Menu

Kamis, 31 Maret 2016

/ /
10 Langkah Cerdas  Belanja Online Asik dengan Aplikasi MyCOD JNE


           10 Langkah Cerdas Belanja Online Asik dengan Aplikasi MyCOD JNE     
        

          Akhir bulan Februari 2016 yang lalu, JNE salah satu ekspedisi kesayangan para penjual dan pembeli online seperti saya meluncurkan 7 program unggulannya.
  Ketujuh program atau produk layanan tersebut adalah Aplikasi MyJNE; JNE-PopBox; @box prepaid; Promo JNE Super Speed; JNE International Shipment; Layanan CD Music dan JNE Trucking. Seluruhnya merupakan perwujudan dari rencana pengembangan bisnis perusahaan yang fokus pada pengembangan di bidang Information Technology (IT) dan infrastruktur. 

Acara Peluncuran 7 Program JNE. Sumber Web JNE

       Salah satu program unggulan tersebut adalah aplikasi MyJNE yang menyediakan fitur layanan Tarif, Cek Status Pengiriman, MyCOD dan MyCOD Wallet.
          Untuk cek tarif dan status pengiriman udah biasa ya kita  gunakan. Sering malah. Tetapi untuk MyCOD dan MyCOD wallet, pasti belum banyak yang tahu. Apa an sih itu.
          Baiklah, mari kita cari tahu. Setelah membaca, mempelajari dan memahami aplikasi tersebut saya mulai paham dengan apa yang dimaksud oleh JNE tersebut dengan program MyCOD itu.
          Ya, sebagai seorang pedagang pakaian. Alhamdulillah sejak dulu sebenarnya saya sudah menggunakan layanan tersebut. Hanya saja tidak dengan istilah begitu. Bisa saja saya sebut dengan cara konvensional.
          Lebih mudahnya saya jelaskan begini ya. Untuk pasokan pakaian di toko saya kebanyakan berasal dari pulau Jawa. Terutama Jakarta dan sekitarnya. Hampir setiap bulan saya dihubungi oleh para produsen pakaian. Mereka menawarkan pakaian model terbaru untuk saya beli dan pasarkan di Bengkulu.
          Sebelumnya kami memang saling berkenalan, ya via sosial media atau saling telponan. Mencari tahu satu sama lainnya. Bahkan untuk hubungan yang sudah lama kami juga bisa saling bersilaturahim langsung. Kopdar begitulah, kira-kira.
          Pada proses itu, biasanya saya dikirimin barang contoh dulu. Setelah melihat barangnya dan setuju mau order, saya kemudian dikirimin barangnya. Uangnya bisa saya bayar diawal pemesanan atau setelah barang datang. Sering juga saya memberikan down payment atau uang muka dulu dan pelunasannya nanti karena belum tahu total belanja dan ongkos kirimnya berapa. Sehingga pelunasan atau pembayaran sering juga baru saya lakukan setelah terima barang.
Jadi saya baru mengirimkan uang kepada penjualnya. Setelah barang datang. Dalam proses itu komunikasi antara saya dan penjual harus terjalin intensif.
Rekam Orderan Belanja Saya Dengan Cara COD Konvensional

Jika barang sudah saya order, penjual mengirimkan saya barang dan total pembayarannya. Termasuk info resi dan ekspedisinya. Sedangkan saya belum mengirimkan uang. Itu seringkali saya lakukan. Dan hal ini berlangsung lama, ya bisnis kepercayaan.
Untungnya antara saya dan penjual memang murni ingin bekerjasama dan berbisnis. Tidak ada unsur atau modus ingin menipu. Jadi ya hubungan saya baik-baik saja. Bahkan sampai sekarang. Untuk barang repeat order, hampir tiap pekan dia kirimkan dan saya selalu membayar setelah barang datang.
Akan tetapi jika ketemu pedagang yang nakal dan tidak bertanggungjawab, hal ini tentu saja akan membuat transaksi belanja tidak aman apalagi nyaman. Jauh bangetlah dari apa yang diharapkan yang ada malah pusing dan hubungan bisnis menjadi buruk. Bahkan bisa saja ujung-ujungnya berurusan dengan pihak berwajib, akibat masalah tipu menipu. Sudah banyak kan kejadian jualan konvesional atau online yang berbau tipu menipu dengan berbagai modus. Saya pun pernah mengalaminya.
Nah, proses jual beli atau transaksi yang saya lakukan tersebut sekarang juga sudah disediakan oleh JNE. Ya, tentunya dengan istilah dan layanan serta jaminan keamanan yang lebih baik. JNE merumuskan hal tersebut dan menuangkannya dalam sebuah aplikasi mudah yang diberi nama MyJNE , yang di dalamnya juga tersedia layanan seperti cerita saya di atas yang disebut MyCOD JNE. 

