Menu

Minggu, 26 Februari 2017

/ /
Benteng Malborough Saksi Sejarah Bangkitnya Forum Lingkar Pena Bengkulu

Assalammualaikum Wr. Wb

Benteng Malborough Jadi Saksi Bangkitnya Forum Lingkar Pena Bengkulu. Tahun ini Forum Lingkar Pena atau yang lebih dikenal dengan nama FLP Berusia genap 20 tahun. Iya, tepatnya pada tanggal 22 Februari 2017.

Tak terasa sudah berusia 20 tahun FLP ya, semakin kokoh dan kuat berdiri. Begitu juga dengan Bengkulu. Sejak diaktifkan kembali pada tahun 2011. Saat ini usia FLP Bengkulu sudah hampi 6 tahun. 

Saya ingin bercerita bagaimana serunya orientasi pertama FLP Bengkulu. Yang dilakukan di halaman benteng Malborough. Yang merupakan salah satu wisata sejarah yang terkenal di Bengkulu



Waktu itu saya sendiri yang berusaha untuk mencari anggota FLP yang baru. Mereka yang mendaftar langsung saya tawari jika berminat untuk langsung mendaftar menjadi pengurus FLP. Alhamdulillah, memang ada yang langsung mendaftar menajdi pengurusnya. Saya girangnya bukan main, soalnya kepengurusan adalah hal yang mutlak untuk membentuk sebuah komunitas atau organisasi.

Saya membuka informasi penerimaan anggota dan pengurus FLP melalui sosial media. waktu itu lewat facebook. Dulu Fesbuk masih ada ruang catatan atau note. Jadi bisa kita bikin informasi dan pengumuman di sana. Kalo sekarang ruang itu sudah dihapus . Dijadikan satu saja saat menulis status. Bisa panjang. Kalo dulu nulis status fesbuk ada batasannya. Berapa karakter gitu, aku ya lupa. Udah lama ya!

Setelah terkumpul para pendaftar anggota dan pengurus. Selanjutnya ditetapkanlah hari dilaksanakannya orientasi FLP. Hari orientasi dilakukan pada hari ahad, karena itulah waktu yang paling pas, hari libur.

Saat hari orientasi saya dibantu Ayuk Fransiska atau Siska dan Sondang. Mereka adalah pengurus FLP terdahulu.



Seperti biasa, setiap orientasi. Ada banyak bawaan yang harus dibawa oleh peserta. Saya memanfaatkan kondisi tersebut. Apalagi memang FLP baru dibentuk kembali belum ada uang kas. Jadi semua harus peserta bawa.



Namun saya bermain cantik. perlengkapan yang akan dibawa oleh peserta. Terbungkus oleh sebuah tugas yang tanpa di sadari oleh peserta itu adalah sebuah bekal makan siang, hehehe. Buku-buku tulis dan FLP. alat tulis, termasuk permen dan air minum.

Acara orientasi akan segera dimulai, diawali dengan pembacaan kalam ilahi



Lalu lanjut dengan kalimat taujih dari ustad KH. M. Syamlan. Menyampaikan mengenai kemulian dakwah lewat tulisan. Termasuk ajakan untuk menulis hal-hal yang baik dan bermanfaat. Kemudian ajakan untuk menulis sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi bagi orang lain sebagai usaha mengumpulkan amal jariah.



Kemudian materi tentang FLP, tentang profil dan selayang pandang FLP. Oleh Fransiska dan Sondang


Setelah materi, lalu break makan snack terlebih dahulu

Lanjut lagi dengan bermain game, dengan menuliskan judul dari beberapa gabungan kata-kata. Banyak sekali kejadian seru dan lucu pada sesi ini. Sampai sekarangpun masih saya ingat.




Pokoknya meski waktu jedah atau games, tetap saja selalu diajak menulis. Jadi meski bermain, ya permainanya untuk mengasah dan melatih untuk menulis.

Usai salat Zuhur, lanjut dengan makan siang. Ini adalah bagian yang paling lama dan seru. 
Semua peserta membawa telur warna merah putih. Nah, karena tidak diberitahu telur merah putihnya harus bagaimana. Maka muncullah berbagai bentuk telurnya. Ada yang diberi pewarna, ada yang dibungkus ada yang diberi kertas dan lain sebagainya.




Acara makan ini dibuat terpisah antara laki-laki dan perempuan karena ada bagian adegan suap-suapan. Jadi sengaja dipisahkan




Para peserta orientasi ini beragam, ada pelajar, mahasiswa dan yang sudah bekerja. Jadi sangat beragam. Mereka semua bercampur baur dan bergabung. Saling berkenalan dan bekerjasama.




