Menu

Mildaini

Rabu, 17 Juli 2019

Total1.562 Orang Jamaah Calon Haji. Provinsi Bengkulu Menuju Tanah Suci

/ / 1 Comments
Total1.562 Orang Jamaah Calon Haji. Provinsi Bengkulu Menuju Tanah Suci

Assalammualikum.Wr.Wb


www.mildaini.com – Kloter Terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu Menuju Tanah Suci I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabari secara resmi melepas Kloter terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu, yakni Kloter 5 Bengkulu yang tergabung dalam Kloter 12 Padang, bertempat di Asrama Haji Provinsi Bengkulu, (16/7). 

Kloter 5 Bengkulu ini sendiri berjumlah 381 orang, sehingga total hingga saat ini jumlah Jamaah Haji Provinsi Bengkulu, yang sudah di berangkatkan ke tanah suci sebanyak 1.562 orang jamaah calon haji.


Hamka Sabri mengungkapkan bahwa menunaikan Ibadah Haji adalah melaksanakan Rukun Islam ke Lima yang merupakan cita – cita orang beriman, untuk itu bagi orang – orang yang beruntung menunaikan Ibadah Haji khususnya Tahun ini 1440 H. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya, karena tidak semua orang dapat serta mampu meraihnya.

“Jadikanlah perjalanan haji sebagai perjalanan yang berharga, penuh ampunan dan rahmat Allah SWT, agar perjalanan spiritual ini mudah dilaksanakan serta dijauhkan dari kesulitan dan rintangan,” ungkap Hamka Sabri.

Hamka juga menambahkan agar para Jamaah Calon Haji dapat menghindarkan diri dari perasaan Riya, Takabur, Sombong serta sifat – sifat buruk lainnya. Sebab saat pelaksanaan Ibadah Haji terdapat berbagai jamaah dari berbagai derah maupun negara dengan berbagi sifat, serta tabiat yang dimiliki, untuk itu sikap sabar sangat diperlukan oleh Jamaah Calon Haji.

“Hadapi dengan kesabaran dan lakukan atas dasar ketakwaan kepda Allah SWT, mudah- mudahan apabila semuanya dilakukan sesuai dengan aturan penuh dengan keiklasan dan kesabaran, Insya Allah akan mendapatkan haji yang mabrur dan mambrurah, tidak ada balasannya kecuali surga,” jelas Hamka Sabri yang turut melepas kedua orang tuanya yang juga tergabung di Kloter 5 ini menunaikan ibadah haji.

Kloter terakhir Jamaah Calon Haji Provinsi Bengkulu ini Jamaah tertua atas nama Nurmalini Mek Unug yang berusia 97 Tahun asal Kabupaten Lebong, sedangka untuk Jamaah termuda atas nama Zuldi Yahya Sofian berumur 28 Tahun yang berasal dari Kabupaten Mukomuko.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar pada kesempatan ini mengharapkan penyelenggaraan Ibadah Haji di Kloter 5 dapat dilaksanakan dengan tertib dengan baik dalam mengikuti setiap rangkaiannya, sehingga saat kembali ke Bengkulu dalam keadaan sehat dengan membawa haji yang mabrur dan mambrurah.

Terkait dengan perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi saat ini, ia pun menghimbau agar Jamaah Haji dapat menjaga kesehatannya selama melakukan ibadah serta mengurangi aktifitas diluar dan lebih banyak berda didalam Masjid dan Maktab

 “Kepada seluruh jamaah haji dapat mengurangi kegiatan di luar maktab, karena cuaca agak ekstrim 42 C sampai 50 C jadi ini sudah terlalu panas dengan suhu kita di Indonesia,” ungkap Bustasar.

Jamaah Calon Haji Kloter 5 Bengkulu ini di Kota Makkah akan menempati Maktab 10 Sektor 1 Hotel 118 nomor 10 SYISYAH 1. (Morecka – Media Center Provinsi Bengkulu).



Selasa, 16 Juli 2019

Beberapa Pilihan Wisata Ramah Anak di Kota Malang

/ / 1 Comments
Beberapa Pilihan Wisata Ramah Anak di Kota Malang
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Beberapa Pilihan Wisata Ramah Anak di Kota Malang.Harga tiket pesawat masih belum juga turun. Padahal kami sudah membuat rencana ingin liburan ke Jakarta dan lanjut lagi hingga ke Jawa Timur. Khususnya ke kota Malang Di musim liburan lebaran Idul Adha. Rencana ingin sekalian melihat sekolah lanjutan untuk si kakak.

Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan transportasi darat saja. Kami berencana akan memilih menggunakan  kereta api sebab beberapa kali kami sudah melakukan perjalanan keluarga dari kota Lubuk Linggau ke Kota Palembang. Jadi anak-anak juga sudah terbiasa bepergian dengan menggunakan kereta api. Tiket kereta api Jakarta Malang sudah kami incar dan intip sejak lama. 

Naik Kereta Api, bikin hubungan keluarga makin harmonis (Foto Milda) 
Apalagi saat ini kondisi dan fasilitas di kereta api sudah sangat nyaman. Bahkan pada kelas ekonomi sekali pun. Semua fasilitas sudah semakin layak dan baik. Hal ini membuat penumpang kelas ekonomi juga merasakan kenyamanan dan aman saat bepergian dengan menggunakan kereta api. Kebersihan juga diutamakan. Yang tambah keren itu adalah fasilitas mesin pendingin alias Ac dan colokan listrik. Tersedia hampir di setiap meja. Anda dan keluarga tidak perlu kuatir handphone low bat apalagi mati.

Dengan kondisi kami yang memiliki anak-anak dan  balita. Jalan-jalan dengan kereta api ini sangat membantu sekali. Kami berencana untuk memesan lima kursi tujuan tiket kereta Jakarta Malang. Tiga kursi dewasa dan dua kursi balita. Paling nanti , Abahnya yang duduk misah dengan kami. Kursi empat cukup untuk saya dan anak-anak. 

Bawaan naik kereta bisa seabrek (Foto Milda)

Rute yang akan ditempuh adalah Jakarta – Malang. Dari Senen menuju Malang dengan menggunakan Rute KA Matarmaja dari Stasiun Pasar Senen, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Jebres, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, Blitar, Kepanjen, Malang Kotalama dan terakhir Malang.

