Menu

Minggu, 30 Juni 2019

/ /
Pentingnya Kecakapan Literasi Baca Tulis Abad Ke 21
Assalammualaikum.Wr.Wb

       www.mildaini.com_Pentingnya Kecakapan Literasi Baca Tulis Abad Ke 21.Pada sebuah pertemuan kepenulisan yang dihadiri para pelajar dan mahasiswa, saya sempat bertanya. Berapa jumah buku yang selesai dibaca dalam satu hari, satu pekan, satu bulan hingga satu tahun. Jawaban peserta bermacam-macam. Sebagian besar peserta menjawab, mereka membaca buku setiap hari. Namun hanya pada bagian-bagian tetentu atau hanya  pokok bahasan tertentu. Sesuai dengan tema pada mata pelajaran atau bahan kuliah mereka masing-masing. Apalagi jika sedang masa ujian sekolah atau kuliah. Intensitas membaca semakin meningkat.

Lalu saya bertanya kembali, siapa saja yang suka membaca selain buku sekolah. Hanya sebagian kecil yang menjawab, bahwa mereka membaca buku novel, majalah dan lan sebagainya. Namun buku tersebut tidak selesai dibaca dalam waktu dekat,ada yang butuh beberapa hari, hingga beberapa bulan untuk hanya bisa menyelesaikan satu buah novel. Bahkan ada yang tidak pernah selesai dibaca.

Hanya beberapa orang saja yang memang menyukai membaca buku novel atau karya sastra. Mereka mengkoleksi beberapa jenis buku tertentu dari karya penulis yang sama. Misalnya karya Novel Tere Leye, Habbiburrahman, Asma Nadia dan lain sebagainya.

Ada yang juga dari peserta yang senang membeli buku dengan harapan untuk dibaca , jika ada waktu luang. Namun tenyata sampai batas waktu yang lama, buku yang sudah dibeli tadi, belum juga dibaca. Masih tebungkus rapi.

Pada kegiatan simulasi, saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada peserta dalam durasi tertentu. Pertanyaan pertama, saya meminta peserta menuliskan 10 judul buku yang pernah dibaca dalam waktu 10 menit. Pertanyaan kedua, saya meminta peserta untuk menuliskan 10 nama penulis Indonesia dan pertanyaan ketiga, saya meminta peserta untuk menuliskan nama penerbit buku dan nama media massa dan majalah atau tabloid.

Pada simulasi ini, banyak peserta yang bisa saya katakan tidak lolos, mereka hanya mampu menuliskan paling banyak 3-6 nama yang diminta pada setiap pertanyaan. Ada yang belum bisa membedakan bentuk majalah, tabliod, koran. Apalagi sejak zamn digital saat ini. Banyak yang lebih menyukai membaca secara online. Ingin mencari informasi mengenai segala sesuatu. Hanya dengan mengetik kata kunci di google, maka informasi tersebut dengan cepat muncul.

Itu beberapa cara yangs angat mudah dan sederhana untuk sekedar mengetahui minat baca dan pengetahui seseorang mengenai dunia buku dan minat baca. Hampir selalu kita dihadapkan dengan kenyataan dan data, bahwa orang Indonesia sangat rendah minat bacanya. Hal ini tentu saja membuat kita seolah berpikir mencari cara lain , bagaimana untuk menambah pengetahuan, mendorong potensi pengetahuan dan meningkatkan wawasan seseorang dengan cara yang menyenangkan dan disukai. Maka muncullah istilah Literasi yang mulai diterapkan di berbagai negara.

Saya dan teman-teman saat bimtek fasilitator baca tulis di Pekanbaru


Mengenalkan Istilah Literasi Sejak Dini

Buku adalah jendela dunia dan membuka wawasan dan cakrawala manusia. Betul, hal ini tidak bisa kita pungkiri. Dengan membaca kita akan memperoleh begitu banyak pengetauan. Masalahnya, saat ini banyak anak-anak kita yang tidak begitu suka membaca buku. Namun sangat senang berjam-jam membaca handphone. Membaca secara digital jauh lebih menarik.

Oleh karena itu sebagai orang tua, guru dan masyarakat secara umum, Kita harus bisa memperkenalkan cara lain untuk menambah wawasan anak. Dengan kegiatan literasi. Dengan melakukan kegiatan literasi, anak-anak, orang dewasa temasuk lanjut usia. Bisa menambah banyak pengetahuan dan informasi mengenai apa saja. Dalam sudut pandang yang berbeda. Serta dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan.

Pengertian Literasi

·         Kecakapan dasar seseorang menggunakan segenap potensinya dalam kehidupan.
·         Pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu.

