Menu

Sabtu, 29 Juni 2013

/ /
Pemenang Undangan Menulis "Kekuatan Impian"


Pemenang Undangan Menulis "Kekuatan Impian " 
1. Tito Sukamto
2. Meilina Widyawati
3. Lela Susilawaty Sy.
4. Anis Destiwati
5. Annisa Putri
6. Deka Amalia
7. Erik Purnama
8. Mega Anindyawati
9. Yoza Yozie
10. Annisa Yuliana Balinda
11. Nurrochmah
12. Revika Rachmaniar
13. Shinta Rini Priyadi
14. Utari Giri
15. Sujanarko
16. Zahra Qomara*
17. Nuzulia Rahma*
18. Milda Ini*
19. Ratu Nur Inayah*
20. Syafaat R Selamet*
Mohon diperhatikan bahwa yang ditandai *) berarti naskahnya memerlukan beberapa revisi. (Silakan mengontak via twitter @ElieMulyadi atau via email kisahimpian@gmail.com untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Kami tunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Juli 2013.) Terima kasih dan selamat kami ucapkan kepada para pemenang.

Link info selengkapnya
 http://eliemulyadi.blogspot.com/2013/06/pemenang-undangan-menulis-kekuatan.html


/ /

Elie Mulyadi bersama Penerbit Mizan mengundang anda untuk menulis kisah atau pengalaman dalam mengejar cita-cita dan menggapai impian.
Setiap orang tentu punya impian, tetapi hanya mereka yang bekerja keras dan berdoa dengan sungguh-sungguh yang akan berhasil mewujudkannya.
Apakah anda punya impian ingin naik haji, ingin studi ke luar negeri, ingin berhasil dalam karir, ingin sukses berbisnis, ingin dapat jodoh yang baik, ingin punya rumah, dsb, tidak masalah. Silakan ceritakan kisah dan liku-liku perjuangan anda dalam meraih impian itu hingga jadi nyata.
Cerita bisa lucu, sedih, mengharukan, tetapi harus seru, inspiratif, dan happy ending.  Kami akan memilih 20 cerita terbaik yang memenuhi kriteria, yang akan diseleksi langsung oleh Elie Mulyadi (penulis) dan Khomeiny Karim (editor Mizan). Undangan menulis ini juga didukung oleh Komunitas Bunda Terampil Menulis.
Bagi 20 cerita terpilih akan :
  1. Diterbitkan dalam bentuk buku oleh Penerbit Mizan
  2. Mendapat 1 exemplar buku terbaru karya Elie Mulyadi berjudul “Shopaholic Insyaf” yang bertanda tangan
  3. Mendapat 1 CD lagu “Berani Bermimpi” (dalam konfirmasi) atau 1 buku menarik (bisa dipilih nanti)
  4. Tidak mendapatkan honor/royalti, tetapi sebagai gantinya nama para penulis terpilih akan dicantumkan di dalam buku
Persyaratannya mudah, yaitu:
  1. Panjang tulisan antara 3-5 halaman A4 spasi 1,5 huruf Calibri ukuran 11
  2. Kisah merupakan pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain. Kalau pengalaman orang lain, harus mencantumkan surat persetujuan tertulis dari nara sumber serta foto ketika anda mewawancarainya.
  3. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media manapun. Harus asli karya sendiri dan tidak merupakan jiplakan. Bila poin ini terbukti dilanggar maka kami berhak memberikan sanksi yang akan ditetapkan kemudian.
  4. Cantumkan biodata anda (nama lengkap, nama pena, tempat tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon dan hp, serta alamat email) di halaman pertama cerita. Biodata tidak boleh dibuat di halaman terpisah dari cerita.
  5. File harus dalam bentuk word dengan nama file:  kekuatan impian_nama anda. Misalnya nama anda Anis Destiwati, maka nama file-nya:  kekuatan impian_anis destiwati
  6. Kirim tulisan paling lambat 31 Mei 2013 ke alamat email: kisahimpian@gmail.com
  7. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan antara tanggal 25 Juni  s/d 1 Juli 2013 melalui media berikut:  Twitter @eliemulyadi Website: www.eliemulyadi.com, Facebook Group: Bunda Terampil Menulis  (silakan join atau follow)
  8. Bila ada pertanyaan, ingin mendapat info updates, dsb, silakan follow akun Twitter @eliemulyadi
  9. Hak cipta (copyright) naskah terpilih menjadi milik panitia.
  10. Keputusan tim seleksi tidak bisa diganggu gugat.

