Menu

Sabtu, 20 Juli 2013

/ /
Saya dan Ibu-ibu Doyan Nulis Di Harian Rakyat Bengkulu



Mengenal Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN)



Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) merupakan komunitas perempuan. Anggotanya, tentu saja ibu rumah tangga maupun ibu bekerja; baik wirausaha, kantoran, maupun profesional. Bahkan ada pula anggota yang masih calon ibu. Komunitas yang berdiri di Bandung tahun 2010 ini didirikan Indari Mastuti, pemilik Indscript Creative, sebuah agensi naskah. Saat ini IIDN sudah memiliki sekitar 7000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri. Jumlah anggota tersebut setiap harinya masih terus bertambah.

Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis ini baru berusia sekitar tiga tahun. Didirikan dengan latar belakang bahwa setiap Ibu mempunyai potensi yang sangat luar biasa untuk kemajuan keluarga. Oleh karena itu didirikannya komunitas ini  dengan tujuan untuk melejitkan produktifitas para ibu di bidang penulisan . Dengan harapan dengan adanya IIDN ini dapat dijadikan sebagai wadah mencerdaskan perempuan Indonesia. Tidak terkecuali kaum perempuan yang ada di Bengkulu.  Dengan misi mulia diantaranya adalah,  Menerbitkan minimal satu buku untuk setiap anggota IIDN, Meningkatkan produktifitas anggota di berbagai media di Indonesia, Meningkatkan kemampuan anggota dalam bidang penulisan ,Mempererat kolaborasi positif antar anggota di berbagai bidang .

Pembentukan IIDN berangkat dari keinginan untuk memfasilitasi pengembangan dan kemajuan para ibu, terutama lewat menulis. Dalam perkembangannya, komunitas ini menjadi wadah bagi para ibu yang memiliki beragam potensi untuk mengembangkan ide, minat, bakat, kreativitas, dan produktifitasnya hingga dapat menghasilkan karya yang bisa memberi inspirasi pada banyak orang. Implikasi lain, para ibu dapat menambah pemasukan keuangan keluarga

Sudah banyak penulis berbakat dan produktif yang dilahirkan komunitas ini. Keberadaan Komunitas IIDN ini telah turut serta dalam membantu mencerdaskan kehidupan bangsa. Lewat komunitas ini para ibu dapat berkembang positif, bertambah wawasan pengetahuannya, serta berbagi pengetahuannya yang menginspirasi para ibu lainnya. Di tangan para ibu inilah, andilnya sebagai pendidik utama dalam keluarga dapat menjadi cahaya yang menerangi dan memberi manfaat positif bagi keluarga, masyarakat di sekitarnya, hingga negara dan bangsa secara lebih luas.

Keberadaan komunitas IIDN yang anggotanya terus bertambah, tentu bisa memberi kesempatan untuk promosi, baik antar anggota maupun pihak lain yang tertarik. Semoga kehadiran kami, dapat terus memberikan manfaat. Terutama bagi kaum perempuan.

Saat ini Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) telah memiliki koordinator wilayah (korwil) di setiap provinsi di Indonesia dan luar negeri. Termasuk Bengkulu. Koordinator wilayah IIDN Bengkulu saat ini adalah ibu Mildaini. Seorang penulis dan ibu rumah tangga. Ibu Milda, bisa diakses di fesbuk Milda Ini atau twitt @Mildaini79. Kegiatan dan aktivitas IIDN Bengkulu dapat diakses melalui jaringan sosial media Fesbuk. Dengan alamat grup https://www.facebook.com/groups/124001507679617/.

        Ragam kegiatan Ibu-ibu Doyan Nulis ini sebagian besar dilakukan secara online, memanfaatkan fasilitas fesbuk. Dimana untuk saat ini, hampir semua kaum perempuan  pasti memiliki akun fesbuk dan sosial media. Keberadaan Ibu-ibu Doyan Nulis ini yang dilakukan secara interaktif melalui grup fesbuk, diharapkan dapat memberikan salah satu dampak positif bagi para Ibu yang juga sangat candu dengan aktivitas online tersebut. Memberikan alternatif lain bagi para perempuan dalam memanfaatkan keberadaan fesbuk tersebut secara positif.

