Menu

Selasa, 26 April 2016

/ /
 {Profil Blogger}, Hayuk, Belajar Menulis Novel Ala Eni Martini
 {Profil Blogger}, Hayuk, Belajar Menulis Novel Ala Eni Martini

Assalammualikum Wr. Wb
Apa kabar teman-teman blogger semua, semoga selalu baik ya. In sya Allah semua akan selalu baik-baik sayang, apalagi kalo suka nulis dan ngeblog, hehehe.

Oh, ya kali ini saya mau bercerita tentang salah satu teman arisan link saya di komunitas Blogger Perempuan Indonesia, ciye!. Namanya sudah tersohor nih, sebagai penulis novel. Fiuuh, novelnya sudah lebih dari 20 judul loh. Bahkan sudah ada yang difilimkan, keren kan.

Selain itu beliau juga menjadi seorang blogger, sejak tahun 2010. Udah lama juga ya, pasti udah pengalaman. Udah wara-wiri deh, di dunia perbloggeran, hehehe.

Udah bisa nebak apa belum siapakah dia? yap, betul namanya Mba Eni Martini. Pada tahu kan, udah kenal kan. Kalo yang belum, yuuk ikutin ulasan saya mengenai beliau.


Kali ini saya mau mengulas pemilik Blog www.duniaeni.com mengenai cara beliau menulis novel yang begitu banyak. Selain saya , kalian juga pasti ingin tahu kan.


Menurut ibu, empat anak ini. Satu anaknya sudah  (alm) sama kayak saya, hiiik. Beliau mulai menulis novel sejak usia 20 tahun dan itu dilakukan secara otodidak saja. Wuiih, belajar sendiri aja karyanya begitu banyak ya. Apalagi kalo emang berguru dan sekolah menulis. Pasti deh, lebih berjibun.  



Eni dan Beberapa Novel Karyanya

Dari karya novel yang sudah beliau tulis dan terbit tersebut. Saya sempat bertanya judul novel yang mana yang menulisnya paling lama dan alasannya apa?

Menurut Mba Eni dan Novel yang paling lama ditulis judulnya Bersandarlah Di Bahuku. Kenapa , karena risetnya yang lama dan harus mempelajari adat budaya Yogja. Meski Mba Eni keturunan Yogja, tetap saja beliau mengalami kesulitan. Hal ini karena salah satunya beliau juga harus berhubungan dan berkomunikasi dengan keluarga keraton Yogja.

Wah, gimana gak bagus dan menarik novelnya ya. Risetnya aja lama dan benar-benar terjun ke lapangan. Butuh banyak ekstra tenaga dan pemikiran, salut deh ama Mba Eni dengan semangatnya.

Novel Ini Berlatar Belakang Budaya Yogja
Lalu buku ini, judulnya Kontrasepsi. Alasannya karena dalam menulis dan menyelesaikan novel ini. Mba Eni juga sedang hamil, hehehe. Gimana gak puyeng. Mana mabok naskah, eit mabok benaran juga kerena hamil. Tetapi selesai juga, jangan-jangan lahirannya juga barengan ya. Lahiran anak ama lahiran novel baru, hehehe.

Novel yang ditulis Saat Hamil

Mantap ya Mba Eni ini. meski dalam keadaan hamil aja tetap produktif. Menurut wanita penyuka teh hangat ini. Motivasi terbesar beliau dalam menulis  adalah anak-anaknya dan keluarga. Hal ini bisa kita lihat juga di blog Mba Eni yang penuh dengan cerita dan foto-foto dia bersama keluarganya


Terakhir, saya minta tips menulis novel ala Mba Eni dan beliaupun berbagi dengan hangat kepada saya. saran Mba Eni buat kita-kita para perempuan kalo mau menulis novel itu begini.