·         Kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup
·         Baca dan tulis, (2) numerasi, (3) sains, (4) digital, (5) finansial, (6) budaya dan kewargaan

Ada 6 Dasar Kegiatan Literasi, yaitu :

1.      Baca Tulis
2.      Numerasi
3.      Sains
4.      Digital
5.      Finansial
6.      Budaya dan Kewargaan.

Keenam jenis literasi tersebut, bisa kita kenalkan sejak dini kepada anak-anak di rumah, anak didik dan masyarakat secara umum. Setiap anak pasti memiliki kecenderungan tertentu. Mereka akan memilih sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki.

Kita juga bisa memberikan pengetahuan, ilmu, wawasan dan informasi kepada anak sesuai dengan minta dan bakatnya. Jika mereka menyukai jenis literasi tertentu, maka kita bisa mendorong mereka untuk bisa menguasasi dengan baik, mendorong agar mereka berprestasi dan profesional di bidang yang mereka sukai.


Pentingnya Menguasai Literasi

Di banyak negara kegiatan literasi sudah dikembangkan dengan secara baik dan profesional. Dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Terutama untuk menjawab tantangan kemajuan abad 21 yang membutuhkan begitu banyak orang pintar, cerdas dan ahli di bdang-bidang tertentu.  Untuk menguasai berbagai dunia kerja dan menjawab berbagai kebutuhan revolusi industri 4.0. Penambahan pengetahuan tidak hanya lewat baca tulis saja. Namun pemahaman mengenai dunia serta isinya juga menjadi hal yang sangat penting untuk langsung diketahui secara khsuus. Misalnya, ada anak yang menyukai dunia sains, maka kita bisa mendorong dirinya untuk maju dan menguasai dunia sains dengan baik.

Mengapa sekarang penguasaan literasi telah diyakini sebagai episentrum perkembangan dan kemajuan berbagai lapangan kebudayaan dan peradaban? Beberapa alasannya saat ini sedang tumbuh-berkembang

1.      Masyarakat jaringan informasi (network society)
2.      Masyarakat berpengetahuan (knowledge society)
3.      Masyarakat kreatif-inovatif (creative society)

Tujuan Gerakan Literasi Nasional

1.      Membangun Budaya Literasi
2.      Membangun budaya literasi
3.      Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045

4.      Menguatkan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik)
5.      Merevitalisasi dan memperkuat kapasitas ekosistem pendidikan

6.      Melestarikan kebudayaan dan jati diri bangsa Indonesia dalam mendukung Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)

Dengan kegiatan literasi diharapkan, masyarakat Indonesia semakin tinggi tingkat pengetauan, penguasaan teknologi dan tentu saja akan menjadi maju untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat serta bangsa dan negara.

Sabtu, 29 Juni 2019

/ /
Jangan Ngaku Berlibur ke Myanmar, Kalau Belum Ke Tempat Ini!
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Jangan Ngaku Berlibur ke Myanmar, Kalau Belum Ke Tempat Ini! Kalian lagi merasa bosan dan lelah dengan rutinitas harian? Itu tandanya kalian butuh liburan! Pergi liburan merupakan obat yang paling ampuh untuk mengembalikan semangat hidup yang seakan hilang. Berlibur juga telah terbukti merupakan sebuah kegiatan yang memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh terutama terhadap kesehatan mental. Memilih destinasi liburan memang gak begitu gampang, karena kalian harus memilih satu atau dua kota atau negara untuk dijadikan tujuan wisata diantara berjuta-juta kota atau negara lainnya. 

Hal pertama yang bisa kalian lakukan adalah mencari promo paket tour, karena biasanya didalam promo paket tour terdapat destinasi-destinasi yang sangat diminati oleh wisatawan. Salah satu tempat wisata yang ada didalam promo paket tour adalah Myanmar, mungkin negara ini gak sepopuler Singapura atau Malaysia, tapi Myanmar punya keunikan yang mampu menarik minat para wisatawan. Beberapa tempat wisata yang wajib banget kalian kunjungi ketika berlibur ke Myanmar, di antaranya:

Bagan
 
https://fineartamerica.com/featured/balloons-over-bagan-myanmar-joana-kruse.html?product=poster

Bagi kalian yang beragama Budha mungkin sudah tidak asing dengan nama Bagan, karena Bagan merupakan tempat wisata umat Budha yang memiliki lebih dari 200 kuil. Bukan hanya umat Budha yang mendatangi Bagan, tapi banyak wisatawan non Budha yang juga datang untuk melihat keindahan barisan kuil yang ada disana. Sangat cantik!