        Jadwal harian kegiatan Ibu-Ibu Doyan Nulis diisi setiap hari dari senin sampai sabtu. Oleh berbagai narasumber dan pakar yang kompeten dibidangnya. Contohnya saja pada hari senin, jadwal kegiatan IIDN adalah,   Curnyol (Curhat Konyol) (08.00-09.00),   Managemen Bisnis (10.00 - 11.00),  Bedah Buku (15.00 - 16.00), Design (20.00-21.00). Setiap hari selalu ada pokok bahasan dan materi yang berbeda. Selain itu juga banyak digelar lomba dan kuis untuk memotivasi agar para ibu-ibu semakin bersemangat untuk bekarya dan mengasah kemampuan untuk berkompetisi secara sportif.

        Secara umum jadwal kegiatan Ibu-ibu Doyan Nulis adalah sebagai berikut, Pelatihan Menulis Offline dan Online , Ajang Temu Anggota , Peluncuran dan Bedah Buku , Seminar dan Talkshow , Sharing Penulisan , Bazaar Buku .

Alhamdulillah , sekarang sudah banyak karya  IIDN meski dalam usia yang masih muda.  Apalagi dengan penyebaran anggota komunitas baik di dalam dan luar negeri maka semakin beragam pula karya dari para anggotanya. Ada lebih dari ratusan karya yang dihasilkan para ibu yang tak lepas dari keseharian pekerjaannya. Pada penerbitan buku yang menjadi wadah kreatif dan penyaluran bakat para ibu, kami bekerjasama dengan banyak penerbit antara lain :  Imania, Gramedia Pustaka Utama, Elex Media, Cahaya Atma, Hifest Publishing, Grasindo, Rumah Ide, Penebar Plus, Calista  Woman In Biz Directory, Zygma Exa Media, Mizan, Gradien Mediatama, dan lainnya. Juga menyalurkan hasil-hasil karya para ibu ke berbagai media cetak maupun online.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk! Mari bergabung bersama komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis Bengkulu. Bersama kita bekarya!

Rabu, 17 Juli 2013

/ /
My Wedding Story : Kumpulan Kisah Inspiratif Menuju Pernikahan



“Jadi sekarang berapa jumlah tabunganmu untuk nikah” aku tergugu ditanya seperti itu.
Baru aku mau angkat bicara kakak laki-laki pas di atas aku yang spontan bicara. “ Kalau pun si Milda punya banyak tabungan, untuk acara pernikahan ini tak perlu lah mengurasnya. Yang perlu dipikir itu adalah kehidupan setelah mereka menikah nanti !”
Kami semua mengangguk. Memang aku saat itu sudah mandiri dan punya bisnis toko buku, jadi pasti anggapan  semua kakakku aku sudah banyak tabungannya, hehehe.
“Pergunakan saja seperlunya untuk persiapan dia menikah, selebihnya disimpan” lanjut kakakku.

Itu adalah sepenggal ceritaku dalam buku ini yang berjudul, "Nikah, Gak Boleh Ngutang"
berisi hiruk-pikuk perjuanganku untuk mempersiapkan pernikahan, seru, resah namun bikin haru juga. Karena masalah uang, pernikahanku hampir saja ditunda..

Penasaran dengan cerita selanjutnya, yuk mari baca dan miliki buku ini. Info lengkap bukunya ada di sini ya. Yuuk, pesan dan baca kisahkisah seru yang lainnya. 



Judul: My Wedding Story : Kumpulan Kisah Inspiratif Menuju Pernikahan

Genre: Non Fiksi – Life Story

Penulis : Ihwan Hariyanto, Dwi AR Dkk.

Penulis Tamu: Imazahra Fatimah

Penyunting: Ivonie Zahra

Desain sampul: Rana Wijaya Soemadi

Penata Letak: Dee An

Penerbit: Mozaik Indie Publisher

ISBN: 978-602-17723-3-1

Tebal: 250 hlm, 14,8×21 cm

Harga: Rp. 45.000

Percayalah! Pernikahan bukan sekedar rumus aku + kamu = kita.

Bukan pula sekedar seremonial persandingan dua anak manusia di pelaminan.

Pernikahan adalah peristiwa sakral penyatuan dua insan dalam satu ikatan suci yang merupakan gerbang untuk memulai kehidupan baru sebagai sebuah keluarga.

Maka tak heran jika persiapannya begitu menyita waktu, tenaga, dan pikiran.

Ingin tau bagaimana serunya persiapan pernikahan pasangan LDR? Hebohnya persiapan pernikahan beda negara? Pusingnya ketika dihadapkan pada sederet ritual adat? Dan beragam cerita seru lainnya seputar persiapan pernikahan?

