Menu

Jumat, 06 Maret 2020

/
Transaksi Lancar Dengan QR Standar Meski Dompet Ketinggalan


Saya pernah mengalami hal ini, mau belanja sesuatu. Eh, ternyata lupa bawa dompet. Cuma waktu itu saya membawa smartphone. Waktu itu pengen banget makan dan minum. Yah, udah akhirnya saya coba pesan makan dan minuman lewat aplikasi transportasi online. Pembayaran juga waktu itu lewat dompet digital. Tidak begitu lama, makanan dan minuman yang saya pesan tiba. Saya pun tidak merasa kehausan dan kelaparan lagi.

Waktu dalam kondisi itu, saya sempat juga mencari dan melihat di sekitar saya. Sekiranya ada kedai yang bisa dibayar lewat online. Apalagi jika bisa dibayar hanya dengan scan kode seperti yang terjadi di drama Korea. Tentu saja akan lebih mempermudah siapa saja yang ingin bertransaksi. Mudah bagi pembeli, tentu saja juga mudah bagi penjualnya.

Jika banyak tempat makan atau kedai UMKM bisa melayani pembeli digital dengan cara scan kode. Maka bisa dipastikan juga tren bayar kekinian ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk bertransaksi dimana saja. Asalkan terkoneksi dengan internet dan sinyal oke. Kita bisa membeli apa saja dengan mudah.

Seperti kita ketahui bahwa arah kebijakan umum pembangunan nasional 2015-2019 yang pertama adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Peningkatan daya saing dan peranan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah salah satu cara dalam menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Berdasarkan hasil Sensus Ekonomi (SE2016) pencacahan lengkap, jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) di Indonesia 26,26 juta usaha atau memiliki kontribusi 98,33 persen. Hal ini menunjukkan bahwa menganalisis kinerja UMK di Indonesia merupakan hal yang menarik, relevan dan bermanfaat untuk dilakukan. 

Bayangkan saja jika semua unit UMK tersebut sudah menerapkan cara bertransaksi dengan QR (Quik Response) Standar . Tentu saja untuk monitoring usahanya akan lebih efektif. Kenapa, sebab ada notifikasi yang masuk pada setiap terjadi transaksi. Hal ini akan membantu si penjual untuk menghitung dan mencatat jumlah transaksi dan barang yang terjual setiap harinya.


Dilansir oleh  Koran Sindo, halaman 3 (24-09-2018), secara gabungan, skala kegiatan ekonomi UMKM memberikan kontribusi sekitar 60% terhadap total Pendapatan Domestik Bruto Indonesia. Pada 2017 lalu PDB Indonesia sekitar Rp13600 trilyun. Dengan demikian, artinya total pendapatan UMKM adalah sekitar Rp8160 trilyun! Usaha Mikro menyumbang sekitar Rp5000 trilyun per tahun, Usaha Kecil Rp1300 trilyun, Usaha Menengah sekitar Rp1800 trilyun; dan Usaha Besar sekitar Rp5400 trilyun.

Besar ya, sumbangan UMKM terhadap pendapatan negara. Hal ini tentu saja akan semakin meningkat jika para pelaku UMKM menerapkan TIK di dalam bisnisnya. Termasuk dengan menggunakan cara bayar dengan QR Standar. 

Pelaksana Tugas (Pit) Direktur Pemberdayaan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Slamet Santoso mengatakan, pihaknya mendorong semua sektor ekonomi memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau bertransaksi secara online. Langkah tersebut akan memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha.

"Pemanfaatan TIK bisa membantu meningkatkan akses pasar, menambah pendapatan, dan ekspansi. Bahkan, harapan bisa bertransaksi ke luar negeri," kata Slamet, seusai menjadi pembicara pada Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online di Graha Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, kemarin.

Menurut dia, UMKM ke depan tetap menjadi andalan ekonomi nasional. Sesuai dengan roadmap pemerintah, pada 2020 transaksi E-Commerce diprediksi mencapai Rpl.300 triliun atau setara USD130 miliar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Namun, baru sekitar 8% atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk mema-sar-kan produknya. "Untuk mendorong sektor ini memanfaatkan TIK, perlu dukungan dan dorongan semua pihak," tandasnya.


Slamet mengatakan, data 2015 sudah ada sekitar 5 juta UMKM yang memanfaatkan jaringan TIK. Pada 2018 ini diharapkan bertambah 2,7 juta sehingga target 8 juta pada 2019 bisa terpenuhi. "Mayoritas UMKM sekarang menjalankan bisnis secara digital di Pulau Jawa, karena infrastruktur sudah bagus," imbuh dia.

Nah, artinya pemerintah dengan serius mendorong untuk pengembangan UMKM dengan menggunakan teknologi informasi alias internet. Termasuk dengan menggunakan cara bayar kekinian dengan menggunakan QR Standar. Bisa dibayangkan berapa transaksi UMKM di masa depan yang terlancak dengan menggunakan sistem bayar QR Standar ini. 

Apa itu QR Standar. Jadi setiap transaksi yang akan dilakukan oleh pembeli, cukup dengan memindai kode atau scan kode dari smartphone pembeli dan penjual. 

Cara ini juga sangat praktis, si penjual tidak perlu repot menyiapkan uang kembalian dan pembelian juga bisa terjadi dengan waktu cepat. Si pembeli pun tidak perlu menunggu uang kembalian.

Bank Indonesia juga secara resmi sudah meluncurkan standarisas kode quick response (QR) sebagai alat pembayaran, Sabtu (17/8/2019). Dengan demikian seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) yang mengimplementasikan teknologi tersebut akan terintegrasi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa standarisasi QR akan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Setiap lapisan masyarakat akan dapat menggunakan produk tersebut karena hanya bermodalkan ponsel pintar. 

Nah, dengan sudah diresmikannya QR Standar ini sebagai alat pembayaran. Kita harapkan akan banyak UMK dan UMKM yang menerapkan cara bayar kekinian ini. Apalagi para milenial, tentu saja mereka akan menyukai metode pembayaran seperti ini.

Dengan adanya teknologi ini, tentu saja akan membuat banyak Transaksi jadi lancar dengan QR Standar. Bisnis juga bisa berkembang dengan cepat tanpa ribet soal bayaran dan pencatatan laporan penjualan. Pembeli juga bisa melakukan transaksi dengan nyaman meski dompet ketinggalan. Jadi, tidak perlu galau belanja, meski dompet ketinggalan, so transaksi lancar jaya dengan menggunakan QR Standar. 

#feskabi2019 #gairahkanekonomi #pakaiQRstandar #majukanekonomiyuk

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.