Menu

Minggu, 01 Maret 2020

/

Assalammualaikum.Wr.Wb
Tujuan seseorang berbisnis tak lain demi mendapat keuntungan alias profit. Untuk memperoleh keuntungan, ada jumlah uang yang didapat melalui hasil penjualan barang atau dagangan selama periode tertentu. Omzet adalah jumlah uang secara keseluruhan dari penjualan barang tersebut.
Source by Unsplash
Sementara, profit diperoleh dari omzet dikurangi modal yang dikeluarkan untuk memproduksi barang tersebut. Sampai sini sudah terlihat perbedaan antara omzet dan profit. Sebagian pelaku usaha belum memahami penggunaan istilah ini, sehingga terjadi salah kaprah yang bisa menimbulkan perbedaan persepsi. Supaya kamu bisa membedakan keduanya, mari simak uraian mengenai apa itu omzet dan profit.

Apa itu Omzet?

Seperti telah dipaparkan di atas, omzet adalah sejumlah nilai total dari penjualan produk dalam suatu kurun waktu tertentu. Kamu bisa memadankan istilah omzet dengan pendapatan kotor karena pendapatan tersebut belum dikurangi biaya yang dikeluarkan untuk modal, seperti biaya produksi, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya.
Nilai omzet sebuah perusahaan kerap jadi patokan menilai golongan perusahaan tersebut, apakah skala kecil, menengah, atau besar. Namun, angka yang muncul dalam omzet masih hitungan kasar, sehingga belum mencerminkan keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan sebenarnya.
Kamu bisa memahami omzet melalui contoh ilustrasi berikut. Sebuah toko mainan mampu menjual ratusan produk pada bulan Januari 2020 dan memperoleh omzet seperti tertera dalam tabel berikut.
No.
Produk Terjual
Unit
Harga Satuan
Total Penjualan
1.
Boneka
100
Rp100.000
Rp10.000.000
2.
Mobil-mobilan
50
Rp30.000
Rp1.500.000
3.
Mainan edukasi
20
Rp50.000
Rp1.000.000
Total Omzet
Rp12.500.000

Tabel di atas menunjukkan, total omzet adalah Rp12.500.000. Ini merupakan pendapatan kotor toko mainan itu pada bulan Januari 2020.

Apa Itu Profit?

Sementara itu, profit merujuk pada nilai jual suatu produk sesudah dikurangi biaya modal. Suatu nilai disebut profit jika sudah bersih atau dikurangi berbagai komponen biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam memproduksi atau memasarkan produk. Beberapa komponen biaya tersebut antara lain biaya produksi, gaji karyawan, biaya pengiriman barang, dan biaya pemasaran.
Profit menyatakan nilai sebenarnya dari keuntungan yang diperoleh perusahaan, sehingga disebut juga pendapatan bersih. Sekarang coba kita terapkan pada ilustrasi toko mainan di atas. Toko mainan tersebut mengambil produk mainan yang dijual dari penjual grosiran dengan perincian harga sebagai berikut.
No.
Produk
Unit
Harga Eceran
Total Penjualan
1.
Boneka
100
Rp75.000
Rp7.500.000
2.
Mobil-mobilan
50
Rp20.000
Rp1.000.000
3.
Mainan edukasi
20
Rp25.000
Rp500.000
Total Modal Pembelian
Rp9.000.000
Biaya Operasional (gaji karyawan, listrik, pengiriman)
Rp2.000.000
Maka, kita dapat menyimpulkan profit yang diperoleh toko mainan itu pada bulan Januari 2020 adalah Rp1.500.000 yang didapat melalui perhitungan berikut:
Total omzet – total modal pembelian – biaya operasional =
Rp12.500.000 – Rp9.000.000 – Rp2.000.000 = Rp1.500.000
Source by Unsplash

Omzet dan Profit dari Kacamata Bisnis

Nah, kamu sekarang sudah memahami apa itu omzet dan profit. Dari kacamata bisnis, omzet dan profit sama-sama perlu diraih semaksimal mungkin. Namun, besaran omzet atau profit juga bisa kamu sesuaikan dengan tipe bisnis yang dijalani. Begini penjelasan singkatnya.
        Cara Meraih Omzet Besar
Omzet besar bisa kamu dapatkan ketika menjalani bisnis yang menjual produk dengan perputaran persediaan cepat. Produk tersebut biasanya memiliki tanggal kadaluarsa singkat, seperti kue, roti, atau produk kuliner lainnya. Kamu harus melakukan penjualan secara cepat karena jika produk tidak laku, justru rugi yang didapat, bukan omzet.
Selain itu, kamu harus mampu mengukur arus kas dan profit dengan cemat agar bisnismu tidak langsung merugi karena angka penjualan yang lambat. Contohnya, saat kamu baru memulai usaha kuliner, kamu bisa membuka pre order demi menjaga kualitas makanan yang dijual. Jadi, kamu hanya membuat sesuai pesanan agar tidak ada makanan yang terbuang karena tidak laku.
        Cara Mendapat Profit Besar
Apabila kamu mengincar profit besar, bisnis dengan produk pasar ritel bisa dilirik. Pilih produk yang tidak mempunyai waktu kadaluarsa, sehingga kamu bisa membuat stok barang untuk jangka waktu tertentu. Konsekuensinya, pelaku bisnis dengan orientasi profit besar akan bertarung dalam kompetisi ketat. Kamu harus bekerja ekstra keras dalam pemasaran supaya produkmu bisa bersaing dengan produk sejenis di pasaran.
Meskipun demikian, omzet dan profit bisa diperoleh berbarengan jika angka penjualan bisnis terus meningkat dan perusahaan punya arus kas yang sehat. Namun, ini butuh ketelitian dan kecermatan dalam mengelola keuangan perusahaan. Yuk, terus belajar bagaimana mengelola bisnis supaya usahamu semakin berkembang!
Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Melalui Akseleran!
Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai alternatif investasi dengan imbal hasil hingga 21% per tahun kamu dapat mulai mengembangkan dana di platform P2P Lending Akseleran hanya dengan dari Rp100 ribu saja.

Yuk! Gunakan kode promo BLOGMILDA saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke cs@akseleran.co.id.


Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.