Menu

Kamis, 20 Desember 2018

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Banyak snack atau makanan ringan yang dijuak dipasaran. Hampir semua anak menyukai makanan ringan tersebut. Kalo orang tua dulu menyebutnya Chiki-chiki. Sebenarnya itu merupakan salah satu nama merk dagang sebuah nama produk makanan ringan. Sampai sekarang orang-orang juga sering menyebutnya dengan istilah tersebut.

“nanti kalo jajan, jangan beli chiki-chiki ya"

“makanya batuk, sering makan chiki-chiki “

Jadi kita orang tua sering sekali menyebutkan nama chiki tersebut untuk menggambarkan sebuah makanan ringan atau camilan anak yang tidak sehat untuk dikonsumsi oleh anak.Apalagi untuk anak yang masih balita. Anak dengan usia di bawah lima tahun.

Annasya sedang eksplor kebun , sebentar lagi tangannya mengaduk tanah :)

Sama halnya dengan anak yang lainnya, Annasya anak ketiga saya juga suka jajan.Awalnya juga meniru kedua kakaknya. Namun saya sangat selektif, soalnya Nasya masih kecil banget. Kalo saya menyebutnya masih bayi, hihihi. Padahal anaknya udah berusia hampir tiga tahun. 

Oleh karena itu untuk camilan , saya juga memilih yang pas dan cocok untuk anak seusia Nasya. Agar snack yang dimakan itu juga mendorong tumbuh kembang Nasya. Tidak hanya sekedar camilan saja.

Annasya Suka Lapar 

Pada usia 2-3 tahun sangat tepat anak mendapatkan stimulasi kemandirian, percaya diri dan kemampuan berinisiatif serta sosialisasi dengan teman. Dr. Sofia Hartati. Magister Sains. Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD

satu kotak, berisi enam kemasan kecil

Karakteristik anak usia tiga tahun adalah

Suka Meniru

Ingin melakukan semua hal sendiri. Masa yang tepat untuk menanamkan kebiasaan hidup yang baik. Misalnya mandi pagi, sikat gigi, membereskan mainan, membuka dan memakai baju sendiri.

Suka Berteman

Mulai banyak berinteraksi dan bermain dengan sebaya, pada saat ini anak belum bisa mengerti mengenai perasaan teman atau orang lain. Tetapi senang bermain dengan teman-temannya. 

Oleh karena itu Nasya sangat suka bermain, bahkan bisa berjam-jam. Berhenti kalo sudah terasa mengantuk atau lapar. Anak yang aktif tentu saja mudah lapar dan haus. Sebab banyak bergerak. Oleh karena itu saya menyiapkan camilan untuk Nasya.

Perkembangan Motorik Anak Pada Usia 1 – 2 Tahun

Motorik Kasar


  1. Merangkak
  2. Berdiri dan berjalan beberapa langkah pada sekitar 12 bulan
  3. Berjalan cepat pada sekitar usia 15 bulan
  4. Cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
  5. Merangkak di tangga
  6. Berdiri dikursi tanpa berpegangan
  7. Menarik dan mendorong benda keras seperti kursi
  8. Melempar bola


Motorik Halus


  1. Mengambil benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
  2. Mengambil benda kecil dengan membungkuk
  3. Membuka 2 – 3 halaman buku secara bersamaan
  4. Menyusun beberapa balok menjadi menara
  5. Memakai kaus kaki, sepatu sendiri dengan hasil kurang sempurna
  6. Menuang cairan dari wadah ke wadah lainnya
  7. Memutar tombol Radio atau TV
  8. Mengupas Pisang dengan hasil kurang sempurna


Perkembangan Motorik anak pada usia 2 – 3 Tahun

Motorik Kasar


  1. Melompat di tempat
  2. Berjalan Mundur hingga 3 meter
  3. Menendang bola dengan mengayunkan kaki
  4. Memanjat mebel dan berdiri di atasnya
  5. Langsung bangun tanpa berpegangan ketika berbaring
  6. Berjinjit dan berdiri sebelah kaki  
  7. Naik tangga dengan kaki dan lompat dari anak tangga terakhir
  8. Mengayuh sepeda

Motorik Halus


  1. Melakukan kegiatan dengan satu tnagan seperti mencoret-coret
  2. Menggambar garis lurus serti lingkaran tak beraturan
  3. Membuka Gerdel pintu
  4. Menggenggam Pensil
  5. Menggunting dengan hasil yang kurang sempurna
  6. Mengancingkan Baju
  7. membuka tutup toples
  8. Memakai baju lengkap sendiri


Monde Boromon Cookies

Monde Boromon Cookies adalah salah satu cemilan untuk anak. Bunda, pasti sudha tahu yah, ngemil makanan kecil untuk anak memiliki dua manfaat yakni pertama terkait motorik dimana si kecil makan dengan tangannya sendiri dan kedua adalah tambahan asupan nutrisi selain makanan pokok.