Secara sederhana aplikasi MyCOD JNE ini mirip dengan transaksi yang saya lakukan tersebut. Hanya saja lebih aman, nyaman dan terkendali dengan jelas. Salah satunya ada jaminan keamanan bahwa uang tidak jatuh ke tangan penjual nakal atau sebaliknya pembeli tidak menerima barang yang dia pesan.
Termasuk keuntungan bagi  si penjual salah satunya tak lama menunggu uangnya kembali. Dan uangnya aman tersimpan, kapan pun bisa diambil atau dicairkan.
Kemudian kemudahan layanan yang diberikan MyCOD JNE tersebut bisa melayani penjual personal atau pembeli personal. Asalkan punya akun yang sama di MyCOD JNE. Berbeda dengan yang saya lakukan sebelumnya. Hanya tingkat produsen dan penjual besar yang sudah mempunyai toko atau menjual dalam jumlah banyak. Tidak melayani pembelian personal.
Aplikasi Itu adalah fitur My COD yang memungkinkan para individual seller menghubungkan data pesanan toko online dengan sistem JNE. Menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.Untuk My COD atau cash on digital, menurut Menurut Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE mengatakan ini adalah fitur utama yang diunggulkan dalam aplikasi My JNE. “Berbeda dengan istilah COD pada umumnya, fitur ini memungkinkan pengguna memiliki rekening virtual untuk bertransaksi,”
Kira-kira sudah paham apa belum ya, kalo belum . Baik akan saya jelaskan secara mendetil deh, tentang aplikasi MyCOD JNE ini, kita akan lakukan pertahap ya, supaya jelas dan berasa manfaatnya. Dan tak ragu untuk menggunakannya.
Langkah awal untuk menggunakan aplikasi ini kita harus mendonlot dulu aplikasinya. Silakan buka playstore dan cari aplikasi MyJNE. Lalu kita instal. Atau klik saja di bawah ini.

 Klik Aplikasi MyJNE

Setelah itu kita  buka fitur tentang MyCOD JNE. Fitur itu ada di halaman depan, letaknya di bagian bawah pada saat pencarian tarif. Fiturnya berbaris di sebelah tulisan Home, Nearby, My COD dan MyCOD Wallet. Klik aja tombol MyCOD, maka akan muncul gambar ini



Setelah tampil gambar seperti itu , kita lakukan sign up. Artinya kita mendaftar untuk membuka akun di MyCOD JNE. Baca dengan seksama dan isi semua data yang diminta dengan teliti dan benar. Sehingga prosesnya nanti akan lancar

Setelah kita mengisi data seperti ini, ada permintaan nama, alamat email, no hape dan passwod. Kita isi saja dengan benar. Lalu nanti kita ikuti semua tahapannya dengan baik ya dan lakukan semuanya sesuai perintahnya.

Oke sekarang sudah terdaftar ya di akun MyCOD JNE. Kita bisa bertransaksi kapan saja dan dimana saja dengan mudah.
Eiit, mendaftar sudah, lalu bagaimana cara bertransaksinya. 

Oke deh, saya jelaskan ya . Agar bisa langsung dicoba.
Sebelum melakukan transaksi, kita harus menghubungi dan mengecek seluk beluk Online Shop yang akan kita beli barangnya . Ya, berkenalan dulu dan memastikan bahwa OlShop tersebut memang betul mempunyai akun yang sama di MyCOD JNE.
Lalu kita juga memang mempunyai tabungan virtual atau deposit di akun MyCOD JNE . Ya. Saldonya masih ada, jadi bisa transaksi.
Setelah semua itu oke, baru kita bisa bertransaksi. Layanan MyCOD ini sederhananya istilah kata, bahwa kita  mempunyai deposit atau tabungan virtual di JNE. Nanti kalo ada transaksi atau kita mau membeli barang maka pihak JNE yang akan membantu mulai dari pembayaran  kepihak penjual, pengiriman barang sampai barang tersebut  tiba di tangan kita. Deposit atau tabungan  kita akan terpotong dengan sendirinya. Kita tak perlu repot berkomunikasi atau ‘ngeping ‘ penjualnya secara langsung. Asik kan!