Selasa, 25 Juni 2013

/ /
KISAH PERSALINANKU YANG  ENJOY




Adek Athifah dan Kakak Nawra



17 juni 2013, adalah hari yang tak bisa aku lupakan. Hari yang menegangkan. Ya, aku melahirkan bayi ketiga , seorang gadis manis dan dilahirkan secara normal di klinik bidan Kurnia Sari di daerah Balai Buntar, Bengkulu. Peristiwa yang menyenangkan bagi aku dan keluarga besarku.
Jadi hari ahad itu , aku bersama putri pertamaku Nawra dan dua ponakankku Naila dan Zaki jalan pagi menyusuri jalan sepi dan kecil sepanjang depan rumah nenek Nawra, kami melewati barisan pertokoan kawasan jalan Soeprapto sampai ke pasar Minggu di jalan KZ . Abidin 1. Hari itu kami makan cukup banyak, Lontong, Bakso dan Bubur sumsum.
Kami berjalan berempat dengan riang gembira, Nawra mengajak serta skuternya. Mereka bergantian memakai skuternya tanpa ada keributan. Anak-anak sudah mulai akur, ya meski usia mereka hanya bertaut setahun, usia TK, kelas satu dan dua SD. Dan ini bukanlah jalan-jalan pagi kami yang pertama. Sejak memasuki usia kehamilanku yang ke sembilan, saban pagi aku harus jalan pagi dan sore harinya minum es kelapa muda. Siang hari makan Nanas. Semua itu diyakini bisa membantu membersihkan kulit bayi dan melancarkan proses persalinan. Kalau sedang libur, anak-anak itu ikut serta jalan-jalan bersamaku. Kalau di luar jadwal libur, aku sering mengajak mereka berjalan selepas Asar, kadang kami ngemol saja, hehehe! Yang penting jalan.
Lumayan berjalan hari ini, sehingga aku cepat tidur dan terlelap. Namun aku terbangun kembali jam setengah dua belas malam. Kuperhatikan celana dalamku basah seperti ngompol. Puiih, masa aku mengompol. Segera aku ke kamar mandi untuk membasuh diri, saat di kamar mandi terlihat ada becak darah, seperti ada perdarahan. Wah, ini sepertinya tanda mau melahirkan dan waktunya sudah tak lama lagi. Kuperhatikan cairan yang merembes ke celana dalamku. Ini, bukan air kencing, tapi sepertinya air ketuban. Jumlahnya juga lumayan banyak karena merembes ke seprai. Setelah membersihkan diri, aku langsung menelpon klinik bersalin dan bercerita kronologis kejadianku. Akhirnya diputuskan untuk segera datang ke klinik. Aku membangunkan pamannya Nawra dan neneknya, untuk bersiap dan membantu mengantarkanku ke klinik. Alhamdulillah , semua perlengkapan bayi baru lahir dan ibu bersalin sudah aku persiapkan di dalam keranjang. Jadi tinggal diangkat saja. Ini kebetulan aku sedang menginap di rumah nenek Nawra sedangkan Abinya sedang pulang ke rumah kami. Segera kutelpon suami dan meminta beliau segera datang menyusul ke klinik. 
Kami sampai di klinik jam satu malam, semua sudah dipersiapkan oleh bidan dan asistennya. Aku diperiksa dan harus dipasang infus karena kuatir lemas karena sudah pecah ketubannya. Rasa sakit atau kontraksinya semakin terasa namun jaraknya masih agak lama ya .sekitar sepuluh menit lalu sakit lagi. Reda lalu sakit lagi. Alhamdulillah. tadi di rumah aku sudah BAB dua kali sehingga tak perlu dilakukan tindakan pembersihan rektum. 
