Menu

Kamis, 11 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Jika berkunjung ke suatu kota, pasti saya mencari dimana letaknya pasar. Yah, meski secara modern bisa juga diartikan dimana letak Mall-nya. Namun, untuk kota-kota tetentu pasar lama atau pasar tradisional, masih banyak yang dipertahankan dan dipelihara dengan baik. Bahkan dikelolah dengan sangat baik. Banyakyang juga dijadikan salah satu pasar atau pusat untuk membeli oleh-oleh khas suatu daerah. Pasar seperti ini, biasanya juga disebut sebagai pasar wisata.

Belanja keripik aja sampai bingung, saking banyaknya (Foto Milda)
Beda Pasar Tradisional dan Modern

Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah suatu pasar dimana tempat tersebut merupakan bertemunya para penjual dan pembeli serta terdapat transaksi jual beli secara langsung serta pada umumnya terjadi proses tawar-menawar. Bangunan dari pasar tradisional biasanya berupa los, kios-kios atau gerai, serta dasaran terbuka yang dibuka oleh para penjual ataupun dari pengelola pasar. Kebanyakan pasar tradisional menjual berbagai macam barang kebutuhan yang diperlukan sehari-hari, jasa, dan lain sebagainya. 

Pasar tradisional masih banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Beberapa pasar tradisional yang terkenal adalah pasar Klewer di Solo, pasar Beringharjo di Yogyakarta, dan daerah-daerah yang lainnya. Pasar tradisional tersebut masih terus mencoba untuk bertahan menghadapi serangan dari adanya pasar modern.

Baca Juga : Penggolongan Obat Berdasarkan Nama

Pasar Modern

Pada dasarnya, pasar modern tidak jauh berbeda dari pasar tradisional, namun pasar modern terdapat penjual dan pembeli yang tidak bertransaksi secara langsung melainkan konsumen atau pembeli melihat label harga yang terdapat dalam barang tersebut, berada dalam bangunan serta pelayanannya dilakukan secara mandiri atau swalayan dan dapat juga dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual tersebut, selain dari bahan makanan, terdapat juga barang lainnya yang dijual dan biasanya dapat bertahan lama. Contoh : minimarket, pasar swalayan (supermarket), dan lain sebagainya.

Banyak sekali pilihannya, semua pengen diborong, harga juga terjangkau (foto Milda)

Kita bahas kelebihan dan kekurangan Pasar Tradisional

Kelebihan pasar tradisional:

Terjadinya transaksi tawar menawar antara pedagang dan Pembeli
Terjadinya transaksi secara langsung dengan pedagang
Makanan dan minuman yang dijual biasanya tidak mengandung bahan pengawet.

Kekurangan pasar tradisional

Biasanya tempatnya kotor dan becek
Pengemasan barangnya kurang baik
Beberapa makanan dan barang - barangnya berkuaitas kurang baik
Barang - barang yang tersedia kurang lengkap

Waktu saya bepergian ke kota Pekanbaru bulan Juni lalu,menjelang pulang hari, saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk main ke pasar bawah atau dikenal juga dengan nama pasar wisata Pekanbaru. 

Nama Pasar Bawah diberikan oleh masyarakat Pekanbaru, karena pasar ini terletak di bagian bawah (dekat pinggiran Sungai Siak) yang konturnya lebih rendah.

Baca Juga : Pilih Blogger atau Penulis 

Namun untuk pengembangan wisata, akhirnya pasar ini juga dikenal sebagai pasar wisata sebab menjual aneka barang-barang yang bisa dibawa para wisatawan sebagai oleh-oleh.

Saya memilih keripik durian (Foto Milda)

Lantai Basement

Turun melalui tangga dari parkiran, maka sampailah di lantai basement. Di sini dijual berbagai keripik khas Melayu dan Minang. Di lantai yang sama, terdapat penjual kaos khas Pekanbaru. 

Lantai Satu

Toko pakaian di lantai 1 mencakup tas, sepatu wanita, perhiasan, baju khas melayu, dan aneka tenun songket. Harga bervariasi, sebagian besar berupa kain untuk baju khas melayu serta songket. Kalo aja dekat, pengen rasanya membeli semuanya. Perhiasan di sini dominan perak dan stainless steel dengan hiasan batu kristal, jadi tetap terlihat cantik meski bukan emas dan berlian.

Lantai 2

Naik lagi ke atas kita sampai di lantai 2. Di lantai ini juga dijual kaos khas Pekanbaru yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Tersedia toko penjual keramik antik, taplak meja, bantal shabby renda, serta aneka bunga plastik warna-warni.

Lantai 3

Naik ke lantai 3, disana hanya ada satu toko yang buka di dekat tangga. Yang lainnya sudah tutup. Tetapi jangan lewatkan untuk naik ke sini karena ternyata terdapat penjual pakaian bekas. Kalau beruntung bisa menemukan barang bermerk dengan harga miring. 

Baca Juga : Film yang Dimainakn Lee Min Hoo

Oh, ya karena waktu belanja yang mepet, saya dan teman-teman tidak menyulusuri semua lorong dan lantai di pasar bawah dengan tuntas. Kami terburu-buru. Sebab berangkat sekitar jam sebelas siang, kemudan sudah harus ada di bandara jam dua siang. Namanya belana, pasti menghabiskan waktu cukup lama.