Shwemawdaw Paya
 
https://atoztravel.vn/location/nhat-ban/
Membaca nama tempat ini mungkin sedikit sulit, tapi Shwemawdaw Paya memiliki arti Dewa Emas Agung, dan sesuai dengan namanya tempat ini memiliki kuil emas yang sangat besar, yang bahkan kalian bisa melihatnya dari kejauhan. Kuil ini memiliki tinggi 114 meter dan dengan ketinggiannya Smwemawdaw Paya menjadi pagoda tertinggi yang ada di Myanmar.

Danau Inle

https://transit.navitime.com/id/mm/hotel/TR007-561869
Bukan hanya memiliki banyak Pagoda yang indah nan cantik, tapi Myanmar juga punya danau yang sudah tak diragukan lagi pesonanya. Danau Inle merupakan salah satu danau yang paling terkenal di Myanmar, banyak wisatawan yang  mengunjungi danau ini untuk dapat menaiki longboat sambil menikmati keindahan pemandangan yang ada dikawasan danau Inle. Mau coba?

Sungai Ayeyarwady



http://wowasiknya.com/sungai-terpanjang-di-asia-tenggara/
Kalau sungai Nil merupakan sungai terpanjang yang ada di Bumi, di Myanmar kalian bisa menemukan Sungai Ayeyarwady sebagai sungai terpanjang di Myanmar. Sungai Ayeyawady juga memiliki nama lain yaitu Irrawady, jadi kalian jangan bingung kalau ada orang yang menyebut sungai ini dengan nama yang berbeda. Aliran sungai ini dimulai dari ketinggian Himalaya dan berakhir di Laut Andaman.

Ngapali

https://beachtraveldestinations.com/ngapali-beach-myanmar/
Gak mau kalah sama pesona wisata pantai di Indonesia, Myanmar juga memiliki salah satu pantai paling eksotis yaitu Pantai Ngapali. Pantai ini memiliki pasir putih dan air laut yang biru jernih, dan selayaknya tempat wisata maka pantai ini dikelilingi oleh banyak penginapan, terutama hotel-hotel mewah.

Nah, itulah 5 tempat wisata yang wajib banget kalian kunjungi ketika kalian berlibur di Myanmar. Yuk, cari promo paket tour ke Myanmar sekarang juga, biar bisa segera berlibur! 

Minggu, 23 Juni 2019

/ /
Tips Memilih Susu Formula Terbaik Bayi Usia 1 Tahun
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Tips Memilih Susu Formula Terbaik Bayi Usia 1 Tahun. Seribu hari pertama kehidupan bayi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun adalah masa emas kehidupannya. Oleh karena itu, Anda tidak boleh sembarangan dalam memberikan perawatan untuk buah hati termasuk asupan nutrisinya. Untuk mendampingi kebutuhan nutrisi si kecil selain dari ASI, umumnya ibu memilih memberikan susu formula. 



Namun ibu-ibu tentunya sering bingung menentukan merk susu formula terbaik untuk si kecil. Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan ketika memberikan susu untuk si kecil.

Bagaimana menentukan susu formula terbaik untuk anak di bawah 1 tahun?

Menentukan baik tidaknya susu formula tentu tidak bisa hanya dilihat dari harganya saja. Ibu-ibu harus memerhatikan kandungan pada susu tersebut sebelum memutuskan bahwa ini merupakan merk susu formula terbaik untuk anak Anda.

Secara umum, susu formula akan terdiri dari beberapa nutrisi primer seperti karbohidrat, lemak, vitamin, protein dan mineral. Meski sama-sama mengandung protein, ibu harus memahami bahwa tidak semua protein dalam susu formula sama jenisnya. Ada beberapa susu formula yang menggunakan protein berjenis casein dalam produknya sementara merk yang lain menggunakan jenis protein whey. Beberapa merk produk susu formula juga terkadang mengkombinasikan keduanya.

Produk susu formula untuk bayi usia di bawah satu tahun umumnya digolongkan untuk bayi usia 0-6 bulan dan usia 6-12 bulan. Pastikan untuk membaca pada kotak kemasan susu apakah cocok dikonsumsi oleh bayi baru lahir. 

Untuk anak usia di bawah satu tahun, sebaiknya Anda memilihkan susu formula yang berbahan dasar susu sapi. Hal ini karena susu sapi akan lebih cocok untuk bayi. Jenis proteinnya juga harus Anda perhatikan. Sebaiknya pilih jenis protein susu sapi jenis whey karena akan lebih mudah dicerna oleh bayi baru lahir. Jika Anda memilih produk susu yang memiliki kedua jenis protein ini yaitu whey dan casein, maka Anda harus memilih produk yang kandungan whey lebih tinggi ketimbang casein. Pada susu ASI, rasio perbandingan antara whey dan casein adalah 60:40 maka sebaiknya pilih yang rasionya seperti ini.