Setelah diperiksa dan dipasang infus, akhirnya aku dipindahkan ke kamar biasa, sambil mereka mengawasi perkembanganku. Rasa sakit kian menjadi seiring dengan keinginan kencing yang besar, jadi aku bolak-balik kamar mandi sambil memegang infus. Ribet juga, namun suami selalu siap siaga. Selama kencing, darah juga ikut keluar namun jumlahnya sedikit sekali. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi, bunda bidan seniornya datang , melakukan pemeriksaan  dalam. Menurut perkiraan beliau, bayinya akan lahir sekitar jam sepuluh pagi. Wow, lama sekali, pikirku. Makin lama aku harus menahan rasa sakitnya. Aku mulai agak sedikit stress dan berdo’a semoga semua baik-baik saja. 
Setelah aku diperiksa, bunda pamit mau salat tahajud dan sahur puasa sunah senin kamis. Iya, ini klinik bidan berdekatan dengan tempat tinggal bunda bidannya. Jadi semua aktivitas rumah dan klinik bisa berjalan barengan. “ Saya akan salat hajat untuk mendoakanmu nak, “ ucap Bunda kalem!
Aku periksa dengan bidan ini baru satu kali, sekitar satu pekan yang lalu. Atas rekomendasi seorang teman setelah mendengarkan cerita galauku dimana akan melahirkan nanti. Aku berharap dan bisa melahirkan dipegang oleh DSOG Yudo yang memang memeriksaku sejak awal aku hamil. Namun melihat jadwal beliau yang lumayan padat, akhirnya aku memutuskan untuk mencari klinik bidan yang aman dan nyaman. Ya, pilihannya jatuh ke bunda ini. Selain dia bidan senior, sifat keibuannya membuat aku nyaman seolah dilayani dan dibantu oleh ibuku sendiri. 
Selama proses itu, aku diawasi dan ditemani oleh asisten bunda, bidan juga yang ternyata menantunya dan seorang bidan praktek sekolah. Rasa sakit kian menjadi dan datangnya lebih sering. Aku mengerang dan menahan rasa sakit sambil berpegangan tangan dengan dengan suami. Dalam kondisi seperti ini aku tak mau diajak ngobrol, diberikan tindakan apa pun. Misalnya, suami mengosok-gosok punggungku, atau mengelus kepalaku. Aku tak suka karena itu membuat aku tidak nyaman. Aku suka suasana yang nyaman dan tanpa suara. Suami paham tabiatku tersebut, jadi dia hanya duduk diam sambil berzikir di sampingku. Dan sesekali menahan tanganku yang menggenggam tangannya yang erat dan kuat.
Waktu subuh baru datang, suami berpamitan mau ke masjid. Ya, sekitar jam lima kurang. Nawra juga ikut serta ke masjid. Aku akhirnya memilih untuk mondar-mandir di ruangan saja. Sambil menikmati rasa sakit. 
