Menu

Senin, 16 Mei 2016

/
  Cara  Mendaftar Melahirkan Dengan Layanan BPJS 
Di Rumah Sakit

Akhirnya kami memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit Ummi yang terletak di jalan Hibrida Bengkulu.

Waktu kami datang, jam sudah menunjukkan pukul 24.00. Tanggal 14 Mei akan segera berganti. Hari ini tanggal 15 Mei kebetulan hari ulang tahun saya, ciye.

Mungkin ini doa suami dan anak-anak, agar adiknya yang ini lahirannya sama dengan Memenya. Jadi acara ultahnya akan lebih hemat, hehehe.

Saya tetap semangat meski tadi sempat panik karena bidan menolak membantu saya karena sakit. Sempat bingung mau melahirkan dimana?

Baca selengkapnya

Waduh, Bidannya Sakit Jadi Melahirkan Di Mana

Turun dari mobil, seorang petugas IGD segera menyapa
.
"mau melahirkan ya Bu?"

Saya mengiyakan dan mengikuti dia, tak begitu lama suami pun mengikuti kami.

Petugas yang jaga segera menelpon pegawai kebidanan. Saya segera diajak masuk ke bilik periksa. Suami menemani. Saya diperiksa tekanan darah dan di anamnesia seputar status diri dan kesehatan saya. 

Cuma sebentar kok, gak lama wawancaranya. Lalu petugas kebidanan datang. Saya diminta untuk memakai kain sarung dan membuka celana dalam. Bidannya akan melakukan pemeriksaan dalam. 

Ternyata saya baru mengalami pembukaan dua longgar menuju ketiga. masih lama karena butuh pembukaan sepuluh. 

Pemeriksaan dalam dilakukan bersamaan dengan datangnya konstraksi. Saat itu jalan lahir bayi ikut terbuka dan bisa diketahui sudah pembukaan berapa. Rasanya geli, sakit. Campur aduk, saat bidan memasukan jarinya ke vagina, maka kita diminta menarik napas dalam supaya tidak terlalu sakit.

Setelah itu suami diminta melakukan pendaftaran pasien terlebih dahulu sebagai pasien BPJS dengan membawa persyaratan sebagai berikut.

Pertama, saat pertama kali masuk ruang IGD. Saya langsung ditanya, apakah sudah pernah melakukan pemeriksaan di rumah sakit ini dan dengan dokter siapa. Mereka langsung meminta kartu kontrol berobat. Saya menyebutkan sebuah nama dan secara otimatis data saya terkoneksi dengan data rumah sakit.

Intinya, jika ingin dilayani menggunakan kartu BPJS di sebuah rumah sakit. Maka terlebih melakukan pemeriksaan dengan salah satu dokter kandungan yang ada di sana. Jika tidak maka kita perlu membawa surat rujukan dari faskes (fasilitas kesehata) misalnya bidan dimana kita biasa melakukan pemeriksaan. 

Kedua, membawa kartu asli BPJS dan fotokopiannya. Atas nama ibu yang bersangkutan yang mau melahirkan. Alhamdulillah sebelumnya di siang hari sudah saya siapkan.

Ketiga, kartu identitas asli dan fotokopiannya atas nama ibu yang mau melahirkan. Alhamdulillah, syarat ini juga sudah saya persiapkan. Karena waktu melahirkan tidak dapat diprediksi dan tidak semua fotokopian buka layanannya 24 jam. Lagipula jika sudah dipersiapkan dengan baik, maka akan membuat lebih nyaman dan tidak panik.

Pastikan juga bahwa tagihan BPJS kita gak ada yang menunggak ya, hihihi.

Tak lama suami mengurusi pendaftaran pasiennya dan tak dikenakan biaya apa pun. 

Setelah itu suami menyerahkan hasil pendaftaran tersebut kepada petugas IGD. Mereka segera memprosesnya dan kami diajak ke ruang bersalin.

"Baik bu, kita akan lakukan pengawasan di ruang bersalin saja. Mari !" ajak bu bidan ramah.

Akhirnya kami masuk ke ruang bersalin, di sana sedang dilakukan tiga tindakan kepada tiga pasien. Ada yang mau melahirkan, sudah melahirkan dan sedang dikuret. Dokter jaganya pun sudah ada. mereka menyapa kami ramah.

Saya diminta buat berjaga-jaga dan dipersilakan untuk tidur atau istirahat dulu sembari menunggu bertambahnya konstraksi dan pembukaan. 

Ternyata pendaftaran melahirkan di rumah sakit dengan kartu BPJS tidak susah ya. Mudah, cepat dan dilayani.

Jadi sekarang udah gak panik lagi, meski awalnya sempat begitu karena bidannya sakit.

Sayang juga kan udah bayaran tiap bulan tapi gak dimanfaatkan layanan BPJS- nya. Lagipula melahirkan tidak setiap tahun kan, hihihi.


Diberdayakan oleh Blogger.