Menu

Minggu, 23 Desember 2018

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Hari ini saya bergegas buat berangkat. Ada acara bersama Kemenpora yang akan digelar di Hotel Jodipati. Malam harinya sempat siwer di grup. Sebab lokasi hotelnya ga terdetek, hahaha. Maklum saya tahunya itu hotel Jodipati ya di kawasan Tanah Patah. La, ini katanya di daerah Padang Harapan. Kuyakin bakal ada sesi nyasar dan ‘beligat’ nyari alamat. Meski ada google maps, tetap aja mencari alamat.


Fiuuuh, sedikit celingak-celinguk,akhirnya sampai juga nih ke Hotelnya. Oh, ternyata ini Jodipati 2 pemirsa dan belum dilaunching, hihihi. Di kawasan Padang Harapan. Masuk ke jalan atau gang panti Tunas Harapan.

Dari pagi hingga siang ini,saya ada acara di sini bersama dengan pemuda-pemudi penggiat anti narkoba  (PUPAN) Kota Bengkulu untuk memenuhi undangan dari Kemenpora. Selain Pupan, di sini hadir juga perwakilan dari berbagai kumpulan atau komunitas. 

Ada sekitar 50 orang deh yang hadir di sini, sesudah mengisi absen dan memberikan syarat untuk ikuta serta kelengkapan untuk sertifikat. Seperti fotokopi KTP dan Pas foto. Saya sempat foto dulu dengan beberapa adik-adik Blogger Bengkulu dan Pupan. 


Setelah itu, saya bergegas ke Fikes Dehasen, akan ada acara seminar di sana. Saya harus hadir, sebab saya salah satu pembicara di sana. 

Mungkin waktui emang berpihak dengan saya, sudah hampir jam setengah sembilan acara juga belum dimulai. Mungkin karena hari sabtu, jadi banyak yang juga terbawa suasana libur. Undangan yang datang juga baru sedikit. Yah, sudah saya cuss ke Fikes Dehasen dulu. Sudah ditelpon dan di japri via wa oleh teman-teman.

Balik Lagi Ke Jodipati, Acara Baru Dimulai

Sampai di Jodipati lagi, acara baru saja dimulai. Ibu Poppy baru sedang menyampaikan kata sambutan. Dalam kata sambutannya. Ibu Poppy berharap kepada para peserta, untuk menjadi corong dan perwakilan dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian Olahraga dan BNN baik tingkat kota dan Provinsi. Mengenai  informasi, penyuluhan untuk pencegahan, sampai dengan pengobatannya atau rehabilitasi narkotika.


Oleh karena ini, beliau menyatakan hari ini para peserta akan mendapatkan dua materi penting mengenai pencegahan dan mengenai informasi seputar rehabilitasi bagi pencandu narkoba. Termasuk informasi umum lainnya yang berkaitan dengan narkoba itu sendiri.

Semoga para peserta senang dan bisa mengikuti semua kegiatan hari ini dengan baik, sampai selesai. Semoga workshop untuk relawan dan penggiat anti narkoba yang digelar hari ini, berjalan lancar. 


Workshop Relawan dan Penggian Anti Narkoba

Saya senang mengikuti kegiatan ini, sebab tadi di acara Fikes, setelah saya menyampaikan kata sambutan dan juga materi pertama pada seminar. Setelah itu saya selesaikan dengan sesi Tanya jawab pada materi saya. Baru saya ijin dengan panitia.  Sampai di Jodipati, pun saya sempat mengikuti acara pembukaan dan tentu saja foto-foto bersama, hahaha.


Materi Pertama, Dari Coba Pakai Hingga Kecanduan

Materi pertama ini disampaikan oleh sahabat saya Nuche yang memang sudah sangat dekat. Sebab beberapa kali kami bertemu dan bersama-sama dalam berbagai kegiatan Pupan dan Narkoba. Pokoknya kalo ada kegiatan dengan tema Narkoba aja, pasti ketemu. 
Udah biasa ada dimana-mana, keceh dah kakak satu ini.

Kak Nuche menjelaskan seperti biasa mengenai informasi seputar narkoba, jenis-jenisnya, hot issue narkoba terbaru, sampai yang aneh-aneh. Kak Nuche banyak tahu. Disampaikan dengan cerdas dan komunikatif. Mudah dimengerti oleh orang awam.


