Menu

Kamis, 19 Maret 2020

/

Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Bukan Review Film Keluarga Cemara. Jadi sesuai janji dengan anak-anak. hari jumat (03/01/2019) saya mengajak anak-anak untuk nonton film Keluarga Cemara di bioskop. Film ini sebelumnya sudah kami lihat trailernya, Meski agak kecewa dengan lagunya yang menampilkan penyanyinya yang saya sebut berpakaian tidak tepat alias seksi.

Apalagi, dia muncul pas ngomong di bait ini "Harta yang paling berharga"... duh, buyar deh lamunan saya tentang memori lagu dan film ini dulu.

Iya film Keluarga Cemara bukan film baru, melainkan film lama yang lagunya sudah sangat akrab bagi keluarga Indonesia.

Saya jadi agak gimana awalnya, mendengarkan lagunya jika melihat soudtrack videonya dan membayangkan itu adalah kondisi keluarga saya. Lebih baik membayangkan dan mendengarkan lagunya saja.

Saya, sempat bikin status di facebook, ternyata ada juga yang menyesali itu bisa terjadi. Tapi kemudian ada juga teman facebook saya yang menampilkan trailer film lainnya yang ada di youtube yang isinya lebih lebih keluarga deh.

Saya pun akhirnya lebih memutar link yang diberikan oleh teman saya tersebut, lebih family dan pas deh dengan pesan di lagunya.

Okelah, kita lupakan saja soal soundtrack lagu yang penyanyinya seksi itu....



Persiapan Menonton

Dari rumah, karena anak-anak masih libur sementara saya masih kerja. Jadi kami semua berangkat ke rumah nenek dulu. Setelah nge-drop anak-anak. Saya lanjut ke kantor dulu.

Sebab ini kamis, jadi saya sebenarnya ingin ngajak anak nonton di jam dua belas siang saja. Jadi habis shalat dzuhur langsung cuss ke Bioskop.

Rencana nonton di Mega Mall saja, selain dekat, juga dekat dengan pasar. jadi bisa langsung sekalian belanja. Soal harga tiket, juga lebih murah sih dari XXI . Jadi bisa buat tambahan beli snack dan minuman.

Jam setengah dua belas, saya menelpon ke Kakak Nawra, dia mengangkat cepat telepon dari saya dan siap dengan apa yang saya perintahkan, hihihi.

Saya meminta untuk dia menyiapkan dan mengkondisikan adik-adiknya untuk siap. Begitu saya datang, bisa cuuss berangkat.

Gak lama , saya sampai di rumah. Ngak jauh perjalanannya. Cuma dari Sawah Lebar ke Tengah Padang. Sekitar tiga kilo, dari lokasi tempat saya kerja menuju rumah neneknya anak-anak.

Begitu sampai di rumah . Eh, ternyata di depan saya dapati si Athifah dan Annasya masih asik bermain tanah, hahaha.

Saya, masuk ke dalam, eh ternyata si kakak, malah tertidur, hahaha. Ini pada mau nonton apa ngak sih.

Kok, ga ada yang siap. Saya memanggil anak-anak dan mengumpulkan mereka bertiga. Saya katakan bahwa kita akan menonton, jadi bersiaplah.

“Gimana ini jadi ngak kita nonton!” ucap saya agak sedikit keras seolah berteriak.

Mereka bertiga bergegas, membereskan mainan, merapikan rumah dan mengganti pakaian, serta menggunakan sepatu. Si Kakak, sudah selesai shalat dzuhur.

Saya melirik jam, hampir jam setengah satu. Duh, pasti filmnya sudah mulai dan belum lagi jalan ke sana, pasti banyak yang kepotong.

Saya lalu putuskan langsung, bahwa tidak jadi nonton!

Dengan alasan kalian tidak siap. Wajah anak-anak langsung berubah, kasihan juga melihatnya.

Gagal nonton, karena anak-anak tidak siap.

Saya istirahat sebentar, namun hati ngak tenang, soalnya tadi udah kadung ijin dari kantor.

Nah, terus sekarang malah leyeh-leyeh lagi. Kalo nonton di hari senin, belum tahu lagi gimana sikonnya.

Duh, jadi galau. Jam baru bergerak menuju angka satu siang.

Apa tetap nonton saja yah, saya pun mengecek kembali jam nonton. Ada di jam 14.20 yang paling dekat.

Nanti keluarnya jam setengah lima. Kalo mau shalat Ashar masih ada waktu, di Mall juga bisa shalat.
 
Kegiatan Anak selain belajar dan bermain 

Kesepakatan Dengan Anak Saat Menonton

Saya kumpulkan anak-anak kembali, kemudian saya beritahu rencana untuk jadi nonton. Selain soal waktu, saya membuat kesepakatan dengan anak-anak.

1. Kita hanya nonton di mall, tidak ada waktu untuk jalan-jalan , belanja, makan apalagi mampir ke permainan anak. Sebab waktunya mepet untuk shalat Ashar.
2. Nanti tidak membeli snack dan minuman di bioskop. Kita hanya nonton saja. Snack dan minuman akan kita bawa dari rumah
3. Tidak boleh berisik di bioskop
4. Harus menjadi anak yang tertib dan tidak merepotkan
5. Saat film selesai, maka sepakat untuk segera shalat ashar dan pulang

Semua anak-anak sepakat. Athifah yang berusia lima tahun , mencoba mengerti. Sedangkan Annasya yang baru akan berusia empat tahun di Mei 2020 ini, juga ikutan mengiyakan, seperti kedua kakaknya.