Harga Tiket KA Matarmaja Malang Jakarta dan Jakarta Malang sebesar IDR 109.000 tiap penumpangnya. Tarif ini berlaku flat atau single tarif, jadi kemanapun bepergian di rute KA Matarmaja, harga tiketnya sama saja IDR 109.000. Contoh : rute Malang Jakarta, Malang Semarang, Kediri Tegal, Madiun Semarang, Solo Semarang, Nganjuk Pekalongan, Semarang Jakarta. Semua harga rute tersebut sama saja.

Reservasi tiket Jakarta Malang bisa dilakukan jauh-jauh hari, jika kuatir kehabisan. Pembeliannya juga bisa dilakukan secara online. Pembelian secara online, akan membuat kita lebih efektif dan efisien. Jika tiket sduah dipesan, biasanya saya tinggal menjaga kesehatan anak-anak termasuk kesehatan kami juga , agar ketika jadwal berangkat tiba. Kami semua dalam kondisi sehat dan siap untuk jalan-jalan.

Beberapa Tempat yang akan kami kunjungi di kota Malang yang Ramah Anak

1. Rumah Kelinci  (Hobbit)

Masih ingat dengan film trilogi Lord Of The Ring dan keindahan desa Hobbitown di Shire? Nah, saya ingin mengajak anak-anak untuk  melihatnya langsung, tanpa perlu sampai terbang ke Selandia Baru, tapi cukup pergi ke Pujon, Malang. Barengan ama keluarga juga. Pasti seru sekali. Wisata ini memnag dibuat mirip banget dengan aslinya. Rumahnya dibangun di bawah lubang-lubang tanah yang berundak, persis seperti yang ditinggali Frodo dan Bilbo Baggins. Objek wisata ini berada di dekat objek Wisata Paralayang Batu di Gunung Banyak sehingga jika da waktu luang kita bisa bisa sekalian juga mampir ke objek wisata lain yang ada di sekitarnya.Oh, ya di sini banyak sekali kelinci, anak-anak pasti sangat menyukai hewan lucu ini.Tidak perlu kuatir anak-anak akan gerah sebab suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah juga akan membuat anak-anak bisa menyegarkan pikiran sebelum kembali masuk sekolah.

Foto idntimes.com

2. Batu Secret Zoo dan Museum Satwa

Semua anak-anak saya snagat menyukai aneka hewan. Mengajak mereka ke Batu Secret Zoo adalah sebuah pilihan yang tepat. Mereka bisa liburan sekaligus belajar banyak hal. Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah kebun binatang. Namun konsepnya lebih modern dan nyaman.Kebun binatang ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Hewan-hewan yang ada di sana juga didatangkan dari banyak negara seperti Australia, Eropa, Afrika, dan Asia. Selain Batu Secret Zoo, pengunjung bisa mampir juga ke Museum Satwa yang ada di dekat pintu masuknya. Tiket Masuk Batu Secret Zoo pun ada yang terusan dengan Museum Satwa.

3.Agro Wisata Petik Apel 

Si kakak Nawra yang sudah SMP, pengen banget bisa mengunjungi kebun Apel dan memetik langsung buahnya. Bukan Cuma memetik, tetapi sekalian makan. Tentu akan ,menajdi sebuah pengalaman yang luar biasa bagi kakak dan adik-adiknya. Kami berencana mengunjungi  Kusuma Agro Wisata. Di sini terdapat aneka kebun buah seperti apel, jeruk bahkan juga menyediakan aneka jenis sayuran yang siap untuk dipanen bahkan dibawa pulang. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mempelajari teknik budidaya tanaman. Suasana sejuk yang ada di perkebunan juga akan membuat para pengunjung betah. Belum lagi ada wahana outbound yang menarik yang bisa dicoba, seperti flying fox, off road, airsoft gun, dan sebagainya.

Foto hotelpohoninn.com

4.Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular adalah sebuah lokawisata yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. BNS hanya beroperasi pada malam hari. BNS menggabungkan konsep pusat perbelanjaan, permainan, olahraga, dan hiburan di dalamnya. BNS berada dalam grup Jatim Park Group.Jalan Hayam Wuruk No.1, Oro-Oro Ombo, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur 65316.

5. Museum Angkut

Wisata Museum Angkut yang satu ini sudah sangat populer dan menjadi salah satu tempat wisata edukasi yang digemari wisatawan beberapa tahun terakhir. Tempat wisata ini sangat menarik. Tidak hanya karena koleksinya saja, melainkan juga karena desain yang ada. Anak-anak juga bisa belajar mengenai transportasi di Indonesia bahkan di dunia.Anak-anak bisa melihat koleksi alat-alat transportasi dari zaman dulu hingga yang modern. Hal ini bisa memberikan kesan edukasi pada para pengunjung. Selain itu, tempat wisata ini juga menawarkan tempat yang cantik untuk berfoto.

6. Jawa Timur Park I dan II

Anak-anak pasti suka bermain air,  mengunjungi jawa Timur Park I atau II adalah sebuah pilihan yang asyik. Anak-anak pasti menyukainya. Mereka juga akan betah berlama-lama di sana. Main air sepuasnya. Jangan lupa bawa baju renang jika bepergian ke Malang ya. 
Ada banyak  fasilitas yang cocok untuk anak-anak. Kolam renang dan waterbom. Serta pernak-perniknya. Harga tiketnya juga sangat terjangkau. 

7. Eco Green Park

Eco Green Park juga merupakan salah satu tempat wisata yang cocok dikunjungi anak skeolah saat liburan panjang. Tempat wisata yang satu ini sebenarnya masih masuk ke dalam Jawa Timur Park Groups, namun bisa juga dikunjungi dengan membeli tiket terpisah.
Usai dari  Jawa Timur Park atau Batu Secret Zoo. Jika anak masih kuat, kita bisa langsung mengajaknya ke destinasi yang keren ini, Eco Green Park.  Anak-anak bisa mempelajari mengenai biologi, fisika, dan ilmu sains lainnya dengan cara yang menyenangkan. 

