Menu

Senin, 10 Agustus 2020

/

Adopsi Hutan, Gerakan Melestarikan Hutan yang Dimulai Dari Diri Kita sendiri

Assalammualaikum.Wr.Wb

Apa kabar sahabat Milda, semoga sehat selalu. Bagaimana kabar lingkungan dan hutanny? Tahun lalu, banjir dahsyat merendam rumah kami. Bukan harta benda kami yang dibawa air, jiwa raga kami pun ikut hanyut dibawanya.Butuh waktu lama agar bisa move on dari hal ini. Setelahnya saya pun mencari tahu, apa kira-kira penyebab banjir dan pemicu besarnya debit air yang tiba-tiba datang ke rumah kami tersebut. Ternyata banyak lahan hutan yang gundul, lalu bendungan yang jebol, selokan dan siring yang mampet. Banyak sekali pemicunya.


Harus diakui, bahwa memang hutan di Bengkulu sudah banyak yang gundul dan berubah fungsi. Lalu apakah dengan gerakan adopsi hutan, bisa membantu melestarikan hutan yang gundul an berubah fungsi tersebut.

Kali ini saya ingin membahasnya lebih detail dan mencari kemungkinan peluang yang bisa kita lakukan dengan Adopsi hutan tersebut, guna melestarikan hutan yang ada sehingga potensi kerusakan dan efeknya buruk bagi kehidupan kita bisa berkurang.

Mengenal Hutan Bengkulu

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 420/Kpts-II/99); luas hutan Bengkulu sekitar 920.964,000 ha, sedangkan pada tahun 2011, total luas areal hutan di Provinsi Bengkulu adalah 920.320,5 hektar yang terdiri atas: hutan lindung sebesar 251.269,7 hektar, suaka alam sebesar 443.964,80 hektar, hutan produksi terbatas sebesar 182.210 hektar, hutan produksi tetap sebesar 36.011 hektar, dan hutan fungsi khusus sebesar 6.865 hektar. 


Seluas 700.000 Ha dari luas keseluruhan hutan di provinsi Bengkulu dewasa ini dalam kondisi kritis. Hutan kritis seluas itu tersebar di Sembilan daerah tingkat II yang ada di Bengkulu termasuk Kota Bengkulu. Hutan yang kritis di Bengkulu meliputi, hutan lindung, hutan cagar alam,hutan suaka alam, Hutan Taman Nasinal Kerinci Sebelat (TNKS) dan hutan taman buruh.

Kerusakan hutan di Bengkulu disebabkan aksi pembalakan liar, perambahan hutan oleh Pihak Perusahaan dan Oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab di sejumlah kawasan Hutan lindung, suaka alam, perkebunan, tambak dll disejumlah kawasan daerah tingkat II, seperti di Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Seluma dan Kabupaten Lebong.

Di enam (6) daerah tingkat II ini sebagian besar hutan lindungnya sudah gundul akibat sudah dirambah pihak Perusahan untuk dijadikan areal perkebunan dan tanaman-tanaman keras. Kegiatan perambahan ini jika tidak segera diantisipasi semua pihak dikhawatirkan luas kerusakan di Provinsi Bengkulu semakin meningkat.

Banyak sekali penyebab kerusakan dan akibat hutan yang rusak, kita bisa mencoba untuk mengurangi kerusakan tersebut dengan adopsi hutan. Sumber http://donatefornature.com/id/program/mybabytree

Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa memang kondisi hutan Bengkulu mulai mengalami banyak kerusakan dan perubahan fungsi.

Secara umum, kondisi hutan ini dialami oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hutan mengalami masalah yang sama dan butuh solusi yang tepat . Untuk diselamatkan dari kehancuran. 

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk ikut melestarikan hutan tersebut. Jika ingin membeli hutan, lalu kita jaga dan pelihara ekosistem di dalamnya dengan baik. Tentu saja bukan hal mudah dan murah. Harga lahan di Indonesia juga cukup mahal.

Tapi kita harus tetap berbuat, sebisa dan semampunya kita. Bagaimana kalo kita melakukan adopsi hutan. Adopsi hutan ini perlu kita lakukan agar Keindahan Hutan Indonesia tetap terjaga dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita nanti. 

Kita bisa Gotong royong jaga hutan dengan cara adopsi hutan. Nanti saya bahas ya, gotong royong seperti apa yang bisa kita lakukan untuk adopsi hutan ini.

