Menu

Senin, 22 April 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Iklan Rokok dibalik Audisi Beasiswa Djarum Bulutangkis. Sejak lama saya juga secara pribadi sering bertanya ,meski hanya bertanya pada diri sendiri, lalu menjawab sendiri dan akhirnya diam sendiri. Hal ini kemudian mencuat kembali saat salah satu orang tua  yang merupakan juga teman aya upload informasi mengenai beasiswa bulutangkis Djarum ke media sosial. Banyak teman-teman saya yang juga kepo ingin tahu bagaimana bisa lolos.

Ternyata beasiswa ini bukan barang baru lagi, Djarum sudah melakukan audisi ini bertahun-tahun. Dengan target yang juga meningkat setiap tahunnya. Jikapertama kali dilakukan di Kudus dan hanya menjaring anak-anak dan pemuda-pemudi di sekitar kudus. Kemudian target wilayah semakin meluas, bahkan panitia seleksi juga dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia. Dengan target peserta yang juga semakin mengecil, artinya sejak usia 6 tahun sudah bisa ikutan mendaftar audisi beasiswa bulutangkis Djarum ini.

Di satu sisi, beasiswa sangat baik dan diperlukan untuk mendukung prestasi anak-anak yang memang butuh support, terutama dalam bentuk uang untuk mewujudkan cita-citanya. Namun kemudian beasiswa tersebut didapatkan dari sebuah perusahaan rokok, hal ini lantas seolah menjadi dua hal yang tidak bisa disatukan apalagi dibenarkan. Ibarat minyak dan air, tidak mungkin bisa bersatu. 

Kaos yang digunakan anak saat audisi, sumber foto Kumparan.com
Bagaimana mungkin rokok,yang merupakan salah satu barang yang mematikan di dunia, kemudian  bersanding dengan kesehatan atau olahraga. Tentu saja hal ini bukan sebuah perpaduan yang elok.

Apalagi secara target atau manfaat, beasiswa ini hanya mampu meloloskan sekian persen anak-anak yang berhak mendapatkan beasiswa. Jika dibandingkan dengan jumlah peserta yang ikut dan bias promosi rokok Djarum itu sendiri di berbagai event audisinya.

Untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai bagaimana gambaran audisi beasiswa bulutangkis Djarum ini. Teman –teman juga bisa melihat secara langsung di Radio KBR Indonesia. Silakan klik link ini https://www.facebook.com/beritaKBR/videos/2201178903272409/ untuk melihat secara langsung.

Dimana di sana sedang terjadi diskusi antara Yayasan Lentera Anak (YLA) yang  merilis temuan mereka terhadap kegiatan Audisi Beasiswa Djarum Bulutangkis. Ini adalah kegiatan yang sudah berlangsung selama 10 tahun dan merekrut 23 ribuan anak yang dikumpulkan, diaudisi, lantas yang menang dapat beasiswa badminton dari Djarum. Dari total 23 ribu anak yang ikut, maka yang dapat beasiswa hanya 200an orang saja. .

Kajian ini diluncurkan berjudul “Smash! Eksploitasi Anak di Balik Audisi Badminton Djarum.” YLA menemukan kalau anak-anak yang ikut audisi wajib pakai kaos khusus. Warnanya persis seperti bungkus rokok Djarum, juga dengan tulisan Djarum besar-besar di bagian dada. Di sini, anak-anak tampak seperti iklan berjalan. Karena itulah Yayasan Lentera Anak menyebut: ini adalah eksploitasi anak.

Diskusi seru ini menghadirkan dua pakar yaitu,

Reza Indragiri, Pakar Psikologi Forensik, Yayasan Lentera Anak dan Nina Mutmainah Armando Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia
Menurut Reza, bahwa audisi ini merupakan sebuah ironi yang sempurna yang melibatkan anak-anak sebagai iklan berjalan sebuah promosi rokok. Dimana secara detil, Reza menjelaskan,

  1. Anak-anak diwajibkan untuk menggunakan atribut rokok selama proses audisi berlangsung
  2. Warna dan tulisan di atribut yang digunakan oleh anak sama persis dengan logo, bentuk huruf, jenis font dari iklan merek rokok Djarum
  3. Di berbagai wilayah yang melakukan audisi tersebut, menggunakan nama. Spanduk dan atribut rokok secara berlebihan.

TEMPO.CO, Jakarta - Perkumpulan Bulu Tangkis (PB) Djarum bakal menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis 2018 pada Maret hingga September mendatang. Audisi tersebut rencananya bakal digelar di delapan kota di Indonesia, yakni Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo, dan Kudus.

audisi beasiswa buutangkis Djarum di Pekan baru, sumber foto Media Indonesia
 
Sedang menurut  Nina Mutmainah Armando Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia 

  1. Merk rokok akan sangat lekat dan diingat oleh anak-anak yang ikut audisi beasiswa bulutangkis
  2. Promosi rokok lebih besar dari pada audisi beasiswanya. Dilihat dari jumlah pendaftar dengan yang lolos yang diberikan beasiswa. Tulisan Djarum lebih besar dari tulisan audisinya
  3.  Promosi yang luar biasa, besar-besaran termasuk di media sosial, hanya untuk manfaat sekitar 1 persen dari jumlah peserta yang lolos.

Dilansir dari liputan6.com, sebagai catatan, dari delapan kota penyelenggara Audisi Umum Djarum, tercatat ada 5.957 peserta dari tiga kategori usia, yakni U-11, U-13, serta U-15, baik putra dan putri. Dari jumlah itu, hanya 219 orang saja yang lolos ke final Audisi Umum.Kemudian, jumlah 219 itu diseleksi lagi hingga 50 orang masuk ke tahap karantina. Hasilnya, 23 dinyatakan mendapatkan beasiswa untuk ditempa di PB Djarum.