8. Hawai Water Park

Jika anak-anak belum puas bermain air di Jawa Timur  Park. Kita bisa mengajaknya main air di . Hawai Waterpark Malang . Meski wahana ini terbilang baru di Malang. Namun fasilitasnya lebih lengkap. Hal ini dapat kita lihat dari harga tiket masuk yang lumayan mahal. Wajar saja, fasilitas di sini sekelas waterboom internasional.Lokasinya juga cukup mudah dijangkau dari pusat kota Malang. Membuat destinasi ini menjadi pilihan yang menarik.

9. Masjid Tiban Malang

Jika mengunjungi suatu tempat, kami selalu mengajak anak-anak untuk shalat di masjid yang hits di kota yang kami kunjungi. Nah, di kota malang, ada masjid yang fenomenal, yaitu Masjid Tiban. Kami ingin mengajak anak-anak untuk berwisata religi di sana. Masjid Tiban Malang selain megah dan unik. Kita  bisa menuju ke Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, RT 07/RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Foto sportourism.id

10. Kampung Warna –warni (Jodipan)

Kampung Wisata Jodipan adalah kampung wisata pertama di Kota Malang berupa sederetan rumah warga di tepi Sungai Brantas yang menampilkan dinding dengan aneka warna yang menarik dan tidak monoton. Kampung ini terletak di Jodipan berada di tepi Sungai Brantas. Kampung Wisata Jodipan ini biasanya dijuluki Kampung Tridi atau Kampung Warna Warni 

Nah, itulah beberapa destinasi wisata ramah anak yang akan kami kunjungi jika bepergian ke kota Malang. Naik kereta api ke kota Malang bersama dengan keluarga pasti akan menjadi sebuah cerita indah yang tak akan terlupakan.

Pernah sekali, aku pergi dari Jakarta ke Surabaya untuk menenggok Kota Malang. Mengendarai kereta malam. 

Dug gidag gidug…..jreeng….jreengg..asyik..asyik…Joss!!  


Sabtu, 13 Juli 2019

Bolehkah Anak Memanggil Nenek – Kakek Dengan Menyebut Namanya

/ / 0 Comments
Bolehkah Anak Memanggil Nenek – Kakek Dengan Menyebut Namanya
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Bolehkah Anak Memanggil Nenek – Kakek Dengan Menyebut Namanya.Saya mempunyai tiga orang anak, semuanya perempuan. Kepada mereka semua saya ajarkan untuk memanggil atau menyebut neneknya disertai dengan nama neneknya. Awalnya hal itu terdengar aneh di antara keluarga saya, apalagi di lingkungan masyarakat. Bahkan anak yang menganggap hal tersebut tidak sopan seihngga ada yang mempertanyakan kepada kami. Mengapa mengajarkan anak seperti itu.

Tentu saja kami sebagai orang tua punya alasan tersendiri mengapa si kakak, si kanga dan si adek. Kami ajarkan untuk memanggil kakek- neneknya disertai dengan namanya. Tidak mungkin juga kami mengajarkan anak-anak kami untuk berlaku tidak sopan kepada orang tua. Apalagi kepada orang tua saya atau orang tua suami saya. 

Lebaran adalah momen paling banyak ketemu nenek dan kakek (Foto Milda)
Jadi ini sebenarnya berawal dengan pengalaman saya sendiri. Dimana saya sampai dengan usia saya yang mendekati usia cantik ini. Masih saja keliru menyebut, memanggil nama-nama sanak saudara saya yang sudah tua. Seperti menyebut nama Uwak saya, Kakek dan Nenek saya. Apalagi mereka yang jika dilihat dari hubungan keluarga hanya sebatas kerabat atau keluarga jauh. Saya kesulitan mengingat nama mereka.


Wajar saja saya mengalami kesulitan mengingat nama mereka. Memang kedua orang tua saya, baik Bapak atau Ibu. Mereka hanya mengajarkan saya jika bertemu dengan yang lebih tua. Kepada mereka yang sudah tua, saya hanya diajarkan untuk menyapa mereka dengan sebutan nenek atau kakek, atau poyang, datuk. Hanya dengan sapaan begitu. Tidak disertai dengan nama mereka masing-masing. Hal ini berlangsung lama, sampai saya besar, bahkan sudah menikah dan punya anak. Ketika ketemu dengan mereka yang masih hidup, saya hanya menyapa dengan nama nenek, datuk, kakek dan sejenisnya.

Oleh karena itu saya tidak mau hal ini terjadi juga kapada anak-anak kami. Kepada mereka, selain mengajarkan sapaan. Kami juga memberitahu nama mereka masing-masing. Hal ini memang awalnya terlihat sangat tidak sopan dan belum terbiasa. Di lingkungan keluarga dan masyarakat tetangga dekat kami.

Ketika bertemu, saya selalu menyebutkan. Misalnya

Hayoo, salaman dengan nenek Salma

Pamitan dulu, Dek! Sama Datuk Surya.

Anak-anak saya juga akan menjawab seperti itu jika ditanya. Contoh

Mau kemana? Kakak Nawra

Lalu kakak menjawab Mau ke Rumah Kakek Yahuni.

Hal ini sangat efektif sekali untuk mengajarkan anak-anak mengingat nama seseorang. Apalagi di keluarga saya dan suami. Banyak sekali nenek dan kakek. Kalo tidak disertai nama. Tentu saja anak-anak akan kebingungan.


Pengajaran ini ternyata juga penting untuk pelajaran sekolah. Di mata pelajaran sekolah, anak-anak juga belajar mengenai keluarga inti dan keluarga besar. Anak didik diminta untuk menyebutkan nama dari orang tua. Menyebutkan nama Ayah, menyebutkan nama Ibu, Menyebutkan nama-nama saudaranya. Baik nama adik atau nama kakaknya. Termasuk juga menyebutkan nama kakek dan neneknya masing-masing. 

Pada pelajaran sekolah anak didik tidak hanya diminta menyebutkan nama keluarga inti dan keluarga besar. Akan tetapi mereka juga diajarkan mengenai hubungan kekerabatannya. Yah, belajar genetika secara sederhana.

Kita dulu belajar adab baru ngajarin anak (Foto Milda)

Hal ini tentu saja akan mudah sekali diingat oleh anak-anak. Anak-anak akan cepat mengenal, akan cepat menyebut nama anggota keluarganya. Sebab selain disebutkan, anak-anak juga menuliskan nama-nama mereka di buku sekolah.

