Menu

Senin, 29 Februari 2016

/ /
Cara Membuat Surat Tanda Kehilangan di Kantor Polisi





          Hari itu, sekitar jam sepuluh pagi saya bergegas ke kantor Polres Kota Bengkulu untuk melaporkan barang kehilangan di sana. Saya ingin membuat surat tanda kehilangan dari kantor polisi. Surat itu penting apalagi  jika ingin digunakan untuk melapor ke lembaga atau instansi yang berkaitan dengan barang yang hilang tersebut.

          Saya baru saja mengalami kehilangan sebuah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk motor metik saya marek Yamaha. Demi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara saya harus segera mengurusi surat tanda kehilangan tersebut, agar bisa diproses ke tahap selanjutnya. 

          Di bagian kiri kantor Polres Kota Bengkulu, sudah menunggu dengan ramah bapak Bripka Budi Yanto yang siap membantu dan melayani saya.


          Setelah bertanya apa keperluan dan barang apa yang hilang. Pak Budi dengan sigap segera mengetik laporan kehilangan saya tersebut dengan menggunakan laptop. Di sebelahnya juga sudah tersambung dan menyala sebuah printer. Siap mencetak laporan saya.

          Selain berita acara yang ditulis di kertas tanda kehilangan tersebut. Saya juga harus menyertakan identitas diri seperti KTP. Lalu fotokopi STNK dan BPKB motornya. Saya pun menyerahkan semuanya. Pak Budi mempelajari dengan seksama setiap data yang diperlukan.

          Prosesnya pun tak lama, hanya sekitar sepuluh menit. Akhirnya berkasnya selesai dan saya pun menandatangani kertas tersebut. Berkasnya distempel basah oleh pak Budi.

        Surat yang diberikan adalah asli dan saya dipersilakan untuk memperbanyak , jika diperlukan.

          Dalam membuat surat tanda kehilangan  dari kepolisian ini ada beberapa jenis modelnya. Kali ini karena yang hilang adalah STNK motor maka saya diberikan surat jenis C. Beda lagi jika saya kena jambret, kecurian, kemalingan di rumah dan lain sebagainya.



          Oh, ya dalam membuat surat tanda kehilangan ini saya tak perlu membayar biaya administrasi. Kali ini semuanya gratis teman-teman.

          Masa berlakunya surat tanda kehilangan ini hanya selama satu bulan atau 30 hari sejak surat dibuat atau dikeluarkan. Sehingga kita harus segera melakukan pengurusan terhadap berkas yang hilang tersebut.

          Jika sampai waktunya, urusan kita belum juga selesai. Surat tanda kehilangan tersebut bisa juga diperpanjang kembali. Dengan tahapan dan syarat yang sama seperti yang sudah saya sebutkan di atas ya.

          Setelahnya, surat tersebut sudah dapat segera dipergunakan. Bersama lampiran berkas yang lain. Dulu saya juga pernah mengurus surat tanda kehilangan buku tabungan atau ATM. Setelah proses ini saya bisa langsung melapor ke bank yang bersangkutan dan segera bisa diproses. Dan buku tabungan atau ATM saya sudah bisa diganti.

 Namun karena saya kehilangan STNK maka setelah ini saya harus melakukan proses lainnya. Masih ada 3 tahapan lagi, hehehe.

          Selanjutnya saya diminta pak Budi untuk melakukan berita siaran kehilangan di kantor RRI kota Bengkulu dengan membawa surat tanda kehilangan tersebut.

          Lalu ke bagian Polantas, kembali lagi ke Polres dan terakhir di Polda baru saya bisa mengurusi duplikat STNK tersebut di kantor Samsat. 

          Nanti akan saya jabarkan ya, bagaimana cara mengurusi itu semua secara detil. Tungguin aja tulisan saya berikutnya.  

          Baiklah, setelah ini saya akan bergegas ke kantor RRI untuk membuat berita kehilangan

                Jadi, membuat surat tanda kehilangan itu mudah dan penting ya teman-teman, gak usah takut kok membuatnya. Pak polisinya ramah dan baik-baik.

Sabtu, 27 Februari 2016

/ /
 Menikmati Sunset di Pantai Panjang Bengkulu Sembari Berenang





Cuaca kota Bengkulu beberapa hari ini sangat cerah bahkan cenderung panas. Bahkan di sore hari di jam enam sore saja , langit masih membara saja. Seperti waktu saat hendak berganti sore. Padahal saat itu, sebentar lagi azan Magrib berkumandang. Biasanya langit sudah terlihat agak gelap dan matahari sudah pulang keperaduan.

Nah, cuaca yang cerah dan indah ini. Dimanfaatkan oleh sebagian besar warga kota untuk menikmati indahknya sunset atau matahari tenggelam. Menikmati saat langit berubah menjadi kuning keemasan bahkan memerah dan tak berapa lama seketika langit hitam. Seru kan.