Begini ya cara kerja aplikasi MyCOD JNE ini. 

Pertama , ketika kita akan membeli barang pada suatu Olshop . pastinya kita akan mempelajari detil informasi dan seluk-beluk barang yang akan kita beli. Setelah cukup jelas, barulah kita putuskan akan membeli apa saja.
Dalam hal ini tentu saja penjual sudah memberikan informasi yang lengkap seputar barang jualannya. Seperti, bahan, ukuran, warna, termasuk berat barang dan lain sebagainya. Jadi semua infromsinya lengkap dan tak perlu ada tanya jawab lagi.

Kedua, saat akan memulai transaksi kita lakukan dengan meng’klik’ tombol merah yang ada di aplikasi. Kita tinggal memasukan data. Kita masukan informasi barang yang akan dibeli tersebut dikolom yang sudah disediakan oleh MyCOD JNe. Meliputi nama pembeli, nomer kontak (hp), nama barang  yang ingin di beli. Pada saat memasukan nama barang akan muncul juga harganya , kita tinggal klik saja. Setelah itu nanti akan muncul sub total belanjaan kita. Terakhir akan muncul total secara keseluruhan belanjaan kita yang sudah ditambahkan dengan biaya ongkir dan biaya lainnya jika ada. Termasuk jika ada potongan harga atau diskon.

Ketiga,  MyCOD JNE akan memproses belanjaan kita tersebut secara otomatis. Lalu menyiapkan invoice kepada pembeli. Pembeli bisa juga menerima invoice ini dalam bentuk sms atau email.

Keempat,  MyCOD akan melakukan pembayaran. Akan terjadi proses verifikasi pembayaran. Jika verifikasi sukses maka MyCOD akan mengirimkan invoice kepada penjual untuk mengirimkan barang. Invoice yang dikirim MyCOD kepada penjual dapat juga diterima atau diakses oleh penjual melalui email atau sms.

Kelima, Setelah menerima invoice dari MyCOD JNE. Maka penjual menyiapkan barang orderan tersebut dan mengirimkan barang tersebut kepada pembeli melalui MyCOD JNE. 

Keenam, setelah itu pihak MyCOD JNE akan mengirimkan resi kepada pembeli dan penjual. Ya, seperti layaknya pengiriman biasa. Penjual dan pembeli dapat juga mengecek status no resi tersebut di layanan MyJNE di fitur Shipment. Di sana akan diketahui barang sudah sampai dimana dan akan diterima pembeli kapan.

Ketujuh, Selanjutnya pihak MyCOD JNE akan mengirimkan barang pesanan pembeli ke alamat yang tertera di invoice tersebut sesuai dengan nomer resi yang juga sudah diberikan kepada pembeli dan penjual.

Kedelapan, pembeli menerima barang pesanannya melalui MyCOD JNE

Kesembilan, pihak JNE akan mentransfer atau membayar sejumlah uang kepada penjual sesuai dengan harga barang yang dibeli. 

Kesepuluh,  penjual menrima informasi pembayaran dan  bisa mencairkan uang tersebut kapan saja. Dengan mudah , aman dan nyaman.