Oleh karena itu, bagi kami sangat penting untuk mengajarkan anak-anak nama –nama nenek dan kakeknya dengan benar. Supaya mereka kenal, tahu dan tentu saja hapal sehingga tidak keliru apalagi salah nama.


Penting bagi orang tua untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk mengenali dan menghapal nama-nama nenek dan kakeknya. Supaya mereka juga punya rasa kasih sayang kepada mereka. Mengajri sesuatu yang baik sejak dini , tentu saja akan sangat bermanfaat bagi anak di masa depan.

Selan itu kita juga harus mengajarkan adab-adab berhadapan dengan orang tua. Megajarkan sikap sopan santun kepada orang. Memberikan contoh cara yang lembut dan penuh perhatian saat berbicara dengan orang tua. Mendorong anak-anak untuk peduli dan mencintai orang tua. Khususnya kepada kakek dan neneknya.

Namun, di balik semua pelajaran itu semua. Kita sebagai orang tua adalah orang pertama yang akan menjalankan semua ajaran tersebut kepada anak-anak kita di rumah. Anak akan mencontoh tingkah laku kita, cara-cara kita dalam menghadapi orang tua. Oleh karena itu sebagai orang tua yang baik, kita harus bisa memberikan teladan terbaik dalam memperlakukan orang tua. 

Jadi, jangan pernah bosan untuk belajar menjadi ORANG TUA yang baik

Jumat, 12 Juli 2019

Membuat Dekat dan Nyaman Perjalanan Bengkulu Palembang

/ / 8 Comments
Membuat Dekat dan Nyaman Perjalanan Bengkulu Palembang
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini,com_ Liburan bersama keluarga itu adalah sebuah aktivitas yang asyik dan seru. Meski banyak repotnya. Sebab mengikutsertakan anak-anak dalam sebuah perjalanan. Bagi yang pertama kali, pasti merasakan sekali repotnya seperti apa. Tapi kali kedua dan seterusnya. Jika sudah tahu triks dan tips di dalam perjalanan kayak apa. Nanti akan timbul masanya berjalan-jalan dengan keluarga yang smart dan ngak bikin repot. Malah bikin nagih.

Awalnya sama, saya juga begitu. Pertama kali melakukan perjalanan dari kota Bengkulu menuju kota Palembang membawa anak-anak. Duh, repot sekali. Apalagi waktu itu berangkatnya dengan menggunakan angkutan umum. Kami menggunakan travel. Meski anak baru satu, tetap saja perjalanan ini jadi lebih berat dan berasa lama.

Lalu lahir anak kedua, kami masih juga menggunakan mobil jika ke Palembang. Namun , mobilnya kami carter. Artinya isinya cuma keluarga kami saja.  Beberapa kali kami juga mengajak almarhum ibu saya. Nah, sudah membawa anak-anak. Lalu membawa orang tua lagi. Ngak usah dibayangkan, bagaimana repotnya. Tapi tetap dijalani.
Di Masjid Al Bari,Lubuk Linggau (foto Milda)

Sampai akhirnya kami menggunakan cara lain, yaitu dengan menggunakan kereta api. Memang jalur rel tidak ada langsung dari Bengkulu ke Palembang. Akan tetapi kami harus ke kota Lubuk Linggau dulu.

Naik mobil travelnya, jauh lebih pendek jaraknya. Hanya Bengkulu ke Lubuk Linggau. Memakan waktu sekitar 3-4 jam saja. 

Biasanya kami sampai di Lubuk Linggau sore, duduk-duduk sebentar di kios makanan atau rumah makan. Tidak berapa lama, kami menuju ke stasiun kereta api. Di stasiun kami bisa duduk-duduk di peron atau bisa langsung masuk ke kereta. Duduk dikursi yang telah terpilih untuk kami.

Naik kereta api, jauh lebih enak daripada naik mobil. Tetapi tetap aja bikin repot membawa anak. Di malam hari, anak-anak tidurnya susah. Meski dari pihak kereta juga menjual bantal, selimut dan alas tidur. Meski demikian , tentu saja hal ini tidak juga nyaman bagi anak-anak. Demi anak-anak bisa tidru dengan nyenyak dan nyaman. Kami kadang tidak sempurna lagi tidurnya. Lebih banyak terjaga. Jadi badan terasa capek sebab tidak bisa beristirahat dengan baik.


Yah, namanya juga perjalanan malam. Otomatis, badan pasti meminta untuk istirahat tidur. Apalagi bagi anak-anak. Mereka kurang tidur, tentu saja akan rewel.

Jadi meski naik kereta ini asik. Namun, perjalanan dengan anak-anak dengan jadwal berangkat malam hari tidak membuat perjalanan kami smart. Apalagi mau menikmati perjalanan, jauh sekali. 

Bahkan kami juga pernah mencoba tiket yang paling mahal. Namun, tetap saja, malam hari membawa anak-anak dalam perjalanan menggunakan kereta tetap repot. Malah dengan bentuk kursi yang begitu. Membuat saya lebih kesulitan untuk memangku anak saat dia tidur. Badannya tidak bisa diluruskan. Berbeda dengan kelas lainnya. Kursinya bisa digunakan anak untuk tiduran dengan nyaman. Biar saja bapaknya yang duduk di lantai, hahaha. Kejam !

Ganti Jadwal Berangkat Pagi Hari

Suatu waktu, entah kapan tepatnya. Namun, yang saya ingat waktu itu karena tiket pulang dengan kereta habis. Yang tersisa hanya jadwal berangkat pagi. Dan mulai saat itu kami merubah setiap jadwal perjalanan dengan kereta api. Yang semula malam hari. Kami pindahkan pagi hari.

Jadi waktu itu, kami pulang dari kota Palembang dengan kereta pagi, sampai di Lubuk Linggau sore hari. Kami juga sudah memesan mobil untuk langsung berangkat ke Bengkulu dengan menggunakan mobil tarvel.

Nanti sampai di rumah, memang sudah malam. Sekitar jam sepuluh malam. Anak-anak biasanya juga langsung menyambung tidur lagi. Bangun esok hari.

Cara ini kami gunakan beberapa kali. Sampai akhirnya kami merubah lagi cara berangkat kami. Agar badan tidak terlalu capek, bisa menikmati perjalanan. Anak-anak juga sehat. Apalagi orang tuanya. Jadi saat travelling, bisa benaran menikmati dengan senang jiwa dan raga.