Ikuti kisah 25 penulis yang terangkum dalam My Wedding Story. Seru, heboh, dan penuh hikmah.

Selamat menikmati. Semoga menginspirasi.

Kamis, 11 Juli 2013

/ /
Tips dan Triks  Mengajak Anak Belajar Puasa Ramadhan





Kakak Nawra , pada Ramadhan 2013 ini akan belajar berpuasa penuh selama satu bulan. Iya, sekarang usianya mulai memasuki tujuh tahun dan alhamdulillah naik kelas dua  SDIT. Kalo tahun lalu dia berpuasa hanya sampai jam sepuluh atau jam sebelas pagi. Itu pun  sahurnya kapan saja dia terbangun dan makan. Misalnya, terbangun pagi jam tujuh, lalu  sahur deh, hehehe. 

Namun tahun ini, Kak Nawra akan belajar dan mulai memahami bagaimana menjalankan ibadah puasa secara baik dan benar. Bukan saja ibadah puasanya, namun amalan ibadah lainnya yang juga mulai ia jalani dengan baik. Seperti salat lima waktu, Dhuha, salat tarawih, sahur, membaca Al-Qur’an dan menghapal surat-surat dalam Al-Qur’an.  

Lalu apa yang perlu dipersiapkan untuk mengajak dan memotivasi Kak Nawra agar bersemangat berpuasa. Ya, kami selaku orang tua juga tidak bisa serta merta memaksakan saja kepada anak, untuk menjalankan ibadah puasa. Tentu harus punya triks, mengingat usia Kak Nawra juga masih kecil. Belum bisa memahami segala sesuatu secara instan. Apalagi ibadah puasa bukan hal yang mudah bagi Kak Nawra yang biasa sarapan pagi dan makan dengn teratur. Di luar puasa, dia selalu sarapan pagi. Lalu jam sepuluh makan snack di sekolah. Jam dua belas siang makan siang, pulang sekolah setiba di rumah sekitar jam setengah tiga makan lagi atau ngemil , sore hari menjelang Magrib, dia makan malam. Belum lagi jika dia kepengen jajan, misalnya beli Siomay, Batagor , Es Cream dan lain sebagainya di luar jadwal rutin. Dengan jadwal makan yang teratur begitu, mengajak Kak Nawra berpuasa bukanlah hal yang gampang loh, hehehe! Tapi Emak dan Baknya gak pantang menyerah mengenalkan dan mengajak Kak Nawra berpuasa, pantang mundur sedikit demi sedikit.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mengenalkan apa itu puasa. Misalnya , dengan mengajak Kak Nawra menonton film seri Upin dan Ipin, film Syamil dan Annida yang menceritakan tentang puasa. Jauh-jauh hari film ini sering saya putar dan ditonton oleh Kak Nawra. Terus membacakan buku-buku cerita yang berkaitan dengan tema puasa. Meski Kak Nawra, sudah pandai membaca sendiri. Namun untuk tema puasa kali ini, saya sendiri secara  langsung membacakannya sekaligus memberikannya pemahaman. 

Yang kedua , saya pelan-pelan mengajarkan dan menuntun Kak Nawra untuk menghapal do’a berpuasa , niat saat sahur dan berbuka puasa. Kedua do’a ini saya lakukan secara berulang-ulang. Sesekali saya bertingkah seolah sebagai Gurunya lalu Kak Nawra menuliskan do’a tersebut di buku tulis. Alhamdulillah simulasi seperti ini, menjadikan Kak Nawra lebih mudah menghapal.

Terus seperti kebanyakkan orang tua adalah memberikan iming-iming hadiah kepada anaknya jika lancar dan sukses berpuasa secara penuh. Hal itu juga saya lakukan. Tips ketiga ini, memberikan hadiah juga saya lakukan. Bentuknya adalah dengan mengajak Kak Nawra ke sebuah toko Mainan , di dibebaskan untuk melihat mainan apa saja yang ada. Namun tidak membelinya. Saya janjikan kepada dia jika satu pekan pertama puasanya penuh, makan mainan tersebut boleh dibelikan. Secara kebetulan hitungan puasa penuh Kak Nawra untuk pekan pertama berakhir ditanggal 17 Juli bertepatan dengan adik Athifah memasuki usia satu bulan. Momen tersebut saja jadikan pemicu untuk Kak Nawra agar bersemangat berpuasa. “ Kalau puasa Kakak penuh selama sepekan, kita akan pergi ke mol. Membeli mainan yang Kak mau sambil mengajak adik Athifah jalan-jalan.” Setiap kali mendengar ucapan saya seperti itu, kak Nawra selalu bersemangat dan gembira. Saya juga memberikan iming-iming hadiah uang kepada Kak Nawra, hihihi!

