya karena sakit. Sempat bingung mau melahirkan dimana?

Baca selengkapnya

Waduh, Bidannya Sakit Jadi Melahirkan Di Mana

Turun dari mobil, seorang petugas IGD segera menyapa
.
"mau melahirkan ya Bu?"

Saya mengiyakan dan mengikuti dia, tak begitu lama suami pun mengikuti kami.

Petugas yang jaga segera menelpon pegawai kebidanan. Saya segera diajak masuk ke bilik periksa. Suami menemani. Saya diperiksa tekanan darah dan di anamnesia seputar status diri dan kesehatan saya. 

Cuma sebentar kok, gak lama wawancaranya. Lalu petugas kebidanan datang. Saya diminta untuk memakai kain sarung dan membuka celana dalam. Bidannya akan melakukan pemeriksaan dalam. 

Ternyata saya baru mengalami pembukaan dua longgar menuju ketiga. masih lama karena butuh pembukaan sepuluh. 

Pemeriksaan dalam dilakukan bersamaan dengan datangnya konstraksi. Saat itu jalan lahir bayi ikut terbuka dan bisa diketahui sudah pembukaan berapa. Rasanya geli, sakit. Campur aduk, saat bidan memasukan jarinya ke vagina, maka kita diminta menarik napas dalam supaya tidak terlalu sakit.

Setelah itu suami diminta melakukan pendaftaran pasien terlebih dahulu sebagai pasien BPJS dengan membawa persyaratan sebagai berikut.

Pertama, saat pertama kali masuk ruang IGD. Saya langsung ditanya, apakah sudah pernah melakukan pemeriksaan di rumah sakit ini dan dengan dokter siapa. Mereka langsung meminta kartu kontrol berobat. Saya menyebutkan sebuah nama dan secara otimatis data saya terkoneksi dengan data rumah sakit.

Intinya, jika ingin dilayani menggunakan kartu BPJS di sebuah rumah sakit. Maka terlebih melakukan pemeriksaan dengan salah satu dokter kandungan yang ada di sana. Jika tidak maka kita perlu membawa surat rujukan dari faskes (fasilitas kesehata) misalnya bidan dimana kita biasa melakukan pemeriksaan. 

Kedua, membawa kartu asli BPJS dan fotokopiannya. Atas nama ibu yang bersangkutan yang mau melahirkan. Alhamdulillah sebelumnya di siang hari sudah saya siapkan.

Ketiga, kartu identitas asli dan fotokopiannya atas nama ibu yang mau melahirkan. Alhamdulillah, syarat ini juga sudah saya persiapkan. Karena waktu melahirkan tidak dapat diprediksi dan tidak semua fotokopian buka layanannya 24 jam. Lagipula jika sudah dipersiapkan dengan baik, maka akan membuat lebih nyaman dan tidak panik.

Pastikan juga bahwa tagihan BPJS kita gak ada yang menunggak ya, hihihi.

Tak lama suami mengurusi pendaftaran pasiennya dan tak dikenakan biaya apa pun. 

Setelah itu suami menyerahkan hasil pendaftaran tersebut kepada petugas IGD. Mereka segera memprosesnya dan kami diajak ke ruang bersalin.

"Baik bu, kita akan lakukan pengawasan di ruang bersalin saja. Mari !" ajak bu bidan ramah.

Akhirnya kami masuk ke ruang bersalin, di sana sedang dilakukan tiga tindakan kepada tiga pasien. Ada yang mau melahirkan, sudah melahirkan dan sedang dikuret. Dokter jaganya pun sudah ada. mereka menyapa kami ramah.

Saya diminta buat berjaga-jaga dan dipersilakan untuk tidur atau istirahat dulu sembari menunggu bertambahnya konstraksi dan pembukaan. 

Ternyata pendaftaran melahirkan di rumah sakit dengan kartu BPJS tidak susah ya. Mudah, cepat dan dilayani.

Jadi sekarang udah gak panik lagi, meski awalnya sempat begitu karena bidannya sakit.

Sayang juga kan udah bayaran tiap bulan tapi gak dimanfaatkan layanan BPJS- nya. Lagipula melahirkan tidak setiap tahun kan, hihihi.


Minggu, 15 Mei 2016

/ /
Waduh, Bidannya Sakit Jadi Melahirkan Di Mana
 Waduh, Bidannya Sakit Jadi Melahirkan Di Mana

Sejak tanggal 14 Mei , saya sudah mengalami kontraksi . Sekitar per satu jam sekali. kontraksi ini mulai saya rasakan secara rutin sejak pukul 02. 00 dini hari.

Seusai salat subuh, saya melanjutkan jalan pagi dan menghirup udara segar. Kontraksi tetap saja berlanjut. Saya biarkan saja. Soalnya belum ada plek tanda mau melahirkan.

Lalu saya lanjut dengan tugas rumah lainnya. Membersihkan rumah, mencuci, masak dan tugas rumah ringan lainnya. Alhamdulillah semua beres.

Bahkan saya sempat menulis satu artikel blog, membahas soal HPL saya yang lewat. Iya, harusnya tanggal 12 Mei 2016 yang lalu.

Baca Selengkapnya



Kontraksi mulai teratur setiap satu jam. kontraksi secara rutin ini memang sudah saya rasakan sejak tanggal 10 Mei. Tetapi rentang waktunya masih sangat jarang. Pertiga jam, lalu perdua jam, dan sekarang per satu jam. 

Karena ini kehamilan yang keempat, saya nikmati saya sesuai dengan pengalaman sebelumnya. Gak perlu panik karena tanda lahir atau ketuban belum pecah. Banyak-banyak berdoa dan sabar. In sya Allah semua akan baik-baik saja. Aamiin.