Mau berangkat malam atau siang, mahal atau murah yang penting ada colokan listrik dan minuman (foto Milda)
Kami Merubah Cara Perjalanan

Saya meminta kepada suami, ini awalnya usulan saja, bagaimana kalo menginap dulu di Lubuk Linggau baru melanjutkan perjanan ke Palembang dengan kereta api atau melanjutkan ke Bengkulu.

Memang sewaktu di dalam kereta pagi, anak-anak enjoy sekali. Mereka seolah hanya sedang bermain saja. Tidak harus tidur. Kadang malah tidak tidur, sibuk bermain, makan, ngobrol, melihat-lihat sekeliling. Termasuk meluaskan pandangan melihat setiap wilayah yang kami lintasi.

Belum lagi saat petugas kereta menawarkan aneka makanan dan minuman. Anak-anak , pasti sangat senang. Mereka selalu minta dibelikan Pop Mie.

Kakak lagi Dapet, jadi kucel bagi tapi dia enjoy (foto Milda)

Perjalanan ini jadi lebih asik dan seru, dimana semua yang berangkat bisa enjoy. Sekalian juga bisa digunakan untuk saling mempererat hubungan orang tua dan anak.
Kami Memilih Menginap Dulu Baru Melanjutkan Perjalanan.

Saat mau ke Palembang, biasanya kami perginya di siang hari Jumat sebab paginya masih bekerja dulu. Siangnya baru berangkat ke Lubuk Linggau dengan menggunakan mobil. Kami nginap dulu di salah satu hotel. Untuk meletakkan barang bawaan kami. Setelah itu kami akan meng-eksplore kota Lubuk Linggau. Mencicipi berbagai kuliner.

Sengaja kami memilih lokasi hotel yang strategis dan berdekatan dengan banyak tempat lainnya yang bisa kami kunjungi. Hal ini berulang kami lakukan. Paling tidak kami akan menginap dulu sebelum berangkat ke Palembang atau sebaliknya. Kami menginap setelah tiba dari Palembang baru esok harinya menuju Bengkulu 

Kamarnya enak, Ac, lamar mandi dalam dan ada TV, wifi juga free (foto Milda)
Perjalanan Lubuk Linggau  yang Paling Berkesan

Bulan Juni lalu kami melakukan perjalanan dari  Bengkulu ke Palembang via Lubuk Linggau dengan kereta pagi. Ini adalah perjalanan yang paling berkesan dari sepanjang perjalanan serupa yang pernah kami lakukan. Saya dan anak-anak semakin smart di dalam perjalanan.
Di masa transit tersebut, kami sempat meng-eksplore banyak hal tentang kota Lubuk Linggau. Terutama shalat di salah satu masjid yang letaknya tidak jauh dari hotel kami. Kali ini kami menginap di hotel Transit.

Baca Juga : Kamera Canon Oke

Hotel ini memang letaknya sangat strategis. Banyak hal yang bisa dikunjungi di dekat hotel ini. Ada juga banyak toko-toko yang menjual aneka barang. Apalagi aneka kuliner, banyak sekali. Kita tinggal memilih sesuai dengan selera dan kantong.

Begitu juga dengan kami, kami pun mencari makanan yang anak-anak sukai . Setelah makan, kami pun berjalan ke supermarket yang berada di seberang kami menginap. Anak-anak juga membeli beberapa barang, makanan dan minuman yang ingin mereka bawa ke dalam kereta. Jika membeli di kereta. Jenis makanan dan minumannya hanya sedikit.

Anak-anak masih sempat main , ngobrol sebelum berangkat (Foto Milda)

Kelaparan Di Tengah Malam

Kami pulang sekitar jam sembilan malam. Sampa di kamar, anak-anak tidak langsung tidur. Malah mereka asik bermain handphone dan ada yang sibuk menonton. Sampai akhirnya sekitar jam sepuluhan , anak-anak minta makan lagi. Memang saat itu Lubuk Linggau sedang hujan, tapi tidak terlalu deras. Mungkin anak-anak lapar.

Akhirnya Abahnya keluar lagi membeli makanan di sekitaran hotel. Alhamdulillah banyak yang menjual dan anak-anak makan dengan lahab. Tidak kelaparan lagi.


Perjalanan Mandiri Bagi Anak-anak

Untuk kesekian kalinya, mengunjungi Lubuk Linggau ini adalah Traveling mengesankan bagi kami. Sebab anak-anak juga smart, baik dalam hal tingkah laku, daya tahan tubuh, apalagi soal barang bawaan.

Anak-anak juga sudah  mulai terbiasa dengan aktivitas yang praktis dan efektif. Misalnya tidak membiat berantakan kamar, tidak pecicilan, tidak mengacak-acak kover, apalagi mau mencari baju ganti atau barang-barang yang diperlukan. 

Mulai enak diminta bantuan, anak-anak mulai gede (Foto Milda)
Mereka semakin terlatih dan peka dengan sekitar. Tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk saat mandi, menggunakan fasilitas umum dan lain sebagainya. Banyak pelajaran yang bsia mereka dapatkan. Semua itu nilainya makin membaik.

Jadi ini adalah perjalanan yang paling berkesan  antara Lubuk Linggau dan Palembang.Hal ini juga membuat perjalanan Bengkulu Palembang berasa dekat dan nyaman. Sebab semuanya menikmati.

Kamis, 11 Juli 2019

Belanja di Pasar Bawah (wisata) Pekanbaru

/ / 2 Comments
Belanja di Pasar Bawah (wisata) Pekanbaru
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Jika berkunjung ke suatu kota, pasti saya mencari dimana letaknya pasar. Yah, meski secara modern bisa juga diartikan dimana letak Mall-nya. Namun, untuk kota-kota tetentu pasar lama atau pasar tradisional, masih banyak yang dipertahankan dan dipelihara dengan baik. Bahkan dikelolah dengan sangat baik. Banyakyang juga dijadikan salah satu pasar atau pusat untuk membeli oleh-oleh khas suatu daerah. Pasar seperti ini, biasanya juga disebut sebagai pasar wisata.