"Kalo menulis novel itu kan menulis tentang kehidupan. Panjang tulisannya bisa sampai lebih dari 150 halaman. Kita harus menguasai banyak kosakata. Lalu kita juga harus menguasai konflik dan penokohannya dengan matang. Caranya dengan banyak membaca novel-novel yang sudah pernah terbit atau buku-buku yang lainnya. Selain itu hal yang paling penting agar novel kita benar-benar hidup. Kita harus melakukan riset atau pengamatan langsung, tidak hanya menebak-nebak saja"

Tuh, cakep kan tips bagaimana menulis novel Ala Eni Martini. Hayuuk, kita pahami dan coba lakukan ya. Siapa tahu, kita bisa menulis novel juga kayak Mba Eni.   

Salam

Minggu, 24 April 2016

/ /
Dies Natalis 34  Universitas Bengkulu dan Sampah yang Berserakan



Dies Natalis 34  Universitas Bengkulu 
dan Sampah yang Berserakan

Hari ahad lalu, 24 April 2016. Saya dan keluarga mengikuti acara Jalan Santai, yang merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan  Dies Natalis 34 Universitas Bengkulu.

Pada acara ini selain banjir para pejabat dari kampus juga banjir dengan hadiah dari para mitra dan sponsor.


Hadiah utama jalan santai ini adalah dua buah sepeda motor, seru dan keren kan. Belum lagi hadiah lainnya seperti kompor gas, kulkas, TV, setrikaan, magic com , sepeda, hape dan banyak lagi yang sangat rugi untuk dilewatkan.


Dari jam enam pagi, peserta sudah berdatangan. Bukan saja keluarga besar Unib, tetapi masyarakat di sekitar kampus dan warga Bengkulu yang ikut serta meramekan.

Kupon undiannya pun bisa didapatkan dan digunting lewat salah satu koran yang ada di kota Bengkulu. Uniknya di kupon tidak diberikan nomer. Tetapi peserta cukup mencantumkan nama lengkap, no KTP, alamat dan nomer hape. Nanti pemenang akan dipanggil sesuai dengan identitas yang tercantum di kupon. Pemanggilan nama pemenang hanya tiga kali saja selebihnya akan dianggap hanggus. Yap, rugi dong ya, hehehe.

Satu persatu hadiah mulai berguguran, para pemenang sudah mulai panen. Hmmm, saya belum dapat apa-apa nih. Gakpapa, melihat teman-teman bergemuruh dan berteriak riang saat namanya disebutkan. Cukup membuat saya ikut bergembira juga. Bahkan saya juga ikutan berteriak, rasanya emang enak berteriak lepas.

Akhirnya, hadiah utama sepeda motor pun sudah digondol pemenang. Alhamdulillah senangnya yang dapat motor. Dan saya gak dapat apa-apa. 

Sekitar jam sebelas , acara resmi selesai. Hadiah pun habis dibagikan. Peserta mulai pulang yang tersisa hanya sampah yang berserakan. 

  
Acara yang berpusat di samping gedung rektorat tersebut sudah membuat lingkungan di sekitarnya seketika berganti yang tadinya dipadati oleh manusia, seolah berganti dengan sampah. Entah bekas kupon, makanan dan minuman. 


Kok bisa, ini kan acara kampus dan tempatnya para intelektual. Kenapa bisa kejadian begini. Emangnya gak ada tempat sampah di sekitar tempat acara. Atau memang orang yang hadir di sana pada cuek soal ini. 

Betul, memang ada petugas kebersihannya. Nanti mereka akan membersihkannya setelah acara selesai dan menyulap tempat tersebut menjadi bersih kembali kalo gak begitu, nanti mereka gak kerja dong.



Yap, bisa jadi begitu. Akan tetapi lebih baik juga kan , para petugas kebersihan tersebut membersihkan tempat lain yang memang kotor dan belum dibersihkan atau kita membatu pekerjaan mereka menjadi lebih mudah dan cepat. 

Menurut saya sebaiknya, jika memang ada petugas kebersihannya. Mereka selama acara berlangsung juga patroli dan membawa keranjang sampah. menampung sampah yang akan dibuang peserta atau membantu peserta yang mencari tempat sampah.

