Menu

Jumat, 19 Juli 2019

/ /
Rencana Mencari Sekolah Untuk Anak
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Rencana Mencari Sekolah Untuk Anak Di akhir Tahun.Kami merencanakan di akhir tahun ini ingin liburan ke pulau Jawa khususnya di daerah Jabodetabek. Sebenarnya bukan murni liburan. Namun, sebagai usaha untuk mencarikan sekolah lanjutan untuk kakak Nawra yang saat ini sedang kelas dua MTs. Jadi nanti untuk lanjutan ke jenjang SMA/MA kami berencana untuk menyekolahkan si kakak ke pondok pesantren di daerah Jawa.

Tiga anak ini moga menjadi muslimah yang sholeha. Aamiin (foto Milda)
 Mencari Sekolah Untuk Si Kakak

Awalnya Abahnya ingin si kakak lanjut ke sekolah di Jawa Timur. Tapi saya kurang setuju. Selan letaknya lebih jauh dari Bengkulu. Di sana kami juga tidak ada sanak saudara. Jadi jika ada urusan mendadak mengenai sekolah kakak nanti. Tentu saja kami sendiri yang akan turun langsung. Selain itu jarak yang jauh tentu saja akan memakan waktu tempuh perjalanan yang lebih lama. Akibaatnya ongkos perjalanan juga akan lebih maha. Apalagi jika harus berangkat semuanya

Harga tiket pesawat masih mahal, entah kapan akan turun dengan harga kayak dulu lagi. Mau naik bus atau kereta, jarak tempuh yang lama, otomatis juga makan waktu

Jadi untuk kesepakatan awal, sekolahnya di pulau Jawa namun di sekitaran Jabodetabek saja. Sebab ada saudara saya yang tinggal di Bante. Lalu ada keponakan kami yang tinggal di Jakarta Selatan. Jadi kalo ada urusan mendadak , yang meminta orang tua hadir. Tentu saja saudara atau keponakan kami bisa mewakili.

Selain itu kalo kami ada perjalanan dinas atau kegiatan di sekitar Jabodetabek, bisa meluangkan waktu untuk mampir menenggok kakak, walaupun hanya sebentar saja. 

Waktu mengunjungi kakak di pondok  (foto Milda)

Jadi, itu sebagian alasan di samping banyak alasan lainnya jika harus didetilkan atau diuraikan secara lebih jelas lagi. Banyak sekali dong!

Sekalian Liburan dan Silaturahim Keluarga

Untuk rencana tersebut, kami sudah mengkondisikan anak-anak sejak jauh hari.Mangajak anak-anak untuk saling berhemat dan mengumpulkan uang. Untuk keperluan ongkos dan akomodasi selama di sana. Pasti akan membutuhkan banyak uang. Sebab selain melihat sekolah untuk si kakak. Kami juga akan sekalian mengajak anak-anak untk liburan. Mengunjungi berbagai destinasi wisata. Terutama destinasi yang belum pernah anak-anak kunjungi. Seperti main ke Bekasi, main salju. Anak-anak pengen banget bisa main di sana.

Lalu ada rencana juga untuk berunjung ke kerabat dari pihak suami yanga ada di Bandung. Ada beberapa keluarga yang akan kami kunjungi. Sudah lama juga suami belum pernah silaturahim dengan mereka sejak menikah. Kalo dilihat dari usia si kakak. Artinya sudah dua belas tahun.

Oh, ya satu lagi yang tak akan kami lupakan adalah main ke Dufan, kebetulan keponakan kami yang baru saja menikah di tahun ini bekerja di Dufan. Jadi kami mau mampir melihat dia sekaligus juga mau man bersama di Dufan. Hal ini sudah kami sampaikan saat menghadiri pernikahannya beberapa waktu lalu. Dan ternyata dia juga pengen banget kalo kami bisa datang dan main ke Dufan. Mumpung dia masih kerja di sana katanya. Mana tahu nanti ada diskonan, iya kan! Aji mumpung .
Liburan keluarga wala tahunlalu, di Ragunan (foto Milda )

Untuk transportasi karena kemungkinan harga tiket tidak turun. Maka kami sudah membuat rencana  pergi ke sana dengan menggunakan transportasi darat saja. Entah dengan menggunakan angkutan umum. Seperti bus atau malah naik mobil pribadi. Ini hanya soal teknis saja, jadi nanti bisa dikondisikan.
Dari Bengkulu dengan jalan darat ke Lampung dahulu lalu menyebrang dengan kapal hingga ke dermaga Merak lalu lanjut ke Jakarta . Kalo kakak Nawra sudah sering naik kapal penyeberangan. Nah, kalo kedua adiknya, belum pernah. Pasti ini nanti kalo jadi akan menjadi sebuah nostalgia dan pengalaman yang mengesankan untuk Kanga Athifah dan Adek Nasya

Mohon doanya ya semuanya, semoga rencana kami ini bisa berhasil dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. Dapat sekolah yang bak dan cocok untuk si kakak. Sekaligus juga bisa liburan keluarga. Diberikan kelapangan dan ridho-Nya.    

Rabu, 17 Juli 2019

/ /
Ingin Jalan-jalan dan Berbagi Ke Kota Aceh
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Ingin jalan-jalan dan Berbagi Ilmu Blogging dan Menulis di Kota Aceh.Jika ada kesempatan untuk ngetrip sekaligus berbagi. Saya ingin sekali bisa datang ke negeri Serambi Mekah.Dari dulu saya penasaran sekali ingin ke sana. Pengen menginjakkan kaki di nol kilometer Indonesia

Selain itu, adat istiadat dan budaya Aceh yang sangat kental dengan islam. Membuat saya ingin mengetahuinya sekaligus melihatnya langsung.Jika memungkinkan saya ingin,jika diizinkan untuk bisa bermasyarakat di sana kira-kira sepuluh hari deh.

Garuda, maskapai kebangaan (foto Milda)

Lalu kalo sepuluh hari di sana,saya mau ngapain aja.Sebenarnya banyak sih yang bisa dilakukan. Tapi sekaligus juga pendek waktunya.Tapi saya cobakan untuk efektif ya. Ini kan kalo berkesempatan ke sana ya. Kita buat rancangannya dulu.

Aceh selain terkenal dengan adat istiadatnya. Kuliner Aceh juga menarik loh.

Dulu,saya tahunya kalo di Aceh itu banyak tanaman ganja ya. Lalu ada yang bilang bahwa masakan Aceh itu lezat dan bikin candu. Nah, awalnya saya berpikiran kalo salah satu bumbu yang bikin enak itu adalah ganja

Wuiih,, tentu saja ini anggapan yang salah ya. Mana mungkin.

