Menu

Rabu, 18 April 2018

/
Pendar  Cahaya  Bulan dan Bintang
 di Eropa Barat
Penulis Silfi Asrimandari


Menjadi agama minoritas, Islam di Jerman tetap bertahan hingga kini. Islam di Jerman telah ada sejak abad ke-17. Tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa Muslim yang ada di Jerman atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (Wikipedia,2016). Hal ini menjadikan Jerman sebagai Negara kedua setelah Perancis dengan jumlah Muslim terbanyak di benua Eropa. Populasi muslim di negara Eropa Barat tersebut di prediksi semakin meningkat (Republika,April 2018).

Frank Gesemann dalam tulisannya yang berjudul “Die Integration Junger Muslime in Deutschland. Intrkultureller Dialog-Islam und Gesellschaft” menjelaskan, sebagian besar muslim di Jerman berasal dari Turki (63,2 persen) di ikuti oleh kelompok-kelompok yang lebih kecil, seperti dari Pakistan, Negara-negara bekas Yugoslavia, Negara-negara Arab,Iran dan Afghanistan.



Sebagian besar Muslim tinggal di Berlin dan kota-kota besar Jerman Barat. Namun, tidak seperti negara-negara Eropa lainnya, komunitas Muslim yang cukup besar ada di beberapa daerah pedesaan Jerman, terutama Baden-Wurttemberg, Hesse dan bagian dari Bavaria dan North Rhine-Westphalia Utara. Karena kurangnya imigrasi tenaga kerja sebelum 1989, hanya sedikit Muslim di bekas Jerman Timur. (Republika,2018)
Keberadaan bangunan masjid di Jerman sudah ada sejak akhir abad ke-18.Masjid pertama di Jerman dibangun dikota Schwetzingen. Selain masjid tersebut, masjid bersejarah lainnya adalah masjid Berlin Turk Sehitlik Camii atau biasa dikenal dengan nama Masjid Sehitlik yang berada di areal pemakaman para syuhada, pemakaman Islam tertua di Jerman.(Wikipedia,2016)

Di Jerman, kebebasan beragama dijamin oleh Undang-Undang.Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang Dasar Jerman menyebutkan “Die Freiheit des Glaubens,des Gewissens und die freiheit des religiosen und weltanschaulicen Bekenntnisses sind unverletzlich.”(Kebebasan beragama dan memiliki pandangan filosofis hidup tidak boleh diganggu).

Berbeda dengan kebanyakan Negara-negara lain di Eropa, Jerman dalam perkembangan terakhir mulai memperbolehkan pelajaran agama Islam bagi para pelajar muslim di sekolah-sekolah umum.

(Zainulfuad.wordpress.com). Maka dari itu, sebagai pengelola Yayasan U-Care Indonesia. Yang bergerak di bidang Pendidikan Islam berbasis Fitrah dan Leadership di  Indonesia. Dan berperan dalam pengembangan Organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) yang telah berdiri selama 18 tahun sejak 8 Maret 2000, sangat tertarik untuk menambah khazanah ilmu dan berbagi wawasan perkembangan Islam di negara-negara Eropa khususnya Jerman. 

Salimah adalah organisasi perempuan Muslim (muslimah) yang telah hadir di 33 provinsi di Indonesia. Ikut berperan pula dalam pembinaan komunitas perempuan yang bekerja sebagai buruh migran di Taiwan dan Hongkong. Apapun yang dilakukan Salimah dalam rangka membantu memberi solusi pada permasalahan umat Muslim di seluruh dunia. Agar tetap memberikan kontribusi sebagai rahmat bagi seluruh alam meski dalam banyak perbedaan.

Salimah berkiprah untuk mengangkat harkat dan martabat Muslimah serta meningkatkan kualitas generasi bangsa. Adapun program-program yang telah berperan aktif adalah:

1. Gerakan Membaca Alqur’an (upaya berantas buta Alqur’an)
2. Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) saling menolong bangkitkan perekonomian umat,
3. Komunitas Entrepreneur Perempuan (KEP) Belajar bersama menjadi pengusaha
4. Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (KOSSUMA) Mitra Bismis Perempuan,
5. Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) Solusi atasi Krisis Pangan,Ekonomi dan Lingkungan, 
6. Komunitas Perempuan Sehat Peduli Lingkungan (Islam itu ramah lingkungan),
7. Komunitas Orangtua Bijaksana (Kokohkan Tatanan Keluarga), 
8. Sekolah Ibu Salimah Terpadu (Sister) Optimalkan potensi perempuan diberbagai aspek,
9. Program Pembinaan Anak Yatim (P2AY) Upaya memuliakan anak yatim. 
10. Pusat Penanggulangan Musibah dan Bencana (P2MB) Dukungan moril dan materil untu korban bencana.
11. Latihan Kepribadian dan Kepemimpinan Muslimah (LKM) Lahirkan figure Pemimpin dengan kepribadian Islami.

Semua program-program tersebut bisa dijadikan sebagai wacana atau bahan bertukar pikiran dengan muslim Jerman untuk menemukan solusi atas permasalahan umat khususnya muslimah.

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.