Selanjutnya tips dan trik yang empat,  agar Kak Nawra sukses berpuasa. Terutama menjelang siang hari. Dimana rasa haus mulai menjadi-jadi. Jika rasa lapar masih bisa ditahan tapi rasa haus agak susah. Di hari pertama Kak Nawra mulai merenggek minta minum, sejak pukul sepuluh pagi. Maklum dia masih dalam liburan sekolah jadi belum banyak aktivitasnya. Bagian pertama ini, bisa saya bujuk. Namun menjelang waktu Zuhur, dia meronta lagi mau minta makan. Saya ajak dia mandi dan salat Zuhur, setelah itu alhamdulillah lebih segar dan lupa dia, mau minta makan dan minum. Selanjutnya saya ajak tidur siang, dia belum mau. Masih mau bermain dulu, kebetulan ada temannya yang mengajak bermain. Akhirnya karena asik bermain, lupa untuk tidur siang. Masuk waktu Asar, saja ajak lagi mandi sore. Namun setelah salat dia meronta lagi minta makan dan minum. Hal ini berhasil saya bujuk lagi. Tak berapa lama jam begerak menuju pukul setengah lima sore, oleh Abinya Kak Nawra diajak untuk membeli makanan untuk berbuka puasa. Cara ini berhasil berhasil, dia lupa dengan makan dan minum. Setelah sampai di rumah, dia meronta lagi  minta makan dan minum. Berulang kali meminta dan memegang makanan. Bahkan hampir saja makanan tersebut dia masukan ke dalam mulutnya. Aduh, repotnya. Saya tidak boleh panik dan hilang kesabaran. Sayang sekali, sebentar lagi bedug. Duh, Kak Nawra semangat ya nak! Saya lalu mengajak dia untuk membuat minuman. Aktivitas tersebut sejenak membuat kak Nawra lupa dengan makan dan minum. Menjelang lima belas menit lagi mau berbuka, Kak Nawra meronta lagi minta makan dan minum. Kali ini saya ajak dia duduk sambil saya pangku, saya katakan kepadanya, 

“ Kakak, berpuasa itu karena sayang sama Ummi, Abi dan Adek” dia hanya tersenyum. 

“Kenapa begitu Ummi? Kan kasian Wa, gak makan dan minum dari tadi. Sakit perutnya.”

Saya peluk dan cium Kak Nawra berkali-kali, “ Iya, dengan Kak berpuasa, kak bisa berdo’a untuk Ummi, Abi dan Adek. Kalo Kak berpuasa, jadi Ummi dan Abi gak berdosa. Kak , mau orang tuanya berdosa dan masuk api neraka?”

Nawra menggeleng. “ Jadi, Kak pasti bisa dan kuat berpuasanya karena Kak sayang Ummi! Sebentar lagi mau berbuka, sayang kalau dibatalin. Kak kan anak hebat”

Nawra tersenyum meringgis sambil memegangi perutnya, yang katanya sakit. Saya memeluk dia erat dan berdo’a di telingganya berkali-kali,” Anak Ummi pasti kuat dan bisa!”

Dalam rentang waktu menjelang berbuka ini adalah saat yang paling sulit bagi saya dan Kak Nawra, Jika melihat kondisi dia yang memelas, lemas, dan merintih meminta makan dan minum. Bisa saja saya tersentuh hati dan kasian sehingga memberikan dia makan dan minum. Namun saya teringat kisah salah seorang sahabat ketika mendampingi putrinya pada awal-awal dia berpuasa. Ternyata sang anak, marah pada Mamanya setelah dia tahu, dulu ketika dia belajar berpuasa. Menjelang berbuka karena dia merenggek terus minta makan dan minum, akhirnya Si Mama mengikuti keinginan anaknya. Katanya, “ kenapa waktu itu Mama tidak menahan, membujuk Aisyah untuk tidak makan dan minum. Mama tidak sayang sama Aisyah!” 

