Menu

Sabtu, 13 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Bolehkah Anak Memanggil Nenek – Kakek Dengan Menyebut Namanya.Saya mempunyai tiga orang anak, semuanya perempuan. Kepada mereka semua saya ajarkan untuk memanggil atau menyebut neneknya disertai dengan nama neneknya. Awalnya hal itu terdengar aneh di antara keluarga saya, apalagi di lingkungan masyarakat. Bahkan anak yang menganggap hal tersebut tidak sopan seihngga ada yang mempertanyakan kepada kami. Mengapa mengajarkan anak seperti itu.

Tentu saja kami sebagai orang tua punya alasan tersendiri mengapa si kakak, si kanga dan si adek. Kami ajarkan untuk memanggil kakek- neneknya disertai dengan namanya. Tidak mungkin juga kami mengajarkan anak-anak kami untuk berlaku tidak sopan kepada orang tua. Apalagi kepada orang tua saya atau orang tua suami saya. 

Lebaran adalah momen paling banyak ketemu nenek dan kakek (Foto Milda)
Jadi ini sebenarnya berawal dengan pengalaman saya sendiri. Dimana saya sampai dengan usia saya yang mendekati usia cantik ini. Masih saja keliru menyebut, memanggil nama-nama sanak saudara saya yang sudah tua. Seperti menyebut nama Uwak saya, Kakek dan Nenek saya. Apalagi mereka yang jika dilihat dari hubungan keluarga hanya sebatas kerabat atau keluarga jauh. Saya kesulitan mengingat nama mereka.


Wajar saja saya mengalami kesulitan mengingat nama mereka. Memang kedua orang tua saya, baik Bapak atau Ibu. Mereka hanya mengajarkan saya jika bertemu dengan yang lebih tua. Kepada mereka yang sudah tua, saya hanya diajarkan untuk menyapa mereka dengan sebutan nenek atau kakek, atau poyang, datuk. Hanya dengan sapaan begitu. Tidak disertai dengan nama mereka masing-masing. Hal ini berlangsung lama, sampai saya besar, bahkan sudah menikah dan punya anak. Ketika ketemu dengan mereka yang masih hidup, saya hanya menyapa dengan nama nenek, datuk, kakek dan sejenisnya.

Oleh karena itu saya tidak mau hal ini terjadi juga kapada anak-anak kami. Kepada mereka, selain mengajarkan sapaan. Kami juga memberitahu nama mereka masing-masing. Hal ini memang awalnya terlihat sangat tidak sopan dan belum terbiasa. Di lingkungan keluarga dan masyarakat tetangga dekat kami.

Ketika bertemu, saya selalu menyebutkan. Misalnya

Hayoo, salaman dengan nenek Salma

Pamitan dulu, Dek! Sama Datuk Surya.

Anak-anak saya juga akan menjawab seperti itu jika ditanya. Contoh

Mau kemana? Kakak Nawra

Lalu kakak menjawab Mau ke Rumah Kakek Yahuni.

Hal ini sangat efektif sekali untuk mengajarkan anak-anak mengingat nama seseorang. Apalagi di keluarga saya dan suami. Banyak sekali nenek dan kakek. Kalo tidak disertai nama. Tentu saja anak-anak akan kebingungan.


Pengajaran ini ternyata juga penting untuk pelajaran sekolah. Di mata pelajaran sekolah, anak-anak juga belajar mengenai keluarga inti dan keluarga besar. Anak didik diminta untuk menyebutkan nama dari orang tua. Menyebutkan nama Ayah, menyebutkan nama Ibu, Menyebutkan nama-nama saudaranya. Baik nama adik atau nama kakaknya. Termasuk juga menyebutkan nama kakek dan neneknya masing-masing. 

Pada pelajaran sekolah anak didik tidak hanya diminta menyebutkan nama keluarga inti dan keluarga besar. Akan tetapi mereka juga diajarkan mengenai hubungan kekerabatannya. Yah, belajar genetika secara sederhana.

Kita dulu belajar adab baru ngajarin anak (Foto Milda)

Hal ini tentu saja akan mudah sekali diingat oleh anak-anak. Anak-anak akan cepat mengenal, akan cepat menyebut nama anggota keluarganya. Sebab selain disebutkan, anak-anak juga menuliskan nama-nama mereka di buku sekolah.

Oleh karena itu, bagi kami sangat penting untuk mengajarkan anak-anak nama –nama nenek dan kakeknya dengan benar. Supaya mereka kenal, tahu dan tentu saja hapal sehingga tidak keliru apalagi salah nama.


Penting bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk mengenali dan menghapal nama-nama nenek dan kakeknya. Supaya mereka juga punya rasa kasih sayang kepada mereka. Mengajri sesuatu yang baik sejak dini , tentu saja akan sangat bermanfaat bagi anak di masa depan.

Selan itu kita juga harus mengajarkan adab-adab berhadapan dengan orang tua. Megajarkan sikap sopan santun kepada orang. Memberikan contoh cara yang lembut dan penuh perhatian saat berbicara dengan orang tua. Mendorong anak-anak untuk peduli dan mencintai orang tua. Khususnya kepada kakek dan neneknya.

Namun, di balik semua pelajaran itu semua. Kita sebagai orang tua adalah orang pertama yang akan menjalankan semua ajaran tersebut kepada anak-anak kita di rumah. Anak akan mencontoh tingkah laku kita, cara-cara kita dalam menghadapi orang tua. Oleh karena itu sebagai orang tua yang baik, kita harus bisa memberikan teladan terbaik dalam memperlakukan orang tua. 

Jadi, jangan pernah bosan untuk belajar menjadi ORANG TUA yang baik

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.