Berangkat Ke Bioskop.

Kami star nonton dari rumah Nenek, jadi mampir dulu ke warung sepupu saya. Untuk membeli makanan dan minuman. Saya membebaskan anak-anak untuk membeli makanan apa saja asal tidak bertentangan dengan kesehatan dan halal.

Mereka bertiga bersemangat sekali melihat dan memilih, jenis makanan apa saja yang akan dibeli. Hampir semua makanan dan minuman yang dipilih berjumlah tiga.

Iyah, supaya tidak saling rebutan dan tenang. Meski nanti kondisi bioskop gelap. Namun,tetap saja bakalan akan terjadi potensi keributan, jika tidak disamakan.

Ternyata banyak juga yang mereka beli, penuh dan berat juga tas saya, hihihi. Maklum, kami hanya membawa satu tas, anak-anak hanya membawa niat dan kemauan saja.

Sampai di Bioskop

Kami tiba, kondisi Bioskop sudah ramai, saya mengajak anak-anak untuk menepi. Saya beritahu kakak Nawra  untuk menjaga kedua adiknya. Saya membeli tiket.

Saya  tadinya ingin membeli tiket pakai aplikasi. Namun, karena belum di top up. Jadi batal. Beli empat tiket ini saya debet saja.

Empat tiket di bioskop 21 ini kena diharga seratus ribu. Artinya satu tiket seharga Rp. 25.000,- . Lumayan juga, kalo tadi milihnya ke XXI Cinema, kena di harga Rp. 30.000,-. Selain itu lokasinya lebih jauh dari rumah Nenek, jadi butuh waktu lebih lama lagi.

Fix, Kami Nonton Film Keluarga Cemara

Tidak lama menunggu, akhirnya pintu studio satu sudah dibuka. Kami pun menuju ke nomer kursi yang tertera di tiket. Barisan paling atas dan nomer yang paling ujung.

Kakak Nawra  memimpin mencari nomer kursinya. Dia menemukan terlebih dahulu, kami pun mengikuti. Anak-anak sudah duduk di kursinya masing-masing.

Sambil menunggu film diputar. Anak-anak menikmati berbagai iklan dan trailer filmnya sambil makan snack.

Ini, kayaknya snack ga akan bertahan sampai akhir film deh. Bakalan habis di tengah. Mereka bertiga balapan untuk menghabiskab snacknya, hihihi.
 
Boleh bermain tetapi tidak boleh ke luar halaman
Film Keluarga Cemara

Bagi saya film ini bagusa dan inspirasi. Bagus untuk ditonton oleh keluarga Indonesia. Apalagi bagi yang sudah menikah dan mempunyai anak.

Dalam film ini, orang tua secara nggak langsung diajarkan untuk sabar menghadapi anak-anak. Mengajarkan untuk memenej amarah saat ada anggota keluarga yang bermasalah. Saat anak-anak tidak berjalan seperti apa yang diinginkan oleh orang tua.

Film ini juga mengajarkan kepada anak bagaimana bersikap terhadap orang tua dan saudaranya. Bagaimana ia belajar memahami dan mengerti mengenai kondisi keluarga dan orang tuanya.

Nah, itu cerita kami dulu sewaktu menonton Film Keluarga Cemara, saat tayang di bioskop.

Film Keluarga Cemara Tontonan Anak di Rumah Aja

Setelah nonton ini, anak-anak sangat terkesan dengan filmnya. Sampai akhirnya ada copian film tersebut, mohon maaf kalo ini jadinya nonton film bajakan.

Film Keluarga Cemara, sering diputar oleh anak-anak untuk ditonton kembali, padahal sudah ditonton berulang-ulang.

Anak-anak mana ada kata bosan, kalo suka diputar berulang kali, bahkan sampai hapal setiap adegan dan cuplikannya.

Kemudian anak-anak juga pandai dan cepat meniru setiap apa yang ia lihat. Begitu juga dengan Athifah dan Annasya, selama instruksi untuk belajar dari rumah, stay at home karena merebaknya kasus Covid 19. Film Keluarga Cemara menjadi salah satu film yang sering ditonton dan menjadi hiburan buat mereka.

Di pagi hingga menjelang siang anak-anak belajar seperti layaknya ia bersekolah, setetelah semua selesai atau setelah jamnya pas ketika pulang sekolah seperti biasa.

Anak-anak baru lanjut main, nonton Tv , bermain laptop dan lain sebagainya. Termasuk nonton film Keluarga Cemara.

Berikut, beberapa film yang bisa ditonton anak di rumah aja

Jadi selama liburan ini, untuk hiburan anak-anak, Athifah sering nonton film Keluarga Cemara dan film anak-anak lainnya. Seperti Aku Ingin Ibu Pulang, Kulari Ke Pantai, Frozen, Baby Boss, Cinderella dan lain sebagainya.

Selain ada film serial kartun Nusa, Upin Ipin, Tiva, Marsya dan lain sebagainya yang bisa ditonton melalui channel Tv

Media menonton ini disesuaikan saja, sebaiknya sih tidak menonton dari smartphone. 

Nah, kalo kamu , bagaimana? Anak-anak melakukan aktivitas apas aja selama berada di rumah aja. Yuk, berbagi informasi.

1 komentar:

anak-anak harus dari awal diajarkan memenuhi janji dan aku setuju banget bikin kesepakatan antara orangtua dan anak.
jadi anak tidak menganggap semuanya keputusan ayah atau bunda sendiri.
pengen banget ngajak nonton ponakan ke bioskop tapi kondisinya lagi begini.

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.