Menu

Rabu, 03 Februari 2016

/





      Pada pemeriksaan awal beberapa minggu lalu, dokter gigi keluarga kami menyarankan agar Nawra, putri pertama kami yang berusia 9 tahun untuk memakai kawat gigi.


      Memang pemasangannya tidak saat ini juga, nanti menunggu semua gigi permanennya tumbuh. Ya, kira-kira saat Nawra berusia 10 sd 11 tahun.


      Pada pemeriksaan tersebut dokter gigi melakukan tahapannya sebagai berikut, dari pemeriksaan awal. Lalu nanti setelah di pasang diminta untuk melakukan pemeriksaan berkala . jadwalnya nanti akan ditentukan oleh dokter. 


       Selain itu saat pemasangan nanti, jika ditemukan atau dirasakan ada masalah saat pemakaiannya, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang dan penyesuaian. Tentu kami akan banyak bolak balik ke dokter gigi ya.


       Yang terakhir akan dilakukan pemeriksaan untuk mengecek apakah kawat gigi berfungsi dengan baik dan sudah menunjukkan perubahan. Hal ini dapat dilihat salah satunya dari posisi gigi yang sudah berubah menuju ke posisi yang benar .


      Secara terperinci pemeriksaan tersebut dapat saya jelaskan sebagai berikut, mari kita diskusi dan pelajari dengan seksama.


Pemeriksaan Awal

Pemeriksaan ini sudah dilakukan oleh dokter terhadap gigi Nawra. Namun tahapan pemeriksaan lanjutannya belum dilakukan karena pemasangannya belum dijadwalkan. Namun kita perlu mengetahui juga pemeriksaan lebih lanjut dengan tahapan umum itu seperti apa ya. Dapat saya uraikan sebagai berikut:

  • Dokter ortodonti akan mengajukan banyak pertanyaan seputar kesehatan Nawra. Terutama soal kebiasaan merawat gigi.
  • Lalu Nawra akan  menjalani pemeriksaan gigi, rahang, dan mulut.
  • Jika diperlukan maka akan dilakukan pemeriksaan dengan sinar X, untuk menentukan posisi gigi-gigi pada rahang atas dan bawah. Pemeriksaan kepala ini dilakukan  dengan menggunakan sinar X juga diperlukan untuk melihat posisi rahang dengan gigi.
  • Selanjutnya Dokter ortodonti akan meminta Nawra untuk menggigit sebuah bahan yang kemudian menjadi bahan pembuatan model plester. Ini adalah cetakan bentuk rahang dan posisi gigi Nawra untuk menentukan perawatan apa yang sebaiknya diberikan.
  •  

   Pada kasus tertentu, pencabutan gigi diperlukan sebagai bagian dari rangkaian perawatan. Hal ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu. Gigi Nawra sudah dicabut beberapa buah , terutama yang letak tumbuhnya tidak pada posisi yang sebenarnya atau gigi susu yang sudah goyang, belum copot sementara gigi permanen sudah nonggol sehingga gigi susunya harus dicabut. Hal ini perlu dilakukan segera, agar tumbuh gigi permanennya bagus dan di posisi yang benar. Selain itu proses ini diperlukan untuk mengoreksi posisi gigi dan membuat ruang agar gigi-gigi di sekitarnya dapat tumbuh dengan baik.


 Selanjutnya, setelah pemasangan nanti, Nawra akan mengalami pemeriksaan dan perawatan penyesuaian secara berkala, secara terperinci yang dilakukan pada tahapan ini adalah sebagai berikut, 


Penyesuaian Secara Berkala

Setelah pemasangan kawat, Nawra  akan diminta menjalani pemeriksaan berkala untuk memastikan kawat gigi terpasang sempurna. Dalam setiap pemeriksaan, ortodontis akan mengencangkan kawat untuk menambah tekanan pada gigi agar berubah ke posisi baru. Rahang akan merespon dengan meluruhkan tulang pada jalan pergeseran gigi dan membentuk tulang baru di belakangnya.


    Setelah tahapan kedua, selanjutnya adalah tahapan pemeriksaan dan perawatan kestabilan pemakaian kawat gigi. Akan dicek dan dilakukan hal-hal yang berkaitan dengan berjalannya fungsi kawat gigi secara benar. Banyak hal yang harus diketahui, agar posisi kawat gigi stabil. Secara lengkap pemeriksaan tahapan ini adalah dilakukannya.


Penstabilan

Gigi Nawra  akan dibersihkan secara menyeluruh setelah kawat dilepas. Dokter ortodonti mungkin akan menyarankan Nawra untuk menjalani sinar X dan model plester kembali untuk melihat sejauh mana perubahan yang terjadi.

Setelah itu dokter akan memasang retainer  yang digunakan untuk menstabilkan posisi gigi. Pada tahap ini keadaan tulang, gusi, dan otot telah beradaptasi pada posisi baru. Retainer perlu digunakan sekitar enam bulan secara intensif, kemudian setelah itu pada umumnya dapat dilepaskan  saat tidur.


    Nah, itu tadi penjelasan mengenai tahapan pemeriksaan untuk pemasangan kawat gigi. Banyak juga ya dan butuh berkali-kali untuk konsul ke dokter. Jangan hitung soal waktu apalagi duitnya ya, hehehe. Sudah pasti banyak yang bakalan keluar.


       Oleh karena itu ada baiknya sebagai orang tua kita melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dan sesuai dengan anjuran dokter. Agar masalah yang berkaitan dengan gigi dapat dicegah dan dihindari. Atau bisa juga di atasi tanpa harus memakai kawat gigi.


    Gigi Nawra pun masih bisa diarahkan atau dikondisikan untuk tidak dipasang kawat gigi. Saya secara rajin mengingat dia untuk membersihkan dan menyikat giginya setelah makan dan sebelum tidur. Daripada nanti terpaksa pakai kawat gigi.


      Sejauh ini Nawra tetap bersemangat menjalani perawatan dan tindakan untuk menjaga kebersihan giginya. Semoga gak jadi ya, pasang kawat giginya. 


       “Kalo giginya sehat dan bagus, gak perlu kan Me, pasang kawat gigi. Kakak takut juga, katanya sakit pakai kawat gigi itu dan susah makan “ celoteh Nawra saban waktu jika kami membahas soal kawat gigi.


      “Aamiin, iya semoga gak jadi pasang kawat giginya. Asalkan kakak juga rajin sikat gigi dan gak doyan makan permen”


      Terima kasih ya, teman-teman yang sudah mampir dan komen di blog saya,semoga gigi kita dan anak-anak serta keluarga di ruamh gak ada masalahnya. Sehat selalu sampai kakek nenek. Aamiin

          Gambar sumber google


Diberdayakan oleh Blogger.