Oleh karena itu saya ingin mengetahui secara langsung dan kalo bisa belajar masak aneka makanan Aceh yang terkenal itu.

Berbagi Ilmu Menulis dan Blogging

Balik lagi soal saya mau ngapain aja di Aceh. Nah,saya pengen berbagi ilmu menulis dan blogging. Untuk menulis saya memilih untuk anak-anak Sekolah Dasar. Sedangkan blogging saya memilih sasaran pesertanya adalah mahasiswa dan emak-emak.

Kenapa menulis untuk anak SD saja. Yah,sebab saya sudah cukup lama jadi mentor kelas menulis untuk anak SD. Jadi apa yang saya lakukan dan terapkan di kelas nulis saya. Ingin rasanya saya lakukan dan terapkan juga untuk anak SD di Aceh

Lalu untuk blogging kenapa sasarannya emak-emak. Sama juga sih. Saya sudah pegang beberapa kelas blog. Baik offline dan online. Jadi sepertinya emak-emak adalah peserta kelas blog yang aktif dan bisa dimaksimalkan. Apalagi kalo pas diajarin nyari uang dari blog. Biasa ramai dan peserta antusias.

Kelas Blogging bersama Emak-emak (foto Milda)

Tapi kalo belum sampai ke materi blogging. Saya ingin memberikan materi Internet Cakap saja. Tapi tetap sasarannya buat emak-emak. Supaya mereka bisa menggunakan dan memanfaatkan handphone-nya untuk hal-hal yang positif dan kalo bisa memberikan hasil. Baik berupa wawasan atau pengetahuan bahkan bisa menambah penghasilan.

Ingin Shalat di Masjid Baiturrahman

Selain berbagi ilmu menulis dan blogging. Saat ada di Aceh saya ingin bisa shalat dan berdoa di Masjid Baiturrahman. Masjid ini menjadi sangat viral ya ketika Tsunami Aceh melanda. Hanya bangunan masjid ini yang selamat di antara sekian banyak bangunan yang rusak di Aceh waktu itu Begitulah jika Allah ingin menunjukkan kekuasaannya. Kita manusia pun tidak bisa berpikir. Mengapa dan kok bisa hal itu terjadi. Ada bnayak hal yang ngak bisa masuk dalam otak kita untuk memikirkannya.

Semuanya hanya bisa dijawab dengan mata batin dan keimanan.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, merupakan Masjid yang memiliki lembaran sejarah tersendiri, yang kini merupakan Masjid Negara yang berada di jantung kota Propinsi Nanggro Aceh Darussalam. 

Nama Masjid Raya Baiturrahman ini berasal dari nama Masjid Raya yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M. Mesjid raya ini memang pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda   kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M, dimana dalam peristiwa tersebut tewas Mayjen Khohler yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara masjid.

Masjid Baiturrahman Aceh (foto KMStour.com )

Sungguh sebuah masjid yang juga merupakan saksi sejarah perjuangan masyarakat Aceh.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulakan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam.

Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 M, diletakkan batu pertamanya yang diwakili oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Masjid Raya Baiturrahman ini siap dibangun kembali pada tahun 1299 Hijriyah bersamaan dengan kubahnya hanya sebuah saja.

Pada tahun 1935 M, Masjid Raya Baiturrahman ini diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Dan pada tahun 1975 M terjadinya perluasan kembali. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dekerjakan dalam tahun 1967 M. 

Dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-XII pada tanggal 7 s/d 14 Juni 1981 di Banda Aceh, Masjid Raya diperindah dengan pelataran, pemasangan klinkers di atas jalan-jalan dalam pekarangan Masjid Raya. 

Perbaikan dan penambahan tempat wudhuk dari porselin dan pemasangan pintu krawang, lampu chandelier, tulisan kaligrafi ayat-ayt Al-Qur’an dari bahan kuningan, bagian kubah serta intalasi air mancur di dalam kolam halaman depan.

Dan pada tahun 1991 M, dimasa Gubernur Ibrahim Hasan terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas,meliputi penambahan dua kubah, bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah. 

Sedangkan. perluasan halaman meliputi, taman dan tempat parkir serta satu buah menara utama dan dua buah minaret.

Waktu gempa dan tsunami (26 Desember 2004) yang menghancurkan sebagian Aceh, mesjid ini selamat tanpa kerusakan yang berarti dan banyak warga kota yang selamat di sini. 

Bertafakur di Museum Tsunami

Berikutnya yang tidak kalah ingin saya kunjungi adalah museum atau monumen peringatan Tsunami Aceh. Ketika datang ke sana saya bukan ingin mengenang atau menyaksikan bagaimana luluh lantaknya Aceh saat diterjang Tsunami itu. Namun sebaliknya saya ingin bertafakur dan memperbaiki diri saya.

Museum TsunamiAceh (foto merahputih.com)

Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 sekaligus pusat pendidikan bencana dan tempat perlindungan darurat andai tsunami terjadi lagi.

Museum Tsunami di Banda Aceh yang dirancang oleh arsitek asal Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil ini merupakan desain yang memenangkan sayembara tingkat internasional yang diselenggarakan pada 2007 dalam rangka memperingati musibah tsunami 2004. Bangunan tersebut berkonsep rumoh Aceh dan on escape hill dan sebagai referensi utamanya adalah nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan abstraksi tsunami.

Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Di dalamnya, pengunjung masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi untuk menciptakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami. Dinding museum dihiasi gambar orang-orang menari Saman, sebuah makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh.Dari atas, atapnya membentuk gelombang laut. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami.

Bangunan ini memperingati para korban, yang namanya dicantumkan di dinding salah satu ruang terdalam museum, dan warga masyarakat yang selamat dari bencana ini

Selain perannya sebagai tugu peringatan bagi korban tewas, museum ini juga berguna sebagai tempat perlindungan dari bencana semacam ini pada masa depan, termasuk "bukit pengungsian" bagi pengunjung jika tsunami terjadi lagi.

Semoga keinginan saya ini terkabulkan ya. Mana tahu ada yang mau jadi sponsor untuk mengajak saya ngetrip sekaligus berbagi dengan masyarakat Aceh

Referensi
http://simas.kemenag.go.id/index.php/profil/masjid/25/

/ /
Total1.562 Orang Jamaah Calon Haji. Provinsi Bengkulu Menuju Tanah Suci

Assalammualikum.Wr.Wb


www.mildaini.com – Kloter Terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu Menuju Tanah Suci I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabari secara resmi melepas Kloter terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu, yakni Kloter 5 Bengkulu yang tergabung dalam Kloter 12 Padang, bertempat di Asrama Haji Provinsi Bengkulu, (16/7). 

Kloter 5 Bengkulu ini sendiri berjumlah 381 orang, sehingga total hingga saat ini jumlah Jamaah Haji Provinsi Bengkulu, yang sudah di berangkatkan ke tanah suci sebanyak 1.562 orang jamaah calon haji.