23 anak yang loos beasiswa bulutangkis Djarum, sumber foto liputan6.com
Hal ini tentu saja sangat ironi dengan promosi yang melibatkan ribuan anak-anak tersebut. Llau, apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua.

Menurut para pakar tersebut, pemerintah harus membuat regulasi yang kuat menegnai hal ini. Termasuk juga dengan mengajak, melibatkan perusahaan-perusahan lainnya utnuk terlibat dalam pembinaan bakat atau memberikan beasiswa kepada anak. Misalnya perusahan susu.

Para orang tua, pendidik dan pengambil kebijakan di negeri ini harus berpikir seperti obat nyamuk. Kita harus tetap focus dengan masalah atau dipusatkan kepada anak-anak. Sebab anak-anak yang terpapar iklan rokok, besar kemungkinan anak-anak juga akan terpapar rokok kelak dikemudian hari.

Kita tidak boleh menutup mata, bahwa setiap tahun, jumlah pengguna roko dari anak-anak semakin meningkat.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2017 menyebut sebanyak 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun merupakan perokok aktif. Jumlah perokok usia anak (di bawah usia 18 tahun) juga meningkat dari 7,2% pada 2013 menjadi 8,8% pada 2016. Fakta yang juga mengkhawatirkan, yaitu 34,71% anak usia 5-17 tahun diketahui menghisap lebih dari 70 batang rokok perminggu (SUSENAS, 2016).

Lalu, mari kita bergandengan tangan bersama-sama untuk mencegah, menghindari eksploitasi anak sebagai iklan rokok berjalan di balik sebauh audisi beasiswa olahraga.

Mengenal Lebih Dekat  Dengan KBR
KBR adalah penyedia konten berita berbasis jurnalisme yang berkualitas tinggi. Berbagai penghargaan tingkat nasional dan internasional yang telah diraih membuktikan kredibilitas KBR sebagai media yang independen serta sesuai taglinenya, inspiratif dan terpercaya. KBR melayani lebih dari 600 radio jaringan di seluruh Indonesia, Asia dan Australia.

KBR adalah penyedia konten berita dengan pengalaman 17 tahun lebih di bidang jurnalistik. KBR hadirkan berita yang jernih dan tidak berpihak. Mengudara ke lebih 500 radio di seluruh Indonesia di 34 propinsi, kami pastikan berita membuat Anda lebih berdaya.

KBR didukung pula oleh reporter dan kontributor terbaik di berbagai kota di tanah air dan Asia. Liputan dan karya junalistik KBR yang berkualitas telah meraih beragam penghargaan, nasional hingga internasional.

Peran KBR dan kemampuannya menjangkau pelosok membuahkan penghargaan: King Baudoin International Development Prize, The Tech Museum Award, Gateway Foundation Germany, Danamon Award, dan lain-lain. Berita produksi KBR juga meraih penghargaan nasional sampai internasional; Adinegoro, Apresiasi Jurnalis Jakarta, MH Thamrin Award, SK Trimurti Award, The Friedrich-Naumann-Stiftung Radio Award, Tolerance Prize Southeast Asia International Federation of Journalists dan lain-lain.

Berita KBR juga disebarkan melalui website KBR.id serta media sosial KBR (Twitter @BeritaKBR @HaloKBR IG @KBR.id) Siaran video streaming bisa dilihat melalui akun KBR di YouTube. Audience KBR berusia antara 25 – 44 tahun dengan komposisi 60% pria, 40% wanita dengan Ses: A,B, C+

Dengan jangkauan luas serta tingkat kepercayaan yang tinggi para pendengarnya, KBR menjadi ruang komunikasi bagi hampir semua Kementerian dan Lembaga, perusahaan, nasional maupun internasional. Beberapa pihak yang menjalin kerjasama dengan KBR diantaranya; Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jendral Pajak, World Bank, The Asia Foundations, Ford Foundations, Hellen Keller Internasional, Exxon, Astra, Adira, Danone dll.

Berkenalan Dengan Yayasan Lentera Anak (YLA) 

YLA adalah lembaga independen yang berupaya memajukan dan membela hak-hak anak di Indonesia untuk mendorong terwujudnya negara demokratis yang ramah anak melalui edukasi, advokasi, pemberdayaan anak, kaum muda dan masyarakat serta studi dan kajian tentang anak. Fokus, Pengembangan Anak Muda dan Kesehatan

Lokasi, Jalan Kecapi Raya, No. 52 ABC (Rumah A), Jagakarsa. Kota Administrasi Jakarta Selatan, DKI Jakarta.Telepon (021) 27803025.Website http://www.lenteraanak.org.Tanggal Pendirian 23 January 2013 

#KBR #Radio #Talkshow #PutusinAja #SetopeksploitasiAnak #lombablog #lombablogKBR #media #mediacontentcompany


6 comments

anak-anak dijadiin endorce yokok..duh duhh...

Reply

Hmm sebetulnya hal ini memberikan manfaat kepada anak. Namun, sayang ini adalah produk rokok

Reply

Bener juga ya Mbak kalau ini juga dapat dikatakan sebagai iklan berjalan

Reply

Wah iya juga nih ya. Kalau saja itu bukan rokok produknya

Reply

Setuju sama pendapatnya, bahwa nama produk ini akan selalu diingat oleh anak

Reply

Wah bener banget nih. Terima kasih informasinya sangat membantu

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.