Konsultasi Terlebih Dahulu dengan Dokter Jika Bayi Alergi Susu

Kandungan protein pada susu sapi seperti laktosa kerap membuat beberapa bayi alergi sehingga orangtua tentu bingung bagaimana cara menyiasatinya. Meski di pasaran memang sudah dijual beberapa produk susu formula yang dibuat dari bahan dasar kacang kedelai atau susu soya, namun sebaiknya ibu tidak langsung mengganti susu formula dari susu sapi ke susu kedelai. Ibu sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dikarenakan ada beberapa bayi yang juga tetap alergi terhadap susu soya. 


Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menyiasati hal tersebut. Di pasaran sendiri kini telah hadir susu formula dari susu sapi yang telah diolah khusus secara enzimatik sehingga protein laktosa dari susu sapi lebih mudah dicerna. Dengan begitu, risiko terkena alergi susu sapi akan berkurang pada si kecil. Morinaga Platinum sebagai salah satu merk susu formula terbaik menghadirkan produk Morinaga Chil Kid P-HP khusus untuk anak alergi susu sapi. Kandungan protein pada Morinaga Chil Kid P-HP lebih mudah dicerna oleh bayi sehingga mengurangi risiko alergi.

Meski memberikan ASI eksklusif memang lebih utama untuk bayi yang baru lahir, namun beberapa alasan membuat ibu harus mengimbanginya dengan susu formula. Oleh karena itu cobalah pelan-pelan untuk membiasakan buah hati terhadap susu formula. Anda bisa mencampur susu formula dengan ASI agar bayi terbiasa. 

Sabtu, 22 Juni 2019

/ /
Jadwal Kegiatan Bimtek Fasilitator Literasi Regional Sumatra 2019
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Bimtek Fasilitator Literasi Baca Tulis Regional Sumatra. Hari ini mulai digelar di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17-21 Juni 2019.

Buku keren ini semoga bisa dibaca dan disebarkan kembali kebaikannya

Saya sudah tiba di Pekanbaru pada hari ahad, 16 Juni 2019. Satu hari lebih cepat dari rombongan Bengkulu lainnya. Sebab saya berangkat dari kota Palembang. Kebetulan sedang ada acara keluarga di kota pempek ini. Selan itu, jadwal penerbangan yang memungkinkan saya tiba di kota Pekanbaru pada sebelum jam dua belas siang, tidak ada. Saya kuatir nanti terlambat atau tidak bisa mengikuti kegiatan pembukaan. Oleh karena itu, saya memutuskan berangkat lebih awal. Dengan menggunakan pesawat malam. Jadi saya menginap dulu semalam di hotel RedDoors, baru keesokan harinya saya berangkat ke lokasi kegiatan.

Sebelum menuju Hotel Pangeran, saya kontak rombongan dari Bengkulu. Alhamdulillah mereka juga sudah tiba di Pekanbaru dan bersiap menuju lokasi.

Suasana Ballroom menjelang acara pembukaan Bimtek
Sampai di Hotel, di depan pintu masuk ruangan acara. Para peserta dari bebagai wilayah di Sumatra sudah antre sambil memegang berkas , yang akan dberikan kepada panitia. Untuk verifikasi dan validasi data. 

Saya pun segera menyiapkan semua berkas yang dperlukan.Saya terpaksa duduk melantai, sebab tidak ada kursi dan meja di luar ruangan acara. 

Verifikasi Berkas Administrasi Peserta

Berkas yang dminta oleh panitia hanya Surat Tugas, Lampiran SKPD , KTP, dan boarding pass dan tiket. Panitia yang bertugas dari Balai Bahasa Riau. Berkas kami segera dicek ricek satu persatu. Data kami juga sudah dikelompokkan menjadi dua. Satu bagian untuk para pegiat literasi dari berbagai komunitas dan instansi sedangkan kelompok kedua adalah para guru.

Untuk perwakilan Bengkulu, juga dibagi dua. Empat orang masuk kelompok pegiat literasi. Ada saya, Pak Ahmad, Rommi dan Ibu Cut. Sedangkan yang masuk kelompok guru adalah Pak Jayu, Budi, Yusuf dan Ibu Maya.

Alhamdulillah semua berkas kami beres dan diterima dengan baik. Kecuali tiket pulang. Ini memang belum kami pesan. Rencananya akan dibeli melalui panitia saja secara langsung.


