Menu

Rabu, 03 Oktober 2012

/ /
Rumah Adat Masyarakat Bengkulu

/ /
Sepeda Onthel Bung Karno di Bengkulu
 Koleksi foto pribadi, sepeda onthel asli Bung Karno di rumah kediamannya di Bengkulu


 Koleksi foto pribadi, di rumah Presiden Van Kerano Bencoolen, Bapak Agus Setiyanto beralamat di kelurahan Tengah Padang.

Koleksi foto pribadi bersama komunitas pencinta sepeda onthel Van Kerano Bencoolen setelah berkeliling mengitari jalan-jalan di Bengkulu, lalu mampir ke rumah Bung Karno bersama onthel tersayang
/ /
Bertamu Ke Rumah Bung Karno



Bung karno diasingkan di Bengkulu pada tahun 1939-1942. Selama di Bengkulu Presiden Pertama Republik Indonesia itu ditempatkan di rumah yang awalnya merupakan tempat penyedian bahan pokok kebutuhan orang Belanda di Bengkulu. Rumah tersebut ditempati oleh Tan Eng Cian.Tak jauh dari rumah kediaman Bung Karno terdapat rumah keluarga ibu Fatmawati. Dan di sinilah awalnya pertemuan Bung karno dengan Ibu Negara Fatmawati Soekarno yang juga merupakan penjahit bendera pusaka Republik Indonesia, bendera merah putih.Saat ini rumah kediaman Bung Karno beralamat di jalan Soekarno-Hatta  kelurahan Anggut Atas tidak jauh dari lokasi masjid Agung Bengkulu dan Simpang Limo.


    

Di awal beranda rumah kita akan disambut oleh seperangkat kursi bambu dan di depannya terdapat meja penjaga rumah untuk melayani para pengunjung. Pas di depan saya duduk ini terdapat sebuah kamar dimana di sana dipajang sepeda onthel kepunyaan Bung Karno pada zaman dahulu.





Lalu memasuki ruang tamu kita akan bertemu dengan kursi tamu, berbagai jenis foto-foto Bung Karno dan keluarganya. Di kamar kita juga masih bisa menemukan perangkat tidur, ranjang, kasur, kelambu, lemari dan pakaian asli Bung Karno.Barang antik yang juga sangat gemar dilihat oleh pengunjung adalah lemari yang berisikan pakaian seragam kelompok tonil Monte Carlo, yang merupakan grup sandiwara yang diasuh oleh Bung Karno selama di Bengkulu.Hal yang menarik lainnya adalah koleksi-koleksi buku Bung Karno yang jumlahnya sangat banyak. Semua buku-buku tersebut tersimpan rapi dan dirawat dengan baik di dalam sebuah lemari.




Namun karena kondisi buku yang sudah lama, para pengunjung tak bisa lagi dengan leluasa untuk memegang atau membacanya. Buku-buku tersebut hanya dijadikan pajangan saja.Bagian lain dari rumah  Bung Karno  yang tak pernah dilewati oleh pengunjung ini adalah sebuah sumur yang terdapat di bagian beranda belakang rumah. Menurut mitos orang tetua Bengkulu, barang siapa yang mencuci muka di sumur itu akan menjadi orang besar dan kesuksesan, di masa yang akan datang, hehehe. Percaya gak percaya ya kawan-kawan!


Foto keluarga Bung Karno dan Ibu Fatmawati yang terpajang di salah satu sudut rumah kediaman Bung Karno di Bengkulu

Tiket masuk ke rumah Bung Krno ini hanya sebesar dua ribu rupiah, di sini juga disediakan aneka souvenir yang berkaitan dengan Bung karno dan ibu Fatmawati dan serta souvenir khas Bengkulu secara umum.




Juga tersedia buku-buku yang terbaru yang ditulis oleh penulis Bengkulu yang berkaitan dengan sejarah Bengkulu, Bung Karno dan keluarganya selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu 

 
/ /
Penulis cilik Bengkulu

Sabtu, 29 September 2012

/ /
Buku Laris Buku Manis ^^
Jualan buku 'Jangan Gak Nulis seumur Hidup' karya Gol A Gong Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat ^^

