Menu

Sabtu, 07 Mei 2016

/
Hamzah Mardiansyah, Polisi Bengkulu yang Go Internasional



Sebuah telpon masuk, karena sedang di Jalan saya gak sempat angkat. Saat itu saya sedang  menuju sekolah Nawra, menjemputnya. Lalu saya kirimkan pesan. Berharap nanti saya akan mendapatkan informasi dari si penelpon. Ada apa ya?


"Ini Hamzah Mba, saya sekarang sudah di Sudan. Jauh bangetlah dari Indonesia!"



What? Sudan, mendadak saya langsung terbayang wajah hitam manis anak-anak Sudan yang jika tersenyum hanya terlihat gigi putihnya, hehehe.


"Wah, ngapain ke sana, sudah berapa lama? Alhamdulillah, kesampaian ya keinginannya mau ke luar negeri!" 


Lalu, mengalirlah sebuah cerita seru dari Hamzah, mengenai kenapa dirinya sampai jauh terbang ke Sudan. Sebuah cerita yang juga akan saya bagikan dengan kalian semua.


Hamzah Mardiansyah bin Pardamean Siregar,  seorang pria kelahiran Bengkulu, 18 Juli 1988 ini merupakan  keturunan Batak Tapanuli yang sudah lama berdomisili di Bengkulu ini dulunya adalah salah satu mantan murid saya saat saya masih bekerja di MAN 1 Model Kota Bengkulu. Hubungan kami sangat dekat, hal ini juga dipererat karena beberapa tetangga di dekat rumah Emak yang juga mengenal keluarga Hamzah dengan sangat baik. Hamzah sering datang dan bersilaturahim kepada mereka termasuk keluarga saya.



Namun saat ini Hamzah dan keluarganya tidak lagi tinggal di daerah Tengah Padang tetapi sudah menetap di Jalan RE Martadinata, kelurahan Desa Kadang. Bersama dengan kedua orang tua dan  tiga orang adik-adiknya.



Oh, ya Hamzah menghabiskan masa pendidikannya di Bengkulu sampai jenjang SLTA. Coba cek ya, barangkali ada yang satu sekolahan dengan beliau, hehehe. Jadi bisa kopdar atau reunian ya. TK Aisyiah 6, SD Negeri 7 kelurahan Bajak, MTS Negeri 1 Kota Bengkulu, MAN 1 Model Kota Bengkulu. Selain itu setelah lulus menjadi polisi. Hamzah melanjutkan kuliahnya di tengah aktivitas polisinya di IAIN Kota Bengkulu, Fakultas Syariah, Jurusan Ekonomi Islam. 


Keren ya, kalo dilihat dari riwayat sekolahnya wajar saja Hamzah terlihat lebih religius . Bisa jadi karena pengaruh pendidikan yang dia peroleh selama ini ya. hal ini dapat juga kita lihat, bahwa Hamzah sering juga mengisi ceramah atau menjadi Khatib saat salat Jumat di berbagai masjid. Salah satunya di Masjid IQRA, kelurahan Tengah Padang, dekat rumah saya. 

Nah, itu tadi riwayat pendidikan Hamzah. Sekarang saya mau berbagi mengenai prestasi Hamzah saat di sekolah dulu ya. Terutama saat beliau mengenyam pendidikan di MAN 1 Model Kota Bengkulu. Hamzah termasuk anak yang pintar dan aktif berorganisasi.



Memang Hamzah sering kali menyampaikan keinginannya kepada saya untuk bisa kuliah atau bertugas ke luar negeri. Dia ingin mengukir prestasi ke luar negeri, lewat karirnya di dunia kepolisian. Hamzah yang hobby berolahraga dan memburu kuliner ini menjadi polisi sejak tahun 2007, setelah menamatkan pendidikannya di Sekolah Polisi Negara di Sampali, Medan. Selain itu Hamzah juga menyukai Bahasa Arab, hal ini dia buktikan dengan benar-benar mengikuti kursus atau pelatihan bahasa Arab kepolisian di Sebasa (Sekolah Bahasa) Polri di Cipinang , Jakarta pada tahun 2013. Dalam pelatihan tersebut Hamzah memperoleh peringkat terbaik ketiga Se- Indonesia, hebat kan. Jarang ada rasanya polisi yang juga jago bahasa Arab.  
 