Setiap sesi, selalu absen dan ketat

Setelah data semua lengkap, kami pun diberikan ATK dan Tas yang berisi modul atau buku-buku yang bekaitan dengan literasi serta mendapatkan name tag yang akan dipakai sepanjang kegiatan berlangsung. Kemudan saya menuju receptionis hotel dan diberikan kunci kamar. Kebetulan saya mendapatkan kamar no 605 satu kamar dengan utusan dari Jambi. Sedangkan Ibu Maya dan Cut, mereka satu kamar di lantai empat.

Daftar Nama Peserta Bimtek Dari Bengkulu 
.
1. M. YUSUF, S.Ag, Dari Kantor Bahasa Bengkulu

2. ROMMI ROESTAM, S.Sn., Dari Himpunan Perupa Bumi Rafflesia

3. MILDAINI,S.Pd, Dari Komunitas Forum Lingkar Pena

4. MAYA PRANSISKA, M.Pd., Guru SMP 1 Bengkulu Selatan

5. CUT RATNA YANTI,S.Pd., Komunitas Penulis HaeS

6. AHMAD KHOIRUS SALIM, S.S.,Dari Kantor Bahasa Bengkulu

7. BUDI DARMAWAN, S.Pd., Guru SMAN 12 Bengkulu Utara

8. JAYU MARSUIS, S.Pd., Guru SMPN 5 Kota Bengkulu


Perwakilan dari Provinsi Bengkulu
Hari Pertama, Senin, 17 Juni 2019

Acara Pembukaan

Tepat jam dua siang, seperti yang diinformasikan oleh panitia sebelumnya. Acara pembukaan dilakukan di ruangan Ballroom ini. Tempat kami melakukan verifikasi tadi. 

Ruangan besar ini, sangat cukup untuk menampung kami yang berjumlah delapan puluh orang yang merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang ada di Sumatra. 

Di bagian panggung, sudah terpasang spanduk besar yang memuat informasi mengenai kegiatan Bimtek ini. Lengkap dengan logo GLN dan panitia penyelenggara kegiatan ini.

Di bagian samping kiri dan kanan terdapat dua layar monitor untuk menampilkan materi dari para narasumber. Peserta juga tebagi dua jalur. Ada sayap kanan dan sayap kiri. Saya duduk di bagian depan sayap kanan. Bersebelahan dengan perwakilan tuan rumah yang juga merupakan teman saya di Forum Lingkar Pena.

Mengecek pembagian nama dan kelas, usai pembukaan
Secara umum, acara pembukaan ini sama halnya dengan acara pembukaan pada sebagian besar kegiatan yang sering digelar oleh kantor Bahasa di Bengkulu. Hanya ada sedikit perbedaan pada saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di sini, lagu Indonesia Raya ditambah dengan lirik dan syair lainnya. Jadi lebih panjang dan lama.

Pada kata sambutan, disampaikan oleh Bapak Kepala Balai Bahasa Riau, Bapak Drs  Umar Solikhan, M. Hum. Kebetulan sekali bapak Umar  juga menyampaikan salam perpisahan. Sebab beliau akan menjalankan tugas yang baru menjadi Kepala  Balai Bahasa Jawa Barat. Kegiatan ini, adalah partisipasi dan keterlibatan beliau yang terakhir pada Balai Bahasa Riau. Dalam kata sambutannya beliau menyampaikan salam hormat, ucapan selamat datang serta motivasi beliau kepada kami para peserta untuk bisa mengikuti kegiatan Bimtek ini dengan baik sampai selesai dan mendapatkan banyak informasi dan ilmu yang nantinya diharapkan bisa disebarkan atau disampaikan kembali kepada anak didik dan masyarakat secara umum, di wilayah masing-masing.

Materi Pertama 

Acara secara resmi dibuka oleh Ibu Dr. Tengku Syarfina , M.Hum . Kepala Bidang Pembelajaran , dari Jakarta. Setelah  Coffe Break, acara pembukaan ini,dilanjutkan dengan materi pertama yang akan disampaikan oleh Ibu Dr. Tengku Syarfina , M.Hum tentang Kebijakan GLN Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan. Beliau menyampaikan materi ini sampai pukul 16.45. Setelah itu para peserta lanjut untuk istirahat dan bersiap untuk mengikuti materi kedua setelah makan malam nanti.