Setelah itu, bunda memindahkan aku ke ruang persalinan, semua alat-alat sudah siap sedia. Aku diperiksa , kata bunda baru pembukaan lima. Ya, Allah butuh lima pembukaan lagi, desisku. Waktu terasa lama sekali. Suami duduk pas di atas kepalaku. Kali ini aku tidak berpegangan tangan lagi dengan dia, namun aku memilih untuk memegang kepala ranjang yang terbuat dari kayu untuk berpegangan. Aku miring ke kiri, dan itu sangat  membantu sekali proses penurunan kepala bayi. Sakitnya kian menjadi-jadi. Aku berpegangan pada kepala ranjang setiap sakitnya datang. Jika tadi di awal rasa sakit aku selalu istiqfar, tahmid dan tahlil dengan agak mengeraskan suaraku. Kali ini akau ganti dengan menghypnotis diriku sendiri dalam hati. Sambil membaca istiqfar, tahlil dan tahmid akau berkata. Ayo nak, kita harus yakin, bahwa kita akan lahir normal dan semua akan baik-baik saja. Bantu Umi ya nak, untuk mendorong dedek bayi keluar dengan cepat. Dedek bayi harus kuat karena Allah bersama kita. Ayo dek kita berjuang bersama-sama. Kalimat itu aku ucapkan berkali-kali. Dan hasilnya memang jauh lebih menenangkan daripada ketika aku lafaskan tadi. 
Tak lama, aku terasa ingin mengedan, dan setiap mengedan itu keluar air bercampur darah, setelah agak tiga kali kejadian. Aku beritahu suami, untuk memanggil bidan dan beritahu mereka sepertinya aku akan melahirkan. 
Aku diajarkan oleh bunda bidan untuk mengejan. Meletakkan kedua tanganku di lipatan paha. Karena tangan kanan di infus jadi hanya tangan kiriku saja yang bisa melakukannya. Lalu tarik napas dan mengejan dengan posisi pantat tidak boleh diangkat. Hal ini untuk menghindari terjadinya robekkan saat mengejan. Posisi kepala boleh diangkat dengan pandangan mata tertumpu kepada pusat.  Aku mencobanya, namun masih salah juga, hehehe. Meski sudah ke sekian kali, namun tetap saja perlu belajar lagi.
Saat belajar mengejan begitu, salah satu bidan asistennya berkata,
 “ Ibu, harus semangat ya, ini rambutnya sudah kelihatan, anaknya sudah mau keluar Bu!”
Tak lama aku muai merasa ingin mengejan kembali, segera aku bersiap dan melakukan tindakan yang diajarkan tadi. Terdengar suara. 
“ Semangat Bu, Semangat Bu! Sedikit lagi, iya sudah-sudah teriak mereka bersamaan !”
Aku termenung seiring dengan rasa sakit yang bagaikan sulap menghilang seketika. 
“ Hai, kenapa termenung. Bayinya sudah lahir. Perempuan , “ kata Bunda tersenyum
“ Oh, sudah selesai ya Bun, “ Ucapku pendek.
 Tak kusangka kalau secepat itu, kupikir tadi masih belajar mengejan. Oleh Bunda, bayinya setelah dibersihkan, dihisap lendir dan kotoran di dalam mulut si bayi. Si dedek diangkatnya dan diciumkannya ke mukaku yang masih kaget. Lalu dedek bayi diberikan baju dan bedongnya siap untuk di iqomatkan oleh suami. 
Aha,  rasanya tak karuan, sebentar sekali proses  melahirkanku kali ini. Dengan proses yang begitu tenang dan nyaman ini, aku menamai persalinanku dengan enjoy. Tak ada luka robekan apalagi harus dijahit. Hmmm, terima kasih ya Allah,  suami, keluarga dan teman-teman atas doa kalian semua. 
Dan hari ini, 17 juni 2013, aku melahirkan dengan enjoy seorang bayi perempuan yang cantik. Putri keduaku. Anakku yang ketiga. Yang kami beri nama ATHIFAH SHIDIQQI KHALILAH. Dengan Berat badan  2,6 Kg. Panjang badan 5,2 cm. Secara normal tepat di pukul 07.30 Wib. Dengan selamat dan lancar jaya.