Jumat, 28 September 2012

/ /
Engkau Sejiwa Ragaku

Engkau Sejiwa Ragaku
Milda Ini
Aku mengenalmu sejak Februari dua tahun lalu, cukup lama namun sampai hari ini aku belum pernah bisa melihat wajahmu. Sungguh sesuatu yang menyedihkan dan menguras waktu, ketika kita begitu ingin melihat wajah seseorang yang  kita cintai. Namun harapan itu sudah sirna.Menunggu lama dalam pilu melara!
Menjadi temanmu adalah indah, sejak pertama engkau hadir hingga hari ini. Memuncak rinduku ingin melihatmu.Kini aku mengenangmu. Engkau selalu menyertaiku. Engkau selalu menjadi temanku dalam suka duka. Sungguh hadirmu membawa warna baru dalam ceriaku, dalam desahku, dalam penatku.Sungguh hidupku sangat berwarna-warni dengan kehadiranmu. Engkau banyak mengajarkan banyak hal dalam waktu sempit kita.
Kita biasanya selalu meluangkan waktu untuk berbicara, bersentuhan, membalas gerakan, membagi rasa, dan hal indah lainnya. Di setiap waktu dan kesempatan karna kau selalu ada di dekatku. Jika aku lelah engkau akan menyapaku dengan gerakmu. Engkau akan mengajakku bermain jika aku terdiam merenung.Engkau akan menarikku jika aku lengah tanpa hati-hati. Sungguh engkau selalu hadir untuk mengingatkanmu. Mengajakku mensyukuri hidup dan rejeki yang maha kuasa. Suatu nikmat untuk orang terpilih.
Aku kadang susah makan karnamu. Aku sering susah tidur karnamu. Aku acapkali sakit kepala karnamu. Aku selalu menginginkan sesuatu dan bergiat mendapatkannya karnamu. Aku lelah dan tak bertenaga hampir setiap hari karnamu. Susah tapi senang dengan adanya kamu. Atas dasar cinta, aku lewati semua itu dengan suka cita. Aku jalani semua itu dengan harap meluap. Hadirmu membawa perubahan yang luar biasa pada diriku. Aku banyak membaca dan mencari tahu tentang segala sesuatu yang mungkin nanti akan engkau perlukan. Aku bersemangat untuk menjaga kesehatanku karna aku ingin bisa menemanimu kemanapun engkau pergi. Aku lebih giat mencari rejeki yang halal untukmu, agar darah yang mengalir di tubuhmu adalah kebaikan. Aku bersemangat beribadah dan mendo’akan kita berdua. Iya ,karna kita nanti akan melewati masa nyeri itu bersama. Ya , hanya kita berdua yang tahu dan bisa merasakannya. Tak ada yang tahu bagaimana rasa ngiris itu. Bahkan sebelatipun tak bisa melukiskan rasanya.Aku yakin kita bisa melewati semua itu bersama.Sungguh denganmu aku akan kuat.
Lama sudah kita berteman dan berkasih-sayang, sampai pada suatu hari, di bulan Mei.Baru empat bulan pertemanan kita.Ada sesuatu yang sangat berbeda dari sikapmu. Engkau tak lagi menyapaku dengan lincah gerakanmu. Engkau tak lagi membuat aku selalu ingin memegangmu.Aku merasakan sesuatu yang hilang dari cumbu rayumu. Sungguh aku seolah merasa sangat kesepian tanpa desirmu. Aku mencarimu, merabamu di setiap tempat yang bisa kurasakan hadirmu. Engkau tak menjawab lambaian tanganku, sentuhanku engkau acuhkan. Elusanku engkau remehkan. Aku jadi penasaran, ada apa denganmu sobatku! Ada hal apa yang menimpamu? Sejuta pertanyaan ingin kuutarakan tentangnu. Penuh sesak otakku. Apa yang harus aku lakukan. Aku ingin tahu keadaanmu.Pada siapa ya, aku akan bertanya tentangmu, sebelum ini tak ada seorangpun yang menjadi saksi pertemanan kita. Ini pertemanan rahasia aku dan kamu. Aku kebingungan sendiri, luluh resah menjalar di sekujur tubuhku. Air peluh mengalir melerai panas jasadku.Aku tergopoh mencari alamat orang yang bisa kuhubungi untuk mencari tahu keadaanmu. Kuperiksa semua lipitan dompet, laci kamar, lembaran buku,aku mencari dan terus memeriksa. Siapa tahu terselip.Hampir putus asa aku melacak alamat itu. Hampir kering asaku, akhirnya kartu biru itu ketemu juga. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa mendapati seseorang yang bisa membantuku mengetahui keberadaanmu.Terima kasih ya Allah.
Aku terhempas bagai di hamparan Gurun Pasir, panas, gersang, tandus, aku ingin setetes air melegakan laraku. Jantungku copot seketika, darah berhenti sejenak, otakku macet. Sekelebat semua senyap. Saat aku harus memastikan bahwa engkau tak bisa lagi dilacak keberadaanmu, saat engkau tak bisa lagi aku dendangkan, saat engkau hilang. Temanmu itu juga tak bisa banyak membantuku, aku tak bisa menanggis saat itu, tak ada satu bulirpun yang keluar dari lorong penglihatanku. Aku begitu terluka, aku begitu tersayat sehingga air mataku seketika mengering tak bisa ku alirkan. Aku harus melepasmu.
Walaupun aku harus kehilanganmu,aku inginkan jasadmu. Berbagai cara aku lakukan agar engkau tak hancur lebur, walau aku harus menahan rasa sakit yang lebih panjang dari biasanya .Aku menggunakan cara yang tak biasa, walau aku yang menahan tusukan jarum itu bertubi-tubi di tubuhku. Aku inginkan engkau utuh tak ada luka dan sakit sedikitpun. Aku ingin engkau tak tersakiti walau diujung napasmu Aku ingin menciummu untuk yang terakhir kali. Aku ingin menghangatkanmu dengan jilbab bersihku. Aku ingin memanjatkan do’a untukmu dan untuk kebersamaan kita. Aku ingin memelukmu. Aku ingin menghantarkanmu menghadap sang pencipta. Aku ingin melakukan semua hal untukmu yang terakhir kali. Berjanjilah  kita akan saling menyelamatkan jika ada aral melintang di hadapan kita.Walau aku tak pernah bisa melihat wajahmu, namun aku yakin aku akan mengenalimu kelak di surga untuk menjadi teman terindahku.(Teringat ucapan seorang sahabat....karena Milda suka berinvestasi, maka Allah memberikannya peluang investasi di akhirat. Semoga saja investasi untuk membantuku untuk meraih surga.Amien......Mengenang Kepergian Athillah Bi Qolbin Saliim)