Ibu Dr. Tengku Syarfina , M.Hum membuka acara sekaligus memerikan materi pertama

Materi Kedua

Sampai jam 19.30. Usai makan malam di ruangan  pembukaan Ballroom. Dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Bapak Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. Dengan tema, Upaya Pembinaan Bahasa Melalui Pembudayaan Literasi Baca Tulis dan Bernalar Aras Tinggi (BAT) , Kecakapan Abad ke 21 dan STEM

Bapak Djoko di akhir sesi materinya menyerahkan hadiah kepada salah satu peserta yang hadir. Materi ini berakhir pada jam 21.00 wib.

Hari pertama ini, hanya diisi dengan pembukaan dan satu materi serta penyampaian informasi-informasi penting berkaitan dengan administarsi peserta dan informasi untuk kegiatan esok, hari kedua.

Materi kedua di hari pertama, bersama Bapak Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.
Informasi dari panitia, esok  kami dibagi menjadi dua kelompok, untuk belajar di ruangan yang berbeda sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Kelomok A berisi para guru akan belajar di ruang Kaca di Lantai dua. Sedangkan kelompok saya B, berisikan para penggiat literasi dari berbagai komunitas dan instansi. Kelompok B akan belajar di ruang Kemojo , berdekatan dengan kolam renang. Pada saat menyebutkan kolam renang, para peserta langsung gemuruh heboh, hihihi. 

Saya, besok masuk kelas B dan belajar di ruangan dekat kolam renang, di Basement.

Hari Kedua, Selasa 18 Juni 2019

Usai sarapan pagi, di ruangan makan. Kami langsung menuju ruangan masing-masing sesuai yang telah dibagi tadi malam oleh panitia. Ketika pertama kali masuk ke ruangan masing-masing. Kami melakukan pre test terlebih dahulu. Ada sekitar 30 soal yang berhubungan dengan literasi dan pemahaman membaca artikel yang diujikan kepada para peserta

Waku mengerjakan soal-soal pre test ini juga sangat singkat. Hanya sekitar tiga puluh menit. Setelah itu kami langsung mendapatkan pengarahan dari panitia dan siap melanjutkan materi pertama yang akan disampaikan oleh Ibu Suriyati, beliau ini merupakan seorang pegiat literasi dari Kepulauan Riau. Beliau menyebut dirinya adalah anak pulau. Ibu Suriyati ini adalah para peserta Bimtek GLN yang dilakukan pada bulan April yang lalu di Jakarta.
Materi pertama dari Ibu Suryati

Ruangan B ini cukup besar untuk menampung 40 orang. Hanya saja di bagian tengah terdapat tiang besar yang sangat menganggu sehingga ketika pembicara atau ada yang mau ke tengah. Ada yang tidak bisa melihat dengan jelas karena terhalang dinding. Saya pun beberapa kali pindah tempat duduk mencari kenyamanan.

Materi Pertama,

Materi yang beliau sampaikan adalah 

1.Gerakan Literasi Masyarakat dan Cara Pengelolaan Komunitas Literasi
2. Menciptakan Kreasi dan Inovasi Literasi Baca Tulis di Masyarakat

Materi ini disampaikan sampai jam dua belas  siang, kemudian break ishoma. Pada materi ini Ibu Suriyati, memberikan kesempatan pada peserta untuk bercerita mengenai komunitasnya dan kegiatan literasi apa saja yang sudah dilakukan. Ibarat kata, berbagai pengalaman

Lalu dilanjutkan kembali. Dengan materi untuk membuat Rencana Aksi, sampai pukul dua siang. Ibu Suriyati kemudian memberikan tugas kepada kami untuk membuat Rencana Aksi dan akan dipresentasikan pada hari keempat, tanggal 20 Juni 2019. 

Empat hari selama bimtek, makan teratur :)

Materi Kedua

Pada hari kedua ini kelas B, mendapatkan materi dari Bapak Muhammad Iqbal, M.Pd
1. Jenis, Strategi dan Teknik Membaca
2. Praktik Membaca Berbagai Jenis Teks

Beliau juga sudah mengikuti kegiatan seperti ini di bulan April, di Jakarta. Materi dari Bapak Iqbal dibuat dengan simulasi dengan membagi kami menjadi beberapa kelompok. Metode ini sangat efektif bagi kami untuk belajar mengenai jenis-jenis teks yang sangat banyak itu. Meski pun secara rasional, kami juga tidak tahu pasti apa manfaat kami belajar begitu banyak teks, dan bagamana kami mengajarkannya kembali kepada teman-teman di komunitas. 

