Menu

Jumat, 12 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini,com_ Liburan bersama keluarga itu adalah sebuah aktivitas yang asyik dan seru. Meski banyak repotnya. Sebab mengikutsertakan anak-anak dalam sebuah perjalanan. Bagi yang pertama kali, pasti merasakan sekali repotnya seperti apa. Tapi kali kedua dan seterusnya. Jika sudah tahu triks dan tips di dalam perjalanan kayak apa. Nanti akan timbul masanya berjalan-jalan dengan keluarga yang smart dan ngak bikin repot. Malah bikin nagih.

Awalnya sama, saya juga begitu. Pertama kali melakukan perjalanan dari kota Bengkulu menuju kota Palembang membawa anak-anak. Duh, repot sekali. Apalagi waktu itu berangkatnya dengan menggunakan angkutan umum. Kami menggunakan travel. Meski anak baru satu, tetap saja perjalanan ini jadi lebih berat dan berasa lama.

Lalu lahir anak kedua, kami masih juga menggunakan mobil jika ke Palembang. Namun , mobilnya kami carter. Artinya isinya cuma keluarga kami saja.  Beberapa kali kami juga mengajak almarhum ibu saya. Nah, sudah membawa anak-anak. Lalu membawa orang tua lagi. Ngak usah dibayangkan, bagaimana repotnya. Tapi tetap dijalani.
Di Masjid Al Bari,Lubuk Linggau (foto Milda)

Sampai akhirnya kami menggunakan cara lain, yaitu dengan menggunakan kereta api. Memang jalur rel tidak ada langsung dari Bengkulu ke Palembang. Akan tetapi kami harus ke kota Lubuk Linggau dulu.

Naik mobil travelnya, jauh lebih pendek jaraknya. Hanya Bengkulu ke Lubuk Linggau. Memakan waktu sekitar 3-4 jam saja. 

Biasanya kami sampai di Lubuk Linggau sore, duduk-duduk sebentar di kios makanan atau rumah makan. Tidak berapa lama, kami menuju ke stasiun kereta api. Di stasiun kami bisa duduk-duduk di peron atau bisa langsung masuk ke kereta. Duduk dikursi yang telah terpilih untuk kami.

Naik kereta api, jauh lebih enak daripada naik mobil. Tetapi tetap aja bikin repot membawa anak. Di malam hari, anak-anak tidurnya susah. Meski dari pihak kereta juga menjual bantal, selimut dan alas tidur. Meski demikian , tentu saja hal ini tidak juga nyaman bagi anak-anak. Demi anak-anak bisa tidru dengan nyenyak dan nyaman. Kami kadang tidak sempurna lagi tidurnya. Lebih banyak terjaga. Jadi badan terasa capek sebab tidak bisa beristirahat dengan baik.


Yah, namanya juga perjalanan malam. Otomatis, badan pasti meminta untuk istirahat tidur. Apalagi bagi anak-anak. Mereka kurang tidur, tentu saja akan rewel.

Jadi meski naik kereta ini asik. Namun, perjalanan dengan anak-anak dengan jadwal berangkat malam hari tidak membuat perjalanan kami smart. Apalagi mau menikmati perjalanan, jauh sekali. 

Bahkan kami juga pernah mencoba tiket yang paling mahal. Namun, tetap saja, malam hari membawa anak-anak dalam perjalanan menggunakan kereta tetap repot. Malah dengan bentuk kursi yang begitu. Membuat saya lebih kesulitan untuk memangku anak saat dia tidur. Badannya tidak bisa diluruskan. Berbeda dengan kelas lainnya. Kursinya bisa digunakan anak untuk tiduran dengan nyaman. Biar saja bapaknya yang duduk di lantai, hahaha. Kejam !

Ganti Jadwal Berangkat Pagi Hari

Suatu waktu, entah kapan tepatnya. Namun, yang saya ingat waktu itu karena tiket pulang dengan kereta habis. Yang tersisa hanya jadwal berangkat pagi. Dan mulai saat itu kami merubah setiap jadwal perjalanan dengan kereta api. Yang semula malam hari. Kami pindahkan pagi hari.

Jadi waktu itu, kami pulang dari kota Palembang dengan kereta pagi, sampai di Lubuk Linggau sore hari. Kami juga sudah memesan mobil untuk langsung berangkat ke Bengkulu dengan menggunakan mobil tarvel.

Nanti sampai di rumah, memang sudah malam. Sekitar jam sepuluh malam. Anak-anak biasanya juga langsung menyambung tidur lagi. Bangun esok hari.

Cara ini kami gunakan beberapa kali. Sampai akhirnya kami merubah lagi cara berangkat kami. Agar badan tidak terlalu capek, bisa menikmati perjalanan. Anak-anak juga sehat. Apalagi orang tuanya. Jadi saat travelling, bisa benaran menikmati dengan senang jiwa dan raga.

Mau berangkat malam atau siang, mahal atau murah yang penting ada colokan listrik dan minuman (foto Milda)
Kami Merubah Cara Perjalanan

Saya meminta kepada suami, ini awalnya usulan saja, bagaimana kalo menginap dulu di Lubuk Linggau baru melanjutkan perjanan ke Palembang dengan kereta api atau melanjutkan ke Bengkulu.

Memang sewaktu di dalam kereta pagi, anak-anak enjoy sekali. Mereka seolah hanya sedang bermain saja. Tidak harus tidur. Kadang malah tidak tidur, sibuk bermain, makan, ngobrol, melihat-lihat sekeliling. Termasuk meluaskan pandangan melihat setiap wilayah yang kami lintasi.

