Menu

Minggu, 30 Agustus 2020

/

Curug Pengantin , Wisata Air di Bengkulu Tengah

Bulan Agustus ini banyak sekali kalender merahnya. Jadi saya dan suami punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama anak-anak. Kami akan mengunjungi Curug Pengantin yang terletak di Bengkulu Tengah.

Lalu, kami membuat perencanaan bersama kakak perempuan saya untuk mengunjungi salah satu objek wisata air yang lagi hits di kota Bengkulu.

Ketiga putri kami memanggil kakak perempuan saya itu dengan sebutan Mama. Kami mengajak Mama karena beliau hanya sendirian di rumah. Anaknya berada di Jakarta dan Lombok. Jadi sekalian liburan bersama.

Apalagi lokasi kerja, ia seorang guru SD. Mama berada di satu kawasan dengan objek wisata tersebut. Jadi beliau akan lebih banyak tahu dan menguasai medannya. 


Kalo dari rumah kami hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit saja dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Lokasi rumah kami di perbatasan antara kota Bengkulu dengan Bengkulu Tengah.

Objek wisata yang akan kami kunjungi ini bernama Curug Pengantin letaknya di Bengkulu tengah.

Seperti apa rupa wisata air Curug Pengantin ini. Ikuti saja perjalanan kami kali ini.

Anggaplah ini piknik . Saya pun menyiapkan bekal dan alat berpiknik tipis. Termasuk pakaian renang. Karena anak-anak pasti akan mandi. Nanti setelah mandi bisa makan Pop Mie dan beli di lokasi saja.

Menuju Lokasi Curug Pengantin

Dari Gapura selamat datang ke Bengkulu Tengah. Kita jalan saja terus sampai ketemi POM Bensin di sebelah kanan. Lalu kita berhenti sebelum POM bensin tersebut. Kita lalu masuk ke jalan sebelum POM Bensin. Lalu berjalan terus sampai ketemu gapura atau taman yang bertuliskan Curug Pengantin. Letaknya di sebelah kanan.

Oh, ya jalan menuju lokasi bagus. Sudah beraspal. Namun jalannya muat untuk jalur satu mobil dan motor saja. Jadi kalo dua mobil berpapasan. Harus pelan dan hati-hati karena pada sisi kiri kanan jalan belum ada siring atau batas. Sehingga kemungkinan ban mobil nyangkut itu besar sekali.

Akhirnya Tiba di Curug Pengantin


Masuk lokasi , dikenakan retribusi lima ribu perorang kecuali anak balita. Ini ada karcisnya juga loh, tadi terdeteksi berapa orang dan kita akan mendapatkan bukti tiketnya.



Dari awal masuk lokasi sudah disajikan banyak tempat yang instagramable. Jadi banyak spot foto keceh di sini.  Udara sejuk pun dating, di sekitar banyak tumbuh tanaman, seperti pohon karet. Yah, namanya juga berwisata di hutan yang di adopsi menjadi wisata air , tentu saja suasana hutannya masih terasa.

Di bagian sebelah kiri ada aliran sungai kecil dengan batu-batuan. Aliran sungai itu panjang hingga menuju ke bawah. Sehingga kita seolah menuruni lembah saja. Suara gemercik air , membuat suasana semakin nyaman. Bagi yang ingin mencari ketenangan cocok sekali main ke sini.

Sepanjang aliran sungai tersebut. Kita bisa bermain air atau mandi.  Ada banyak batu yang bisa bikin kita betah duduk atau sekedar berfoto. Airnya tidak terlalu dalam sehingga cukup nyaman jika bermain bersama anak-anak atau orang tua. Tetapi tetap perhatikan dan tidak ditinggal sendirian, sebab ada kemungkinan batu-batu yang licin dan tajam.

Tapi jika ingin merasakan sensasi air terjun maka kita sebaiknya turun ke bawah lagi. Ada dua air terjun yang bisa dinikmati. Bentuk air terjunnya juga berbeda. Untuk menuju air terjun tersebut, kita cukup mengikuti jalan setapak yang sudah disiapkan. Di sepanjang jalan , kita akan melihat pohon karet yang sedang disadap. 

Hal ini terlihat dari mangkuk kecil yang dipasang di pohon karet tersebut. Di dalam mangkuknya juga terlihat tetesan karet yang mulai terkumpul.
Tidak perlu kuatir, meski jalannya agak sedikit curam, di  bagian kiri ketika berjalan, ada pagar pembatas dan kita bias berpegangan di pagar bambu tersebut.

 


 

Namun perlu hati-hati juga apalagi jika membawa orang tua dan anak-anak, karena jalannya sedikit menurun sehingga sebaiknya jalan santai saja, tidak berlarian.

Berjalan sekitar lima menit, tibalah kami di bagian air terjunnya. Namun sayang saat kami datang debit air terjunnya sedikit kecil. Maklum sudah lama tidak hujan. Kami memutuskan menuju ke air terjun di bawahnya lagi. Mungkin debit airnya lebih banyak.

Kami memilih di air terjun kedua. Kebetulan sekali kami dapat saung yang letaknya tidak terlalu jauh dari air terjun dan juga dekat dengan kantin. Jadi bisa pesan minuman dan makanan.

Setelah meletakkan barang-barang. Lalu Annasya dan Athifah mengajak Abahnya untuk mandi. Saya menemani di pinggir air terjun saja. Sembari mengambil beberapa foto dan video. Mandi di air terjunnya juga lumayan cukup aman karena ada bagian yang untuk anak-anak. Tidak terlalu dalam dan diapit oleh bebatuan yang lumayan aman. Kita bisa mengajak anak berenang di sana.


Tetapi jika ingin sensasi lain, kita bisa mengajak anak bermain di dekat air terjunnya. Tidak terlalu alam juga. Orang tua bisa mengendong anaknya. Namun jika anaknya cukup besar atau sudah bisa berenang bisa sekali berenang di sekitar air terjun dengan sangat nyaman.

Mereka bermain air sekitar satu jam. Sedangkan kakak Nawra dan Mama duduk di pondokan.

Di lokasi air terjun ini kita tidak menemukan sinyal handphone. Jadi tidak bisa update status. Tapi kita bisa tetap mengambil banyak foto dan video. Sayang sekali jika tidak membawa kamera atau handphone. Banyak sekali spot foto dan video yang keren.


Saat kami datang, juga banyak berdatangan pengunjung lainnya. Hampir semuanya berniat dan membawa bekal seperti yang kami bawa. Begitu sampai di lokasi, tidak tahan untuk tidak makan dan membuka bekal. Kakak Nawra memesan es Capucino.

Buat kamu yang datang tanpa membawa bekal, tenang saja karena tersedia juga kantin yang menjual aneka gorengan, snack dan minuman. Tersedia juga Pop Mie.

Sampai jumpa ya di tulisan saya berikutnya, kali ini sekian dulu. Jangan lupa tetap jaga kebersihan di lokasi wisata ya. Tidak membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan.

Salam Lestari

Milda Ini

Diberdayakan oleh Blogger.