Menu

Senin, 18 Februari 2019

/
Assalammualaikum. Wr.Wb

www.mildaini.com_ Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Drama. Unsur intrinsik meliputi unsur alur, tokoh, latar, tema dan amanat, dan unsur lain yang saling menunjang satu dengan lainnya (Oemaryati, 1971)

a.    Alur, terdiri dari bagian 

(1) pemaparan/eksposisi, berisi tentang keterangan mengenai tokoh dan latar atau mengantar prnonton ke dalam persoalan utama yang menjadi isi cerita drama. 
(2) penggawatan/komplikasi, berisi tentang munculnya kekuatan, kemauan, sikap, atau pandangan yang saling bertentangan atau munculnya konflik di antara tokoh, 
(3) klimaks/krisis adalah titik puncak cerita, bagian ini merupakan tahapan ketika pertentangan mencapai titik optimalnya, 
(4)peleraian, tahapan ke arah pemecahan konflik, ketegangan menurun, ketegangan emosional menyusut dan 
(5) penyelesaian/ catastrophe, bagian penyelesaian akhir dari konflik (rahasia dan kesalahpahaman yang bertalian dengan alur cerita terjelaskan).

b.    Tokoh dan Penokohan

1)    Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa dalam lakon. Tokoh berdasarkan perannya dalam lakuan ada tiga macam, sebagai berikut:
(1)    Tokoh Protagonis, yaitu tokoh yang pertama-tama berprakarsa dan berperan sebagai penggerak lakuan.
(2)    Tokoh Antagonis, yaitu tokoh yang berperan sebagai penghalang dan masalah bagi protagonis.
(3)    Tokoh Tritagonis, yaitu tokoh yang berpihak pada protagonis / antagonis atau berfungsi menjadi penengah pertentangan antara kedua golongan tersebut.
Tokoh berdasarkan fungsinya dalam lakon ada tiga macam, sebagai berikut:
(1)    Tokoh Sentral, yaitu tokoh-tokoh yang paling menentukan dalam seluruh lakuan drama, misalnya tokoh protagonis dan antagonis.
(2)    Tokoh Utama, yaitu pelaku yang diutamakan dalam drama, misalnya tokoh yang paling banyak muncul dan dibicarakan dari awal sampai akhir lakon.
(3)    Tokoh Pembantu, yaitu pelaku yang berperan sebagai pelengkap dan tambahan dalam seluruh jalinan cerita.
2)    Penokohan adalah penggambaran watak terhadap tokoh dalam lakon. Watak para tokoh dalam lakon digambarkan berdasarkan keadaan fisik, psikhis, dan sosiologis.

c.    Latar/Setting adalah tempat kejadian peristiwa yang mengacu pada segala keterangan tentang waktu, ruang, dan suasana peristiwa dalam drama. Dalam drama dikenal empat jenis latar, yaitu latar fisik, latar spiritual, latar netral, dan latar tipikal.


d.    Tema dan Amanat

Tema adalah keseluruhan cerita dan kejadian serta aspek-aspeknya sebagaimana diangkat pencipta dari sejumlah kejadian yang ada untuk dijadikan lakon. Tema juga dapat disebut gagasan pkokok yang penyampaiannya sangat didukung oleh jalinan unsur tokoh, plot, dan latar cerita. Tema erat kaitannya dengan arti dari karya yang ditonton dan bersifat objektif. Sedangkan amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Amanat erat kaitannya dengan makana dan bersifat subjektif, 

e.    Dialog dan Pemikiran

    Dialog adalah cakapan dalam lakon oleh tokoh-tokohnya dengan menggunakan bahasa lisan yang komunikatif. Dalam dialog pada setiap lakon melibatkan pemikiran karena setiap lakon akan menggali ide-ide dan komentar terhadap pengalaman manusia baik melalui pernyataan langsung maupun tak langsung.


    Unsur Ekstrinsik  ialah unsur luar yang menjadi bahan bahan pengarang dalam menciptakan karya sastra (drama) atau pertimbangan bagi pembaca, antara lain biografi pengarang, pemikiran dan unsur sosial budaya masyarakatnya (Wellek dan Waren, 1989: 82-153).

1)    Biografi Pengarang

Biografi pengarang dianggap dapat menerangkan dan menjelaskan proses terciptanya suatu karya sastra (drama) atau sejauh mana biografi pengarang dapat memberikan masukan tentang penciptaan karyanya.

2)    Pemikiran

Karya sastra (drama) merupakan bentuk pemikiran yang hebat baik pemikiran psikologis tau filsafati, misalnya drama “Abu” karya B. Soelarto (1968), lakon Abu melukiskan citra manusia yang mendapat hukuman sebagai akibat pembalasan atas kejahatan yang diperbuatnya di masa lalu. Hal ini terjadi perasaan gelisah dan ketakutan. Cerita drama ini mengandung pemikiran psikologis. Karya Putu Wijaya “Aduh” (1973) mengandung pemikiran filsafat eksistensialisme (pembentukan sifat tabiat manusia adalah tanggung jawabnya sendiri/ manusia bertanggung jawab sepenuhnya atas dirinya karena ia bebas berbuat apa saja yang dikendaki sendiri). Menunggu Godot karya Samuel Beckett dipentaskan oleh Ws.Rendra mengandung filsafat absurdisme karena drama ini berlandaskan anggapan bahwa pada dasarnya kondisi manusia itu tidak masuk akal.

3)    Sosial dan Budaya Masyarakat

Hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat diklasifikasikan menjadi:

(1)    Menyangkut posisi sosial masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca termasuk konteks sosial pengarang.

(2)    Menyangkut sastra sebagai cermin masyarakat.

(3)    Menyangkut seberapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial. Sastra dapat berfungsi sebagai alat penghibur dan pendidikan bagi masyarakat pembaca.

Dalam hubungan manusia sebagai sastrawan dengan masyarakat dapat diambil contoh anatara lain: 
(1) masalah yang lemah menghadapi perubahan sosial seperti dalam lakon “Domba-domba Rewolusi (1967) karya B. Soelarto, 
(2) masalah manusia yang mengalami dekadensi moral seperti dalam lakon “Edan” (1977) karya Putu Wijaya, 
(3) masalah kelompok masysrakat pinggiran seperti dalam lakon “RT Nol/RW Nol (1968) karya Iwan Simatupang, 
(4) masalah manusia yang mencari ketentraman hidup seperti dalam lakon “Barabah” (1961) karya Motinggo Busye, dsb.

Semoga informasi yang saya sampaikan ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda.

5 comments

Wah terima kasih Bun atas ilmunya. Sangat bermanfaat

Reply

Memang kalau dalam membuat drama harus sesuai dengan unsur intinsik dan ekstrinsik ya

Reply

Dalam membuat drama harus menyiapkan semuanya ya

Reply

Untuk menjadikan drama lebih baik, memang harus memperhatikan setiap unsurnya ya

Reply

Wah bener banget tuh Bun. Memang harus memperhatikan unsur-unsurnya ya

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.