Beranjak siang kontraksi semakin teratur. Setiba usai salat Magrib. Kontraksi semakin sering. Saya sengaja melihat jam. Sakitnya sudah semakin sering, bahkan sudah persetengah jam. 

Lalu, saya memutuskan untuk memakai celana dalam. Supaya bisa melihat jika ada plek atau tanda yang lainnya. Sebab, sejak disarankan oleh dokter dan bidan saat kehamilan tua. Jangan memakai celana dalam lagi. Di rumah saya jarang pake celana dalam. Suka gatal-gatal dan lecet.

Sekitar jam setengah sepuluh, saya merasakan ingin pipis. Saya ke kamar mandi. Ternyata ketika akan cebok terlihat ada plek hitam di celana dalam. Saya kaget tapi tetap tenang. Waktu akan melahirkan segera datang nih, gumam saya.

Kemudian saya beritahukan hal tersebut kepada suami. Karena ini bukan kehamilan pertama . Suami juga tenang dan langsung mengajak saya ke rumah bidan. 

Kita telpon saja dulu bidannya. Saya menelpon klinik bidan BPJS. Di klinik ini saya sudah dua kali cek in ama bidannya, periksa dan data saya ada di sana. Jadi mudah dan enak jika ingin lahiran di sana. Kami sudah mendaftar di berbagai tempat sebagai alternatif persalinan.

Baca selengkapnya 

3 Tempat Melahirkan Yang Paling Nyaman


Telpon saya diangkat, terdengar suara berat dari seberang. Sempat bidannya memberitahu bahwa dia sedang tak enak badan. Tetapi mendengar saya sudah merasakan sakit. Maka beliau persilakan saya untuk datang.

Kami bergegas, semua peralatan untuk melahirkan sudah siap. Satu tas besar. Segera masuk ke dalam mobil. Kami melaju pelan.

Saya bilang ke suami, cari jalan yang gak ada lobang dan polisi tidurnya ya. Untuk mengurangi rasa sakit, hehehe.

Sampai di depan klinik bidan . Rumahnya terlihat sepi dan kliniknya juga gelap. Tak ada aktivitas. Berbeda ketika saya dulu melahirkan anak ketiga. Ibu bidan dan kliniknya sudah siap menyambut kedatangan kami karena sudah kami telpon.

Tetapi kami tetap mendatangi kliniknya. Mengetuk pintu rumah bu bidan yang berada di sebelah kliniknya. Anak lelaki bu bidan  keluar.

Dia menyampaikan pesan, bahwa ibu sedang tak enak badan. Tetapi dia tetap membuka pintu klinik. Saya lantas bergegas minta ijin ke kamar mandi. Terasa saya mau Bab.

Sedangkan suami, menemui bu bidan yang tak disangka sudah muncul di antara kami. 

Tak berapa lama saya keluar dari kamar mandi, Lega rasanya, alhamdulillah.

Kata suami, ibu bidan sedang sakit vertigo. Jadi tidak bisa membantu proses persalinan saya. Saya agak kaget juga, tetapi secepatnya maklum, dan berpikir mencari alternatif lain. Kontraksi tetap berlangsung.

Kami berdiskusi di dalam mobil. Tak enak ngobrol di depan rumah bu bidan apalagi di jalan. Malam semakin larut. Jam memasuki angka 22.00.

Saya sempat menelpon kakak ipar, bertanya bagaimana jika saya melahirlan di klinik bidan yang dekat rumah ibunya. Yang dulu dipakai waktu melahirkan anaknya. Kebetulan jarak lokasinya tak begitu jauh sehingga kami berharap segera meluncur ke sana. ke daerah Bajak. 

Setelah berbicara panjang, akhirnya kami tak jadi ke bidan itu karena sebelumnya tak pernah periksa ke sana dan belum pernah dilalukan tindakan, apalagi data saya dia belum punya.

Kata suami, bu bidan sebelumnya menyarankan untuk melahirkan di rumah sakit kota. Dengan alasan yang sama, karena belum  pernah periksa dan belum terdata, kami batal ke rumah sakit kota.

Akhirnya, kami putuskan ke rumah sakit Ummi saja. Namun sebelumnya kami pulang dulu. Menambah peralatan dan perlengkapan yang kira-kira akan diperlukan di sana. Termasuk pamit lagi dengan Emak dan kakak yang saat itu bertugas menjaga Nawra dan Athifah. 

Akhirnya, kami berangkat ke rumah sakit Ummi di jalan Hibrida Bengkulu. Lokasinya lumayan jauh dari Tengah Padang. Tetapi kami merasa lebih aman dan nyaman. Yang pertama karena memang sudah pernah melakukan pemeriksaan dan cek in sama salah satu dokter kandungan di sana. Data saya sudah ada, jadi lebih mudah. Kedua, di rumah sakit. Kondisi gawat darurat akan segera ada tindakan dan solusi. Ketiga, Rumah Sakit Ummi juga melayani BPJS, jadi lebih hemat. 

Apalagi rumah sakit Ummi ini dulu sebelumnya merupakan klinik bersalin, soal pengalaman saya rasa mereka sudah di atas fasilitas kesehatan yang lainnya dalam membantu berbagai kasus persalinan. 

Meski HPL saya lewat, saya tetap optimis dan semangat.

Baca selengkapnya

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

  
Saya langsung masuk ruang IGD dan diperiksa. Setelah itu saya langsung masuk ruang persalinan. Menunggu tindakan selanjutnya. Saat periksa saya sudah pembukaan baru dua mau masuk tiga. Jam sudah berlanjut ke angka 24.00. Hari akan berganti.

Doain saya ya, semua tindakannya berjalan lancar jaya ya. Lahiran normal dan sehat selalu. Aamiin.
Diberdayakan oleh Blogger.