Menu

Senin, 01 April 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb
www.mildaini.com_Khadijah binti Khuwalid, Istri Rasulullah SAW. Haiteman-teman semua yang suka baca atau mampir ke blog aku. Terhitung April 2019 ini aku mau melakukan sedikit penataan postingan blog. Supaya gak terlihat, padahal emang terlihat yah. Model blog yang awut-awutan dan tidak dimenej dengan baik.

Saya nyadar kok, jadi supaya gak terlamabt benaran. Saya mau berbenah nih, mau insyaf. Sebab menulis untuk kebaikan itu banyak pahala dan semoga menjadi amal jariah. kalo soal job blog itu kan bonus. Apalagi makin hari tawaran job juga mintanya macam-macam. Misalnya ada batasan umur. Nah, blogger yang awet muda, pasti tereliminasi di bagian usia. Meski usia cantik sih, tapi tetap aja bisa menjadi penghalang sebuah job mampir.

Tapi kalo niatnya menulis, berbagi dan ingin membagikan banyak informasi. Otomatis, kalo ditolak job atau orderan job sepi.Yah, tetap menulis saja. Yang penting nulis aja.

Well, demi mewujudkan keinginan yang sudah saya curhatin di atas. jadi blog ini, akan mulai saya isi dengan berbagai tema, di luar job. Terutama tentang ajaran kebaikan. Oke, dukung yah.
Seperti kali ini, saya ingin berbagi sebuah tulisan yang sudah say muat di buku saya yang berjudul Smart and Happy Mom (Menjadi Ibu Rumah Tangga Berlimpah Pahala). Buat teman-teman yang belum sempat membeli atau memiliki bukunya. Bisa membeli secara online juga. Bisa wa , nanti saya bantu. Nomer wa saya 082177993000. buku ini juga dijual di berbagai toko buku, baik secara online atau offline. 
di dalam salah satu BAB di buku ini adalah menceritakan para perempuan-perempuan hebat yang diceritakan di dalam Al- Quran atau yang hidup pada zaman Rasulullah Muhammad SAW.  

Kisah tentang Khadijah Binti Khuwalid, Istri Rasulullah SAW.

1. Bergaul Baik dengan Suami

Aisyah Ummul Mukminin berkata, ”Mula pertama Rasulullah saw. menerima wahyu adalah berupa mimpi yang benar dalam tidur. Ketika itu beliau tidak melihat mimpinya, kecuali datang bagaikan cahaya subuh. Sejak itu, beliau menyepi di Gua Hira untuk beribadah selama bermalam-malam sebelum beliau kembali ke keluarganya. Karena itu, beliau membawa bekal. Setelah beberapa hari, beliau pulang kepada Khadijah guna mengambil bekal lagi untuk beberapa malam. Hal ini terus beliau lakukan hingga datang kepada beliau kebenaran (wahyu) ketika beliau sedang berada di dalam Gua Hira.

2. Cerdas dan Bertawakal

Dari Gua Hira Rasulullah saw. pulang membawa ayat ”Bacalah”, sementara itu beliau gemetar sekali, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah binti Khuwalid seraya berkata, ”Selimutilah aku … selimutilah aku ….” Lalu Khadijah menyelimuti Rasulullah saw. sehingga hilang rasa takut. Kemudian Rasulullah saw. menceritakan semua hal yang beliau alami kepada Khadijah. Rasulullah saw. berkata, ”Aku sungguh khawatir sekali akan keselamatan diriku.” Khadijah berkata, ”Jangan begitu, bergembiralah. 
Demi Allah, Allah tidak bakal mengecewakanmu selamanya. Sesungguhnya engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau suka memikul beban orang lain, engkau suka memenuhi kebutuhan orang tak punya, engkau suka memuliakan tamu, dan engkau senantiasa membela kebenaran.”

3. Penuh Kasih Sayang dan Perhatian terhadap Suami

Khadijah mengajak Rasulullah saw. menemui Waraqah bin Naufal bin Asad Ibnul Uzza, saudara misan Khadijah. Waraqah bin Naufal telah memeluk agama Nasrani sejak zaman jahiliah. Dia sudah terbiasa menulis dengan tulisan Ibrani dan cukup banyak menulis dari Injil dengan tulisan Ibrani. Ketika itu dia sudah tua dan buta. Khadijah berkata kepadanya, ”Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita saudaramu ini!” Waraqah bin Naufal berkata kepada Rasulullah, ”Wahai anak saudaraku, apa yang sedang engkau alami?” Rasulullah menceritakan segala sesuatu yang telah beliau alami kepada Waraqah bin Naufal. 
Lalu Waraqah berkata kepada Rasulullah, ”Ini adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan oleh Allah kepada Nabi Musa. Oh, kalau saja aku pada masa kenabianmu kelak masih muda belia. Oh, kalau saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu.” Rasulullah bertanya, ”Apakah mereka akan mengusirku.” Waraqah menjawab, ”Ya,setiap orang yang datang dengan mengemban tugas sepertimu, pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat aku alami, tentu aku akan membelamu mati-matian.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Melahirkan Keturunan yang Shalih

Di dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah saw. berkata, ”Allah mengaruniaiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari istri-istriku yang lain.”

Aisyah berkata, ”Terkadang aku berkata kepada Rasulullah saw., ’Seolah-olah tidak ada di dunia ini wanita selain Khadijah. Beliau berkata, ’Sesungguhnya dia (adalah wanita yang utama) dan dia adalah wanita yang bijaksana, dan dari dialah aku mendapatkan anak.’” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Rasulullah saw. Sangat Mencintai dan Senantiasa Mengingat Khadijah

Aisyah berkata, ”Rasulullah saw. bersabda, ’Sesungguhnya aku telah diberi karunia dengan cintanya Khadijah kepadaku.’” (HR Muslim)

Aisyah berkata, ”Tidak ada rasa cemburuku terhadap salah seorang dari istri-istri Rasulullah saw. yang melebihi rasa cemburuku terhadap Khadijah, padahal aku tidak pernah melihat (bertemu dengannya). Akan tetapi, rasa cemburuku itu timbul karena Rasulullah saw. seringkali menyebut-nyebutnya. Bahkan, beliau sering menyembelih seekor kambing lalu memotongnya menjadi beberapa bagian, kemudian mengirimkannya kepada teman-teman Khadijah.” (HR Bukhari dan Muslim)

6. Rasulullah Memuliakan Khadijah

Rasulullah baru menikah kembali setelah kematian atau meninggalnya Khadijah. Aisyah berkata, ”Rasulullah saw. tidak mengawini selain Khadijah sampai dia (Khadijah) meninggal dunia.” (HR Muslim)

7. Allah Memuliakan Khadijah

Abu Hurairah r.a. berkata, ”Jibril datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, ’Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang kepadamu dengan membawa bejana berisikan lauk pauk atau makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikanlah kepadanya salam dari Tuhannya dan dariku serta beri kabar gembiralah kepadanya tentang sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara, di mana di dalamnya tidak ada keributan dan kesusahan.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Potongan tulisan ini, selengkapnya, bisa kamu baca di buku saya yang berjudul Smart and Happy Mom ( Menjadi Ibu Rumah Tangga Berlimpah Pahala) Buku ini kovernya begini. 



Dukung saya ya, dengan membeli bukunya. Agar saya semakin semangat menulis dengan berbagai tema yang lainnya lagi. Terima kasih, teman-teman semua.


Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.