Menurut Kak Nuche Marlianto, SKM, MSi,MKM dari BNN Kota Bengkulu, ada 4 kondisi penyalahgunaan narkoba di kota Bengkulu

1. Coba pakai
2. Teratur pakai
3. Pencandu non suntik
4. Pencandu suntik 

Jumlah ini banyak menyerang usia 10 hingga 59 tahun, setiap tahun jumlahnya juga bertambah. Paling gemes katanya kalo yang terciduk masih anak-anak. Lebih negens lagi, mereka teller dengan ngelem, ngomix, atau minum es tebu yang sudah dicampur dengan zat yang bisa bikin fly. 


Yah, mau bagaimana lagi. Anak-anak ga punya uang, palingan nyandu juga dengan murah meriah. Apalagi kalo awalnya coba-coba, ikutan kawan dan arus pergaulan. 

Materi Kedua, Mengenai Rehabilitasi Narkoba

Materi bikin penasaran , sebenarnya pencandu narkoba itu bisa sembuh total atau bagaimana.  Menurut BNN bekerjasam dengan Puslitkes UI tahun 2017, presentase jumlah penyalahguna narkotika di provinsi Bengkulu sebesar 1,68 % dari populasi penduduk usia 10 – 59 tahun atau sekitar 1.436.700. Sebanyak 26.529 jumlah penyalaguna narkotika di provinsi Bengkulu.


Sedangkan kelompok pengguna dan kebutuhan rehabilitasi, menurut sub populasinya adalah

1. Pengguna Nafza yang tidak mengalami ketergantungan
2. Pengguna nafza dengan cara suntik
3. Pencandu
4. Pengguna nafza yang terintoksikasi secara akut
5. Pengguna nafza dalam kondisi putus obat
6. Pengguna nafza dalam masa pemulihan


Materi kedua ini, disampaikan oleh kak Vera Febriana, S.Psi.Psikolog. Dari BNN Provinsi Bengkulu. 

Setelah penyampaian materi, seperti biasa diadakan sesi Tanya jawab, saya juga ikut bertanya. Pertanyaan saya lebih menyayar kepada penyalaguna narkoba untuk usia dewasa, mulai dari jenis yang sering digunakan, rehabilitasi bagaimana sampai dengan jumlah atau usia yang paling banyak.


Secara pribai saya juga berharap, kegiatan seperti ini . Untuk tahun depan juga menyasar usia dewasa, usia matang. Bukan untuk para pemuda dan pemudi saja. Jadi lebih luas lagi. 
Akhir acara ditutup dengan sesi foto bersama. Seperti kegiatan yang lainnya. Sesi foto ini biasanya akan lebih lama dari sesi worksopnya, hihihi.


Pada kesempatan ini saya juga bertemu dengan dua orang pemuda-pemudi Inspirasi Bengkulu tahun 2017. Kami bertiga terpilih, dan sekarang bertemu lagi. Semoga di tahun depan, ada gebrakan yang bisa kami sinergikan untuk kemajuan bumi Bengkulu ini.

Oh, ya saya selain kami para relawan dan Pupan Kota Bengkulu, ada juga dua orang perwakilan dari komunitas Blogger Bengkulu. Ada si Nengsih dan si Diska.

Kalo di Pupannya, ada juga sobat Blogger Bengkulu si Junita yang juga merupakan ketua Forum Lingkar Pena  Wilayah Bengkulu.

Senang rasanya , bisa hadir di sini, berkumpul bersama dan menimba ilmu bersama. Memanfaatkan waktu luang di wiken dengan hal yang bermanfaat.


Sebelum pulang peserta juga diberikan sertifikat. Cepat sekali yah, sudah langsung jadi sertifikatnya. Jadi tambah semangat. Semoga di tahun depan ada lagi yah, kegiatan seperti ini.


Masukan buat panitia, sebaiknya peserta diberikan kopian materinya, biar bisa dibaca ulang dan dibagikanlagi informasinya kepada yang lainnya.

Sampai jumpa, Salam. Milda Ini 

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.