Tempat-tempat yang biasa digunakan oleh orang untuk menikmati sunset itu adalah di pinggiran pantai. Di kota Bengkulu ada beberapa tempat yang asik untuk menikmati sunset tersebut. Seperti di sepanjang pantai Panjang, pantai Malabero, pantai Jakat, pantai Muaro dan lain sebagainya. Maklumlah kota Bengkulu ini di kelilingi oleh barisan pantai yang indah. 

Namun , kali ini saya ingin mengajak teman-teman semua untuk menikmati indahnya sunset tersebut masih di sekitaran pantai Panjang Bengkulu. Tetapi sembari berenang. Asik kan. Pasti seru dong.


Kita akan menikmati indahnya sunset tersebut sembari berenang di kolam Grage Horison Kota Bengkulu.



Di pinggiran kola yang letaknya memang lebih tinggi dari bibir pantai, sudah disediakan berbagai tempat untuk kita duduk. Ada yang lengkap dengan kursi dan mejanya. Ada juga yang menikmati sunset dengan duduk selonjoran kaki mengarah ke arah pantai. Wuiih, asiknya.

Jika beruntung, saat terjadi sunset dan kita ada di sana. Maka kita akan mendapatkan suasana yang luar biasa indah. Yang tak akan kita temukan dengan mudah di tempat lain. 


Selain itu kita juga bisa menikmati keindahan sunset tersebut sembari minum atau makan. Duh, tambah bikin asik deh. Apalagi jika sedang berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang kita kasihi. Waktu seakan tak ingin kita putar, saking enak dan serunya.


Lokasi kolam dan halaman yang luas bisa juga kita manfaatkan jika ingin membuat sebuah pesta di sini atau kumpul-kumpul keluarga. Pihak hotel akan melayani dan memenuhi semua kebutuhan kita dengan baik. Jadi tak perlu kuatir.Siapkan saja dana di kantong yang tebal ya, hehehe. Semua bisa didapatkan kok di sini. 




Saat matahari terbenam itu banyak sekali orang-orang yang berenang di kolam, mereka enggan untuk cepat-cepat beranjak. Memang pasti sangat berbeda sensasi yang dirasakan saat menimatinya jika sambil berenang. Siapa yang sudah mencoba, pasti ingin mengulanginya kembali.

Dan, akhirnya sore ini. Sunset hampir saja tenggelam, meski ditemani sedikit gerimis. Tetapi keindahannya tetap terpancarkan. Semua mata masih saja menunggu ia turun dan masuk ke bumi.



Seketika langit berganti hitam, sayup-sayup mulai terdengar orang mengaji dari masjid-msjid. Hari ini sudah mulai berganti, kita akan disibukan untuk kegiatan pribadi kita. Bercengkrama dengan keluarga dan istirahat. Sebelum besoknya, kita sibuk kembali.

Kalo kamu belum punya tempat favorit untuk menikmati sunset di kota Bengkulu, hayuuk cobain deh di sini aja ya. Saya jamin indah dan mengasikkan.

Atau kamu punya tempat lain yang wajib dikunjungi juga, hayuuk beritahu dan 

share juga. Biar kita semua pada tahu ya.
/ /
Kolam Renang Paling Asik di Kota Bengkulu






Jika sedang penat dan butuh refresing. Agaknya berenang di kolam renang Grage Horison Bengkulu adalah salah satu solusinya. Lokasi kolam renang ini di Jalan Pantai Nala No.142, Anggut Bawah, Kota Bengkulu 38223, Indonesia. Lengkap tuh, alamatnya. Jadi buat teman-teman yang belum pernah ke Bengkulu, in sya Allah gak bakalan nyasar deh, hihihi.

Kenapa di kolam renang Grage ini karena salah satu sudut pemandangannya adalah pantai Panjang Bengkulu secara langsung. Kita bisa menikmati keasikan berenang sembari menikmati indahnya pantai. Angin yang sejuk berhembus semakin membuat kita nyaman dan betah. Keindahan ini tak akan kita temukan di kolam renang lainnya yang ada di kota Bengkulu.


Saya dan Nawra mendarat di kolam Grage sekitar jam setengah lima. Direncanakan berenangnya sampai dengan jam enam sore saja. Lumayan buat Nawra untuk olahraga dan buat saya untuk refresing.  

Lokasi kolam yang strategis dan akses mudah bagi kendaraan pribadi, hal ini yang membuat saya dan Nawra tadi hanya diantarkan saja. Nanti kami akan dijemput kembali oleh Baba. Lalu kami memesan tiket masuk.