Belanja keripik aja sampai bingung, saking banyaknya (Foto Milda)
Beda Pasar Tradisional dan Modern

Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah suatu pasar dimana tempat tersebut merupakan bertemunya para penjual dan pembeli serta terdapat transaksi jual beli secara langsung serta pada umumnya terjadi proses tawar-menawar. Bangunan dari pasar tradisional biasanya berupa los, kios-kios atau gerai, serta dasaran terbuka yang dibuka oleh para penjual ataupun dari pengelola pasar. Kebanyakan pasar tradisional menjual berbagai macam barang kebutuhan yang diperlukan sehari-hari, jasa, dan lain sebagainya. 

Pasar tradisional masih banyak ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Beberapa pasar tradisional yang terkenal adalah pasar Klewer di Solo, pasar Beringharjo di Yogyakarta, dan daerah-daerah yang lainnya. Pasar tradisional tersebut masih terus mencoba untuk bertahan menghadapi serangan dari adanya pasar modern.

Baca Juga : Penggolongan Obat Berdasarkan Nama

Pasar Modern

Pada dasarnya, pasar modern tidak jauh berbeda dari pasar tradisional, namun pasar modern terdapat penjual dan pembeli yang tidak bertransaksi secara langsung melainkan konsumen atau pembeli melihat label harga yang terdapat dalam barang tersebut, berada dalam bangunan serta pelayanannya dilakukan secara mandiri atau swalayan dan dapat juga dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual tersebut, selain dari bahan makanan, terdapat juga barang lainnya yang dijual dan biasanya dapat bertahan lama. Contoh : minimarket, pasar swalayan (supermarket), dan lain sebagainya.

Banyak sekali pilihannya, semua pengen diborong, harga juga terjangkau (foto Milda)

Kita bahas kelebihan dan kekurangan Pasar Tradisional

Kelebihan pasar tradisional:

Terjadinya transaksi tawar menawar antara pedagang dan Pembeli
Terjadinya transaksi secara langsung dengan pedagang
Makanan dan minuman yang dijual biasanya tidak mengandung bahan pengawet.

Kekurangan pasar tradisional

Biasanya tempatnya kotor dan becek
Pengemasan barangnya kurang baik
Beberapa makanan dan barang - barangnya berkuaitas kurang baik
Barang - barang yang tersedia kurang lengkap

Waktu saya bepergian ke kota Pekanbaru bulan Juni lalu,menjelang pulang hari, saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk main ke pasar bawah atau dikenal juga dengan nama pasar wisata Pekanbaru. 

Nama Pasar Bawah diberikan oleh masyarakat Pekanbaru, karena pasar ini terletak di bagian bawah (dekat pinggiran Sungai Siak) yang konturnya lebih rendah.

Baca Juga : Pilih Blogger atau Penulis 

Namun untuk pengembangan wisata, akhirnya pasar ini juga dikenal sebagai pasar wisata sebab menjual aneka barang-barang yang bisa dibawa para wisatawan sebagai oleh-oleh.

Saya memilih keripik durian (Foto Milda)

Lantai Basement

Turun melalui tangga dari parkiran, maka sampailah di lantai basement. Di sini dijual berbagai keripik khas Melayu dan Minang. Di lantai yang sama, terdapat penjual kaos khas Pekanbaru. 

Lantai Satu

Toko pakaian di lantai 1 mencakup tas, sepatu wanita, perhiasan, baju khas melayu, dan aneka tenun songket. Harga bervariasi, sebagian besar berupa kain untuk baju khas melayu serta songket. Kalo aja dekat, pengen rasanya membeli semuanya. Perhiasan di sini dominan perak dan stainless steel dengan hiasan batu kristal, jadi tetap terlihat cantik meski bukan emas dan berlian.

Lantai 2

Naik lagi ke atas kita sampai di lantai 2. Di lantai ini juga dijual kaos khas Pekanbaru yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Tersedia toko penjual keramik antik, taplak meja, bantal shabby renda, serta aneka bunga plastik warna-warni.

Lantai 3

Naik ke lantai 3, disana hanya ada satu toko yang buka di dekat tangga. Yang lainnya sudah tutup. Tetapi jangan lewatkan untuk naik ke sini karena ternyata terdapat penjual pakaian bekas. Kalau beruntung bisa menemukan barang bermerk dengan harga miring. 

Baca Juga : Film yang Dimainakn Lee Min Hoo

Oh, ya karena waktu belanja yang mepet, saya dan teman-teman tidak menyulusuri semua lorong dan lantai di pasar bawah dengan tuntas. Kami terburu-buru. Sebab berangkat sekitar jam sebelas siang, kemudan sudah harus ada di bandara jam dua siang. Namanya belana, pasti menghabiskan waktu cukup lama.

Jadi waktu itu, kami langsung fokus dengan membeli oleh-oleh dalam bentuk kuliner dan baju kaos yang bertuliskan Pekanbaru. Selebihnya membeli aksesories. Ini pun yang kebetulan lewat di dekat kami. Saya tidak membeli aneka gelang. Saat teman-teman melihat aneka perhiasan. Saya mencoba mencari barang-barang yang lain. Memang benar adanya, di sini banyak dijual aksesories dalam bentuk grosiran dan harganya juga sangat terjangkau.
Tampak depan pasar bawah, (Foto jejakpiknik.com)

Saya Tertarik Membeli Aneka Keripik.

Jadi dengan waktu yang mepet, saya akhirnya balik lagi lantai bawah, untuk membeli keripik balado dengan rasa durian. Yah, mirip bau dan harumnya dengan gulai Tempoyak Bengkulu. Ini menarik untuk dibeli, saya pun membeli beberapa kilo. Saya memang minta dibuatkan dalam kemasan oleh-oleh langsung atau packing dengan kantong kecil sehingga mudah nanti jika ingin dbagikan ke orang lain.

Saat packing, ternyata ada tawaran untuk di packing dalam dus yang rapi. Sudah ada kardus dan lakbannya. Petugasnya juga ada, jadi bisa dikemas dengan rapi dan kuat. Apalagi barang-barang kita yang lainnya juga bisa dimasukan ke dalam kardus, jika masih ada ruangnya. Jadi semua barang belanjaan saya ikut masuk dalam kardus yang akan dipacking bersama dengan keripik. Dan, layanan ini gratis. Kalo pun ingin memberikan uang, sukarela saja, tidak ada tarif.