Lalu, pembawa acara juga bisa membantu untuk mengingatkan para peserta untuk tidak membuang sampah sembarangan selama kegiatan berlangsung. Karena yang hadir juga banyak orang awam. Mereka juga perlu diingatkan.

Hal ini sering juga saya temui, pembawa acara sebuah kegiatan yang menyeru kepada para peserta untuk menjaga kebersihan tempat acara dan tidak membuang sampah sembarangan. Dilakukan pun berkali-kali.


Memang kita sering juga menemukan hal serupa seperti ini di berbagai kegiatan. Betul, tetapi ini dilakukan di kawasan kampus loh. Para akademisi, orang-orang berpendidikan sudah pasti banyak mendominasi yang hadir. Mengapa bisa terjadi? Bukankah kebersihan juga bagian dari iman dan semua orang suka dengan 'bersih'


Perilaku seperti ini terlihat sepele, tetapi akan berdampak sangat baik. Apalagi memang diarahkan dan diingatkan berkali-kali. Bisa menumbuhkan kecintaan terhadap kebersihan lingkungan, disiplin dan rasa empati terhadap sesama.

Lalu, setelah acara ini di tahun mendatang Unib, sebagai gerbang pencetak generasi unggul di Bengkulu. Dapat menjadi gerbang juga untuk mencetak dan melahirkan pribadi yang unggul, tangguh dan cinta lingkungan.

Semoga di tahun depan saya berharap, pada acara jalan santainya tak ada lagi muncul istilah ' Habis Jalan Santai Terbitlah Sampah Berserakan' . Panitia dan peserta dapat bekerjasama dengan baik untuk menjaga kebersihan tempat acara.

Selamat dies natalis ke 34 ya Universitas Bengkulu. Semoga semakin menebarkan manfaat yang luas bagi Bengkulu dan Indonesia.

Sabtu, 23 April 2016

/ /
Kantor Bahasa Bengkulu Menggelar Bengkel Cerpen Bagi Pelajar SLTA
Kantor Bahasa Bengkulu Menggelar Bengkel Cerpen Bagi Pelajar SLTA

Bapak Ahmad, Bapak Karyono dan Ibu Mildaini

Kantor Bahasa kota Bengkulu, selama tiga hari ( 21-23 April 2016) menggelar kegiatan Bengkel Sastra. Yaitu bimbingan menulis cerpen bagi siswa-siswi SLTA yang ada di kota Bengkulu.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Diknas Dikbud kota Bengkulu dan sempat memberikan kata sambutan serta motivasi kepada para peserta untuk menjadi penulis kebanggaan Bengkulu di masa depan. 

Kegiatan ini berlangsung di salah satu kelas pararel LPMP kota Bengkulu. Dihadiri oleh sekitar 50 orang siswa-siswi SLTA. Mereka datang dari berbagai sekolah yang ada di kota Bengkulu, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta. Acara dimulai sejak pukul 08.00 - 17.00 wib setiap harinya.

Selama tiga hari tersebut, para pelajar akan mendapatkan materi penting yang berkaitan dengan menulis cerpen. Materi tersebut di antaranya adalah , 

Pertama, mengenai bagaimana menggali sumber dan inspirasi menulis. Lalu motivasi dalam menulis yang disampaikan oleh saudara Suhendra, SP yang merupakan seorang penulis, pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Bengkulu serta alumni Universitas Bengkulu. Materi ini disampaikan pada hari pertama dan kedua.

Kedua, mengenai proses menulis dan berbagi pengalaman menulis sampai bagaimana cara mempublikasikannya. Materi ini disampaikan oleh Fira Firdaus, seorang penulis muda Bengkulu dan mahasiswi kedokteran , Universitas Bengkulu. Materi ini disampaikan pada hari pertama dan kedua.

Ketiga, materi yang sangat penting dalam kegiatan ini yaitu teknik penciptaan dan penulisan cerpen. Dan dilanjutkan dengan menulis sebuah cerpen. Peserta diharapkan dapat menghasilkan satu buah judul cerpen selama kegiatan ini berlangsung. Materi ini disampaikan oleh saya sendiri, Mildaini, S.Pd  seorang penulis dan blogger. Materi ini disampaikan pada hari pertama dan ketiga.