Mengenal berbagai jenis teks bersama Bapak Muhammad Iqbal, M.Pd

Materi Ketiga 

Materi ketiga pada hari kedua ini disampaikan oleh Ibu Juliana,S.S  yang juga merupakan salah satu peserta Bimtek GLN pada bulan April yang lalu. Beliau menyampaikan  
1.Meringkas, Menulis Ulang dan Mengkonversi Teks
2.Praktik Meringkas, Menulis Ulang dan Mengkonversi Teks

Malam ini ditutup pada jam 22.00 wib. Kemudian peserta dipersilakan untuk melanjutkan untuk membuat Rencana Aksi. Sebab ditunggu oleh panitia sampai dengan jam dua belas malam ini atau pukul 24.00 wib. Masing-masing peserta mengirimkan bahannya kepada panitia melalui alamat emal yang sudah ditentukan.

Sesi Ice Breaking Bersama Ibu Juliana
Nah, karena malam ini tidak ada kudapan malam. Saya kelaparan, jadinya usai kegiatan. Ditemani oleh teman dari FLP dari Kepulauan Riau, Vita saya mencari camilan di sekitar hotel. Keluarlah kami ke luar, berjalan ke arah kiri hotel. Di sana ada berbagai toko dan warung. Saya membeli camilan roti di toko roti, yang menurut orang Riau adalah toko roti terbesar di sini.

Hari Ketiga, Rabu 19 Juni 2019.

Materi Pertama

Pada hari ketiga ini, kami masih di ruangan yang sama dengan hari kedua. Sesua dengan ruangan kelompok masing-masing. Kami melanjutkan materi  pertama bersama dengan Ibu Juliana kembali. Beliau membahas mengenai Praktik Meringkas, Menulis Ulang dan Mengkonversi Teks

Kami dberikan teks untuk kami ringkas, menulis ulang dan dikonversi. Semua tugas ini dikumpulkan dan dibuat dalam kurun waktu tertentu.

Materi Kedua

Sampai jam dua belas siang, Setelah  makan siang, kami melanjutkan materi dengan Ibu Suriyati mengenai Teknik Menangkap Ide dan Menulis Kreatif Berbagai Jenis Teks Bacaan dan Praktik Menulis Kreatif.

Pada praktik ini, peserta diminta untuk membuat satu buah karya Puisi, Pantun, Essay dan membuat satu Puisi Haiku.

Bagian ini seru sekali dan seolah menjadi ajang unjuk bakat dari teman-teman pegiat menunjukkan bakatnya. 

Materi Ketiga

Materi ketiga ini, disampaikan oleh Ibu Juliana kembali , beliau menyampaikan materi tentang  Teknik Swasunting dan Praktik Swasunting. Ibu Juliana juga memberikan tugas kepada kami untuk mengkonversi teks, melakukan swasunting bacaan. 



Seperti biasa, sama seperti malam sebelumnya. Kami keluar kelas di atas jam sembilan malam. Malam ini kami ke luar bersama , makan Sate Padang di luar. Kami pun pesan mobil online, menuju ke arah jembatan Siak. Kami makan di sana. Kalo dari segi rasa, masih enak yang di Bengkulu. Apalagi dari segi rasa. Yang sama, orang yang menjualnya. orang Padang. Tapi, yang namanya lapar dan udah ngumpul. Yah, sikat aja deh sampai habis!

Hari Keempat, Kamis 20 Juni 2019

Pada hari ini, adalah hari yang menegangkan dari sepanjang kegiatan Bimtek. Dimana pada hari ini, kami satu persatu akan melakukan presentasi mengenai Rancangan Aksi yang telah disampaikan materinya oleh Ibu Suryati pada hari kedua. 

Masing-masing peserta mendapatkan jatah waktu selama 15 menit di depan para tim penilai dan para peserta lainnya.

Para peserta yang belum mendapatkan giliran maju ke depan. Diharapkan dapat membantu dan mendukung penampilan dari peserta yang sedang maju.


Tim Penilai Praktik Baik Berliterasi, Bapak Prima dan Ibu Juliana
Pada kelas B ini, tahap pertama. Tim penilanya adalah Ibu Juliana dan Bapak Prima Hariyanto. Urutan pertama adalah penampilan peserta dari Bangka Belitung, bapak Ahmad mendapatkan kesempatan pertama. Panitia sudah menyiapkan petugas pengitung waktu. Pada 10 menit penampilan , maka bel akan berbunyi. Artinya masih ada sisa waktu sekitar lima menit lagi.

Ada peserta yang durasinya cukup, pas dan berlebih. Sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Begitu waktu habis, maka presentasi peserta otomatis berhenti. Meski ada yang belum selesai.