Harga tiket yang sangat terjangkau rasanya gak sebanding dengan apa yang akan kita rasakan. Tiket berenang hanya lima belas ribu rupiah. Sedangkan pengantar atau pengunjung yang tidak berenang dikenakan tiket sebesar lima ribu rupiah.

Nawra membeli tiket warna biru, saya membeli warna kuning. 


Bagi mereka yang tidak berenang disediakan tempat untuk menunggu yang nyaman, bersih dan aman. Ada atapnya, ada kursi dan mejanya. Pun ketika kita akan memesan makanan, sangat mudah dan cepat. Pelayan hotel akan segera melayani dan memenuhi pesanan kita. Memang di sini tidak ada kantin , semua dilayani dari ruangan hotel.


Ketika kita duduk, maka pandangan mata kita juga langsung tertuju ke kolam renang dan tentunya indahnya pantai Panjang. Jadi tambah asik dan bikin betah kan. Saya pun duduk di sana sembari ekor mata saya mengawasi si kakak Nawra berenang. Sesekali saya memperhatikan sekeliling. Makin sore pengunjungnya semakin rame.

Tak perlu kuatir berenang di sini karena selain ada penjaga kolam yang selalu mondar mandir mengawasi aktivitas pengunjung yang berenang. Di pinggiran kolam juga tersedia kotak dan peralatan P3 K untuk mengatasi keadaan yang gawat dan darurat.


Sesekali penjaga dan pengawas kolam menegur para pengunjung. Terutama yang sedang berenang. Misalnya, sore itu dia menegur salah satu pengunjung kolam yang sedang kedapatan merokok dan makan di pinggir kolam.

Yang Berbaju Biru Salah Satu Petugas Pengawas Kolam

Di kolam renang Grage ini hanya terdapat satu kolam yang berbentuk huruf L. Dimulai dari kolam yang dalamnya 50 meter. Satu meter hingga dua meter saja. Jadi relatif aman buat siapa saja yang berenang.



Memang kebanyakan pengunjungnya adalah orang besar, mulai dari usia SMP. Anak-anak  SD hanya sedikit. Kecuali mereka yang  sudah bisa berenang. Hal ini karena ruang dan fasilitas berenang untuk anak-anak masih sedikit. Maklumlah, ini kan kolam renang sekelas hotel ya.

Sudut Kolam yang Berbentuk Hurup L untuk Anak-anak

Air kolam yang bening dan biru jika terpapar sinar matahari membuat kita nyaman dan enak karena air kolamnya relatif bersih, bau kaporitnya pun hampir tidak tercium. Berbeda dengan kolam renang kebanyakan. Usai berenang, pulang ke rumah meski sudah keramas, rambut menjadi keras, hehehe. 



Satu lagi yang membuat nyaman dan asik itu adalah fasilitas kamar mandi yang bersih dan nyaman. Kamar bilasnya juga bersih, menggunakan air kran yang mengalir. Closet duduk dan toilet yang bersih, sehingga kita bisa berganti baju dan berdandan dengan baik di sana.

Di Bawahnya Terdapat Kamar Mandi dan WC



Jika keasikan berenang dan hampir lupa waktu. Tak perlu kuatir untuk ketinggalan salat , di dekat kolam juga disediakan sebuah mushollah. Jadi kita bisa tetap berenang dan tanpa ketakutan lupa untuk salat.  


Tak terasa hari sudah hampir menunjukkan jam enam sore, saya dan Nawra bersiap untuk pulang. Sebentar lagi waktu Magrib akan datang. Baba Nawra sudah menelpon, beliau sudah menunggu di parkiran mobil. 

Renang sore ini dengan waktu hampir  sembilan puluh menit membuat kami terasa sebentar saja. Hal ini karena pemandangan dan keasikan yang kami dapatkan saat berada di sini sangat luar biasa. Rasanya tak ingin cepat pulang.

Jadi jika ingin berenang dan mendapatkan sensasi yang lain, tak ada pilihan lain di kota Bengkulu ini. Ya, berenangnya di kolam Grage saja ya. Kalian pasti akan puas.

Selamat mencoba, atau kita janjian yuk berenang bersama.

Kamis, 25 Februari 2016

/ /
Luar Biasa, Bang Fen Juragan  Ikan Dari Kota Bengkulu Mampu Mengundang dan Menyantuni Ribuan Orang Dengan Baik Setiap Tahun.
Luar Biasa,  Bang Fen Juragan  Ikan Dari Kota Bengkulu  Mampu Mengundang dan Menyantuni Ribuan Orang Dengan Baik Setiap Tahun.

Undangan Doa Bersama Di Rumah Bang Fen

Hari kamis, 25 Februari 2016, saya menemani Emak untuk memenuhi undangan do'a bersama yang diadakan oleh keluarga juragan ikan di kota Bengkulu yaitu, Bapak H. Rizwan Effendi yang lebih akrab di sapa dengan sebutan Bang Fen beserta istrinya Hj. Zaleka.