Setelah makan lalu lanjut lagi pembahasan materi dan game, seputar dunia menulis dan perkembangan FLP.




Acara orientasi ini berlangsung sampai menjelang Ashar. Namun karena suasan benteng yang nyaman. Waktu berlalu tanpa terasa.



Para peserta juga sangat senang dan antusias mengikuri setiap sesi kegiatan orientasi ini


Pada orientasi ini, para peserta bukan saja diajari tentang organisasi FLP, soal menulis. Akan tetapi juga diajari tentang kerjasama tim dan saling membantu membesarkan FLP.


Pada kegiatan ini,saya juga membawa Nawra, anak pertama saya yang saat ini sudah berusia 1o tahun , kelas 5 SD



Nawra juga sangat menikmati, tak rewel dan tak minta segera pulang. Saya sangat bersyukur, Nawra bisa diajak bekerjasama. Soalnya repot ya kalo dia rewal. Saat itu saya berdoa dan berharap Nawra nnati juga menajdi anak FLP dan penulis yang karyanya best seller dan bermanfaat buat umat.



Tak terasa hari sudah sore dan semua sesi orientasi sudah dilakukan. Setelah orientasi ini menanti tugas besar. Saat itu saya juga harus segera laporan kepada Mas Adam Muhammad selaku Ketua Jarwil atau Jaringan Wilayah . Yang juga bertugas mengontrol termasuk mengawasi perkembangan FLP di berbagai daerah.

Tugas menanti setelah ini adalah, bagaimana promosi FLP bisa dilakukan dan karya bisa dihasilkan. Karya penulis Bengkulu ditunggu untuk diterbitkan, disebarkan dan dibaca semua orang.

Tulisan inis aya buat untuk mengenang ulang tahun Forum Lingkar Pena yang kedua puluh dan mengenang bangkitnya Forum Lingkar Pena Bengkulu yang selama ini tidak aktif kembali, sangat lama.

Tulisan ini juga saya buat untuk menajwab tantangan dari #BloggerBengkulu untuk #NulisSerempak tentang #WisataSejarah Bengkulu yang saat ini sengaja saya angkat mengenai kenangan bersama benteng Malborough.

Memang halaman benteng yang luas sering kali digunakan oleh berbagai orang untuk berbagai kegiatan. Kalo dulu meriam masih boleh diduduki. Namun sekarang meriam tidak boleh lagi diduduki dan sudah diberikan meja atau kursi tempat meriam tersebut. Seolah ada di atas meja.

Ini cerita kenangan saya, kamu punya kenangan jugakah bersama benteng Malborough atau wisata sejarah lainnya. Yuk, berbagi

Salam, selamat ulang tahun FLP ku sayang semoga semakin tangguh dan bisa menginspirasi banyak orang. Melahirkan penulis yang profesional dan berkarya bagus sepanjang masa.

Rabu, 22 Februari 2017

/ /
Apartemen di Kawasan Perguruan Tinggi di Bandung

Assalammualaikum Wr. Wb

Bandung memang menarik perhatian siapa pun, tanpa memandang usia, golongan, atau yang lain. Pengunjung yang berdatangan dari luar daerah ke kota ini setiap harinya pun tidak pernah berhenti. Entah untuk urusan bisnis, rekreasi, berbelanja, dan juga pendidikan.

Di lingkup perguruan tinggi utamanya, Bandung masih menjadi pilihan favorit kaum terpelajar untuk mengenyam pendidikan. Bahkan, di Bandung sendiri terdata ada lebih dari 30 perguruan dan sekolah tinggi, baik negeri maupun swasta. Peserta didiknya pun tentu bukan hanya dari kawasan Bandung dan Jawa Barat saja. Tidak sedikit pula yang datang jauh-jauh dari pelosok negeri untuk kuliah di Ibu Kota Jawa Barat yang satu ini.

Geliat Bisnis Properti di Kawasan Perguruan Tinggi

Tentunya, setiap tahun jumlah mahasiswa penghuni Bandung meningkat, terutama di perguruan tinggi swasta. Keadaan seperti ini tentu membuat para pengembang properti menjadi semakin bergairah. Pembangunan apartemen di Bandung, khususnya di kawasan-kawasan pendidikan, menjadi kian banyak. 


Namun tidak hanya para pengembang besar saja yang diuntungkan. Warga sekitar juga mendapatkan imbas rezeki ini. Rumah yang tidak ditinggali kemudian dikontrakkan meski luasnya tak seberapa. Usaha indekos pun dibangun walaupun terkadang mengabaikan faktor kenyamanan, kelembapan, dan sebagainya.