Dan transaksipun selesai, bagaimana mudah kan cara menggunakannya. untuk mengecek berapa saldo kita, bisa di klik aja MyCOD Wallet ya sehingga dapat diketahui dengan cepat.
Menggunakan layanan MyCOD JNE ini baik pembeli dan penjual akan sama-sama merasa senang, tanpa ada rasa kuatir apalagi ketakutan akan penipuan.
Dengan adanya layanan MyCOD JNE ini, pembeli dan penjual akan sama-sama merasa diuntungkan. Tidak takut uang masuk di Olshop nakal. Atau barang tidak dikirim meski uang sudah dibayar. Karena dalam hal ini pihak MyCOD JNE adalah bagian dari mediasi transaksi tersebut. MyCOD JNE akan membantu pembeli dan penjual melakukan transaksi dengan sangat nyaman dan mudah .
Ide cerdas Aplikasi MyCOD JNE ini akan semakin membuat para penggila belanja online seolah merasa sangat dilayani. Dimanjakan.
Aparat kepolisian dan masyarakat secara luas juga akan terbantu dengan aplikasi MyCOD JNE ini karena juga dapat membantu mengurangi kejahatan Online. Khususnya pada jual beli secara online. Dimana hampir setiap hari kita mendengarkan di sosial media atau media massa banyak sekali kasus yang terjadi akibat transaksi jual beli online. Mulai dari orang biasa sampai dengan para pejabat. Mulai dari yang jumlahnya sedikit sampai dengan yang berjumlah puluhan juta. Mengerikan sekali.
Nah, dengan adanya aplikasi MyCOD JNE ini maka kejahatan serupa atau dengan modus baru jual beli online diharapkan dapat diminimalisir. Pembeli khususnya akan lebih merasa terlindungi dan terjamin keamanannya.
Oleh karena itu tak perlu takut ya atau ditipu saat belanja online kan sudah ada aplikasi MyCOD JNE yang bisa bikin kita aman dan nyaman.

Masih takut belanja online, gak kales.... MyCOD JNE solusinya

Hayuuk, donlot sekarang MyCOD JNE, pasang akunnya dan teruslah belanja! Belanja online itu asik dan menyenangkan loh.

Rabu, 30 Maret 2016

/ /
Untung Ada Aplikasi MyJNE, Untung Jualan Onlinenya



Berjualan secara online di zaman sekarang adalah sebuah solusi praktis dan tak bisa dielakkan. Begitu pun dengan saya. Meski sudah punya toko pakaian Ibu dan Anak secara offline. Berdagang secara online merupakan sesuatu yang sangat seru dan menyenangkan, menantang  dan pastinya juga mendatangkan untung.


Apalagi sejak saya menggunakan sosial media sebagai sarana promosi dagangan saya. Kegiatan jual beli online saya semakin meningkat. Dalam sepekan saya bisa bertransaksi hampir setiap hari secara online baik membeli atau menjualkan barang.


Tipikal pembeli saya beragam, ada yang maunya semua serba cepat dan ingin segera tahu. Ada yang slow respon sembari menunggu , ada juga yang lambat bahkan bisa jadi tak jadi membeli jika saya tak mengkonfirmasi kembali.


Hal yang lumrah pertama kali ditanyakan oleh pembeli itu adalah harga barang, bahan, ukuran dan seluk beluk barangnya serta dikirim darimana barangnya. Ini penting berkaitan langsung dengan besaran ongkos kirim (ongkir)


Jika ada yang bertanya soal ongkir , ada beberapa jasa ekspedisi yang saya gunakan. Ya, beda-beda. Termasuk beda juga cara akses dan layanannya. Ada ekspedisi yang pas kita cek harga di web sama asli di kantornya berbeda, di sini saya kadang suka nombok atau malah uangnya lebih. Atau ada ekspedisi yang menambahkan biaya admin ketika kita bayar ke kantornya, padahal pas di cek di webnya tidak ada aturan biaya admin, hiiiks. Layanan seperti ini kadang-kadang suka bikin sebel juga. 


Belum lagi ada, ekspedisi yang minta ukuran tinggi dan lebar barangnya saat di cek harga. Termasuk menanyakan besaran nilai barangnya. Duh, bikin tambah repot aja ya. 


Namun sangat berbeda dengan layanan JNE, sejak awal saya gunakan harga yang tertera di web selalu sama dengan yang dibayarkan di kantornya. Ini yang membuat pilihan saya selalu jatuh pada JNE. Ya , menghindari tombok menombok. Atau mengembalikan selisih ongkir pembeli. Bikin ribet di belakangnya. Karena sering banget saya menyisipkan kelebihan uang tersebut di sela barang kiriman, saya lakban kembali lalu saya konfirmasi ama pembeli. Bahwa nanti kalo barangnya datang, buka pelan-pelan soalnya saya menyelipkan uang, hehehe.


Saya menggunakan jasa JNE sudah lama juga. Selain menggunakan web langsung untuk mengecek ongkir. Saya juga mendonlot aplikasi JNE di gagjet saya supaya praktis . 


Aplikasi JNE Versi Lama di Hape Saya

Awal-awal pemakaiannya agak cepat loadingnya, namun seberapa  sering dengan cepatnya itu perbandingannya jauh. Masih mending menggunakan web langsung daripada menggunakan aplikasinya. Lemotnya minta ampun. Super duper deh, apalagi kalo cuaca sedang tak bersahabat. Sinyal langsung melemah. Loadingnya lelet banget.