Nah, berangkat dari kisah teman tersebut, saya juga tidak mau membuat cerita puasa pertama Kak Nawra seperti itu. Ketika nanti dia bertanya dan mengingat saat dia belajar berpuasa untuk pertama kalinya. Saya ingin membantu membuat kisah yang indah untuk dia kenang dan ceritakan kepada anak cucunya, bagaimana dia sukses menjalankan ibadah puasa secara penuh untuk pertama kali di hari pertama berpuasa. Meskipun penuh dengan renggekan dan meronta minta makan dan minum, hihihi.

Terus tips dan trik kelima, selanjutnya yang perlu juga dilakukan adalah, menjauhkan makanan dan minuman dari pandangan si anak. Terutama pada jam-jam sibuk makan dan minum, seperti tengah hari. Hal ini dapat merangsang dan memicu anak untuk meminta makan atau minum. Bisa juga si anak langsung saja mengambil makanan dan minuman tersebut dan secara cepat memasukkan makanan dan minuman tersebut ke dalam mulutnya, jangan sampai gak ketahuan ya teman-teman.

Tips dan trik keenam, yang juga harus dilakukan adalah mensosialisasikan kepada anggota keluarga inti dan keluarga besar. Agar mereka juga membantu kelancaran dan mendukung si anak untuk berpuasa. Ada kejadian, si orang tua sudah mati-matian menjaga puasa anaknya. Eh, ketika si anak bermain ke rumah Neneknya, dan meronta minta makan dan minum karena kasian si nenek akhirnya mengizinkan si anak untuk makan dan minum. Kalo begini kejadiannya, bisa kacau kan, program belajar puasa si anak .

Tips dan triks ketujuh, yang juga penting dilakukan adalah mengajak anak salat Tarawih ke musholah atau masjid. Biasanya di sana , dia akan bertemu dengan teman-temannya. Mereka juga akan saling bercerita tentang kehebohan bagaimana mereka berpuasa, makanan apa yang dimakan  saat sahur dan buka puasa. Lalu, hadiah apa yang mereka dapatkan jika berpuasa penuh. Dengan dia berkumpul dan bercerita dengan teman-temannya, ini juga akan merangsang si anak untuk semangat berpuasa. Kebetulan Kak Nawra juga ada tugas agenda selama bulan Ramadhan, jadi hal ini juga memotivasi dia untuk melaksanakan amalan ibadah lainnya di bulan puasa. Alhamdulillah, salat Dhuha dan salat Wajib Lima Waktu tak ada yang bolong, bahkan hampir semuanya dilakukan secara berjama’ah. 

Oh, Iya tips dan trik dengan mengajak si anak membeli makanan buka puasa juga sangat memotivasi, namun perlu juga dikontrol karena terkadang si anak hanya lapar mata saja, ketika sudah berbuka puasa. Makanan tersebut tak sempat lagi dimakan karena kenyang. Oleh karena itu, berikan kesempatan kepada anak untuk memilih jenis makanan yang benar-benar dia inginkan, paling banyak tiga macam saja. Hal ini juga untuk mengajak dan mengajarkan anak-anak untuk berhemat dan menghindari perbuatan mubazir.  Membeli atau memasak makanan kesukaan si anak adalah salah satu cara yang jitu untuk mengajak si anak makan sahur dengan lahap. Bangunkan dan ajak si anak, makan sahur menjelang imsyak. Agar di siang hari ida tidak begitu terasa lapar dan mengantuk. Setelah sahur lalu ajaklah si anak, salat Shubuh. Setelah itu bisa tidur kembali sebentar sebelum berangkat ke sekolah.

Nah, itu adalah beberapa tips dan trik yang saya terapkan kepada anak saya Kak Nawra dalam menjalankan ibadah puasa yang pertama kali secara penuh di bulan Ramadhan 2013 ini. Selain tips dan trik tadi, tentu saja sebagai orang tua. Saya tak pernah lupa untuk berdo’a bagi Kak Nawra agar dia kuat, ikhlas dan paham akan hakikat makna berpuasa. Semoga puasanya sampai sebulan, barokah dan penuh taburan kebaikan bagi Kak Nawra dan kami sebagai orang tua. Aamiin. 