Awalnya sebelum menentukan membeli keripik balado durian ini, saya sempat bingung juga mau membeli jenis apa. Soalnya banyak sekali pilihan , variasi dan rasanya juga banyak sekali. Di lantai ini penuh dengan aneka olahan keripik, ada juga yang menjual abon, sambal kentang kering dan lain sebagainya. Termasuk juga menjual aneka snack dari Malaysia dan Singapura. Untuk camilan luar negeri itu, tidak menarik buat saya. Sebab, saya langsung teringat kue-kue lebaran yang masih sedia di toples di rumah. 

Teman belanja saya yang sempat panik, plis senyum dulus say (foto Milda)
Segera Balik ke Bandara

Asik belanja dan cuci mata, tidak terasa waktu mendekati jam dua siang, itu tandanya kami harus segera pergi ke bandara. Saya pun bergegas memberitahu teman yang lain untuk segera berkemas. Sambil menunggu mereka menyelesaikan belanjaan, Saya memesan mobil menuju bandara. 

Tak lama pengemudi dapat, ternyata dia mangkal dekat pasar bawah, jadi cepat dapatnya. Drivernya perempuan. Kami meluncur ke bandara , tarif mobil online sekitar 22k. Dengan waktu tempuh sekitar dua puluh menit.

Dalam perjalanan, teman kami yang sudah tiba di bandara menelpon. Bertanya, apakah semua tas yang kami titipkan kepada mereka.Dimasukan ke bagasi atau bagaimana. Kami serentak menjawab.Semuanya masuk bagasi. Biar tidak banyak bawaan!

Eh, tak berapa lama, salah satu teman saya teringat, kalo notebook dia ada di dalam tas. Dia langsung panik dan segera menelpon balik teman yang ada di bandara. Agar mengeluarkan dulu notebooknya. Ternyata sudah masuk dan tidak bisa dikeluarkan kembali. Dia makin panik saja. Kami pun menenangkan dia, supaya tidak perlu cemas. Berharap notebook baik-baik saja. Teman saya itu langsung diam, mungkin cemas, mungkin juga berdoa penuh harap. Tidak tahu mesti ngomong apalagi, sebab sudah kejadian. 

Seketika obrolan kami tentang oleh-oleh dan tentang pasar bawah langsung senyap...

Bersama teman belanja saya juga, yang bagasinya bengkak (Foto Milda)

Oh, ya sudah sampai bandara, nanti kita lanjut lagi yah,ini mau ke kota Padang dulu baru ke Bengkulu.

Alamat Pasar Bawah

Jalan Saleh Abbas, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Mneuju ke lokasi ini bisa dengan menggunakan kendaraan pribadi dan umum. Tersedia juga banyak transportasi online. 

Rabu, 10 Juli 2019

Kenapa, Harga Buku Anak Mahal

/ / 13 Comments
Kenapa, Harga Buku Anak Mahal
Assalammualaikum. Wr.Wb

www.mildaini.com_ Beberapa bulan ini saya tidak berkunjung ke toko Gramedia, sebab sejak kebakaran yang menimpa Mega Mall Bengkulu. Toko Gramedia tutup. Meski tidak mengalami kebakaran secara langsung. Namun Gramedia mendapat imbas yang cukup parah dari gedung sebelahnya yang kebakaran. Apalagi isi Gramedia sudah bisa dipastikan adalah buku-buku dan barang-barang yang mudah sekali terbakar.

Jadi untuk sementara toko Gramedia tutup. Namun namanya bisnis, tidak butuh waktu terlalu lama untuk buka lagi. Akhirnya Gramedia beroperasi lagi. Namun, kali ini lokasinya pindah ke lantai atas. Berdekatan dengan bioskop 21.


Asyik juga nih, bisa baca buku dulu sembari jadwal tayang filmnya tiba. Lebih baik dihabiskan dengan cuci mata ke toko buku. Apalagi ada banyak buku yang sudah dilepas plastiknya. Jadi kita bisa nebang untuk membacanya.

Pertama Kali ke Gramedia Bengkulu Usai Kebakaran

Si kakak pengen banget membeli diary di Gramedia. Diary ini sudah dia lihat bersama teman-teman sekolahnya waktu SD itu. Hari itu mereka janjian untuk nonton bareng, Sekalian mampir ke Gramedia. Makanya kakak pengen banget beli diary itu. Sudah dilihatnya sebelumnya.

Saya diray hampir setiap hari, untuk ke Gramedian. Akhirnya saya luluh. Jadilah kami ke sana, untuk membeli diary dan ingin membeli beberapa buku bacaan untuk dedek Annasya dan kanga Athifah .

Oh, ya sebelum saya setuju untuk membeli diary tersebut. Saya bertanya sekaligus meminta komitmen si kakak untuk rajin menulis. Jawaban dia, di luar yang saya pikirkan.

Jadi begini Me, kan kami anak pondok. Gak ada main hape. Jadi kalo ada apa-apa kami menuliskan di diary. Jadi diary ini akan menjadi tempat kami untuk juga saling curhat
Saya setuju dengan pendapat itu. Namun, si kakak saya berikan tugas tambahan untuk rajin menuliskan pengalaman atau kegiatannya di pondok apa saja. Sebab di awal mau masuk pondok dulu, dia bertekat ingin kalo mau tamat sekolah nanti terbit bukunya mengenai pengalaman selama di pondok, Hal ini selalu saya ingatkan  saya tagih.

Kami sudah membeli buku khusus untuk kakak menulis apa saja tentang kegiatannya di pondok. Sepertinya buku tersebut belum penuh diisi. Memang buku yang Abahnya belikan bukan buku Diary sih, tapi buku tulis khusus. Berbeda dengan buku sekolahnya.

Harga Buku Anak Mahal

Begitu sampai, kami langsung menuju ke rak buku anak-anak. Sedangkan si kakak, langsung menuju ke konter buku diary yang dia incar. Saya bebaskans aja, silakan dia memilih.

Namun, saya hanya berpatok dengan info harga yang kakak beri tahu sebelumnya. Buku Diary tersebut dibandrol dengan harga sekitar delapan puluh ribu. Jika harga berbeda apalagi naik, maka kekurangannya si kakak yang menambah.

Dan...kami deal !

Kanga Athifah dan Dedek Nasya langsung girang begitu sampai di rak buku anak. Langsung tertawa girang dan dengan semangat langsung membolak - balik buku-buku.