Materi terakhir, pada hari ketiga disampaikan oleh Bapak Karyono, S.Pd. M.Hum selaku Kepala Kantor Bahasa Bengkulu. Beliau menyampaikan materi yang berkaitan dengan Kebijakan Sastra. 

Para Peserta yang Merupakan Perwakilan Dari Sekolah di kota Bengkulu


Selama tiga hari, alhamdulillah semua materi , pemateri, peserta dan panitia dapat hadir mengikuti dan bekerjasama dengan baik. Sehingga target dan tujuan kegiatan ini dapat tercapai dengan baik.

Tiga Orang Peserta yang Paling Aktif Selama Kegiatan


Menurut ketua panitia, Bapak Ahmad Khoirus Salim, S.S. Tujuan diadakannya kegiatan ini salah satunya adalah untuk memberikan ilmu menulis, sebagai motivasi dan mendorong lahirnya para penulis muda yang ada di kota Bengkulu dan memberikan mereka ruang untuk mereka berkarya dan berekspresi .

Kabar baiknya menurut bapak Ahmad, 20 karya cerpen terbaik dari para peserta ini. Akan dibukukan menjadi sebuah karya Antologi oleh kantor Bahasa Bengkulu dan buku tersebut diharapkan dapat disebarkan ke sekolah-sekolah yang ada di kota Bengkulu, sebagai bahan pelajaran dan motivasi bagi pelajar yang lain.



Selasa, 19 April 2016

/ /
Komunitas Ambin , Tempatnya Seniman Bengkulu Belajar dan  Berkarya


 
Mildaini.com. Sejumlah seniman Bengkulu, pada tanggal 10 April 2016 yang lalu sepakat untuk membentuk sebuah komunitas seni. Sebagai wadah untuk berkreasi, memberikan ruang dan kesempatan kepada para seniman Bengkulu untuk berkarya dan mengekspresikan dirinya terhadap dunia seni. Ya, seni apa saja deh. pokoknya ada bau seninya, hehehe.

Kebetulan saya juga diundang dan diajak gabung ni. Menurut mereka saya cocok buat bergabung di divisi seni sastra, hmmm. Memang benar yak, menulis pun adalah bagian dari seni dan butuh sentuhan seni juga, menulis tanpa seni. Ibarat makan tanpa gulai Rendang, kurang sedap, hehehe.

Pertemuan yang diadakan di art space restoran Ayam Lepas yang  ada di kawasan wisata pantai Panjang Bengkulu tersebut, akhirnya memutuskan untuk memberikan nama komunitas tersebut dengan sebutan ' Komunitas Ambin'

Logo Ambin, Keren Ya.
Komunitas Ambin? apaan sih artinya. Menurut Bang Fendi, Owner Rumah Makan Kopi Aceh dan juga selaku pembina komunitas Ambin. Bang Fen ini selain juragan Kopi dia juga seniman loh, hobinya melukis. Lain waktu saya bagi cerita ya tentang profil beliau. Kali aja diajak  makan dan ngopi geratis di kedainya, hihihi.

Kata Ambin diambil dari salah satu kosakata daerah yang berasal dari salah satu suku yang ada di Bengkulu. Kalo gak salah sih dari suku Serawai. Ambin arti harfiahnya 'mengambil, menggendong, mengangkat' jadi filosofinya dengan komunitas Ambin ini diharapkan dapat mendorong lahirnya banyak seniman dengan berbagai jenis bakat seni serta dapat mengangkat seniman tersebut untuk bisa berkarya, tampil dan memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat Bengkulu dan akhirnya dapat juga memberikan sumbangsi bagi dunia seni di Indonesia.

Keren kan visi misi Ambin. Sebuah impian yang indah ya.

Ketua Ambin, Yang Jilbab Hijau ya, Dokter Diana

Lalu, apa bedanya komunitas Ambin dengan komunitas seni lainnya yang ada di Bengkulu. Bukankah sudah banyak komunitas sejenis. Kenapa gak gabung saja atau membesarkan komunitas yang ada. 