/ /
Bengkulu Menulis Bersamo
Bersama Wartawan Senior Harian Bengkulu Ekspress, Ibu Ovie dari Banten  dan pencinta bahasa dan buku diacara Bengkulu Menulis Bersama , penulis dan Ketua pusat FTBM Gol A Gong di aula Gedung Bengkulu Ekpress

/ /
Buku Proyek Menulis Bersama , Kamus Indonesia ^^

/ /
Buku Antologiku, Sepucuk Cinta Untuk Rasulullah

/ /
Buku Antologi Saya , Di Masjid Hatiku Terkait (DMHT)


Para penulis buku Di Masjid Hatiku Terkait (DMHT) adalah sebagai berikut :

Harga Buku Rp. 44.300
Pembelian bisa langsung ke penerbit Leutika Prio
  1. SRI NURWIDAYATI : MERINDUKAN MASJID
  2. Weni Wahyuni : KEMARAU HATI MENUNTUNKU KE MASJID
  3. PUJIASIH ACHMAD CH: TEMPAT TERINDAH ITU BERNAMA MASJID
  4. efriany susanty: TERSELIP KISAH DI DARUL IKHSAN
  5. RIA FARIANA : MASJID, BUKTI CINTA ITU ADA
  6. Fithri Yatul Humairo: REMAJA MASJID AL-MUTTAQIN
  7. Niken Larasati : MASJID DI KOTA SANTRI
  8. SYAQUE HIKARITOKUSAIKIZOKU : CINTAKU TERPATRI DI MASJID
  9. Khusnul Khotimah : KENAPA KAMI HARUS MENINGGALKAN MASJID?
  10. Milda Ini/Solihin : PESAN TERINDAH DARI BAPAK
  11. Een Kurniati : RUMAH ALLAH DAN IMAMNYA
  12. Inggar Saputra : SEPUCUK CINTA DI MASJID METRO
  13. Aslul Khitan : REZEKI TIDAK BERKAH DI TEMPAT BAROKAH
  14. EL EYRA : RUMAH ALLAH TEMPATKU BERNAUNG
  15. TIKA ARTIWI : MASJID VS HOLLYWOOD
  16. ENDANG SSN : UJUNG JEJAK YANG KUCARI
  17. nur aeni : KEAJAIBAN ITU BERNAMA MASJID 
  18. NATHAN SALMAN ZAHY : BALADA SI KETUA SAPU 
  19. Ahmad Juliardi  : ANAK MASJID KESIANGAN 
  20. M.Arif BSP Lubis Lubis: CERITA TENTANG SEBUAH MESJID
  21. fadila hanum: AL-WASI’I, TEMPAT TERLUAS BAGI HATI
  22. Akh kemal : DI MASJID, HATIKU TERKAIT
  23. NISA NURAENI  : HATIKU TERPAUT DI AT – TAQWA 
  24. RISWANTO : HUJAN
  25. RENA PUSPA : MASJID TEMPATKU KEMBALI
/ /
Bazar Buku Murah Di Harian Bengkulu Ekspress
Bazar buku murah tapi berkualitas, laris manis untuk warga Bengkulu di Gedung Harian Bengkulu Ekpress