Untuk tim penilai ini, pada waktu siang setelah ishoma. Pasangan penilainya berganti secara otomatis. Berganti dengan Ibu Suriyati dan Asmawati. Ibu Asmawati ini tidak menyampaikan materi pada kelas B, tetapi beliau menyampaikan materi pada kelas A. Begitu juga dengan bapak.

Saya mendapatkan giliran menjelang sore hari, pada urutan peserta ke. Saya menyampaikan materi dengan judul Membuat Cerita Pendek Pada Anak Kelas 3-6 SD Dalam Sekali Duduk. Rancangan aksi ini sudah saya kirimkan juga kepada panitia sesuai dengan alamat email yang telah diberikan oleh panitia. Saya menyiapkan materi dalam bentuk power poin sebanyak.



Untuk durasi waktu, saya cukup. Semua materi pada slide sudah tersampaikan. Hanya menurut saya. Dari waktu yang lima beles menit ini. Saya kesulitan untuk melihat feedback atau hasil dari para peserta. 

Saya menyampaikan materi cara memulai awal cerita pada cerpen. Memang saya meminta beberapa peserta untuk mempraktikan dari apa yang saya sampaikan. Alhamdulillah ada empat peserta yang mau menyampaikan contoh kalimat awal cerpen yang mereka buat.

Yang cukup menyenangkan bagi saya adalah, pada saat peserta menyampaikan contoh tersebut. Saya tidak membuat settingan terlebih dahulu. Akan tetapi mereka menyampaikan secara spontan. Sebab ada beberapa peserta yang memang menyiapkan kondisi tersebut untuk mendukung kelancaran presentasinya nanti. Hal ini menurut saya ya wajar-wajar sajalah. Supaya bisa menyampaikan dengan baik dan hasil presentasinya juga baik. Begitu juga dengan rekan-rekan dari Bengkulu lainnya. Partisipasi peserta spontan dan ikut larut dalam setiap presentasi yang disampaikan. Sangat mendukung kelancaran presentasi.

Presentasi kelas B, selesai sekitar jam sembilan malam, bahkan lebih sebab di akhir waktu. Kami semua melakukan foto bersama dengan para peserta dan para pemateri.

Hari Kelima, Jumat 21 Juni 2019

Bimtek hari ini berakhir, kami semua kumpul di ruang pertama kali kami berkumpul. Untuk mengikuti materi terakhir yang akan disampaikan oleh Bapak yang Drs.Songgo A.Siruah, M.Pd merupakan kepala Kantor Bahasa yang baru. Beliau menyampaikan materi Drs.Songgo A.Siruah, M.Pd. Dengan materi Upaya pembinaan Budaya Literasi Baca Tulis di Provinsi Riau oleh Balai Bahasa Riau

Materi Drs.Songgo A.Siruah, M.Pd
Saya sempat bertanya sekaligus memberikan masukan kepada beliau, saat ini kantor Bahasa, Balai Bahasa di berbagai kota giat sekali melakukan lomba-lomba penulisan buku. Namun, buku-buku tersebut jarang yang juga di upload ke internet. Selain itu saya mengajak para penulis untuk juga menulis di intenet, baik lewat media blog atau media sosial. Karena saat ini, banyak orang meng-ases berbagai infromasi lewat smartphone. Oleh karena itu, sebagai penulis, sebaiknya kita juga bisa mengisi konten-konten yang dibutuhkan oleh khalayak umum. Termasuk seputar dunia literasi. 

Acara Penutupan

Setelah materi dari Bapak...kami langsung melakukan kegiatan penutupan dan pengisian quisioner. Setelah acara penutupan, kami melakukan kegiatan tertib administarsi dan pengambilan sertifikat. Sekaligus melakukan foto bersama , baik dengan para panitia, dengan sesama peserta dan tim Bengkulu saja. 

Usai acara penutupan. Masih ada waktu menjelang waktu kembali ke Bengkulu sekitar tiga jam. Sisa waktu ini, saya bersama dengan Ibu Maya dan Cut pergi melihat ke Pasar Bawah ,naik Grab waktu itu sekitar Rp. 24.000,- dengan waktu tempuh sekitar lima belas menit. 



Lalu kami akhirnya bertemu kembali dengan bapak-bapaknya di bandara.Kami pulang ke Bengkulu melalui kota Padang sehingga waktu transit hanya sebentar saja. Di bandara Minang Kabau hanya menurunkan penumpang rute Pekanbaru- Padang saja. Lalu lanjut ke Bengkulu.

Terima kasih Kantor Bahasa Bengkulu atas kesempatannya dan kepada semua panitia serta narasumber. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Semoga ada kesempatan yang lainnya lagi ya. 










Diberdayakan oleh Blogger.