Nah, menurut ketua Ambin drg Diana Gustinawati yang seorang dokter tetapi juga doyan nguli kamera, hehehe. Komunitas Ambin berbeda dengan komunitas seni yang sudah ada di Bengkulu. Dimana di Ambin,  hampir semua talent atau bakat yang ada akan Ambin coba akomodir. 

Komunitas yang sudah ada hanya berfokus pada satu atau dua jenis seni saja. Contohnya,  ada komunitas seni yang fokusnya hanya di seni gerak seperti tari, fokus pada seni dol, fokus pada seni teater dan puisi, sosial budaya dan lain sebagainya

Berbeda dengan Ambin, semua bakat seni diberikan ruang dan perhatian yang sama. Mulai dari seni gerak, dol, akustik, drama, fotografi, seni sastra, dan bakat seni unik lainnya seperti mendongeng, menggambar, dan lain sebagainya. Akan kita coba tampung, wadahi dan berikan perhatian yang sama, jelas bu dokter yang juga doyan foto-foto dan menulis puisi ini mantap.

Liat Wajah dan Ekspresi Para Pengurus Ambin, Pada Ceria Semua

Wah, kalo begitu komunitas Ambin adalah salah satu komunitas multitasking dong karena semua bakat seni bisa ditampung di sana. Benar sekali, belum pernah nemu atau gabung ke komunitas seni yang kayak beginian kan. Inilah impian yang akan diusung, dijaga dan dikembangkan oleh para pengurusnya.

So, buruan gabung dan daftar ya. 
Oh, ya menurut ketua komunitas Ambin. Catet ya, Komunitas Ambin akan launcing nih pada Sabtu, 14 Mei 2016. di Resto Ayam Lepas pantai Panjang Bengkulu. 

Akan ada banyak acara gabungan loh, mulai dari pembacaan puisi, seni musik, tari, drama, mendongeng dan lain sebagainya. Jadi kalo malam mingguan kalian belum ada acara buruan hubungi panitianya untuk datang dan gabung. 

Jika kamu ngakunya orang seni Bengkulu dan seniman, tapi belum gabung dan daftar ke Ambin. Sayang bangetlah, belum keren 100 persen deh. 

Kalo mau gabung , bisa hubungi kontak person di bawah ini atau inbok aja deh ke fesbuk mereka langsung.

Fb Diana Gustina , Hp. 0812 8445 9900
Fb Effendi Muhammad Jamal, Hp 0812 7104 1586

Senin, 18 April 2016

/ /
14 Jejak- Jejak  Buku Antologi  Karya Milda Ini
14 Jejak - Jejak  Buku Antologi Karya  Milda Ini


Seorang teman menelpon , dia dari kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Hendak mengundang saya untuk mengisi sebuah acara pelatihan menulis. Dimana pesertanya adalah perwakilan siswa-siswi tingkat SLTA yang ada di Bengkulu. Diperkirakan akan hadir sekitar 50 - 70 orang. Diakhir bulan ini acaranya.

Oleh karena itu saya terbesit untuk mengumpulkan beberapa tulisan saya yang tergabung di dalam buku-buku antologi. 

Memang belum terlalu banyak, tetapi cukup deh buat mengulang dan merekam kembali jejaknya. Bagaimana saya memulai mencari ide, menuliskan dan akhirnya mengirimkannya ke sebuah audisi atau panitia antologi.

Cerita ini akan saya share kepada mereka, semoga bisa menjadi inspirasi bagi mereka. Bisa sama-sama saling belajar.

Yuk, mari temani saya mengulang jejak-jejak tersebut, siapa tahu juga. Kita ada yang sebuku. 

Pertama, Buku ini saya tulis berdasarkan rasa cinta saya terhadap sosok nabi besar Muhammad SAW. Yang memang sangat istimewa dan patut diteladani.

