Menu

Selasa, 16 Juli 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Pertama Kali Saya Bekerja.Selepas kuliah dari pendidikan diploma atau D3 di tahun 2002. Saya langsung mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan atau loker. Meski tamatan pendidikan perawat. Waktu itu saya memang tidak mau bekerja di rumah sakit.

Untuk hal ini saya punya alasan dan hal ini tentu saja merupakan alasan pribadi. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

Jadi dulu waktu saya masih kuliah. Saat praktik di rumah sakit. Saya sering kali mendapatkan kakak-kakak perawat yang terpaksa membawa anaknya untuk ikutan dinas malam. Waktu itu, sempat saya tanyakan. Alasannya mengapa membawa anak saat dinas malam. Yah, mau bagaimana lagi di rumah tidak ada pengasuh. Belum lagi saya juga pernah melihat kejadian serupa. Namun alasannya kali ini berbeda. Anaknya sakit jadi tidak bisa ditinggalkan dan terpaksa dibawa.

Menikmati loncatan hidup harus dengan semangat (Foto Milda)

Belum lagi ketika pembagian jadwal dinas yang penuh kejutan. Misalnya. Hari ini kita bekerja, minggu depan di hari yang sama belum tentu ada jadwal. Kalo pun ada jadwalnya , kita belum tahu apakah pagi, siang atau malam. Jika pun tahu, hal ini juga membuat kita harus mengatur jadwal kegiatan kita dengan hati-hati menyesuaikan dengan jadwal kerja.

Pada kehidupan saya yang terbilang Flat atau datar-datar saja. Saya lebih membutuhkan kepastian bukan kejutan apalagi tantangan.

Saya bisa merencanakan , pas week end mau kemana dan ngapain saja.Di musim liburan, saya bisa merencanakan mau liburan atau bepergian kemana

Jadi saya lebih menyukai kepastian sejak awal.

Apalagi jika nanti kejadian saya harus membawa anak saat dinas malam.Saya kebagian dinas saat hari lebaran. Wuiih, sebuah kejutan yang tentu saja akan bikin saya terkaget-kaget.

Jadi, sebagian alasan tersebutlah yang membuat saya akhirnya tidak  jadi kerja di rmah sakit. Padahal waktu itu saya sudah memasukkan lamaran kerja di dua rumah sakit. Semuanya sudah tahap wawancara. Untuk rumah sakit yang satunya saya memilih mundur, waktu wawancara, saya diminta memasukkan jilbab ke dalam baju saya. Jadi, hal ini ngak mungkin saya lakukan. Jadi saya mundur teratur saja. 

Sebenarnya sejak awal saya sudah tahu mau saya kerja kayak apa, tapi ikutan tes ini dan itu serta masukin lamaran kerja ke sana-sini adalah wujud pengen ngetes kemampuan diri saja. Sebab untuk beberapa kali tes, hampir semuanya masuk sampai tahab wawancara atau tahab akhir. Nah, pas di wawancara ini dua kali saya mundur dengan alasan jilbab. Kalo yang pertama karena diminta memasukkan jilbab ke dalam baju, pada alasan kedua justru sebaliknya. Diminta untuk beneran melepskan jilbab. Dengan alasan memang semua karyawan tidak ada yang menggunakan jilbab. Saat itu kondisi sangat berbeda dengan sekarang, dimana jilbaber masih jarang.

Yah, sudahlah..cari kerja yang lain sajalah...yang sesuai dengan keinginan saya.

Bekerja Jadi Perawat Sekolah

Sampai suatu hari, saya ditawari untuk bekerja di sebuah sekolahan, saya bertugas sebagai tenaga kesehatan. Yah, istilahnya bekerja di Usaha Kesehatan Sekolah. Saya bertindak sebagai perwat sekolah. Datang setiap hari dan pulang sama dengan usainya masa sekolah. Ada ruangan khusus untuk saya beraktivitas. 

Bismillah, saya terima tawaran ini. Tak berapa lama saya juga ditawari untuk bekerja di praktik dokter gigi. Kerjanya di sore hari hingga malam. Lokasinya tidak begitu jauh dari rumah. Saya bisa jalan kaki saja.

Jadilah waktu itu pagi saya kerja di sekolahan, sore dan malamnya say bekerja di praktik dokter gigi. Saya menikmati pekerjaan ini. Dulu badan saya langsing eh proposional loh, dengan tinggi sekitar 160 cm, Berat badan ngak nyampe 50 kg. Itu salah satunya karena saya banyak jalan kaki. Waktu itu sayabelum punya kendaraan. Namun tidak berapa lama , akhirnya saya bisa membeli motor juga dari hasil saya kerja.

Sembari saya kerja, saya juga membangun bisnis saya. Saya mulai merintis mempunyai toko buku. Jadi meski saya kerja di sekolahan dan praktik dokter. Saya tetap punya kenginan untuk punya bisnis sendiri. 

Salahs atu motivasi saya bekerja dan mengumpulkan banyak uang adalah untuk membiayai pernikahan saya kelak. Saya berniat waktu itu ingin menikah di tahun 2006. Dengan biaya saya sendiri. Jika ada sanak keluarga yang akan membantu. Tentu saja saya akan menerimanya. Namun, jika mereka harus berhutang untuk membiayai pernikahan saya. Tentu saja ,saya tidak mau membebani saudara-saudara saya.

Oh, ya seperti awal keinginan saya bekerja. Bekerja di sekolah ini, saya bisa membuat jadwal kegiatan yang pasti dan terukur. Kemudian pada saat liburan sekolah, saya juga bisa ikutan liburan. Saya bisa memanfaatkan waktu untuk liburan ke luar kota. 

Meski mungkin ada yang beranggapan, mungkin saya seorang perawat yang gagal. Yah, ngak masalah juga. Namun saya juga bersyukur pernah kuliah di kesehatan. Hal ini menjadi salahs atu pertimbangan editor dan penerbit untuk menerima naskah kesehatan saya. Lalu menerbitkannya menjadi empat buku. Jadi saya senang sekali bisa kuliah di bidang kesehatan.

Di buku ini saya mencantumkan pendidikan keperwatan saya (foto penerbit BIP)

Saat ini saya juga sudah menyelesaikan pendidikan S1 saya tapi bukan dibidang pendidikan. Tapi di bidang pendidikan.Jadi di ujung nama saya ada titelnya S.Pd. Basic pendidikan ini , saya gunakan juga untuk mendaftar ke pekerjaan lainnya sampai dengan sekarang. 

Jadi kalo ada yang bertanya, pertama kali saya bekerja dimana? Saya akan jawab dengan senang hari, Saya dulu seorang perawat sekolah.

Pesan saya, meski bekerja hanya sebagai batu loncatan, namun kita tetap harus bekerja sebaik mungkin, memberikan hasil yang maksimal.




Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.