Hamka Sabri mengungkapkan bahwa menunaikan Ibadah Haji adalah melaksanakan Rukun Islam ke Lima yang merupakan cita – cita orang beriman, untuk itu bagi orang – orang yang beruntung menunaikan Ibadah Haji khususnya Tahun ini 1440 H. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya, karena tidak semua orang dapat serta mampu meraihnya.

“Jadikanlah perjalanan haji sebagai perjalanan yang berharga, penuh ampunan dan rahmat Allah SWT, agar perjalanan spiritual ini mudah dilaksanakan serta dijauhkan dari kesulitan dan rintangan,” ungkap Hamka Sabri.

Hamka juga menambahkan agar para Jamaah Calon Haji dapat menghindarkan diri dari perasaan Riya, Takabur, Sombong serta sifat – sifat buruk lainnya. Sebab saat pelaksanaan Ibadah Haji terdapat berbagai jamaah dari berbagai derah maupun negara dengan berbagi sifat, serta tabiat yang dimiliki, untuk itu sikap sabar sangat diperlukan oleh Jamaah Calon Haji.

“Hadapi dengan kesabaran dan lakukan atas dasar ketakwaan kepda Allah SWT, mudah- mudahan apabila semuanya dilakukan sesuai dengan aturan penuh dengan keiklasan dan kesabaran, Insya Allah akan mendapatkan haji yang mabrur dan mambrurah, tidak ada balasannya kecuali surga,” jelas Hamka Sabri yang turut melepas kedua orang tuanya yang juga tergabung di Kloter 5 ini menunaikan ibadah haji.

Kloter terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu ini Jamaah tertua atas nama Nurmalini Mek Unug yang berusia 97 Tahun asal Kabupaten Lebong, sedangka untuk Jamaah termuda atas nama Zuldi Yahya Sofian berumur 28 Tahun yang berasal dari Kabupaten Mukomuko.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar pada kesempatan ini mengharapkan penyelenggaraan Ibadah Haji di Kloter 5 dapat dilaksanakan dengan tertib dengan baik dalam mengikuti setiap rangkaiannya, sehingga saat kembali ke Bengkulu dalam keadaan sehat dengan membawa haji yang mabrur dan mambrurah.

Terkait dengan perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi saat ini, ia pun menghimbau agar Jamaah Haji dapat menjaga kesehatannya selama melakukan ibadah serta mengurangi aktifitas diluar dan lebih banyak berda didalam Masjid dan Maktab

 “Kepada seluruh jamaah haji dapat mengurangi kegiatan di luar maktab, karena cuaca agak ekstrim 42 C sampai 50 C jadi ini sudah terlalu panas dengan suhu kita di Indonesia,” ungkap Bustasar.

Jamaah Calon Haji Kloter 5 Bengkulu ini di Kota Makkah akan menempati Maktab 10 Sektor 1 Hotel 118 nomor 10 SYISYAH 1. (Morecka – Media Center Provinsi Bengkulu).



Selasa, 16 Juli 2019

/ /
Pertama Kali Saya Bekerja
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Pertama Kali Saya Bekerja.Selepas kuliah dari pendidikan diploma atau D3 di tahun 2002. Saya langsung mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan atau loker. Meski tamatan pendidikan perawat. Waktu itu saya memang tidak mau bekerja di rumah sakit.

Untuk hal ini saya punya alasan dan hal ini tentu saja merupakan alasan pribadi. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

Jadi dulu waktu saya masih kuliah. Saat praktik di rumah sakit. Saya sering kali mendapatkan kakak-kakak perawat yang terpaksa membawa anaknya untuk ikutan dinas malam. Waktu itu, sempat saya tanyakan. Alasannya mengapa membawa anak saat dinas malam. Yah, mau bagaimana lagi di rumah tidak ada pengasuh. Belum lagi saya juga pernah melihat kejadian serupa. Namun alasannya kali ini berbeda. Anaknya sakit jadi tidak bisa ditinggalkan dan terpaksa dibawa.

Menikmati loncatan hidup harus dengan semangat (Foto Milda)

Belum lagi ketika pembagian jadwal dinas yang penuh kejutan. Misalnya. Hari ini kita bekerja, minggu depan di hari yang sama belum tentu ada jadwal. Kalo pun ada jadwalnya , kita belum tahu apakah pagi, siang atau malam. Jika pun tahu, hal ini juga membuat kita harus mengatur jadwal kegiatan kita dengan hati-hati menyesuaikan dengan jadwal kerja.

Pada kehidupan saya yang terbilang Flat atau datar-datar saja. Saya lebih membutuhkan kepastian bukan kejutan apalagi tantangan.

Saya bisa merencanakan , pas week end mau kemana dan ngapain saja.Di musim liburan, saya bisa merencanakan mau liburan atau bepergian kemana

Jadi saya lebih menyukai kepastian sejak awal.

Apalagi jika nanti kejadian saya harus membawa anak saat dinas malam.Saya kebagian dinas saat hari lebaran. Wuiih, sebuah kejutan yang tentu saja akan bikin saya terkaget-kaget.

Jadi, sebagian alasan tersebutlah yang membuat saya akhirnya tidak  jadi kerja di rmah sakit. Padahal waktu itu saya sudah memasukkan lamaran kerja di dua rumah sakit. Semuanya sudah tahap wawancara. Untuk rumah sakit yang satunya saya memilih mundur, waktu wawancara, saya diminta memasukkan jilbab ke dalam baju saya. Jadi, hal ini ngak mungkin saya lakukan. Jadi saya mundur teratur saja. 

Sebenarnya sejak awal saya sudah tahu mau saya kerja kayak apa, tapi ikutan tes ini dan itu serta masukin lamaran kerja ke sana-sini adalah wujud pengen ngetes kemampuan diri saja. Sebab untuk beberapa kali tes, hampir semuanya masuk sampai tahab wawancara atau tahab akhir. Nah, pas di wawancara ini dua kali saya mundur dengan alasan jilbab. Kalo yang pertama karena diminta memasukkan jilbab ke dalam baju, pada alasan kedua justru sebaliknya. Diminta untuk beneran melepskan jilbab. Dengan alasan memang semua karyawan tidak ada yang menggunakan jilbab. Saat itu kondisi sangat berbeda dengan sekarang, dimana jilbaber masih jarang.

Yah, sudahlah..cari kerja yang lain sajalah...yang sesuai dengan keinginan saya.