Anak saat makan camilan seperti kukis Monde Boormon ini artinya dia berusaha belajar untuk mandiri dan melakukan aktivitas makan sendiri.

Bisa dilakukan secara berulang kali, kita bisa menyiapkan Kukis Boromon ini di dekat dia bermain. Nanti akan akan makan dengan sendirinya. Mengambil sedikit demi sedikit. Apalagi kemasan kukis Boromon ini sangat imut dan terpisah dengan plastik lainnya sehingga jika tidak habis, bisa tetap disimpan. Kita bisa mengeluarkan satu bungkus dulu, sisianya kita bisa simpan. Praktis juga dibawa anak kemana-mana. kemasan ini juga membuat anak merasa seolah punya jajan sendiri, hihihi.

Oh, ya dalam satu kemasan box isi 120gram terdiri dari 6 plastik dengan isi 20gram per plastiknya sehingga kukis yang belum dimakan terjaga tetap fresh.

Kemasan imut bikin anak kepo, pengen buka

Kenapa Monde Boromon Cookies?

Ada beberapa alasan, mengapa Moms baik memberikan anak Boromon cookies ini, salah satunya adalah 

Bebas gluten karena terbuat dari tepung kentang sehingga lebih mudah dicerna perut.
Mengandung manfaat madu dan minyak ikan.
Memiliki tekstur yang lembut dan meleleh di mulut.
Terdaftar di BPOM RI dan halal MUI.
Cocok untuk anak usia 1-5 tahun.

Seputar Gluten dan Efeknya Bagi Anak

Gluten adalah campuran amorf (bentuk tak beraturan) dari protein yang terkandung bersama pati dalam endosperma (dan juga tepung yang dibuat darinya) beberapa serealia, terutama gandum, gandum hitam, dan jelai. Dari ketiganya, gandumlah yang paling tinggi kandungan glutennya. Kandungan gluten dapat mencapai 80% dari total protein dalam tepung, dan terdiri dari protein gliadin dan glutenin. Gluten membuat adonan kenyal dan dapat mengembang karena bersifat kedap udara.

Gluten dapat digunakan untuk membuat daging imitasi (terutama daging bebek) untuk hidangan vegetarian dan vegan. Tepung roti banyak mengandung gluten, sementara tepung kue lebih sedikit. Ada sejumlah orang yang tidak dapat mengonsumsi gluten karena reaksi daya tahan tubuh merusak dinding usus halus, dan hanya dapat ditangani bila penderita tidak makan gluten seumur hidup.


Annasya lagi doyan main sepeda
Menurut Tempo Co, Efek Samping Gluten Bagi Anak

1. Alergi atau Radang di Kulit
Gluten adalah bahan makanan yang bisa mengakibatkan alergi atau iritasi di kulit, seperti jerawat, ruam, gatal-gatal, atau bintik-bintik. Bila mengalami gejala seperti itu, berhentilah mengkonsumsi gluten.

2. Penuaan Dini
Tubuh memang ditakdirkan untuk bisa menangkal sebagian level oksidasi. Namun bila levelnya terlalu tinggi, oksidasi itu bisa sangat berbahaya dan bisa menyebabkan penuaan dini. Tingkat oksidasi akan semakin tinggi dan berimbas pada kesehatan kulit.

3. Kebocoran Usus

Kedengarannya memang mengerikan, tapi bisa terjadi bila sistem pencernaan atau usus rusak akibat radang atau iritasi, dan gluten berpotensi menjadi perusak dengan cara mengikis dinding usus akibat partikel atau toksin makanan dari usus dilepas dan masuk ke aliran darah sehingga memicu respons terhadap sistem kekebalan, salah satunya terlihat pada masalah di kulit.

Ngeri ya Moms, kalo anak kita cepat sekali terpapar efek Gluten ini. Oleh karena itu kita perlu juga waspada memberikan akan jajanan. 



Dijual dengan harga kisaran Rp. 12.500 – Rp. 14.000. Bisa juga dibeli secara online.

Komposisi Boromon Cookies?

Banyak zat penting yang terkandung di kukis Boromon ini, di antaranya adalah Pati Kentang, Gula, Telur, Glukosa, Madu (0.3%), Minyak Ikan (mengandung DHA, Antioksidan Natrium Askorbat, Tokoferol dan Askorbil Palmitat), mengandung 3mg omega-3 dan 3mg DHA per sajian


Semua ini merupakan zat penting yang dibutuhkan oleh anak untu tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Oh, ya Monde Boromon ini diproduksi oleh Manufactured by PT Monde Mahkota Biskuit. Sudah tidak usah diragukan lagi yah. Pasti banyak sekali yang sudah mencicipi bahkan berlangganan produk Monde ini. 


Nah, kali ini Moms , bisa juga menambahkan produk Boromon Cookies ini untuk anak di rumah. Jadi semua anggota keluarga mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mencicipi  Produk Monde.

Salam, Milda Ini




Diberdayakan oleh Blogger.