Lalu, apa itu Adopsi Hutan

Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, hewannya, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun di mana pun bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya.

Mengadopsi pohon adalah mengapresiasi kehidupan Kehidupan alam liar yang telah tumbuh berpuluh-puluh tahun dan kehidupan masyarakat sekitar hutan yang secara arif menjaga dan memelihara pohon-pohon di sekitar mereka. Hutan Itu Indonesia berkolaborasi dengan para mitra pendukung mensosialiasikan aksi adopsi pohon sebagai contoh tindakan nyata kita untuk melindungi hutan dan keanekaragaman hayatinya. 

Untuk lebih memahami apa itu adopsi hutan. Saya pun melakukan wawancara langsung dengan ibu Safnizar,S.Hut Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Pemberdayaan Masyarakat DLHK Provinsi  Bengkulu

Milda : Apakah yang dimaksud  dengan Adopsi Hutan?

Ibu Safnizar: Adopsi pohon itu  gerakan penyelaman pohon/ hutan agar tidak di tebeng dengan memberikan kompensasi tertentu. 

Milda : Siapa yang bisa melakukan adopsi hutan

Ibu Safnizar : Siapa saja bisa melakukannya. Namun biasanya dilakukan oleh tokoh masyarakat tertentu yang berkenan untuk mengadopsi pohon. Tujuannyo lebih kearah kepedulian yang bersangkutan terhadap penyelamatan pohon. 

Milda : Pohonnya ditanam dimana?

Ibu Safnizar : Pohon ini biasonyo milik masyarakat. Di lahan masyarakat,di tanah puluhan tahun yang lalu. Sebenarnyo hak orag yang memiliki hutan tersebut untuk di tebang.. Akan tetapi kalo sudah berkenan di adopsi. Di dalam  perjanjiannya nanti pohonnya nanti tidak akan di tebang. Apalagi jika sudah diberikan kompensasi terentu, seperti uang.Mislanya dengan diberikan sejumlah uang sejumlah tertentu. Mereka tidak boleh menebang pohon. Malah mereka mendapatkan tugas untuk menjaga dan melestarikan hutan tersebut. 

Milda : Oh, begitu. Lalu,  bolehklah hutannya dimanfaatkan misalnya dikelolah seperti eko wisata

Ibu Safnizar : Boleh dimana aja. Yang penting ada kesepakatan yang jelas antara pemilik hutan dan yang akan mengadopsi hutan tersebut.

Pohonya tetap boleh dimanfaatkan seperti di Kaki Biru (nama salah satu kawasan hutan di Bengkulu). Di sana pohon-pohon sudah dimiliki orang peng-adop-nya masing-masin. Dan lahan ini tetap bisa dimanfaatkan untuk eko wisata, dengan disedikan spot-spot foto yang instagramable sehingga juga ramai dikunjungi. 

Intinya pohonnya tetap bisa dimanfaatkan,hanya tidak boleh di tebang saja

Milda : Oh, boleh tau Bu, kira-kira isi perjanjian atau kerjasama adopsi pohon ini seperti apa. Misalnya saya  mau adopsi pohon. Terus langkah selanjutnya bagaimana?

Ibu Safnizar: Yah, tinggal janjian sama dengan yang punya pohon. Lalu siapkan saja kompensasi yang akan diberikan. Siapkan juga persyaratan yang akan diberikan kepada pohon dan pemilik pohon tersebut.Misanya tidak boleh ditebang, harus dipelihara denga baik.Bisa juga dengan menyertakan bahwa pemilik pohon harus memiliki laporan perkembangan hutan dan pohonnya secara berkala. Lalu bisa juga ditambahkan dengan penambahan kompensasi atau reward jika pohon terpelihar dengan baik, berkembang dan bertambah jumlahnya.

Milda : Baik Bu. Jadi ini artinya bisa menyesuaikan antara peng-adopsi hutan dan pemilik hutannya. Terima kasih atas penjelasannya.

Bagaimana? Apakah sudah dapat gambaran, apa itu adopsi pohon. Jika sudah dapat gambarannya , ada baiknya segera kita coba lakukan. Semoga pada peringatan hari hutan Indonesia tahun ini, menjadi momentum kita untuk berperan aktif untuk jaga hutan dengan turut ambil bagian melakukan  Gotong royong jaga hutan dengan cara adopsi hutan.