Bekerja Jadi Perawat Sekolah

Sampai suatu hari, saya ditawari untuk bekerja di sebuah sekolahan, saya bertugas sebagai tenaga kesehatan. Yah, istilahnya bekerja di Usaha Kesehatan Sekolah. Saya bertindak sebagai perwat sekolah. Datang setiap hari dan pulang sama dengan usainya masa sekolah. Ada ruangan khusus untuk saya beraktivitas. 

Bismillah, saya terima tawaran ini. Tak berapa lama saya juga ditawari untuk bekerja di praktik dokter gigi. Kerjanya di sore hari hingga malam. Lokasinya tidak begitu jauh dari rumah. Saya bisa jalan kaki saja.

Jadilah waktu itu pagi saya kerja di sekolahan, sore dan malamnya say bekerja di praktik dokter gigi. Saya menikmati pekerjaan ini. Dulu badan saya langsing eh proposional loh, dengan tinggi sekitar 160 cm, Berat badan ngak nyampe 50 kg. Itu salah satunya karena saya banyak jalan kaki. Waktu itu sayabelum punya kendaraan. Namun tidak berapa lama , akhirnya saya bisa membeli motor juga dari hasil saya kerja.

Sembari saya kerja, saya juga membangun bisnis saya. Saya mulai merintis mempunyai toko buku. Jadi meski saya kerja di sekolahan dan praktik dokter. Saya tetap punya kenginan untuk punya bisnis sendiri. 

Salahs atu motivasi saya bekerja dan mengumpulkan banyak uang adalah untuk membiayai pernikahan saya kelak. Saya berniat waktu itu ingin menikah di tahun 2006. Dengan biaya saya sendiri. Jika ada sanak keluarga yang akan membantu. Tentu saja saya akan menerimanya. Namun, jika mereka harus berhutang untuk membiayai pernikahan saya. Tentu saja ,saya tidak mau membebani saudara-saudara saya.

Oh, ya seperti awal keinginan saya bekerja. Bekerja di sekolah ini, saya bisa membuat jadwal kegiatan yang pasti dan terukur. Kemudian pada saat liburan sekolah, saya juga bisa ikutan liburan. Saya bisa memanfaatkan waktu untuk liburan ke luar kota. 

Meski mungkin ada yang beranggapan, mungkin saya seorang perawat yang gagal. Yah, ngak masalah juga. Namun saya juga bersyukur pernah kuliah di kesehatan. Hal ini menjadi salahs atu pertimbangan editor dan penerbit untuk menerima naskah kesehatan saya. Lalu menerbitkannya menjadi empat buku. Jadi saya senang sekali bisa kuliah di bidang kesehatan.

Di buku ini saya mencantumkan pendidikan keperwatan saya (foto penerbit BIP)

Saat ini saya juga sudah menyelesaikan pendidikan S1 saya tapi bukan dibidang pendidikan. Tapi di bidang pendidikan.Jadi di ujung nama saya ada titelnya S.Pd. Basic pendidikan ini , saya gunakan juga untuk mendaftar ke pekerjaan lainnya sampai dengan sekarang. 

Jadi kalo ada yang bertanya, pertama kali saya bekerja dimana? Saya akan jawab dengan senang hari, Saya dulu seorang perawat sekolah.

Pesan saya, meski bekerja hanya sebagai batu loncatan, namun kita tetap harus bekerja sebaik mungkin, memberikan hasil yang maksimal.




/ /
Beberapa Pilihan Wisata Ramah Anak di Kota Malang
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Beberapa Pilihan Wisata Ramah Anak di Kota Malang.Harga tiket pesawat masih belum juga turun. Padahal kami sudah membuat rencana ingin liburan ke Jakarta dan lanjut lagi hingga ke Jawa Timur. Khususnya ke kota Malang Di musim liburan lebaran Idul Adha. Rencana ingin sekalian melihat sekolah lanjutan untuk si kakak.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan transportasi darat saja. Kami berencana akan memilih menggunakan  kereta api sebab beberapa kali kami sudah melakukan perjalanan keluarga dari kota Lubuk Linggau ke Kota Palembang. Jadi anak-anak juga sudah terbiasa bepergian dengan menggunakan kereta api. Tiket kereta api Jakarta Malang sudah kami incar dan intip sejak lama. 

Naik Kereta Api, bikin hubungan keluarga makin harmonis (Foto Milda) 
Apalagi saat ini kondisi dan fasilitas di kereta api sudah sangat nyaman. Bahkan pada kelas ekonomi sekali pun. Semua fasilitas sudah semakin layak dan baik. Hal ini membuat penumpang kelas ekonomi juga merasakan kenyamanan dan aman saat bepergian dengan menggunakan kereta api. Kebersihan juga diutamakan. Yang tambah keren itu adalah fasilitas mesin pendingin alias Ac dan colokan listrik. Tersedia hampir di setiap meja. Anda dan keluarga tidak perlu kuatir handphone low bat apalagi mati.

Dengan kondisi kami yang memiliki anak-anak dan  balita. Jalan-jalan dengan kereta api ini sangat membantu sekali. Kami berencana untuk memesan lima kursi tujuan tiket kereta Jakarta Malang. Tiga kursi dewasa dan dua kursi balita. Paling nanti , Abahnya yang duduk misah dengan kami. Kursi empat cukup untuk saya dan anak-anak. 

Bawaan naik kereta bisa seabrek (Foto Milda)

Rute yang akan ditempuh adalah Jakarta – Malang. Dari Senen menuju Malang dengan menggunakan Rute KA Matarmaja dari Stasiun Pasar Senen, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Jebres, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Blitar, Kepanjen, Malang Kotalama dan terakhir Malang.

Harga Tiket KA Matarmaja Malang Jakarta dan Jakarta Malang sebesar IDR 109.000 tiap penumpangnya. Tarif ini berlaku flat atau single tarif, jadi kemanapun bepergian di rute KA Matarmaja, harga tiketnya sama saja IDR 109.000. Contoh : rute Malang Jakarta, Malang Semarang, Kediri Tegal, Madiun Semarang, Solo Semarang, Nganjuk Pekalongan, Semarang Jakarta. Semua harga rute tersebut sama saja.

Reservasi tiket Jakarta Malang bisa dilakukan jauh-jauh hari, jika kuatir kehabisan. Pembeliannya juga bisa dilakukan secara online. Pembelian secara online, akan membuat kita lebih efektif dan efisien. Jika tiket sduah dipesan, biasanya saya tinggal menjaga kesehatan anak-anak termasuk kesehatan kami juga , agar ketika jadwal berangkat tiba. Kami semua dalam kondisi sehat dan siap untuk jalan-jalan.