Selain itu Hamzah ini juga mempunyai segudang pengalaman kerja dan prestasi lainnya, di antaranya adalah :

1. Pendidikan intelijen keamanan organik Polri 

2. Tahun 2008 Dit Intelkam Bidang Idiologi Politik Polda Bengkulu

3. Tahun 2011 Dit Pam Obvit Bidang Perwakilan Asing dan Keamanan Negara, Polda Bengkulu 

4. Tahun 2015 Subbid Paminal (pengamanan internal) Bid Propam Polda Bengkulu Penugasan luar negeri )

Yang terakhir prestasi Hamzah yang akhirnya mengantarkan dia sampai ke Sudan yaitu menjadi  salah satu Pasukan Garuda Bhayangkara Polri, FPU (FORMED Police Unit) Indonesia VIII yg ditugaskan sebagai Peacekeeper penjaga perdamaian PBB di Darfur Sudan Africa dalam misi UNAMID (United Nation African Mission In Darfur) Saya jadi bangga sudah tahu dan mengenal Hamzah. Akhirnya impian dia untuk sampai bertugas ke luar negeri kesampaian. 

Memang dulu sejak sekolah Hamzah juga aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan juga berprestasi. Sewaktu menjadi siswa di Madrasah Aliyah ,Hamzah  senang gabung klub ekskul seperti Biologi, pernah menjadi juara 2 Se - Propinsi  Bengkulu pada tahun 2005 dalam Lomba Karta Tulis Ilmiah.

Kemudian pernah juga gabung  di grup nasyidnya MAN Model alhamdulilah, sudah tampil dan bisa pergi  kemana-mana mengisi acara walau pun saat itu hanya sebagai alias pengisi suara dan kadang bermain gendang, hihihi.


Menjadi Polisi bukanlah cita-cita awal Hamzah, semua mengalir saja. Bahkan pada tes pertama. Dia sempat tidak lolos. Lalu ikut lagi di tahun berikutnya. Saat baru  tamat MAN pernah ingin mendaftar dan tes ke UIN Malang. Tetapi karena kondisi ekonomi keluarga yang minim, ahirnya impian tersebut kandas.

Ayahnya yang hanya seorang supir angkot terus memotivasi Hamzah untuk mendaftar dan mengikuti tes untuk menjadi polisi saja. Akhirnya berkat dorongan sang Ibu yang juga hanya seorang ibu rumah tangga. Hamzah mengikuti saran kedua orang tuanya dan berhasil menjadi polisi. 

Akibat kecintaannya terhadap dunia islam karena suka membaca buku-buku islam dan mempelajari islam, Hamzah sangat berkeinginan sekali untuk dapat ditugaskan sampai ke Timur Tengah. Impian tersebut selalu dia utarakan kepada saya.

Alhamdulillah, akhirnya takdir menghantarkan Hamzah sampai ke negara Sudan. Meski bukan langsung ke negara Timur Tengah. Setidaknya sudah sampai ke luar negeri. Semoga dengan ditugaskan di sana dapat membuat Hamzah banyak belajar dan menambah pengalaman.

Oke ya, sharing saya soal Hamzah ini, siapa tahu ada yang terinspirasi dari beliau dan mau juga menjadi polisi yang Go internasional. Bukan saja mengharumkan daerah asal  tetapi dapat membuat bangga negara.

Hamzah, kamu memang keren. Anak yang berbakti dengan orang tua, sayang dengan adik-adik dan membuat bangga Indonesia.     
Diberdayakan oleh Blogger.