Tetapi tetap saya lakukan karena tak ada pilihan lain. Saya segera membuka web dan mengecek ongkir. Biarpun loadingnya  lama dan kadang ada aja yang error. Bahkan sering kali saya harus mencoba berkali-kali dulu. Belum lagi minta masukin capcha , harus cek list kolom ini dulu. Duh  kadang tambah bikin lama karena tidak selalu sekali proses langsung oke. Kadang salah masukin kode, lupa mencentang. Ai, pokoke ribet. Padahal kepengennya cepat. 


Loadingnya JNE Versi Lama

Apalagi kalo proses tersebut saya gunakan lewat aplikasi yang di hape. Duh tambah bikin lama, muter-muter aja dia. Nunggu kebukanya lama, udah masukin kode dan cek list lama lagi menunggu hasilnya. Ngabisin waktu. Pasahal konsumen sudah ‘ngeping ‘ aja dari tadi kepengen segera tahu, meski setelah itu gak selalu segera order loh, hihihi. Yang penting pelayanan prima ala Emak-emak online dong ya, biar konsumen senang dan betah.


Hal ini sempat membuat saya kesal juga, kok lebih lama ya dari webnya. Harusnya kan lebih mobile. Lebih memudahkan bagi siapa saja, khususnya bagi Emak-emak online seperti saya. 


Pokoknya meski sudah memakai yang terbaik di antara ekspedisi lainya. JNE masih banyak juga kekurangnnya. Tetapi saya tetap setia paki JNE. Karena belum ada pilihan lain.


Nah, untuk menghadapi pelanggan yang ingin semua cepat dan segera tahu ini kadang saya sering kewalahan. Terutama dalam masalah mengecek ongkir kirim. Kadang saya suka bete juga ama JNE.


Tetapi, di akhir bulan Februari 2016 , tanggal 29 yang lalu. Rasa bete dan kesal saya sudah mulai terobati. Saya mulai bisa senyum-senyum dan bergembira.



Kenapa?  JNE yang selama ini saya pakai sudah berubah, ciye. PT Tiki Jalur Eka Nugraha atau yang selama ini saya kenal dengan singkatan JNE meluncurkan 7 program barunya yang disebut dengan “7 Magnificent” atau “7 yang mengagumkan”

Ketujuh program atau produk layanan tersebut adalah Aplikasi MyJNE; JNE-PopBox; @box prepaid; Promo JNE Super Speed; JNE International Shipment; Layanan CD Music dan JNE Trucking. Seluruhnya merupakan perwujudan dari rencana pengembangan bisnis perusahaan yang fokus pada pengembangan di bidang Information Technology (IT) dan infrastruktur.



Peluncuran Program Unggulan JNE  (Sumber Web JNE)

Nah, yang berkaitan langsung dengan keluhan saya selama ini menggunakan JNE sudah ada solusinya sekarang. Yaitu, salah satu dari 7 program unggulan tersebut. Yes, aplikasi MyJNE. 


Mau tahu apa itu aplikasi MyJNE. Iyap , memang JNERevolution deh , selalu melakukan perubahan dan perbaikan, peningkatan layanan dimana-mana. 


Akan saya bahas ya sebisanya dengan bahasa Emak-emak online, hihihi. Biar mudah dipahami, semoga saja.


 MyJne adalah aplikasi berbasis android yang terhubung dengan nomor telepon pelanggan JNE Express, baik sebagai pengirim maupun sebagai penerima. Melalui aplikasi ini pengguna dapat mengecek tarif pengiriman JNE seluruh Indonesia, memonitor status pengiriman, mengecek lokasi JNE terdekat serta melakukan transaksi jual beli antara penjual dan pembeli individual.




Di aplikasi ini terdapat  beberapa fitur atau layanan , seperti pengecekan ongkos kirim paket ke berbagai daerah, JNE Nearby untuk mengetahui keberadaan gerai JNE terdekat dengan pengguna, My COD, dan My COD Wallet.

Saya melihat fitur di aplikasi MyJNE yang sekarang ini memang ada yang baru. Sebelumnya tidak ditemukan pada aplikasi JNE atau Web JNE. Memang lebih lengkap dan sangat memudahkan. Semakin membuat praktis dan nyaman bagi pengguna  jasa jual beli online atau pengiriman.