Perguruan Tinggi Favorit dan Properti Hunian di Sekitarnya

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Perguruan tinggi di Bandung memang identik dengan ITB. Tidak dapat dimungkiri, selain karena kualitas lulusannya yang tidak diragukan, ITB juga terkenal lantaran jejak historisnya di masa lampau. Di institut ini pula, presiden pertama Republik Indonesia yang sangat karismatik, Ir. Soekarno, mengenyam pendidikan di bidang Teknik Sipil.


Lembaga pendidikan ini adalah lembaga pendidikan tinggi pertama di Hindia Belanda. Awal didirikannya ITB pada awal abad ke-20 adalah untuk tujuan pemenuhan tenaga teknik. Kala itu, pemenuhan kebutuhan teknik sangatlah susah lantaran adanya gangguan hubungan antara Belanda dan daerah jajahannya di Nusantara. Pada tanggal 3 Juli 1920, ITB dengan nama TH Bandung (Technische Hoogeshool te Bandoeng) berdiri.

Kini, berbondong-bondong pelajar seantero Indonesia berebut tiket masuk ke ITB. Banyaknya mahasiswa yang tidak berasal dari Bandung ini tentu membutuhkan tempat tinggal sementara untuk beberapa tahun ke depan. Apartemen di Bandung pun tak luput dari incaran mereka, baik di daerah sekitar Dago atau Jatinangor. Sementara untuk indekos atau kontrakan, mahasiswa ITB beramai-ramai menghuni di kawasan Cisitu (Cisitu Baru, Cisitu Lama, Cisitu Indah), Pelesiran, Kanyakan, dan sekitarnya. 

Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Diambil dari nama sebuah kerajaan di tanah Sunda, Universitas Padjadjaran didirikan pada tanggal 11 September 1957. Tidak seperti ITB yang memang mengkhususkandiri untuk pengabdian bidang ilmu keteknikan (meski kini ada Sekolah Bisnis dan Manajemen), UNPAD menggabungkan bidang ilmu sains dan sosial. Awal berdirinya dahulu, universitas negeri ini hanya memiliki empat fakultas. Kini, UNPAD telah mengembangkannya menjadi 16 fakultas.



Ada dua kampus utama yang dipunyai UNPAD, yakni kampus Iwa Koesoemasoemantri yang berada di kawasan Dipati Ukur, Bandung, dan kampus Jatinangor, Sumedang. Selain dua itu, beberapa kampus juga tersebar di beberapa lokasi di Bandung. Adapun lokasi tersebut antara lain Dago Atas, Dago Pojok, Sekeloa, Dago , Simpang Dago, Banda, Eikman, Teuku Umar, dan beberapa lainnya.
Di kawasan kampus Jatinangor, apartemen Taman Melati menjadi salah satu pilihan mahasiswa luar daerah untuk tinggal. Apartemen ini adalah garapan PT. Adhi Persada Properti, anak perusahaan PT. Adhi Karya (Persero). APP juga merupakan pengembang yang membangun apartemen dengan target mahasiswa di sekitar kampus Universitas Indonesia.

Universitas Telkom (TEL-U)

Perguruan tinggi swasta ini beberapa kali berganti nama. Dulu, Universitas Telkom dikenal dengan nama STT Telkom (Sekolah Tinggi Teknik Telekomunikasi), lalu berubah menjadi IT Telkom (Institut Teknologi Telkom). Di tahun 2013, lembaga pendidikan tinggi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom kemudian menjadi satu (Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom dan Politeknik Telkom) di bawah bendera Universitas Telkom.

Kawasan pendidikan Universitas Telkom berada di Jalan Telekomunikasi, Terusan Buah Batu, Dayeuh Kolot, Bandung. Kawasan yang dulu dianggap kumuh dan gersang kini telah menjelma menjadi kawasan pendidikan yang ramai dengan gedung-gedung besar bertingkat yang kokoh. Masyarakat pun terimbas dampaknya, salah satunya di sektor ekonomi. Kendati setiap tahun pertama mahasiswa wajib menghuni asrama, kebutuhan hunian mahasiswa terus saja bertambah. 


Usaha indekos di daerah sekitar kampus laris manis. Di deretan Jalan Sukabirus misalnya, penghuni indekos rata-rata mahasiswa yang mengambil studi di fakultas teknik (leburan IT Telkom). Sementara di Jalan Sukapura, penghuni indekos kebanyakan adalah mahasiswa manajemen, seni, dan  politeknik. Termasuk pula di sekitar Babakan Ciamis dan bahkan perumahan yang berada persis di seberang gapura Telkom.