Mereka berdua langsung mengincar buku dengan gambar Little Pony dan Princess. Buku anak-anak memang selalu menarik. Mereka berdua asik berbincang mengenai buku yang barusan mereka liat. Gonta-ganti buku . Bahkan saling berebutan. 

Kanga Athifah sudah memegang beberapa buku pilihan. Dedek Nasya juga tidak mau ketinggal, dia juga sibuk memilih. Tanpa melihat isi bukunya apa. Yang penting kovernya Little Pony atau Princess diambilnya.

Saya senyum, senyum sendiri. Mereka sudah terbiasa, setiap diajak ke toko buku selalu saya bebaskan untuk memilih beberapa buku yang mereka sukai. Nanti boleh dipilih hanya tiga buku yang diinginkan saja yang dibeli.


Sekali Lagi Harga Buku Anak Mahal

Saya mengecek satu persatu harga buku yang dipilih oleh mereka.Waduh, tidak ada harga di bawah tiga puluh ribu. Bahkan untuk buku mewarnai saja sudah di atas empat puluh ribu. Buku tematik apalagi, harganya bisa sampai di atas seratur ribu. 

Dasar Emak Baper ( Banyak Peritungan) saya pun kemudian membuat alasan. Agar tidak jadi membeli bukunya. Sebab kalo dihitung-hitung, bisa limaratusan lebih nih nanti kantong saya bolong.

Jadi, saya ijinkan anak-anak untuk berlama-lama melihat-lihat, membaca dan mengelus buku-buku tersebut. Hampir semua rak mereka datangi. Saya pun mengikuti mereka sembari mengecek harga buku dengan paket hemat.

Sampai akhirnya saya ketemu paket diskon, dengan potongan sebesar tiga puluh lima ribu, dengan belanja minimal seratus lima puluh ribu. Nah, ini cukup menarik. Beli paket diskon saja. 

Saya pun memastikan hal tersebut dengan betanya dengan karyawan toko. Ternyata hanya buku-buku anak dengan judul tertentu. Setelah diamati dengan teliti, ternyata buku-buku yang masuk daftar buku diskon tidak ada buku-buku yang dipilih oleh Athifah dan Nasya. Jadi batal deh beli bukunya, sebab buku diskonan tersebut belum dibutuhkan oleh mereka berdua.

Saya kembali membujuk, untuk membeli buku mewarnai di toko lain saja. Mereka berdua juga setuju, asalkan diijinkan untuk melihat-lihat mainan.

Saya tersenyum lebar...

Kakak Membeli Diary

Menunggu kakak memilih buku diary yang akan kakak beli, saya kembali mengelilingi toko sambil cuci mata. Melihat apakah bukus saya stoknya masih ada atau bagaimana. Kemudian saya juga membaca banyak informasi dan brosur-brosur.


Mengandalkan Cashback Untuk Beli Buku

Ternyata ada potongan tertentu dan cashback jika belanja dengan menggunakan aplikasi tertentu. Aha, ini yang menarik untuk dicoba. Saya langsung memberitahu si kakak. Untuk stay dan menjaga adik-adiknya. Saya mau turn dulu, saya ingin ke ATM untuk top – up. Lumayan untuk cashabacknya bisa digunakan untuk yang lain.

Tidak begitu lama, saya sudah kembali ke Gramedia. Si kakak langsung menyerahkan resi pembayaran. Saya pun kaget. Kakak langsung bilang

Ada potongan harga Me, jadi buku ini hanya enampuluh empat ribu saja. Dari harga Delapan puluh satu ribu. Sikakakn tersenyum manis, dia senang sekali bukunya diskon, jadi dia ngak perlu menambah.

Setelah itu kami masih keliling Gramedia. Namun, luas tokonya sudah berkurang banyak sekali. Untuk rak dan koleksi bukunya juga makin sedikit. Bayangkan saja. Setengah ruangan toko ini dipenuhi dengan barang-barang selain buku. Untuk rak bukunya hanya hampir setengahnya saja. Itu pun tidak memuat banyak kategori atau jenis buku. Yang paling banyak itu adalah buku anak-anak. Memang menurt info beberapa teman, kalo penjualan buku anak lumayan stabil. Sedangkan kategoti buku lainnya hanpir semuanya mengalami penurunan. Bahkan banyak buku-buku yang terpaksa dijual dengan harga yang sangat murah. Biasanya Gramedia Bengkulu, membuat lokasi bazar buku di lantai bawah. Barang yang dijual masih bagus semuanya. Hanya saja buku-buku lama. 

Saya betah berlama-lama di bazzar buku Gramedia. Biasanya saya akan borong banyak sekali. Yah, gimana ngak borong, satu buku saja ada yang dijual dengan harga sepuluh ribu saja. Kalo belanja seratus ribu, sudah dapat sepuluh buku, bukan.

Waktu awal-awal sempat begong dan heran juga, kok bisa buku-buku tersebut dijual dengan harga yang sangat murah. Apa tidak rugi?

Pertanyaan saya belum ada jawabannya waktu itu. Namun, setelah beberapa kali Grameda menggelar bazar dan banyak informasi toko buku bahkan Gramedia tutup. Saya mulai paham. Bahwa dunia perbukuan  dan penerbitan di tanah air hampir saja mati suri. Penrbit juga banyak yang kolep. Yang amsih bertahan kebanyakan adlah penerbit yang memproduksi buku-buku pelajaran sekolah. Para penerbit biasanya juga langsung bekerjasama dengan sekolah-sekolah. Buku-buku tersebut wajib dibeli oleh peserta didik.

Saya beharap toko Gramedia Bengkulu ini tetap buka, sebab nanti mau nyari buku dimana lagi. Meski ada banyak yang jual beli buku secara online. Membeli buku dengan melihat, memegang dan membeli langsung sangat seru. Apalagi kalo berburu buku murah, pas rebutan, ngubek-ngubek, menghitung harga. Semua adalah pengalaman yang berharga. Belum lag kita juga bisa memegang secara langsung buku-buku yang lainnya.

Nah, kalo di kota kamu, bagaimana kabar toko bukunya? Lalu kenapa harga buku anak mahal, ada yang mau bantu jawab?

Diberdayakan oleh Blogger.