Belum lagi saat petugas kereta menawarkan aneka makanan dan minuman. Anak-anak , pasti sangat senang. Mereka selalu minta dibelikan Pop Mie.

Kakak lagi Dapet, jadi kucel bagi tapi dia enjoy (foto Milda)

Perjalanan ini jadi lebih asik dan seru, dimana semua yang berangkat bisa enjoy. Sekalian juga bisa digunakan untuk saling mempererat hubungan orang tua dan anak.
Kami Memilih Menginap Dulu Baru Melanjutkan Perjalanan.

Saat mau ke Palembang, biasanya kami perginya di siang hari Jumat sebab paginya masih bekerja dulu. Siangnya baru berangkat ke Lubuk Linggau dengan menggunakan mobil. Kami nginap dulu di salah satu hotel. Untuk meletakkan barang bawaan kami. Setelah itu kami akan meng-eksplore kota Lubuk Linggau. Mencicipi berbagai kuliner.

Sengaja kami memilih lokasi hotel yang strategis dan berdekatan dengan banyak tempat lainnya yang bisa kami kunjungi. Hal ini berulang kami lakukan. Paling tidak kami akan menginap dulu sebelum berangkat ke Palembang atau sebaliknya. Kami menginap setelah tiba dari Palembang baru esok harinya menuju Bengkulu 

Kamarnya enak, Ac, lamar mandi dalam dan ada TV, wifi juga free (foto Milda)
Perjalanan Lubuk Linggau  yang Paling Berkesan

Bulan Juni lalu kami melakukan perjalanan dari  Bengkulu ke Palembang via Lubuk Linggau dengan kereta pagi. Ini adalah perjalanan yang paling berkesan dari sepanjang perjalanan serupa yang pernah kami lakukan. Saya dan anak-anak semakin smart di dalam perjalanan.
Di masa transit tersebut, kami sempat meng-eksplore banyak hal tentang kota Lubuk Linggau. Terutama shalat di salah satu masjid yang letaknya tidak jauh dari hotel kami. Kali ini kami menginap di hotel Transit.

Baca Juga : Kamera Canon Oke

Hotel ini memang letaknya sangat strategis. Banyak hal yang bisa dikunjungi di dekat hotel ini. Ada juga banyak toko-toko yang menjual aneka barang. Apalagi aneka kuliner, banyak sekali. Kita tinggal memilih sesuai dengan selera dan kantong.

Begitu juga dengan kami, kami pun mencari makanan yang anak-anak sukai . Setelah makan, kami pun berjalan ke supermarket yang berada di seberang kami menginap. Anak-anak juga membeli beberapa barang, makanan dan minuman yang ingin mereka bawa ke dalam kereta. Jika membeli di kereta. Jenis makanan dan minumannya hanya sedikit.

Anak-anak masih sempat main , ngobrol sebelum berangkat (Foto Milda)

Kelaparan Di Tengah Malam

Kami pulang sekitar jam sembilan malam. Sampa di kamar, anak-anak tidak langsung tidur. Malah mereka asik bermain handphone dan ada yang sibuk menonton. Sampai akhirnya sekitar jam sepuluhan , anak-anak minta makan lagi. Memang saat itu Lubuk Linggau sedang hujan, tapi tidak terlalu deras. Mungkin anak-anak lapar.

Akhirnya Abahnya keluar lagi membeli makanan di sekitaran hotel. Alhamdulillah banyak yang menjual dan anak-anak makan dengan lahab. Tidak kelaparan lagi.


Perjalanan Mandiri Bagi Anak-anak

Untuk kesekian kalinya, mengunjungi Lubuk Linggau ini adalah Traveling mengesankan bagi kami. Sebab anak-anak juga smart, baik dalam hal tingkah laku, daya tahan tubuh, apalagi soal barang bawaan.

Anak-anak juga sudah  mulai terbiasa dengan aktivitas yang praktis dan efektif. Misalnya tidak membiat berantakan kamar, tidak pecicilan, tidak mengacak-acak kover, apalagi mau mencari baju ganti atau barang-barang yang diperlukan. 

Mulai enak diminta bantuan, anak-anak mulai gede (Foto Milda)
Mereka semakin terlatih dan peka dengan sekitar. Tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk saat mandi, menggunakan fasilitas umum dan lain sebagainya. Banyak pelajaran yang bsia mereka dapatkan. Semua itu nilainya makin membaik.

Jadi ini adalah perjalanan yang paling berkesan  antara Lubuk Linggau dan Palembang.Hal ini juga membuat perjalanan Bengkulu Palembang berasa dekat dan nyaman. Sebab semuanya menikmati.

8 comments

Bener banget tuh Mbak, saya juga pernah merasakannya. Saat perjalanan jauh naik kereta api dan membawa anak

Reply

Wah seru banget nih Mbak naik kereta api. Saya jadi rindu nih naik kereta api

Reply

Wah sebenarnya ini memang jauh banget ya Mbak. Namun, kalau bersama keluarga dan semuanya senang jadi tidak terasa

Reply

Wah hotelnya juga bagus tuh ya Mbak, fasilitasnya juga memadai. Nyaman banget kelihatannya

Reply

Wah saya juga suka banget nih Mbak kalau perjalanan seperti naik kereta gini, makan pop mie hehe

Reply

Meskipun perjalanannya sebenarnya jauh jadi terasa sangat dekat ya Mbak

Reply

nah ini yang dari dulu pingin aku impikan
pengen naik kereta di sumatra apalagi di divreg III sumsel
ah kapan ya bisa

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.