Menu

Minggu, 23 September 2018

/
Assalammualaikum. Wr.Wb

www.mildaini.com_ Indahnya Air Meleleh ( Terjun ) di Kaba Lagan, Bengkulu Tengah. Hari itu, saya datang ke kantor Kominfo dan persandian Kota Bengkulu. Di meja pak Kabid teman-teman sedang rapat. Saya pun ikutan nimbrung. Ternyata sedang membahas soal 'jalan-jalan' dalam rangka perpisahan sama salah satu karyawan, yang akan berangkat  ke Bali, ahad nanti. Pindah kerja di sana. Jadi biar ada kenangan , ya asik juga kalo kumpul , main, jalan dan pastinya makan bareng (21/09/2018)

Dadakan ke Travelling 


Keputusan sudah bulat, kita akan ke Air Terjun Taba Lagan, Bengkulu Tengah...

Saya senang tapi sekaligus kaget juga. Soalnya, ini sedang ga berpakaian ala orang mau travelling. Malah pake sepatu ballet cantik, ga bangetlah..bisa sobek-sobek nanti.

Tapi, ga enak pula kalo ga ikutan, apalagi Tia juga satu tem kerja sama saya. Jadi bersasa nanti bakal ada rasa kehilangan loh. Oleh karena itu saya pun ingin membuat moment dengan Tia dan bersama-sama teman yang lainnya.

Fix Pinjam Baju Emak

Ini terpaksa banget loh, salah konstum Mak! Soalnya kalo pulang ke rumah dengan waktu break yang singkat, saya kuatir malah nanti ga jadi ikutan alias ditinggal orang. Lagi pula saya ingin mengimpun tenaga, soalnya ini bakal ada track , jalannya juga belum tentu bagus. Jadi mending balik ke rumah Emak, pinjam baju Emak saja. Jarak rumah saya ke Kominfo ada sekitar 15Km dan memakan waktu sekitar 30 menit, artinya kalo pp sudah menghabiskan sekitar satu jam. Sekarang udah jam setengah dua belas. ga mungkin terkejar.

Oke, fix baju ama jilbab pinjam punya Emak soalnya sebelumnya saya pake baju kemeja dan jilbab segiempat yang ga enak kalo diajak jejalan. Untuk sepatu sport, saya udah hubungin suami, buat datang ke rumah Emak, saya mau pinjam dulu sepatunya. Kebetulan suami hari ini pake sepatu karet yang tahan air itu. Jadi nanti enak kalo mau main air, ga kuatir sepatu rusak.

Ga jadi mandi, ga bawa baju ganti. Maaf kalo salah konstum :)

Sebenarnya, sebelum berangkat tadi, saya udah feeling, mau pake baju olahraga saja ke kantor, tapi ga jadi, sebab saya pikir ga akan ada kegiatan olahraga yang akan saya lakukan hari ini.  

Berangkat Menuju Lokasi

Sesua janji, jam satu kami sudah kumpul di kantor. Teman-teman sudah mulai kumpul dan berdatangan. Kami tetap semangat berangkat, meski kondisi cuaca gerimis saat kami mulai meninggalkan kantor. 

Hujan ga menghalangi niat baik kami, dengan emapt mobil kami berangkat menuju lokasi. Jalan yang kami pilih  Sawah Lebar - Tebeng- Dusun Besar _ Simpang Kompi- Jalan Danau Dendam- Simpang Brimob- Simpang Nakau- Kembang Sri. Baru belok kanan, sebelum SPBU. Terus jalan sampai ketemu simpang, yang bertuliskan Lagan Bungin. Masuk ke dalam, nanti ga begitu jauh dari simpang, ketemu langsung air terjunnya.

Jalan sepanjang lokasi , lumayan bagus, meski ada juga yang bolong, sebab dilalui oleh truck pengangkat Batu Bara . Jalannya juga dipenuhi oleh serpihan batu bara. 

Sayang banget ga mandi, padahal airnya memanggil :)

Oh, ya di sepanjang jalan ada juga rumah warga. Namun, sangat jarang ditemui warung atau sejenis kedai untuk membeli makanan. Jadi sebaiknya untuk makanan, camilan dan air minum sebaiknya dibawa dari rumah.

Kebetulan nih, untuk nasi bungkus dan snack, ada di mobil aku, hahaha. Jadi ga takut kelaparan atau kehausan.

Tiba di Lokasi

Setelah berjalan dengan selama satu jam dengan kecepatan sedang, kami pun tiba di lokasi. Wuiih, tempatnya enak dan nyaman. Ada jalan setapak yang memang sengaja dibuat untuk pejalan kaki dan pengunjung. Hujan gerimis menyambut kami.

Makan di pinggir sungai ditemani air hujan bikin syahdu

Jalan sekitar lima belas meter, kami langsung bertemu dengan aliran sungai. Tadi nya saya sempat celingukkan, yang mana yang katanya air terjun yang dimaksud. Belum nampak tanda-tandanya. 

Bawa bekal dari rumah untuk kenyamanan

Eh, ternyata harus turun dulu , baru nampak air terjunnya. Sebenarnya  jarak air terjunnya ke bawah, ga terlalu jauh . Cuma karena habis hujan, jadi jalannya agak licin. Perlu berpegangan agar ga terjatuh. Untuk ada pohon bambu, jadi bisa berpegangan di sana, supaya ga terpeleset.

Kuah nasi bungkus bercampur air hujan :). di belakang itu jalan setapak untuk turun sambil pegangan sama bambu yang sengaja di robohkan, dan hampir patah.

Hal ini yang Bisa Dilakukan di Lokasi

Kalo udah liat air terjun kayak gini, ga nahan kalo ga mandi. Cuma karena saya ga lengkap pakaiannya, jadi keinginan mandi terpaksa ditunda. Yah, cuma main air saja. Jeprat-jepret foto sana sini. untuk berfoto.

Habis mandi pada kelaparan

Selain itu dalam suasana kayak ini enak sekali makan di pinggir aliran sungai. Ditemani oleh dentuman air terjun, dan percikan air, membuat nafsu makan bertambah. Apalagi kalo usai mandi, duh bakal kelaparan. 

Liat beda warna, beda kedalaman loh..


Sekilas Tentang Air (Meleleh ) Air Terjun

Jadi air terjun ini karena sedang musim hujan. Debit airnya bekurang, jadi ibarat kata kayak air meleleh saja dari atas. Tetapi justru air meleleh ini yang membuat air terjun Taba Lagan ini menarik. Banyak dikunjungi orang untuk mandi dan berfoto. 

Tia, yang pake baju Pink


Jarak antara tebing air terjun ke bawah yang ga terlalu jauh. Membuat orang-orang tertantang untuk untuk melompat dan terjun bebas ke bawah. Kedalaman airnya pun sekitar 3-4 meter, sehingga emang enak untuk terjun bebas. 

Pada ngeliat aksi Tia dibenamkan 

Saran dan Tips

Selain saran saya untuk membeli atau membawa makanan dari rumah. Sebaiknya pulang dari lokasi juga jangan terlalu sore. Sebab di sepanjang jalan belum ada lampu jalan. Jadi penerangan jalan hanya berasal dari lampu rumah warga yang berada di sepajang jalan. 

Kemudian jika mandi terlalu sore, maka dikuatirkan akan dapat kiriman air bah dari atas, sehingga bisa terjadi potensi hanyut atau terbenam. Oleh karena itu sebaiknya, belum terlalu sore segera pulang atau turun ke bawah.

Semoga info ini menginspirasi kalian ya buat datang ke Air Terjun Taba Lagan, Salam Milda Ini   
Diberdayakan oleh Blogger.