Menu

Selasa, 05 Februari 2019

/
Assalammualaikum. Wr.Wb

www.mildaini.com_Saya memang suka berdagang, sejak saya sekolah dasar pun saya sudah mulai berdagang. Darah berbisnis mengalir dari kedua orang tua saya. Ayah saya berdagang sayur-sayuran, sedangkan Ibu saya berdagang beras dan kopi. Cukup lama orang tua saya berdagang. Ayah saya berhenti berdagang, sejak sakit-sakitan, dan akhirnya memang tidak lagi berdagang. Meski saat itu posisi Ayah hanya sebagai pemasok stok saja ke berbagai toko sayuran.Akhirnya memang berhenti setelah Ayah meninggal.  Ibu saya pun akhirnya berhenti setelah harga sewa kios di pasar makin tinggi. Lalu Ibu membuka warung di rumah.Ibu berhenti berdagang, setelah kami anak-anaknya meminta beliau untuk istirahat.

Saya sewaktu kecil hingga saya sekolah jenjang lanjutan atas sering sekali membantu Ibu berjualan di warung, mulai dari menjaga, melayani pembeli sampai dengan menemani ibu belanja stok barang. saya berlajar berdagang sejak kecil. Saya juga diajari mengatur, berhitung dan merekap keuntungan yang didapat dari hasil penjualan. Pelajaran dan pengalaman yang sederhana, tanpa pelajaran khusus. Bahkan hanya karena rutinitas harian saja. 


Namun darah pedagang seperti mengalir juga di diri saya, saya senang berdagang apa saja, asalkan mendatangkan uang dan bisa saya kerjakan. Mulai dari berjualan makanan, pakaian, keperluan sehari-hari. Semua hampir sudah saya jual.Sampai akhirnya saya berhasil memiliki toko buku. Waktu demam dunia perbukuan mulai lesu, saya pun terkena imbasnya. Saya dan suami akhirnya memutar haluan dengan berdagang pakaian. Kami pun akhirnya memiliki toko pakaian di salah satu pasar di kota Bengkulu

Berdagang di Zaman Digital

Saat berdagang, saingan kami saat itu sebagai pedagang kecil adalah munculnya pedagang besar di berbagai mall. Mereka kadang menawarkan potongan harga yang besar dan tentu saja iklan yang menarik sehingga banyak pembeli yang belanja pakaian di sana.

salah satu contoh barang jualan di toko saya :)
Meski demikian saya selalu yakin, bahwa rejeki sebagai pedagang akan selalu ada selagi kita mau berusaha dan rajin melakukan banyak inovasi. Meski kami pedagang kecil tidak bisa memberikan diskon besar, paling tidak kami harus berpikir bagaimana menjualkan barang yang diperlukan dengan harga yang terjangkau. Sebab banyak juga pelanggan kami yang masih setia belanja pakaian di pasar dengan berbagai alasan. Salah satunya harga yang terjangkau dan tidak perlu banyak persiapan , apalagi harus berdandan. Sangat berbeda jika ingin belanja di mall, dari segi penampilan saja berbeda. Tidak bisa seadanya saja. 

Tergiur  Jualan Online

Saya dan teman-teman menjalani kegiatan jual beli seperti biasa, namun kelesuan muncul kembali. Kalo sebelumnya ada  persaingan dari toko besar di mall.  Muncul lagi persaingan dari berbagai toko online. Wabah belanja online semakin menarik dan digemari oleh banyak orang. 

Banyak para pedagang offline yang juga menjualkan berbagai produknya dengan cara online. Saya pun mengikuti trend tersebut. Saya mempromosikan barang dagangan saya di berbagai media sosial. Seperti facebook, fanspage, instagram dan blog atau website. 

Jualan online, harus dengan foto dan informasi yang menarik dan lengkap
Hampir tiap hari selain gelar dagangan di toko saya juga gelar dagangan di media sosia. Paling sering saya update barang dagangan di facebook dan instagram. Saya juga aktif ikut di grup jual beli. Baik untuk skala lokal maupun nasional. Termasuk juga grup di What Ap dan Line. Saya bahkan mempunyai juga grup khusus untuk barang dagangan saya dan juga para reseller.

Jualan online bukan cuma praktis, namun juga menjadi candu dan  menantang. Setiap hari saya akan berjumpa dengan berbagai pembeli dari berbagai wilayah dan juga pastinya dengan karakter yang berbeda-beda juga. Ini merupakan sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana memahami tipikal pembeli. Saya bahkan sudah sampai pada tahap, bisa menebak dari awal. Bahwa pembeli ini kan benar membeli, sekedar bertanya atau hanya php saja. Seru pokoknya.

Salah satu keuntungan saya berdagang online yang juga punya toko offline adalah, bisa mengajak atau menyarankan pembeli untuk mampir dan belanja langsung ke toko saya.Apalagi waktu awal-awal, masih banyak pelanggan yang tidak langsung percaya dengan jualan online. Memang tidak bisa dipungkiri, kejahatan jual beli online juga semakin marak berbanding lurus dengan meningkatnya bisnis online itu sendiri. Ada saja modusnya setiap hari. 

Jadi para pelanggan saya, bisa melihat secara langsung barang dagangan yang saya jual di toko saya.