Beberapa Tempat yang akan kami kunjungi di kota Malang yang Ramah Anak

1. Rumah Kelinci  (Hobbit)

Masih ingat dengan film trilogi Lord Of The Ring dan keindahan desa Hobbitown di Shire? Nah, saya ingin mengajak anak-anak untuk  melihatnya langsung, tanpa perlu sampai terbang ke Selandia Baru, tapi cukup pergi ke Pujon, Malang. Barengan ama keluarga juga. Pasti seru sekali. Wisata ini memnag dibuat mirip banget dengan aslinya. Rumahnya dibangun di bawah lubang-lubang tanah yang berundak, persis seperti yang ditinggali Frodo dan Bilbo Baggins. Objek wisata ini berada di dekat objek Wisata Paralayang Batu di Gunung Banyak sehingga jika da waktu luang kita bisa bisa sekalian juga mampir ke objek wisata lain yang ada di sekitarnya.Oh, ya di sini banyak sekali kelinci, anak-anak pasti sangat menyukai hewan lucu ini.Tidak perlu kuatir anak-anak akan gerah sebab suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah juga akan membuat anak-anak bisa menyegarkan pikiran sebelum kembali masuk sekolah.

Foto idntimes.com

2. Batu Secret Zoo dan Museum Satwa

Semua anak-anak saya snagat menyukai aneka hewan. Mengajak mereka ke Batu Secret Zoo adalah sebuah pilihan yang tepat. Mereka bisa liburan sekaligus belajar banyak hal. Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah kebun binatang. Namun konsepnya lebih modern dan nyaman.Kebun binatang ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Hewan-hewan yang ada di sana juga didatangkan dari banyak negara seperti Australia, Eropa, Afrika, dan Asia. Selain Batu Secret Zoo, pengunjung bisa mampir juga ke Museum Satwa yang ada di dekat pintu masuknya. Tiket Masuk Batu Secret Zoo pun ada yang terusan dengan Museum Satwa.

3.Agro Wisata Petik Apel 

Si kakak Nawra yang sudah SMP, pengen banget bisa mengunjungi kebun Apel dan memetik langsung buahnya. Bukan Cuma memetik, tetapi sekalian makan. Tentu akan ,menajdi sebuah pengalaman yang luar biasa bagi kakak dan adik-adiknya. Kami berencana mengunjungi  Kusuma Agro Wisata. Di sini terdapat aneka kebun buah seperti apel, jeruk bahkan juga menyediakan aneka jenis sayuran yang siap untuk dipanen bahkan dibawa pulang. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mempelajari teknik budidaya tanaman. Suasana sejuk yang ada di perkebunan juga akan membuat para pengunjung betah. Belum lagi ada wahana outbound yang menarik yang bisa dicoba, seperti flying fox, off road, airsoft gun, dan sebagainya.

Foto hotelpohoninn.com

4.Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular adalah sebuah lokawisata yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. BNS hanya beroperasi pada malam hari. BNS menggabungkan konsep pusat perbelanjaan, permainan, olahraga, dan hiburan di dalamnya. BNS berada dalam grup Jatim Park Group.Jalan Hayam Wuruk No.1, Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316.

5. Museum Angkut

Wisata Museum Angkut yang satu ini sudah sangat populer dan menjadi salah satu tempat wisata edukasi yang digemari wisatawan beberapa tahun terakhir. Tempat wisata ini sangat menarik. Tidak hanya karena koleksinya saja, melainkan juga karena desain yang ada. Anak-anak juga bisa belajar mengenai transportasi di Indonesia bahkan di dunia.Anak-anak bisa melihat koleksi alat-alat transportasi dari zaman dulu hingga yang modern. Hal ini bisa memberikan kesan edukasi pada para pengunjung. Selain itu, tempat wisata ini juga menawarkan tempat yang cantik untuk berfoto.

6. Jawa Timur Park I dan II

Anak-anak pasti suka bermain air,  mengunjungi jawa Timur Park I atau II adalah sebuah pilihan yang asyik. Anak-anak pasti menyukainya. Mereka juga akan betah berlama-lama di sana. Main air sepuasnya. Jangan lupa bawa baju renang jika bepergian ke Malang ya. 
Ada banyak  fasilitas yang cocok untuk anak-anak. Kolam renang dan waterbom. Serta pernak-perniknya. Harga tiketnya juga sangat terjangkau. 

7. Eco Green Park

Eco Green Park juga merupakan salah satu tempat wisata yang cocok dikunjungi anak skeolah saat liburan panjang. Tempat wisata yang satu ini sebenarnya masih masuk ke dalam Jawa Timur Park Groups, namun bisa juga dikunjungi dengan membeli tiket terpisah.
Usai dari  Jawa Timur Park atau Batu Secret Zoo. Jika anak masih kuat, kita bisa langsung mengajaknya ke destinasi yang keren ini, Eco Green Park.  Anak-anak bisa mempelajari mengenai biologi, fisika, dan ilmu sains lainnya dengan cara yang menyenangkan. 

8. Hawai Water Park

Jika anak-anak belum puas bermain air di Jawa Timur  Park. Kita bisa mengajaknya main air di . Hawai Waterpark Malang . Meski wahana ini terbilang baru di Malang. Namun fasilitasnya lebih lengkap. Hal ini dapat kita lihat dari harga tiket masuk yang lumayan mahal. Wajar saja, fasilitas di sini sekelas waterboom internasional.Lokasinya juga cukup mudah dijangkau dari pusat kota Malang. Membuat destinasi ini menjadi pilihan yang menarik.

9. Masjid Tiban Malang

Jika mengunjungi suatu tempat, kami selalu mengajak anak-anak untuk shalat di masjid yang hits di kota yang kami kunjungi. Nah, di kota malang, ada masjid yang fenomenal, yaitu Masjid Tiban. Kami ingin mengajak anak-anak untuk berwisata religi di sana. Masjid Tiban Malang selain megah dan unik. Kita  bisa menuju ke Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, RT 07/RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Foto sportourism.id

10. Kampung Warna –warni (Jodipan)

Kampung Wisata Jodipan adalah kampung wisata pertama di Kota Malang berupa sederetan rumah warga di tepi Sungai Brantas yang menampilkan dinding dengan aneka warna yang menarik dan tidak monoton. Kampung ini terletak di Jodipan berada di tepi Sungai Brantas. Kampung Wisata Jodipan ini biasanya dijuluki Kampung Tridi atau Kampung Warna Warni 

Nah, itulah beberapa destinasi wisata ramah anak yang akan kami kunjungi jika bepergian ke kota Malang. Naik kereta api ke kota Malang bersama dengan keluarga pasti akan menjadi sebuah cerita indah yang tak akan terlupakan.

Pernah sekali, aku pergi dari Jakarta ke Surabaya untuk menenggok Kota Malang. Mengendarai kereta malam. 

Dug gidag gidug…..jreeng….jreengg..asyik..asyik…Joss!!  