         Dan, sore harinya selepas Asar kami boleh pulang ke rumah karena semua berjalan lancar dan normal ^^

Selasa, 11 Juni 2013

/ /
Alhamdulillah,  Naskahku Lolos Bukan Lajang Desperando



oleh Mozaik Indie Publisher (Catatan) pada 11 Juni 2013 pukul 18:27




Apa kabar para lajang?

Ahaa pasti sudah menunggu galau dan penasaran naskah siapa aja sih yang akan lolos dalam antologi Bukan Lajang Desperado kita?



Sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan pengumuman ini dikarenakan bulan Mei kemarin begitu banyak deadline yang harus kami penuhi dan kami harus membuat mengerjakannya sesuai antrian dan prioritas.



Okey, sekarang kita bahas dulu naskahnya.

Yang pertama, kami ucapkan terimakasih atas partisipasi kalian semua. Usaha teman-teman yang setor naskah di detik-detik terakhir kami acungin jempol. Tapi next event mohon jangan mengulanginya karena itu tidak baik he he he

Yang kedua, dari 36 naskah yang masuk dengan amat sangat menyesal kami harus mendiskualifikasi beberapa naskah dikarenakan ternyata itu adalah karya fiksi berupa cerpen. Padahal jelas-jelas di aturan disebutkan bahwa kisah yang ditulis harus berdasarkan kisah nyata diri sendiri atau orang lain. Lalu ada juga yang panjang naskah kurang dari 5 halaman, untung kami jeli karena satu peserta ini mengakali naskahnya yang pendek dengan membuat margin yang besar sehingga naskah yang aslinya hanya 3 halaman membengkak menjadi 8 halaman. Tak perlu kami sebut nama, hanya peringatan saja tolong jangan diulangi lagi ya.

Yang ketiga dari segi penulisan, masih banyak yang menulis dengan tempo yang lambat sehingga kami yang membaca (maaf) jadi mengantuk dan bosan. Harusnya di awal naskah itu harus menyajikan cerita yang mampu membuat pembaca penasaran dan tak ingin berhenti membaca.

Lalu dari segi isi, di pengumuman lomba memang disebutkan boleh menceritakan kisah yang sedih namun harus tetap optimis dalam menyajikan ceritanya. Nah ada naskah yang di akhir cerita malah membuat pembaca jadi down, padahal misi dari buku Bukan Lajang Desperado ini memberikan spirit bagi para lajang agar tetap pede dan menikmati hidup sebagai seorang lajang.



Untunglah masih ada naskah-naskah yang sangat sesuai dengan criteria yang kami cari, gaya berceritanya asyik, seru dan tidak membosankan. Mr.Moz menemukan semangat di dalam cerita tersebut.

Lalu ada juga naskah yang membawa nuansa spiritual dalam menyikapi status lajangnya, bisa dilihat dari judul-judulnya. Hal ini memang perlu sekali, di saat semua pihak memberi tekanan atas status lajang kepada siapa lagi kita mengadu dan meminta pertolongan jika bukan kepada-Nya?

Ada juga naskah-naskah yang ditulis oleh adik-adik kita yang masih duduk di bangku SMA namun mereka mempunyai prinsip untuk tidak berpacaran dulu demi pendidikan mereka. Kami merasa naskah ini juga layak untuk diloloskan agar mampu memberika inspirasi bagi generasi seusia mereka.