Kedua, Buku ini saya tulis ketika pulang dari sebuah acara FLP di Yogja. Saya mendapatkan doorprize sebuah buku Asma Nadia. Dan tak lama kemudian Penerbit Leutika, mengadakan audisi menulis tentang Asma Nadia. Saya ikut dan alhamdulillah lolos. 

Ketiga, Buku ini dituliskan oleh saya dan teman-teman FLP Bengkulu. Kami membagi dua bukunya. Satu sisi berisikan kumpulan puisi dan sisi lainnya berisikan cerpen. Saya sangat menyukai desain kover buku ini, menurut saya sangat unik.




Keempat, Buku ini saya tuliskan sembari mengenang almarhum kakak saya yang sudah meninggakan kami. Beliau orangnya sangat baik dan senang memakmurkan masjid yang berada dekat dengan rumah kami. Masjid yang saya ceritakan di dalam buku ini. Mempunyai banyak sejarah dan cerita terutama mengenai saya, bapak dan kakak.

Kelima, Buku ini saya tulisakan bersama-sama dengan teman-teman FLP se- sumatera. Seru sekali membaca cerita-cerita yang ada di dalam buku ini. Kenapa? karena dituliskan berdasarkan lokalitas daerah masing-masing. Saya menuliskan tentang mitos dilarangnya pernikahan antara suku Rejang dan Serawai yang merupakan suku terbesar yang ada di Bengkulu.


Keenam, Buku ini paling seru saat menuliskannya. Saya bersama-sama dengan teman-teman di Ibu-ibu Doyan Nulis berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan proyek buku ini. Dibuku ini saya menuliskan tentang kota pantai kota Palembang (Meski tidak ada ya), Lalu menuliskan tentang batik Sasambo, NTB. Menuliskan tentang batik Palembang. Kemudian menuliskan tentang wisata air terjun yang ada di Bengkulu.

 

Ketujuh, Buku ini yang lucu, saya menuliskan pengalaman pribadi sewaktu merawat anak murid saya yang terkena kesurupan di sekolah. Kasihan ada, tetapi lucu juga. Sehingga membuat saya dan teman-temannya ikutan tertawa. Kisah itu saya abadikan di buku ini. Anaknya cantik sih. Cuma gegara bapaknya. 

Kedelapan, Buku ini, saya tuliskan bersama dengan dengan pengurus dan anggota baru FLP Bengkulu. Waktu itu kami sepakat, bahwa setiap anggota baru harus membuat sebuah cerpen dan cerpen terbaik akan kami bukukan. Dan alhamdulillah setelah diberikan pelatihan secara intensif, terpilihlah naskah-naskah terbaik di dalam buku ini. Ceritanya sangat lokalitas Bengkulu loh, jadi obat kangen.

Kesembilan, Buku ini saya tulis untuk mengenang kebaikan dan kejutan dari suami dan  berharap dapat kejutan lagi dari suami, hehehe. Ternyata setelah terbit pun bukunya. Saya belum mendapatkan kejutan-kejutan baru dari suami, hehehe.

Kesepuluh, Buku ini saya tulis untuk mengenang sisi tidak enaknya saat diperlakuakn tidak baik waktu menajdi guru honorer di sebuah sekolah. Kisah ini buat saya kenang sendiri dan bisa menjadi bagian dari pembelajaran bagi diri saya atau bagi orang lain. Semoga tak ada lagi yang mengalami hal serupa. Buku ini ditulis oleh saya dan teman-teman yang memang mempunyai kesan dan pengalaman saat mengajar.

Kesebelas, Buku ini adalah kali pertama saya menuliskan cerita anak-anak dalam sebuah buku. Pengalaman yang seru bersama-sama dengan teman-teman FLP Bengkulu. Sebelum naskah buku ini terkumpul. Kami sudah melakukan audisi erlebih dahulu dan diikuti oleh banyak orang. 
Keduabelas, Buku ini saya tulisakan untuk mengenang saat saya menghabiskan waktu masa lajang sebelum menikah. Bagaimaan saya mengisi hari-hari dan bersiap untuk menyambut pernikahan. Ternyata jadi jomblo itu berat, kawan, hehehe. Dan saya tak perlu waktu lama untuk melaluinya, saya segera menikah.