Jadi waktu itu, kami langsung fokus dengan membeli oleh-oleh dalam bentuk kuliner dan baju kaos yang bertuliskan Pekanbaru. Selebihnya membeli aksesories. Ini pun yang kebetulan lewat di dekat kami. Saya tidak membeli aneka gelang. Saat teman-teman melihat aneka perhiasan. Saya mencoba mencari barang-barang yang lain. Memang benar adanya, di sini banyak dijual aksesories dalam bentuk grosiran dan harganya juga sangat terjangkau.
Tampak depan pasar bawah, (Foto jejakpiknik.com)

Saya Tertarik Membeli Aneka Keripik.

Jadi dengan waktu yang mepet, saya akhirnya balik lagi lantai bawah, untuk membeli keripik balado dengan rasa durian. Yah, mirip bau dan harumnya dengan gulai Tempoyak Bengkulu. Ini menarik untuk dibeli, saya pun membeli beberapa kilo. Saya memang minta dibuatkan dalam kemasan oleh-oleh langsung atau packing dengan kantong kecil sehingga mudah nanti jika ingin dbagikan ke orang lain.

Saat packing, ternyata ada tawaran untuk di packing dalam dus yang rapi. Sudah ada kardus dan lakbannya. Petugasnya juga ada, jadi bisa dikemas dengan rapi dan kuat. Apalagi barang-barang kita yang lainnya juga bisa dimasukan ke dalam kardus, jika masih ada ruangnya. Jadi semua barang belanjaan saya ikut masuk dalam kardus yang akan dipacking bersama dengan keripik. Dan, layanan ini gratis. Kalo pun ingin memberikan uang, sukarela saja, tidak ada tarif.

Awalnya sebelum menentukan membeli keripik balado durian ini, saya sempat bingung juga mau membeli jenis apa. Soalnya banyak sekali pilihan , variasi dan rasanya juga banyak sekali. Di lantai ini penuh dengan aneka olahan keripik, ada juga yang menjual abon, sambal kentang kering dan lain sebagainya. Termasuk juga menjual aneka snack dari Malaysia dan Singapura. Untuk camilan luar negeri itu, tidak menarik buat saya. Sebab, saya langsung teringat kue-kue lebaran yang masih sedia di toples di rumah. 

Teman belanja saya yang sempat panik, plis senyum dulus say (foto Milda)
Segera Balik ke Bandara

Asik belanja dan cuci mata, tidak terasa waktu mendekati jam dua siang, itu tandanya kami harus segera pergi ke bandara. Saya pun bergegas memberitahu teman yang lain untuk segera berkemas. Sambil menunggu mereka menyelesaikan belanjaan, Saya memesan mobil menuju bandara. 

Tak lama pengemudi dapat, ternyata dia mangkal dekat pasar bawah, jadi cepat dapatnya. Drivernya perempuan. Kami meluncur ke bandara , tarif mobil online sekitar 22k. Dengan waktu tempuh sekitar dua puluh menit.

Dalam perjalanan, teman kami yang sudah tiba di bandara menelpon. Bertanya, apakah semua tas yang kami titipkan kepada mereka.Dimasukan ke bagasi atau bagaimana. Kami serentak menjawab.Semuanya masuk bagasi. Biar tidak banyak bawaan!

Eh, tak berapa lama, salah satu teman saya teringat, kalo notebook dia ada di dalam tas. Dia langsung panik dan segera menelpon balik teman yang ada di bandara. Agar mengeluarkan dulu notebooknya. Ternyata sudah masuk dan tidak bisa dikeluarkan kembali. Dia makin panik saja. Kami pun menenangkan dia, supaya tidak perlu cemas. Berharap notebook baik-baik saja. Teman saya itu langsung diam, mungkin cemas, mungkin juga berdoa penuh harap. Tidak tahu mesti ngomong apalagi, sebab sudah kejadian. 

Seketika obrolan kami tentang oleh-oleh dan tentang pasar bawah langsung senyap...

Bersama teman belanja saya juga, yang bagasinya bengkak (Foto Milda)

Oh, ya sudah sampai bandara, nanti kita lanjut lagi yah,ini mau ke kota Padang dulu baru ke Bengkulu.

Alamat Pasar Bawah

Jalan Saleh Abbas, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Mneuju ke lokasi ini bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi dan umum. Tersedia juga banyak transportasi online. 

3 comments

Untuk saya yang kurang suka belanja (takut khilaf), jelajah pasar atau mall bukan hal yang utama saat travelling. Hehe. Tapi tetap saja jika ada pasar tradisional yg terkenal dg kuliner khasnya, saya juga suka berkunjung ke sana. Mau ke Pasar Bawah juga ah kalau nanti ke Pekanbaru.

Reply

Jadwal shopping kudu tetap ada ya kalau perempuan hihi pasarnya kece nih lengkap ya buat beli oleh-oleh, paling bingung milih hihi saking banyak macamnya

Reply

asik kalo ke pasar tradisional untuk beli dalam jumlah banyak, biasa lebih murah :D

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.