Saya merasa JNE sangat mencintai para pelaku bisnis online ni, sehingga bela-belain mengeluarkan investasi yang besar untuk program terbaru JNE ini. Ya, semakin memudahkan dan memberikan kenyamanan kepada pelanggannya. Saya lebih menyukai menggunakan JNEMobile. Sehingga tak mampu pindah ke lain hati. Termasuk saya. Hebat kan, JNE mengerti kita deh. 

Untuk layanan MyCOD dan MyCOD Wallet akan kita bahas secara khusus ya. Soalnya itu akan sedikit berbeda meskipun itu juga merupakan jasa layanan antar kirim barang yang disediakan JNE. Sekarang kita fokus dulu ama layanan atau fitur pengiriman barangnya. 

Oke, ya sudah sedikit paham  mengenai apa itu aplikasi MyJNE. Tetapi akan lebih mengerti jika kita langsung mendonlot dan menggunakan aplikasinya. Baiklah, siapkan segera androidmu. Kita segera donlot




Pertama, kita buka aplikasi playstore lalu klik dipencarian MyJNE. Lalu siap kita pasang aplikasinya di android. Hanya butuh waktu sebentar saja. Bahkan waktu saya mendonlotnya sambilan bermain dengan anak. Tunggu sebentar akan muncul layar konfimasi. Lalu kita klik saja atau tekan tombol ‘ Terima’


Kalo saya waktu itu sambil menunggu sembari meneruskan bermain dengan anak. Padahal posisi batere hape saya sudah mau lowbat. Tetapi karena proses ‘mengunduh’ aplikasinya yang  hanya membutuhkan sedikit waktu. Saya tak perlu takut, hape lowbat. Akhirnya aplikasi tersebut terpasang dengan lancar di android saya. Hanya dalam dalam hitungan menit. 


Oke ya, sudah terdonlot kan di hapenya. Mari  kita pelajari dengan seksama fitur atau layanannya MyJNE ini apa aja. Meski pake bahasa Inggris. Gakpapa, mudah kok dimengerti dan dipelajari tak perlu waktu berhari-hari juga, hehehe. Saya perjelas dengan menggunakan bahasa saya ya. Sekali lagi semoga mudah dipahami.


Kita coba ya, layanan cek tarif. Ini pasti yang paling sering digunakan semua orang terkhusus pengguna jasa jual beli online. 


Kita klik saja layar putih yang ada tulisan ‘ My Tarif ‘ Cek Tarif Pengiriman Seluruh Indonesia.


Lalu akan muncul layar seperti di bawah ini. Kita cukup memasukan nama daerah atau kota asal pengiriman di kolom ‘ From’ dan memasukan daerah atau kota tujuan di kolom ‘ To’ . tak perlu memasukan kode, capcha apalagi dimensi barang. Lalu klik ‘ Chek tarif ‘. Tralala biaya ongkos kirim akan segera tertera . secepat kilat. Seperti sulap.


Saya coba ya memasukan daerah pengirman Jakarta ke rumah saya Bengkulu. Segera muncul beberapa pilihan tarif ongkos kirim sesuai dengan kebutuhan kita. Berbeda dengan aplikasi JNE sebelumnya yang hanya memuat info tarif ongkir Oke atau Reguler. 


Di aplikasi MyJNE, informasinya dan pilihannya lebih lengkap dan jelas. Kita tinggal memilih saja, sesuai dengan kebutuhan dan kantong, hehehe.


Dari Jakarta ke Bengkulu yang termurah adalah Rp. 22.000 perkilonya. Pilihan layanan lamanya hari pengiriman juga bisa menjadi pilihan kita, bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mau yang cepat, sedang atau biasa saja. Tergantung dengan kita. JNE sudah memberikan semua infonya.


Selanjutnya, jika kita sedang mengirim barang atau menunggu barang datang. Kita bisa juga mengecek status pengiriman kita sudah sampai dimana dengan mengklik ‘ My Shipment’ yang berisikan informasi status pengiriman barang.