Senin, 15 Juli 2019

/ /
Diundang Menjadi Narasumber, Poin Ini yang Harus Kamu Tanyakan
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Diundang Menjadi Narasumber, Poin Ini yang Harus Kamu Tanyakan. Tahun ini saya mengawali kegiatan berbagi seputar menulis dan blogging di dua universitas. Pertama mengenai Revolusi Industri 4.0 kemudian yang kedua mengenai blogging kepada mahasiswa SI Jurnalistik Universitas Bengkulu. Kalo kegiatan pertama diikuti oleh mahasiswa Jurnalistik dan Teknik Informatika dari berbagai lintas kampus. Ada perwakilan dari Universitas Bengkulu, IAIN Bengkulu, dari Universitas Muhammadiyah , Kampus Unihaz dan Dehasen sebagai panitia fan tuan rumahnya.

Jadi narsum di kampus Dehasen Bengkulu (Foto Milda)
Memang saya sering diundang ke berbagai acara untuk berbagi pengalaman seputar menulis dan blogging. Baik tingkat lokal. Maupun tingkat nasional.

Biasanya panitia menghubungi jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Panitia mengkonfirmasi kesediaan saya tersebut. Apakah saya bisa atau bagaimana.

Setelah panitia menghubungi.Lalu ada beberapa hal penting yang juga harus saya konfirmasi kepada panitia.

Beberapa hal ini perlu sata tanyakan kepada pihak pengundang terkait dengan acara itu sendiri. Demi suksesnya acara itu.

Sebelum saya merincikan hal-hal apa saja yang biasa akan saya tanyakan ke panitia.

Saya mau cerita dulu. Biasanya panitia menghubungi saya melalui apa. Ada beberapa cara sih, bagaimana akhirnya saya bisa diundang menjadi narasumber sebuah kegiatan tersebut

Pertama, panitia menghubungi saya langsung. Bisa dengan langsung menelpon atau dengan menggubungi via What Apps.  Selanjutnya nanti pembicaraan akan dilanjutkan dengan saling mengirim pesan di WA.

Kedua, panitia menghubungi dengan menelpon. Biasanya saya akan diberitahu secara detil via telepon. Kemudian ada yang langsung meminta konfirmaso kesediaan secara langsung. Tapi ada juga yang memberikan saya waktu untuk mempelajari atau mempertimbangkan terlebih dahulu. Kemudian mereka akan menelpon pada waktu yang telah kami sepakati

Atau saya yang akan menelpon untuk memberi kabar.

Ketiga, lewat perantara. Ini biasanya ada yang menghubungi saya terlebih dahulu. Paling sering yang menghubungi itu adalah teman saya sendiri atau yang sudah kenal saya. Nanti teman saya itu hanya akan memberika. Informasi awalnya saja. Untuk informasi lebih lengkap. Maka akan ada panitia langsung yang akan menghubungi.

Istilah nomer tiga. Biasanya juga dikenal dengan sebutkan direkomendasikan oleh siapa. Panitia juga sering kali membuka obrolan dengan menyebutkan nama orang sebelumnya telah menghubungi kita. Jadi atas rekomendasi si A atau si B

Maka kami berkeinginan untuk mengajak  Mba, Ibu dan lain sebagainya untuk kami undang sebagai narasumber kegiatan ini atau itu.

Selanjutnya panitia akan memberikan informasi yang lebih detil dan lengkap. Kita bisa juga langsung bertanya jika ada hal-hal yang belum jelas dan dimengerti.

Untuk poin no pertama sampai tiga. Biasanya nanti untuk pengiriman informasi selanjutnya. Seperti TOR, Rundown kegiatan dan lain sebagainya akan dikirim melalui email dan media dokumen WA.

Pastikan jika kita diundang sebagai narasumber. Semua informasi kita baca semuanya dan teliti. Jangan sampai ada loin-poin yang terlewatkan. Apalagi jika hal.itu berkaitan langsung dengan tema yang akan kita angkat.

Jadi balik lagi ke bagian. Pertanyaan apa saja yang biasa saya tanyakan jika diundang sebagai narasumber.

Banyak hal yang harus kita ketahui sejak awal. Namun ini hanya beberapa poin penting saya dan yang paling sering saya tanyakan

1. Tema yang akan dibicarakan. Jika ada beberapa pembicara. Maka saya akan memastikan pembagian tema pada setiap narasumber secara detil. Agar tidak overlep atau justru ada yang tidak tersampaikan.

2. Sasaran peserta. Siapa yang menjadi peserta kegiatan ini. Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan kita dalam membuat materi. Termasuk memilih dan menggunakan kosakata. Baik dalam bentuk power point. Maupun dalam bentuk penyampaian materi secara langsung

Out Put atau target yang ingin dicapai oleh panitia. Baik bagi peserta maupun untuk penyelenggara kegiatan tersebut. Target ini harus diketahui sejak awal agar bisa membuat pembagian dari materi yang disampaikan dan hasil yang diharapkan. 

Fokus dan komitmen dengan passion itu penting, lalu bangun branding (foto Milda)
Contoh target kegiatan workshop blog. Setiap peserta memiliki satu blog. Maka akan dibagi waktu kapan penyampaian materi, lalu praktik membuat blog. Seorang narasumber harus bisa memanfaatkan waktu seefektif mungkin. Agar target bisa tercapai dengan baik. Jangan sampai karena penyampaian materi terlalu lama sehingga waktu praktik membuat blog jadi tidak ada. Atau menajdi lebih singkat.

Kesinambungan, meski ini bukan pertanyaan utama yang harus ditanyakan segera. Pertanyaan mengenai hubungan kerjasama setelah acara ini apakah akan tetap ada atau bagaimana. Sebab ada beberapa kegiatan yang butuh folow up setelahnya. Oleh karena itu, hal ini perlu juga kita ketahui.

Ketiga, tanyakan kapan waktu pelaksanaannya, durasi, lokasi acara, termasuk soal dress code, bisa juga ditanyakan apakah djemput atau berangkat sendiri, jika menginap bagaimana dengan akomodasinya. Jika kegiatan berlangsung beberapa hari dan ada sesi pembukaan. Tanyakan apakah saya perlu hadir saat pembukaan atau hanya pada sesi materi yang akan saya sampaikan saja. 

Bagaimana Awalnya Sehingga Bisa Jadi Narasumber

Bagi saya dalam belajar apa pun satu hal yang perlu dijaga dan diperbaharui semangatnya adalah fokus dan komitmen. Misalnya kita punya bakat di dunia tulis menulis . Maka fokus dan berkomitmenlah dengan dunia tulis menulis itu. Belajar menulis dengan baik. Membuat tulisan dan menghasilkan karya. Sampai berprestasi di bidang yang kita geluti tersebut. Kemudian tidak pelit dengan ilmu. Mau berbagi ilmu dan pengetahuan kepada orang lain. Berbagi ilmu atau informasi ini bisa kita lakukan dengan menggunakan media sosial. Kemudian membagikan kegiatan-kegiatan tulis menulis yang sudah atau sedang kita lakukan. Orang lain tentu saja akan melihat. Apa yang sudah kita lakukan.