Acara ini berlangsung di halaman rumah beliau yang beralamat di Jalan Kalimantan , Kampung Bali. halaman rumahnya yang luas cukup menampung ribuan tamu.
Kami berangkat dari rumah jam 08.30 wib seseuai dengan jadwal undangan. jarak dari rumah Emak ke sana hanya sekitar lima menit saja dengan menggunakan motor.
Saya  dan Athifah (putri kedua saya ) yang berusia 2,5 Tahun menemani Emak ke sana karena usia Emak yang sudah sepuh dan dengan kondisi badan yang suka sakit-sakitan. Tak mungkin mmebiarkan Mak pergi sendirian.
Kami memparkirkan motor di halaman kantor Lurah Kampung Bali kerena kondisi sudah ramai dengan kendaraan dan para tamu.
ketika masuk kami disambut oleh beberapa polisi yang bertugas untuk mengatur dan menjaga keamanan selama acara berlangsung, mereka dari polsek Teluk Segara
Tiba di dekat pintu gerbang acara, kami disambut oleh keluarga bang Fen yang berseragam putih-putih. 
Setelah bersalaman dan menyerahkan undangan yang berbentu kupon Emak mendapatkan satu kantong bingkisan yang berisikan buah Duku,kebetulan memang sedang banjir melimpah di kota Bengkulu. Serta satu kotak kue .
Lalu Emak mendapatkan sebuah amplop, yang berisikan uang santunan.
Selanjutnya kami segera duduk bergabung dengan tamu yang lain. ternyata sudah banyak yang datang. Halaman yang luas itu seketika penuh sesak.
Sebagian besar tamu undangannya adalah perempuan para janda dan fakir, anak yatim /piatu dari berbagai panti asuhan dan beberapa saja bapak-bapaknya.
Sebelum acara dimulai, ada beberapa anak panti yang bernyanyi , menyumbangkan lagu-lagu religi untuk menghibur para tamu.
Acara pun dimulai diawali  pembacaan ayat suci Al-Quran, dari salah satu ayat yang dibaca itu mengadung arti bahwa, 'barang siapa yang bersyukur akan nikmatKu, maka nikmat tersebut akan Aku tambah'
Tiba pada acara kata sambutan dari tuan rumah, kalo ini salah satu keluarga bang Fen yang maju. Beliau mengatakan bahwa, acara doa bersama ini mereka lakukan untuk yang ke lima belas kali, sejak diadakan pertama kali di tahun 2001. 
Jumlah tamu yang hadir selama kegiatan ini berlangsung sekitar 4000- 6000 tamu yang berasal dari berbagai tempat di kota Bengkulu termasuk yang berasal dari kabupaten.


Kegiatan ini in sya Allah berlangsung di setiap bulan Februari dan pada bulan Mei, bang Fen dan keluarganya biasanya pergi Umroh.
Pada saat Umroh tersebut tak jarang bang Fen juga mengajak para tamu secara gratis untuk Umroh juga. Oleh karena itu di kupon undangan ada nomornya, ya sejenis nomor undian. Sehingga memudahkan jika ingin memilih secara acak.
Tuan rumah juga berharap para tamu bisa memaafkan jika ada pelayanan yang kurang baik atau makanan yang disajikan kurang baik. Tuan rumah juga berharap keikhlasan para tamu untuk mendoakan agar keluarga besar bang Fen selalu sehat. Aamiin.
Sebelum acara ditutup, para tamu diberikan ceramah afama oleh ustad muda Fadly. Dalam ceramahnya ustad mengingatkan agar para tamu untuk selalu bersyukur. Cara bersyukurnya adalah dengan cara tidak pernah lalai meninggalkan salat lima waktu dan tidak sibuk dengan mengurusi urusan orang lain. Tetapi lebih fokus dalam memperbaiki diri sendiri.
Acara pun selesai  diakhiri dengan makan bersama. Tuan rumah sudah menyiapkan banyak meja prasmanan untuk melayani para tamu makan.


Alhamdulillah, hidangan yang tersaji pun aneka jenis dan lezat. Mulai dari gule kambing, rendang daging, sate ayam, ikan saus, gado-gado, sayuran, kerupuk. Pokoknya benar-benar membuat kenyang. 

Sebelum pulang saya sempat berpikir, berapa banyak ya , kekayaan bang Fen ini sehingga mampu mengundang begitu banyak tamu dan berbagi dengan mereka. Saya pun terinspirasi dan termotivasi.

Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rejeki kesehatan dan iman kepada beliau sekeluarga. Aamiin.
 
Diberdayakan oleh Blogger.