Kamis, 27 September 2012

/ /
Bazar buku workshop Bengkulu Menulis Basamo

/ /
Workshop TOT Forum Taman Bacaan Masyarakat tentang blog dan social media
Workshop Training Of Traineer (TOT)  Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) di Hotel Putra Mulia, Medan Sumatera Utara. Mulai dari tanggal 26-29 September 2012. Diikuti dari perwakilan pengurus TBM dari 13 provinsi di Sumatera dan Jawa.
Yang paling cantik Mildaini dari TBM Salma Tersenyum, Bapak Amrin dari TBM Mas Raden Medan, Bapak Ajang Surahman dari Kemendikbud dan Sekjen FTBM pusat Bapak Wien Muldian


Hari itu, 26 September 2012. Pesawat Lion yang membawa saya dan pak Dani dari Bangka Belitung. Setelah dijemput pak Jontar mengendarai Innova Silver. Kedatangan kami disambut dengan hujan lebat , semoga menjadi pertanda baik.

Saya mewakili Bengkulu dari TBM Rumah Cahaya  pada acara TOT kali  ini. Pak Yadi, utusan dari TBM Anggrek datang menyususl dengan pesawat malam. Begitu sampai di Hotel kami diminta segera memasuki ruang pertemuan, dimana pejabat Kemendikbud pusat dan pejabat daerah setempat sudah menunggu untuk membuka acara secara resmi. Pada akhirnya saya dan pak Amrin dari TBM Mas Raden Medan menjadi peserta simbolis yang menandai dibukanya secara resmi kegiatan ini.

Workshop kali ini akan membahas dan mengulik seluk beluk Blog dan Social Media. Semoga sangat bermanfaat bagi pengembangan dan kemajuan taman bacaan masyarakat dikelak kemudian hari.



Salam Literasi
Milda ini
/ /

Bagian-bagian  Buku

17 Mei Hari Buku Nasional
23 April Hari Buku Sedunia
Bulan September adalah Bulan Gemar Membaca dan Kunjungan Perpustakaan

1.      Kaver depan: berfungsi  untuk melindungi buku. Ada yang soft cover dan hard cover
2.      Halaman Judul : Berupa pengulangan dari judul dan nama pengarangnya yang telah ada di kover depan. Biasanya disertai oleh nama penerbit dan tahun terbit
3.      Impesum : berisikan informasi tentang buku seperti ukuran, jumlah halaman, penerbit, nama editor dll
4.      Halaman persembahan : dipakai untuk ucapan penulis kepada pihak tertentu yang istimewa. Biasanya singkat dan memikat.
5.      Daftar isi :berisi susunan Bab dan halaman secara keseluruhan
6.      Kata pendahuluan (Prakata atau foreword)  : garis besar isi buku, ditulis agak mendalam tapi tidak membocorkan tentang isi buku.
7.      Kata Pengatar (preface) :berisi sapaan penulis kepada pembaca
8.      Prolog :semacam kata pengantar yang dibuat oleh seseorang yang ‘ahli’ memahami sesuatu.
9.      Pagina/page/halaman : lembaran-lembaran dari buku
10.  Epilog/kata penutup : ditulis untuk memberikan kesan terhadap  isi buku
11.  Glossari/glossarium : istilah dan penjelasan
12.  Daftar Indeks : berisi daftar nama orang, tempat dll
13.  Daftar pustaka : Daftar referensi
14.  Biodata penulis
15.  Kaver belakang : berisi nukilan, cuplikan,endorsement.......
Semoga bermanfaat ^^
Sumber majalah Bobo
Diberdayakan oleh Blogger.