Jika mempunyai media sosial. Maka cantumkan informasi mengenai diri kita sebaik-baiknya. Berikan informasi yang valid mengenai siapa diri kita, keahlian atau basic ilmu pendidikan yang kita punya.

Banyak orang yang memanfaatkan hal ini dengan menggunakan media blog. Jadi jika ingin mencari seseorang. Dia akan langsung mencari di internet.

Oh,ya salah satu lagi media sosial yang sangat signifikan untuk membangun branding. Selain blog adalah Instagram. Orang-orang akan mencari informasi di Instagram hanya dengan mengetik kata kunci atau hestek tertentu.

Komunitas Blogger Bengkulu sudah banyak melahirkan Influencer dan blogger ( Foto Bobe)
Misalnya saat orang akan mencari nama penulis Bengkulu atau Blogger Bengkulu. Maka bisa jadi salah satu nama yang muncul adalah nama saya. Sebab saya termasuk rajin menuliskan kedua hestek tersebut pada postingan instagram saya.

Hal ini sudah saya lakukan sejak awal. Saat ingin mem-branding diri sebagai penulis dan blogger dari Bengkulu

Ketika ada yang ingin mengenal atau ingin mengetahui tentang diri saya lebih banyak lagi. Maka saya tinggal menyodorkan link blog saya. Ada informasi mengenai about me. Selain itu mereka juga bisa mendapatkan berbagai informasi  dengan melihat dan membaca postingan di blog saya.

Oleh karena itu jika kita ingin menarik simpati perusahaan, komunitas, brand atau siapa pun saja. Maka buatlah informasi mengenai diri kita sendiri secara baik dan lengkap di blog. Bagi yang belum membuat, hayoo semangat membuatnya di blog kita. Kemudian setiap ada kegiatan yang berkaitan dengan keahlian atau hobby kita. Maka tuliskan dan ceritakanlah di blog. Agar lebih banyak orang lain yang mendapatkan informasi dan manfaat. Kalo ada yang terinspirasi dan berbuat baik lantaran membaca tulisan kita. Maka in sha Allah pahala kebaikan juga akan mengalir kepada kita. Sebagai amal jariah.

Minggu, 14 Juli 2019

/ /
Tempat Bekerja Selain Rumah
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Tempat Bekerja Selain Rumah.Saya mempunya hobi sejak dulu adalah berdagang. Jualan apa saja sih awalnya saya jalanin. Mulai dari jualan makanan, buku-buku sampai pakaian. Untuk buku dulu, sebelum Gramedia masuk ke Bengkulu. Lumayan banget penjualan buku saya. Alhamdulillah saya juga sempat punya toko buku. Toko saya mempunyai beberapa mitra untuk memasarkan buku-buku dari toko saya. Beberapa toko buku lainnya mengambil buku di toko saya. Toko saya khusus menjual buku-buku islami. 

Namun, balik lagi sejak Gramedia datang toko buku saya lambat laun mulai tidak bernyawa lagi. Saat itu yang masih berjalan aktif adalah penjualan dari media massa, seperti koran, tabloid dan majalah. Lumayan banget waktu itu kami mempunyai langganan untuk tabloid Bola, Saji, Nakita dan lain sebagainya. 

Lalu yang berlangganan koran lokal. Kalo di Bengkulu yang lumayan besar itu adalah Rakyat Bengkulu. Kemudian koran nasional Republika, Media Indonesia dan lain sebagainya.

Saat liputan kegiatan karnaval batik besurek (foto Milda)

Oh, ya satu lagi yang cukup laris adalah majalah, seperti Kartini, Ayahbunda, Bobo, Aku Anak Sholeh dan lain sebagainya. Termasuk Trubus. Banyak yang mencari, baik baru atau bekas.

Namun, sekarang bukan cuma toko buku saya yang lenyap. Hampir semua nama koran, tabloid dan majalan yang saya sebutkan di atas. Semuanya sudah gulung tikar alias bangkrut. Tutup. Semua sudah berganti dengan online. Semua sudah diambil alih oleh internet. Semua orang merubah gaya bacanya ke smartphone. 

Dari Toko Buku Ke Toko Pakaian

Melihat lesunya dunia perbukuan, terutama jual beli buku. Saya dan suami sepakat untuk menutup toko kami. Waktu itu, semua buku-buku kami pindahkan ke rumah. Jadi toko masih buka namun di rumah. Untuk langganan koran, majalan dan tabloid. Tetap kami jalani. Suami juga mulai mencoba untuk mencari pekerjaan lain.Mulai dari menjadi sales buku hingga bekerja di sebuah lembaga kemanusian.

Sampai suatu hari, kakak saya menawarkan sebuah bekas toko pakaian kepada kami. Pemiliknya ingin menjual murah saja berikut dengan semua alat-alat yang ada di dalamnya. Tokonya juga sudah siap sedia untuk diisi kembali. Yah, sebelumnya memang digunakan pemiliknya berdagang.

Ukuran toko tersebut 3x3, lumayan juga untuk berjualan pakaian. Dengan Bismillah kami akhirnya mengambil toko tersebut. Kami bayar dengan cara dicicil. Sebab tidak ada uang cash. Kalo pun ada, akan kami gunakan untuk modal membeli pakaian.

Saat membeli toko tersebut, saya masih berstatus sebagai karyawan sehingga waktu saya memang terbagi. Dimana mengurusi toko, bekerja dan juga mengurusi anak serta suami. Jadi usaha toko pakaian ini tidak maksimal.

Belum lagi, kalo giliran belanja barang saya selalu melibatkan, mengajak Emak dan kakak Nawra. Memang waktu itu anak baru satu. Jadi ongkos pesawat juga masih sangat terjangkau. Kadang-kadang suami juga ikutan belanja. 

Kalo dihitung-hitung, maka ongkos belanja dan akomodasi kami di Jakarta lumayan juga, gimana mau ngitung untungnya. Namun, karena ini usaha asik-asik aja. Baik saya atau suami tidak pernah mempermasalahkan hal ini. Anggap saja liburan, kata suami meyakinkan.

Kehidupan saya sebagai karyawan dan bekerja di rumah serta berdagang saya jalani dengan enjoy saja. Mana yang bisa dikerjakan ya saya lakukan. Mana yang tidak bisa, maka saya akan minta bantuan orang. Seperti menggunakan jasa karyawan. Saya punya satu orang karyawan.  