So, tanpa basa-basi lagi dengan bangga kami persembahkan  25 naskah yang lolos dan akan diterbitkan bersama naskah Mr.Moz:
Happy Ending Seeker oleh Bimo Pribadi (459)
Enak Loh Jadi Jomblo oleh Tintin Syamsuddin (445)
Gak Punya Pacar? Atau Gak Laku? oleh Rahma Syahrul (445)
Makanya Doakan Dulu oleh San Yasdi Pandia (440)
Ada Perlunya Melajang oleh Ummu Rahayu (436)
Aku dan Alasanku oleh Hamidah Jauhary (432)
Lajang Langka oleh Nira Winarti (430)
Doa Jualah Menghalau Keraguan oleh Nenny Makmun (426)
Menanti Cinta Sejati oleh Linda Erlina (426)
Bukan Cewek Kontemporer oleh Zulfa Rahmatina (425)
Jomblo Polepel oleh Aminah Aini (423)
Melajang Demi Sekolah oleh Nafi Azizah (422)
Kesabaran di Ujung Senja oleh Amri Evianti (422)
Single and Travelling oleh Sukiatno Catur Pamungkas (416)
Catatanku oleh Venny Apriliani (415)
Jomblo Istiqomah oleh Imam Safrullah (407)
Lajangku Sebagai Proses Memaknai Cinta oleh Aiizh Aisyah (405)
Jomblo Pilihan oleh Nova Pjn (402)
Diriku Seindah Mutiara oleh Lia Sutandio (393)
Aku Bukan Perawan Tua oleh Witri Prasetyo Aji (390)
Beauty of Lajang oleh Milda Ini (386)
No Pacaran Istri Yes oleh Neli Muna (365)
Hidup Terus Berlanjut oleh Mahdi Gokielz Ramadhani (360)
Senandung Cinta Buat Icha oleh Icha Hariani Susanti (360)
Jomblo Suram? No Way! oleh Retno Intan (356)



Selamat kepada 25 kontributor yang naskahnya lolos untuk kami bukukan, jika ada judul atau nama pena yang salah mohon segera memberikan koreksi.

Naskah akan segera kami proses namun mohon kesabarannya karena masih harus antri dengan naskah-naskah yang sudah duluan masuk ke dapur redaksi. So..be patient guys!



Bagi yang belum lolos, tak perlu berkecil hati. Anggap ini sebagai ajang belajar dan mengasah kemampuan menulis. Kalian bisa mengikuti event kami yang saat ini masih berlangsung yaitu: Audisi Cinta Matiku Indonesia.



Salam Literasi








 Mozaik Team

Senin, 10 Juni 2013

/ /
Degdegan Ibu Hamil




 Saya diperkirakan melahirkan 13 Juni ini sesuail HPL. Dalam rentang tgl 23 juni ini ada agenda besar yang harus dilaksanakan bareng dengan teman2. ini bikin degdegan, Semoga semua teman2 bisa saling membantu dan berkontribusi. pengalaman yg dulu HPL saya molor ampe 10 hari loh, Lalu yang buat saya degdegan adalah dokter saya yang mau pergi lama di atas tanggal 20 juni ini, kebayang akan dokter pengganti. Mikirin itu bikin degdegan juga. Belum lagi surat permohonan suami untuk dinas luar di atas tgl 17 juni ini selama sepekan, tambah degdegan lagi. lalu , apa yang harus saya lakukan? selain berdo'a dan ikhtiar. ya, saban hari saya jalan kaki pagi dan sore lalu minum kelapa muda alias Dogan, untuk mengatasi Degdegan. Semoga sesuai dengan HPL ya DAN LANCAR JAYA semuanya, bantuin do'a ya teman2 semua.

Minggu, 09 Juni 2013

/ /







Potong kuku
Gambar Cara potong kuku




Cara Potong Kuku Tangan : Mulai dari Sisi Kanan : Jari Telunjuk tangan kanan, Jari Tengah tangan kanan, Jari Manis tangan kanan, Jari Kelingking, tangan kanan (Tinggalkan Ibu Jari tangan kanan) Baru pindah Sisi Sebelah Kiri : Jari Kelingking tangan kiri, Jari Manis tangan kiri, Jari Tengah tangan kiri, Jari Telunjuk tangan kiri, Ibu Jari tangan kiri, Ibu Jari tangan kanan
Kaki : Mulai dari kaki kanan, lanjut sebelah kiri yaitu kelingking kiri. Mulai dari Kelingking Kanan dan bergerak ke jari-jari lain di sebelah kiri jari kelingking kanan .

Diberdayakan oleh Blogger.