Sekarang Kak Nawra sedang menyiapkan dompet khusus untuk menyimpan uang, hadiah berpuasa dari Umminya lima ribu perhari, dari Abinya lima ribu perhari. Terus, ada saja hadiah dadakan dari Dodo Shela, Bunga Nanda, Mama, Ayah dan Bunda, Cik Sum dan lain sebagainya yang memang suka berbagi hadiah. Wah, kalau dihitung-hitung, banyak ni ,THR Kak Nawra nanti, hihihi. Hayoo, semangat Kak kumpulin duitnya, eh kumpulin pahala puasanya ^^


Selasa, 09 Juli 2013

/ /
Mengenal Puasa  Ramadhan


MENGENAL PUASA RAMADHAN

Apa Puasa itu 

Puasa adalah tidak makan, minum dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa dimulai dari fajar terbit sampai matahari terbenam

Apakah puasa Ramadhan itu

Puasa Ramadhan adalah puasa yang dilakukan selama bulan Ramadhan

Kapan puasa Ramadhan dilakukan

Puasa Ramadhan dilakukan selama satu bulan Ramadhan. Puasanya dimulai sejak fajar terbit sampai matahari terbenam. Untuk anak-anak, boleh berlatih puasa. Misalnya, puasanya hanya sampai Zuhur. Atau boleh juga puasanya sampai Asar. Setelah berbuka dengan minum atau makan, puasanya diteruskan lagi sampai Asar atau Magrib

Siapa yang wajib puasa Ramadhan

1.      Muslim atau orang yang beragama islam
2.      Balig atau sudah dewasa
3.      Berakal sehat atau tidak gila
4.      Kuat berpuasa, jadi orang yang sakit boleh tidak berpuasa. Akan tetapi wajib menggantinya setelah sembuh pada waktu lain. Orang yang sudah sangat tua juga boleh tidak berpuasa. Mereka harus menggantinya bukan dengan berpuasa, tetapi dengan membayar fidyah (denda)

Apa saja syarat melakukan puasa Ramadhan

Syarat melakukan puasa Ramdhan adalah

1.      Niat puasa karena Allah SWT, niat untuk berpuasa dilakukan pada malam hari atau pada saat sahur. Niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:
Nawaitu Sauma gadin ‘an ada i syahri ramadana hazihissanati lillahi ta’ala
Artinya, aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala
Niat boleh diucapkan atau diniatkan hanya dalam hati
lalu sahur (makan malam menjelang Imsyak (dini hari), keutamaan sahur adalah sebagai berikut:


"bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat berkah" (HR Bukhari Muslim)

"sahur adalah berkah, oleh karena itu janganlah kalian meninggalkannya meskipun dengan menelan seteguk air, sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya memberikan shalawat kepada orang-orang yang makan sahur" (HR Ahmad)

"dan pada waku sahur, mereka (orang-orang bertakwa) selalu beristighfar" (QS 51:18)

2.      Tidak makan
3.      Tidak minum
4.      Tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa
5.      Puasa dilakukan sejak fajar terbit sampai matahari terbenam

Apa saja yang bisa membuat puasa batal


Hal yang bisa membatalkan puasa :

1.      Makan dan minum dengan sengaja
2.      Muntah dengan sengaja
3.      Berniat membatalkan puasa
4.      Hilang ingatan atau pingsan
5.      Keluar dari agama islam (murtad)

Apa saja sebaiknya dihindari selama berpuasa

Hal-hal yang sebaiknya dihindari ketika berpuasa adalah

1.      Sering kumur-kumur
2.      Mencicipi makanan
3.      Mengunyah sesuatu
4.      Berkata buruk atau kotor
5.      Berbohong
6.      Bertengkar

Apa saja yang baik kita lakukan ketika berpuasa Ramadhan

Hal –hal yang baik kita lakukan ketika berpuasa Ramadhan adalah:

1.      Berdo’a ketika berbuka puasa, doa berbuka puasa adalah rallahummalakasumtu wa’bika amantu wa ‘ala rizqika aftartu birrohmatika yaa arhamar roohiimin
Artinya, ya, Allah untukmu aku berpuasa, kepadamu aku beriman dan dengan rizki-Mu aku berbuka, dengan rahmad-Mu. Duhai Tuhan yang maha penyanyang
2.      Segera berbuka jika sudah tiba waktu Magrib
3.      Makan sahur mendekati waktu imsyak
4.      Banyak membaca Al-Qur’an
5.      Banyak bersedekah
6.      Banyak berbuat baik
7.      Banyak berzikir

Bacaan niat berpuasa dan berbuka puasa
Diberdayakan oleh Blogger.