Buku yang juga saya jual online di toko pakaian (foto Milda)
Jadi pagi hari karyawan yang buka toko tanpa saya temani, lalu siang saya mampir ke toko dan sore harinya saya datang membantu karyawan tutup. Kecuali di hari libur dan hari ahad. Saya selalu menyempatkan untuk hadir pagi-pagi. Membantu dia buka toko dan menyusun barang-barang.

Kalo bulan puasa, maka saya menambah karyawan. Bahkan suami juga ikutan membantu. Alhmdulillah kalo bulan puasa rame sekali. Banyak penjualan di toko saya di bulan puasa. Bahkan hingga puasa terakhir, toko masih saja ramai.

Saya Resign Full Berdagang

Tahun 2013, saya hamil anak ketiga.Kehamilan ini sangat kami nantikan setelah kehamilan kedua, anak saya meninggal di dalam kandungan. Jadi saya sangat ekstra hati-hati menjaga kehamilan ini. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk berhenti kerja. Demi menjaga dan merawat kehamilan ini sampai melahirkan. 

Saya pamitan , lantas fokus dengan kehamilan. Setelah melahirkan, baby juga sudah lumayan besar. Saya memutuskan untuk full berdagang. Saya mengurusi sendiri toko, meski tetap dibantu oleh karyawan. Dan tetap juga saat belanja semua anak dan Emak saya ikutan juga ke Jakarta. Mereka sekalian liburan juga.

Sampai dunia medsos dan intenet masuk, saya juga memanfaatkan jualan online di berbagai meda sosial, khususnya facebook. Jualan di facebook sangat mengasyikkan dan mendatangkan banyak peluang pembeli. 

Berdagang online membuat saya candu, saya pun makin meluaskan jangkauan pembeli. Mulai mengirimkan barang ke luar daerah. Mulai mengenal nama online shop, lalu menjadi pelakunya juga. Demam belanja online ini membuat satu sisi barang toko saya bisa menyebar luas. Di sisi lain, banyak orang yang juga lebih suka belanja online ketimbang datang langsung ke tokonya.

Sebagian pakaian yang dijual di toko kami (Foto Milda)

Apalagi setelah itu Bengkulu mulai membuka Mall, Matahari dan Hypermart, Giant mulai membuat orang-orang yang biasanya belanja di pasar atau di toko. Mulai pindah belanja ke Mall. Di Mall kadang banyak diskon dan banting harga. Otomatis banyak yang beralih belanja ke Mall. Menikmati suasana Mall yang nyaman dan sejuk. Dingin, tidak panas, bersih. Jadi toko saya yang terletak di pasar mulai ditinggalkan juga. Begitu juga dengan toko teman-teman saya yang lainnya. Hampir semuanya mengalami  penurunan omzet.

Fokus Dengan Dunia Blog dan Menulis Buku

Meski mengalami penurunan penjualan, toko saya tetap jalan dan buka. Ada saja transaksi setiap harinya. Baik secara online atau offline. Sama-sama seru dan asik. Dengan berjualan online ini, saya jadi lebih banyak menggunakan handphone dan laptop. Jadi di toko , saya membawa laptop dan waktu itu untuk online, menggunakan modem. Saya suka senyum-senyum sendiri, kalo ingat masa itu.

Seketika saya memfokuskan diri untuk nge-blog. Saya belajar banyak hal tentang blog secara tekun dan ulet. Saya tertarik ingin belajar banyak tentang dunia blogging ini. Sampai akhirnya saya hamil anak keempat. Dedek Nasya lahir , saya memutuskan untuk menutup toko dulu. Lalu aktif di rumah berdagang online dan menulis saja. 

Di rumah saya juga membuka layanan pembayaran online apa saja. Seperti pembayaran listrik, PAM pembelian tiket pesawat dan lain sebagainya. Saya juga tetap menjual pakaian. Secara online juga sangat laris sehingga sayang untuk ditutup. Jadi saya jalanin sambil merawat dan membesarkan Dedek Nasya.

Hari-hari saya sekarang juga disibukkan untuk belajar beginian ( foto Milda)
Dunia blogger juga mulai memberikan saya penghasilan lewat artikel-artikel yang saya tulis. Saya memang mengandalkan artikel blog saja. Jadi kalo ada yang meminta penulisan artikel atau memberikan artikel Placement. Yah, saya terima saja, lumayan fee buat saya yang sambilan di rumah.

Setelah job pertama, kedua, ketiga dan seterusnya saya mulai kecanduan. Sampai akhirnya saya mikir, tidak asik belajar seputar blog sendirian. Jadi saya mengajak kawan-kawan yang lain untuk membuat komunitas Blogger Bengkulu. Komunitas ini kemudian membuat saya menjadi semakin bersemangat untuk belajar banyak hal dunia blogging ini. Komunitas juga besar. Seiring sejalan, akhirnya banyak juga event yang lokal Bengkulu dan job blogger banyak yang berdatangan. Otomasti pundi-pundi keuangan juga mulai banyak. Saya pun mulai banyak diundang di berbagai kegiata sebagai pembicara seputar menulis dan blogging.

Saya kangen jualan lagi, apalagi sekalian jalan-jalan saat belanja ( foto Milda)

Dengan banyaknya job blogger, saya pun mulai keteteran untuk mengurusi toko online dan offline pakaian saya. Saya lalu memilih, untuk fokus nge-blog dulu. Sebab baby Nasya juga butuh perawatan yang ekstra. Masih bayi banget, jadi saya ngak mau sibuk di bisnis. Apalagi jika harus belanja ke Jakarta membeli barang. Saat itu antara Athifah dan Nasya, jarangnya dekat banget sehingga saya harus lebih telaten lagi merawat dan membesarkan mereka berdua. 

Kangen Berdagang di Toko Lagi

Itu kondisi saya dulu yah, saat ini setelah baby Nasya berusia tiga tahun. Saya kembali bekerja kantoran. Selain saya bekerja dari rumah secara online. Sampai saat ini saya masih berdagang secara online untuk jenis barang-barang tertentu. Seperti pembalut kain.

Tapi saat ini saya kangen juga berdagang lagi di toko. Saya kangen untuk berburu barang dagangan di Tanah Abang, tawar-menawar barang. Berburu barang di pasar Tasik. Pokoknya seru sekali kalo ingat masa berdagang dulu. Saya pengen mengulang itu semua.

Nah, jika ditanya selain bekerja di kantor atau rumah. Saat ini saya ingin bekerja kembali di toko. Apalagi baby Nasya udah semakin gede yah, jadi sudah mulai mandiri. Oleh karena itu saya ingin segera aktif lagi di toko. Semoga ada jalannya dan kemudahannya yah. Biar bisa berdagang kembali.


Diberdayakan oleh Blogger.