Melihat semakin tingginya kebutuhan hunian dan tidak seimbangnya dengan luas lahan horizontal, pembangunan apartemen adalah opsi yang cukup strategis. Sebelum seluruh pembangunan asrama, di sekitar tahun 2012 setiap mahasiswa (putra) wajib ‘berasrama’ di apartemen Buah Batu Park. Namun jaraknya cukup jauh dari kampus.

Kini, persis di depan gedung fakultas manajemen, di samping bundaran Telkom, sebuah apartemen sedang dibangun. Gedung pencakar langit ini dibangun oleh Telkom Foundation dan Multikarya Land.



Itulah beberapa perguruan tinggi favorit di Bandung beserta properti untuk hunian mahasiswa di sekitarnya. Kini, mengikuti perkembangan individu modern dan imbas terbatasnya lahan, mahasiswa juga mulai melirik apartemen di Bandung sebagai huniannya. 

Jadi gimana, mau sewa apartemen yang mana ni, semua menarik bukan

Salam, semoga sukses ya mencari apartemennya.

Selasa, 21 Februari 2017

/ /
Jamaah atau Jemaah, Mana Yang Baku

Assalammualaikum Wr. Wb

Jamaah atau Jemaah Mana Yang Baku. Kata jamaah dan jemaah tidak asing lagi di telinga kita. Pada masyarakat secara umum. Namun, yang jadi pertanyaan, manakah di antara kedua kata tersebut yang baku. Lalu bagaimana cara kita menentukan hal itu kata baku atau bukan. 

Jamaah oh jamaah 

Atau yang benar ini

Jemaah oh jemaah

Manakah yang baku?

Baiklah kita akan ulas sekilas ya. Agar jelas kata yang mana yang baku dan kata yang yang tidak baku.

Kata jamaah dan jemaah berasal dari Arab. Dalam bahasa asalnya adalah Jama'ah. Dalam bahasa Arab tidak dikenal adanya bunyi /e/ seperti pada kata kenal atau kesal.

Pertanyaannya, lalu bagaimana dalam bahasa Indonesia ada kata jemaah. 

Perubahan bunyi /a/ dalam bahasa Arab menajdi /e/ dalam bahasa Indonesia. Saat itu masih bernama bahasa Melayu. 


Saat itu terjadi ketika bahasa Melayu masih menggunakan huruf Jawi yang sering disebut huruf Arab Melayu.

Dalam huruf Jawi tidak digunakan tanda-tanda baca. Sementara itu dalam bahasa Melayu dikenal bunyi /e/

Oleh karena itu dalam penyerapan kata bahasa Arab ke dalam bahasa Melayu. Terjadilah perubahan bunyi /a/ menjadi /e/ itu.

Beberapa contohnya adalah sebagai berikut

Tarjamah .....) Terjemah

Sadaqah.....) Sedekah

Sajarah.......) Sejarah

Faduli......) Peduli

Janazah...........) Jenazah

Fardu...........) Perlu

Sejalan dengan penyerapan di atas, dalam bahasa Indonesia kata yang baku adalah Jemaah bukan Jamaah

Kata Jemaah tidak perlu dikembalikan pada kata aslinya seperti kata terjemah, sedekah, sejarah, peduli, jenazah atau perlu.



Jadi yang benar itu adalah Jemaah oh jemaah ya manteman semua

Semoga gak salah  dan keliru lagi ya, mana yang baku atau tidak baku

Sumber Lembar Komunikasi ( Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)

Senin, 20 Februari 2017

/ /
Daftar Harga Pulsa Online IM3 Terbaru


Assalammualikum Wr. Wb

Terkadang saat sedang pergi ke luar kota kamu pasti pernah merasakan susahnya membeli pulsa, terlebih jika kota yang kamu datangi masuk ke dalam kategori pedesaan. Solusi pertama untuk mendapatkan pulsa dengan mudah yakni dengan membelinya di supermarket. Namun, jika kamu kesulitan untuk menemukan supermarket di kota yang kamu datangi, maka kamu bisa membelinya lewat ATM terdekat. Jika akses menuju ATM pun masih sulit untuk dilakukan belilah pulsa di online shop terlengkap banyak diskon MatahariMall yang jual pulsa online berbagai macam provider, khususnya pulsa Im3. Berikut ini adalah cara membeli pulsa online IM3 terbaru yang perlu kamu ketahui.

1. Buka aplikasi atau website mataharimall

Kamu bisa mengakses online shop MatahariMall melalui aplikasi ataupun dengan mengunjungi alamat resmi online shop ini. Kamu bisa mendownload aplikasinya dari playstore dan appstore smatphone atau tablet milikmu. Namun, jika kamu tidak sempat menginstall aplikasi online shop MatahariMall, maka kamu tetap bisa mengakses online shop ini dengan mengunjungi website mataharimall.com.