Melirik Jualan di Markeplace

 
Jadi jualan online itu asik, makin lama makin bikin kita tertantang Meski yang kita jual itu adalah barang yang mungkin sepele bagi orang lain. Namun di bagian dunia lain, banyak yag butuh juga.Apalagi kalo barang yang dijual itu unik dan ngak pasaran. Misalnya seperti yang saya jual, pembalut kain. Jenis barang ini bahkan sudah diorder dari luar negeri juga. Makin hari semakin banyak orang yang sadar akan gaya hidup.  Peminat pembalut kain  makin banyak.


Banyak peminat jualan saya yang satu ini :)
Untuk memperluas jangkauan pasar, di tahun 2019 ini saya ingin mencoba berjualan di marketplace. 

Pengertian Marketplace

Menurut Wikipedia, Diterjemahkan dari bahasa Inggris-Pasar online adalah jenis situs e-commerce di mana informasi produk atau layanan disediakan oleh beberapa pihak ketiga, sedangkan transaksi diproses oleh operator pasar. Pasar online adalah jenis utama dari multichannel ecommerce dan dapat menjadi cara untuk merampingkan proses produksi.

Beberapa Keuntungan Berjualan Di Marketplace

1. Website sudah dipersiapkan
2. Tidak perlu memikirkan sistem jualan online
3. Tempat berkumpulnya banyak pembeli
4. Product  awareness otomatis meningkat
5. Pembeli dan penjual merasa Aman
6. Iklan dan promosi gratis
7. Disiapkan jasa pengiriman

Berbagai keuntungan tersebut, yang membuat saya juga tertarik untuk memulai berbisnis menggunakan marketplace. Saya pun mencoba mempelajari berbagai jenis dan bentu marketplace yang ada di Indonesia. Saya pelajari sistem dan track record dan berbagai jenis marketplace tersebut.

nilai kebaikan yang ada di Rallai.com

Saya ingin mengetahui dan mencoba berdagang di marketplace Rarali.com. Nama marketplace ini bagi saya Indonesia banget jadi berasa nasionalisme juga dengan mendukung perekonomian bangsa. Makanya saya jadi mencari tahu lebih banyak lagi tentang marketplace Rarali ini. Berasal dari bahasa Jawa Ora Lali, yang artinya tidak lupa atau tidak melupakan. Untuk mendapatkan gambarannya, kamubisa tonton video berikut ini.



Sama halnya dengan marketplace lainnya, visi misi ralali juga untuk menjadi platform bisnis terbaik yang menghubungkan dan memberikan solusi bagi para pebisnis melalui teknologi digital.

Misi Ralali.com adalah untuk menjembatani pebisnis sukses melalui teknologi digital, mengembangkan teknologi digital yang handal dan user-friendly yang dapat dijadikan platform bisnis unggulan berkelas dunia, mengembangkan SDM yang handal di bidang teknologi digital & bisnis, dan membangun ekosistem pebisnis ke dalam Ralali.com.

Perjalanan Bertumbuhnya Ralali

Ralali dari masa ke masa

2014

Berdiri sejak 2014, Ralali.com sekarang memiliki 11.000 vendor terpercaya, 135.000 pelanggan, 250.000 produk, dan 2 juta pengunjung dari seluruh Indonesia setiap bulannya.

2016

Pada tahun 2016, Ralali.com bertransformasi ke pasar bisnis online (Ralali 2.0) dengan lebih banyak kategori seperti HoReKa(Hotel, Restoran & Kafe), Otomotif, Elektronik, Komputer & Komunikasi, Kecantikan, Alat Kantor, Bahan Bangunan, dan lain-lain.

Ralali menyadari bahwa setiap UMKM memiliki kebutuhan dan tantangan tersendiri, maka dari itu, bisnis model yang unik dibutuhkan untuk memberikan solusi yang tepat untuk setiap segmen, yang dimulai dari HoReKa, Otomotif, dan Bahan Bangunan.

2018

Di tahun 2018, Ralali.com memperkenalkan pasar online vertikal (Ralali 3.0): Bisnis Inovasi Grup (BIG), dimana Ralali.com lebih mendalami siapa pelanggan kami dan menggunakan big data untuk memberikan solusi kepada UMKM agara kebutuhan bisnis mereka dapat terpenuhi. 

Banyak juga yang sudah bermitra dengan Ralali

Kemudian Ralali juga tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian yang sudah dicapai oleh Ralali. hal ini juga membuktikan bahwa Ralali adalah marketplace yang juga dipercaya dan diharga kehadirannya. Kemunculan marketplace Ralali juga diperhitungan di masyarakat. Banyak yang sudah menggunakan marketplace ini untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
 
Woow, banyak juga yang sudah Rallai raih
Dengan berbagai alasan ini, oleh karena itu di tahun 2019 ini. Saya mencoba untuk berjualan di Ralali.com. Supaya barang dagangan saya juga tersebar dan diminati dengan skala yang lebih luas lagi.

Nah, tinggal saya nih, nanyain prosedur dan sistem untuk bisa berdagang di Ralali. Saya rasa syaratnya juga tidak akan dipersulit sebab sesuai dengan visi dan misinya. Bahwa Ralali juga akan support terhadap produk UMKM.

Kalian yang juga punya minat untuk berjualan online dengan skala besar. Bisa juga mencoba berjualan di Ralali yah, kita coba peruntukkan jualan online di tahun 2019 ini di marketplace, salah satunya di Ralali.

Selamat mencoba yah !

Diberdayakan oleh Blogger.