Jika sedang berada ditempat baru atau di luar daerah, kita juga bisa menggunakan jasa  ‘ My Location’ kita bisa mencari informasi gerai JNE yang paling dekat berada di lokasi tempat kita tinggal. Sehingga memudahkan proses pengiriman dan lebih nyaman


Oke deh, sangat mudahkan. Nah sekarang kita kembali ke layar awal yuk. Di bagian cek tarif. Di sana ada  di sebelah layanan Home, JNE Nearby, MyCOD dan MyCOD Wallet. Saya jelaskan juga perlahan ya, semoga bisa juga dipahami.

Jika kita klik JNE Nearby, makan akan muncul tampilan seperti ini. Seperti sebuah peta ya.


Kita tinggal masukan data lokasi tempat tinggal kita, maka akan secara otomatis nanti terdeteksi kita sedang berada dimana dan dimana letak gerai JNE terdekat. Masukin datanya yang benar dan teliti ya supaya mudah dilacak. Jangan pula alamat palsu, gak bakal ketemu dong, hihihi.

Lalu di sebelahnya ada layanan My COD. Itu adalah fitur My COD yang memungkinkan para individual seller menghubungkan data pesanan toko online dengan sistem JNE. Menggunakan JNE sebagai mediasi pembayaran.Untuk My COD atau cash on digital, menurut Menurut Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE mengatakan ini adalah fitur utama yang diunggulkan dalam aplikasi My JNE. “Berbeda dengan istilah COD pada umumnya, fitur ini memungkinkan pengguna memiliki rekening virtual untuk bertransaksi" 



Iya, ini secara sederhana untuk dipahami bahwa kita mempunyai deposit di JNE. Jadi jasa pembayaran dan pengiriman akan dilayani secara otomatis, tak perlu kuatir uang jatuh ke online shop yang nakal atau harus ke kantor JNE untuk melakukan pembayaran. 






Terakhir, ada aplikasi MyCOD Wallet. Ini adalah bagian untuk mengecek status deposit atau saldo uang kita di JNE. Cara daftarnya juga mudah. Tinggal isi saja data seperti di bawah ini. Nanti akan ada petunjuk langkah selanjutnya.
Cara mendaftarkannya juga mudah tinggal klik, lalu muncul gambar seperti ini. Tinggal kita isi data yang diminta dan kirimkan.





Gimana, udah paham belum dengan penjelasan ala saya. Semoga bisa dipahami ya. Buat yang belum pasang Aplikasi MyJNE ini. Saya kasih lagi deh cara mudah pasangnya.
 Tinggal klik ini ya  Aplikasi MyJNE






Sudah terpasang semua, oke deh. Gimana? Udah dicoba? Makin asik dan mudah kan. Coba deh masukin berapa ongkir ke daerahmu. Misalnya, dari Jakarta. Hayo, dicoba dulu deh biar lebih bersahabat dan mudah dengan MyJNE. Yang penting data pengirim dan tujuan jelas ya dan ada kuota serta sinyal. Yakin deh, semua bisa, tanpa hambatan apa pun.

Saya bersyukur banget dengan adanya aplikasi MyJNE ini. Dimana di tengah kesibukan saya sebagai ibu, istri dan pedagang online. MyJNE memberikan solusi yang sangat jitu bagi usaha online saya. Jualan online lebih mudah, aman dan nyaman. Saya tak banyak kehilangan waktu, malah waktu saya semakin terisi dengan hal-hal yang lain.

Aksesnya yang cepat  membuat saya bisa juga lebih cepat melayani pembeli. Mereka pun tak perlu berlama-lama menunggu informasi berapa ongkir atau bolak balik bertanya kapan barang di kirim, sudah sampai dimana. Mereka tidak akan resah dan gelisah menunggu barang datang.  

Cukup saya masukan kode resi, lalu klik dan  saya screenshoot, lantas kirim infonya ke pembeli . Mereka pun juga bisa mengecek sendiri berapa ongkir dan status pegiriman barangnya. Jadi sama-sama puas dan tidak ada yang merasa tertipu.


Pokoke, dengan aplikasi MyJNE benar-benar bikin saya beruntung. Bisnis online senang, untung pun datang. Hape saya sekarang sudah terpasang aplikasi MyJNE, jadi tambah keren deh.





Yang belum pasang dan menggunakan. Hayuuk, buruan . jangan sampai ketinggalan. Segera donlot aplikasinya dan nikmati kelebihannya sehingga mengirim semakin nyaman dengan MyJNE.
Terima kasih MyJNE. 




Diberdayakan oleh Blogger.