2. Cari pulsa yang kamu butuhkan

Setelah membuka website atau aplikasi online shopnya, kamu bisa langsung mencari pulsa yang kamu butuhkan dengan memasukkan kata kunci provider pulsa yang kamu butuhkan ke dalam daftar pencarian barang. 

3. Pilih pulsa dengan nominal yang diinginkan

Setelah kamu menemukan provider yang sesuai dengan kartu perdana yang kamu gunakan, maka langkah selanjutnya adalah mengklik daftar pulsa dengan nominal yang sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu bisa mendapatkan penawaran harga pulsa online im3 terbaik di online shop mataharimall. Di sana pulsa IM3 dijual dengan harga diskon yang dijamin akan menghemat waktu dan pengeluaranmu.



4. Lakukan transaksi pembayaran melalu ATM ataupun M-Banking

Kamu bisa melakukan proses transaksi dengan mentrasnsfer pembayaran melalui ATM terdekat ataupun melalui aplikasi Mobile Banking. 

Proses membeli pulsa meskipun berada di luar kota menjadi lebih mudah dengan berbelanja secara online terlebih jika online shop yang dipilih menyediakan banyak penawaran diskon yang menggiurkan. Tertarik untuk mencoba? Ayo, segera kunjungi online shop MatahariMall dan nikmati harga diskon murah meriahnya!


Salam, hayuk belanja pulsa mumpung murah ya :D

Sabtu, 18 Februari 2017

/ /
15 Wisata Sejarah Ini Yang Bisa Kamu Nikmati Saat Berada Di Bengkulu Dengan Berjalan Kaki

Assalammualaikum Wr. Wb

15 Wisata Sejarah Ini Yang Bisa Kamu Nikmati Saat Berada Di Bengkulu Dengan Berjalan Kaki. Bengkulu adalah salah satu provinsi yang berada di pulau Sumatera. Secara mudah sangat jelas berdekatan dengan provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Itu yang terlihat di peta. Bengkulu banyak memiliki historis sejarah. Yang paling tersohor adalah menjadi tempat pengasingan Bung Karno dan menikah dengan Ibu Fatmawati, ibunda Megawati dan adik-adiknya . Bengkulu juga yang menjadi inspirasi dan motivasi bung Karno untuk merancang kemerdekaan Indonesia. Selain itu banyak lokasi wisata sejarah yang terdapat di Bengkulu. Letaknya pun sangat berdekatan dan bisa kita kunjungi hanya dengan berjalan kaki.

Tidak percaya? Cobalah datang ke Bengkulu. Saya beritahu ya caranya dan akan ketemu wisata sejarah apa saja. Hayuklah, bersiap!

Selepas mendarat di Bandara Fatmawati, teman-teman lanjut naik kendaraan . Mobil atau motor ya. Bisa kendaraan pribadi atau angkutan umum. Bebas aja. Jalan aja terus sampai tidak ketemu lagi jalan dan akhirnya ketemu  di ujungnya pantai. Iyap, itulah namanya pantai Tapak Paderi atau yang berdekatan namanya pantai Malabero

Sampai di sana, silakan turun. Lalu mari kita nikmati lokasi sejarah berikut ini. Semu alokasi wisata sejarah berikut ini berada dalam satu kawasan yaitu. daerah Kampung. Kawasan yang sangat terkenal di Bengkulu.

1. Makam Inggris



2. Rumah Gubernur




3. Tugu Thomass Parr dan Hamilton



4. Kantor Pos Tertua



5. Tiang Bendera Tertua




6. Pasar Barukoto



7. Toko Bunian



8. Pecinan




10. Benteng Malborough





11. Bunker Jepang



12. Tapak Paderi




13. Gerga Tabut


14. Hotel Samudera


15. Tugu Pers Nasional 




Banyak bukan, lumayan ya. Biasanya perjalanan mendatangi lokasi wisata tak bakalan lama. Yang bikin lama adalah saat foto-foto. Benar apa benar. Hayo, iyakan. Kalo sudah urusan foto, bisa bikin lama ya, hehehe.

Tulisan ini dibuat untuk menjawab tantangan dari Blogger Bengkulu (Bobe) dalam aksi #NulisSerempak tentang #WisataSejarahBengkulu

Kalo teman-teman sudah di Bengkulu tapi bingung mau kemana aja dan tidak ada temannya. Silakan hubungi saya ya. Nanti saya bantu deh, asal jangan mendadak

Salam, selamat berlibur :D
Diberdayakan oleh Blogger.