Ketigabelas, Buku ini saya dan teman-teman tuliskan berdasarkan pengalaman saat hendak menikah. Lucu, seru dan haru saat harus mengennag bagaimana saya mempersiapkan pernikahan saya yang tak boleh ada istilah ngutang. Tetapi alhamdulillah banyak rejeki, saya menikah dalam kondisi meriah dan tanpa utang. Ini kover awal bukunya, keren ya berwarna biru.

Lalu kami sepakat mengajukan naskah ini ke pernerbit Al -Kutsar, jadilah kover bukunya seperti ini. Keren juga ya. Buku ini sangat saya rekomendasikan buat teman-teman yang masih galau soal keinginan untuk menikah. Dan bertekad untuk menikah karena menikah itu ibadah, semoga Allah memudahkan. 

Keempatbelas, Buku ini saya tuliskan mengenai pengalaman saya membangun dan jatuh bangun bisnis dan impian saya. Termasuk ketika kami Bengkulu mengalami musibah gempa dan bisnis saya, toko dan barang-barang juga terkena imbasnya. Saya mencoba bangkit dan menata kembali impian tersebut. Alhamdulillah, semua ada solusinya.


Dari buku antologi di atas, adakah kita yang sebuku teman? kalo iya, alhamdulillah semoga segera tercapai terbit buku-buku yang lain ya. Aamiin

Alhamdulillah di tahun 2016 ini, saya mencoba untuk menulis buku solo. Sudah dapat kabar 4 buku saya dengan tema kesehatan akan segera terbit. Desain final buku dan kovernya sudah saya terima. Mohon doanya ya agar buku ini bermanfaat dan saya juga bersemangat untuk menulis lagi dengan teman dan judul-judul yang lain.


Sabtu, 16 April 2016

/ /
Cara Membuat Kolak Pisang dan Labu Kuning



Saya dan keluarga sangat suka jajanan atau masakan tradisional. Di halaman rumah kami juga ditanami beberapa jenis pisang. Ada pisang Ambon, pisang Kepok, pisang Mas, pisang Jantan dan ada pisang-pisang lainnya yang saya sendiri tak tahu memberi nama. Tahunya cuma makan saja, hehehe.

Kali ini kebetulan pisang Jantan, atau entah apa deh namanya kalo di daerahmu yang sedang masak, Saya ingin membuat kolak pisang dengan kuah putih saja, alias menggunakan gula putih atau gula pasir. 

Tetapi kayaknya ada yang kurang kalo cuma pisang saja. Kali ini saya mau menggabungkan antara pisang dan labu kuning deh. Kayaknya enak.

Ikuti cara saya membuat kolak ini ya, gampang dan gak pake lama kok.

Ini pisang Jantannya, saya sengaja ambil yang belum terlalu matang. Anak-anak juga gak terlalu suka kalo pisangnya lembek. 

Pisangnya, kita kupas dan potong-potong menjadi 3 - 4 bagian yang lebih kecil ya

Lalu ini labu kuning, saya membeli di pasar tiga potong saja, seharga seribu rupiah, Jadi tiga potong, ya tiga ribu ya, lumayan murah. 




Kemudian 250 gram gula pasir, saya lebih suka menggunakan gula pasir untuk membuat kolak, apalagi kalo mau cepat. Soalnya kalo menggunakan gula aren, mesti disaring dulu kuahnya. Gula aren suka kotor sih , hehehe


Bagian yang bikin gurih dan makin asik itu ya kuahnya, kita siapkan santan kelapa ya. Saya lebih menyukai kelapa parut dan mengambil santannya daripada dengan menggunakan santan murni yang sudah siap di pakai di pasar. Kadang santannya sudah lama. Alasan lain karena, saya bisa memisahkan antara santan kental dan encernya. Jadi kebiasaan saya santan kental dimasukan diakhir proses memasak, sehingga kuahnya kental dan legit. Ini kelapa parut beratnya sekitar 250 gram. Atau beli saja seperempat kilo.



Untuk membuat kolak tercium wangi, saya gunakan beberapa potong daun pandan. Sebagian orang sering juga menggunakan Vanile. Tetapi saya lebih suka yang alami saja. Apalagi di rumah juga ada tanamannya, tinggal petik. Ada deh, hihihi.

 Oke deh, semua bahan sudah siap, sekarang tinggal cara memasaknya ya.

Pertama ambil santan kelapa dan pisahkan dari santan kental dan encernya. rebus atau masak santan encer tersebut sembari dimasukan gula. Aduk hingga gula hancur dan merata. Beri sedikit garam untuk membuat tambah gurih dan menguatkan rasa. 

Kedua, setelah mendidih masukan potongan labu dan pisang, aduk kuah pela-pelan . Jangan sampai pecah. Tambahkan daun pandan. 

Ketiga, masak dengan api sedang hingga matang. Lalu cicip dulu, apakah sudah manis, gurih dan rasanya kuat. Angkat deh.

Keempat, dinginkan sejenak, masukan piring saji. Lalu makan bersama anak-anak dan keluarga

Mudahkan. Oh, ya kolak ini. porsinya buat dua anak saya, ibu, kakak, sepupu, saya dan suami. Banyak juga ya, hehehe. Semua kebagian. Kecuali tetangga, hehehe.

Selasa, 12 April 2016

/ /
Malioboro , Yogjakarta VS Malborough, Bengkulu
Malioboro , Yogjakarta VS Malborough, Bengkulu

 
Sore tadi saya bersama anak-anak selepas menjemput Kak Nawra Les Bahasa Inggris, sempat ke pantai Tapak Paderi melewati benteng Malborough untuk membeli kelapa muda. Lalu tetiba teringat akan Yogja dan pertanyaan seorang teman 


Kata salah satu teman, bahkan bernada pertanyaan. apakah ada kesamaan antara Malioboro, Yogjakarta dengan Malborough, Bengkulu


Mungkin ada kesamaannya, tetapi saya sendiri belum menemukan kesamaan itu apa dan soal apa. Tapi coba kita ingat-ingat ya.


Sewaktu ke Yogja, satu hal yang saya lihat sama dengan Bengkulu adalah tata letak kotanya. Dimana alun-alun merupakan salah satu pusat keramaian kota dan banyak tempat wisata yang dibangun di sekitar alun-alun tersebut. 


Kalo di Malioboro, kita bisa sekalian belanja di sepanjang jalan , ada juga  pasar Bringharjo. Ada keraton,  bisa sekalian melihat kereta keraton , wisata kuliner, arena bermain anak-anak, taman kota, keliling dengan becak dan lain sebagainya yang bisa kita tempuh hanya dengan jalan kaki atau naik becak. Ada area untuk ruang publik, seperti pameran, pesta rakyat.

Kalo di Malborough, akan ada alun-alun  (rumah gubenuran) wisata kuliner dan pasar barukoto, ada Fort Malborough, ada pantai Tapak Paderi, di sepanjang jalan pantai sekalian buat nongkrong sore bersama keluarga dan sahabat, ada taman, arena bermain anak-anak, tugu Thomas Parr. Ada area untuk ruang publik, seperti pameran, pesta rakyat.


Yang membedakan antara Malioboro dan Malborough, salah satunya  di Malioboro kita bisa keliling dengan becak sedangkan di Bengkulu kita bisa keliling dengan menggunakan delman. 

Lalu, Malioboro sudah sangat ramai dan sudah menjadi salah satu destinasi wisatawan sedangkan Malborough sedang berbenah menuju ke arah sana. Dengan melakukan banyak perbaikan dan promosi. 

Mungkin Ada teman-teman yang mau menambahkan kesamaan dan perbedaannya. Terutama yang sudah pernah bertandang di kedua tempat tersebut. 

Silakan ditunggu komentarnya : D 
Diberdayakan oleh Blogger.