Jika kita belum bisa atau terkendala untuk melakukan adopsi hutan langsung, kita bisa melakukan hal ini melalui berbagai saluran berikut ini. Kita bisa berpartisipasi secara aktif sesuai dengan kemampuan yang kita punya.

Saluran Donasi dan Adopsi Hutan

Yayasan ASRI

Alam Sehat Lestari adalah lembaga nirlaba sosial yang melakukan pendekatan secara inovatif dengan menggabungkan program kesehatan masyarakat dan pelestarian alam.

Melalui program “Adopsi Pohon” mereka di TN Gunung Palung, Kalimantan Barat, donasi para pengadopsi pohon tidak hanya digunakan untuk patroli menjaga hutan, tetapi juga membantu layanan kesehatan dan bantuan modal usaha untuk masyarakat sekitar.

MyBabyTree

Indonesia adalah pemilik hutan tropis terluas ketiga di dunia. Namun, hampir setengah dari hutan Indonesia sudah terdegradasi. Hijaukan kembali hutan Indonesia dengan tanam pohon sekarang!

Tree of heart (Instagram @treeoheart) adalah aksi peduli lingkungan dengan menanam pohon di Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo, Jawa Timur. Desa ini adalah desa yang mengalami kekeringan paling parah sehingga tiap tahunnya lebih dari  empat ribu orang terkena dampak kekeringan dan masalah kesehatan akibat konsumsi air yang tidak aman.

Tree of heart menanam tiga jenis pohon, kelengkeng, tabebuya, trembesi. Kita bisa bantu donasi sebesar Rp 150ribu untuk satu pohon yang akan dijaga dan diberi nama

Sustaination

Sustainable lifestyle Sustaination yang menjual segala pernak-pernik zero waste juga menyumbangkan sebagian keuntungan mereka untuk menanam pohon. Kalau tidak ingin beli apa-apa, mommies bisa membantu memulihkan Desa Bedono dengan berdonasi sebesar minimal Rp 5ribu lewat website mereka.

Desa Bedono adalah salah satu desa yang mengalami abrasi paling parah di Kab. Demak. Dengan menyumbang lewat Sustaination, mommies bisa berdonasi menanam pohon bakau yang bisa membantu memulihkan abrasi itu.

LindungiHutan

LindungiHutan untuk donasi pohon mereka. Di website LindungHutan, mommies bisa memilih tempat untuk mendonasikan pohon sesuai keinginan. Mommies juga bisa ikut jadi donatur atau relawan pada aksi mereka.

Hutan Itu Indonesia

Hutan Itu Indonesia adalah gerakan terbuka yang percaya akan kekuatan pesan-pesan positif untuk menumbuhkan rasa cinta kepada hutan Indonesia yang sangat berpengaruh pada kehidupan kita.

Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi)

Komunitas Konservasi Indonesia Warsi (KKI-Warsi) merupakan organisasi non pemerintah yang berkedudukan di Jambi, dengan wilayah kerja seluruh Indonesia. Warsi hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat guna mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan secara ekologi bermanfaat secara ekonomi, sosial  dan budaya. 

Fokus kerja KKI Warsi meliputi penyelamatan hutan tersisa dengan keanekaragaman hayati tinggi dan pendampingan masyarakat di dalam dan sekitar hutan. Warsi juga fokus pada pemberdayaan masyarakat adat marginal yang ada di Provinsi Jambi; Orang Rimba, Bathin Sembilan, Riau; Talang Mamak dan Kalimantan Utara; Punan. Jambi


Tunggu apalagi, mari kita lakukan adopsi hutan dengan cara yang paling bisa kita lakukan, ajak keluarga,sahabat dan teman-teman untuk berpartisipasi. Melakukan sesuatu secara bersama-sama bukan hanya menumbuhkan kekompakkan namun akan mendatangkan begitu banyak kemudahan dan kebahagian lainnya. Kebahagian akan keindahan hutan Indonesia yang akan tetap terjaga sampai nanti lewat gerakan gotong-royong untuk adopsi hutan.


Referensi

https://mommiesdaily.com/2019/08/19/4-tempat-donasi-pohon-untuk-bumi/

https://treeofheart.org/

http://donatefornature.com/id/program/mybabytree

http://www.walhibengkulu.org/2013/09/permasalahan-dan-data-kehutanan-bengkulu.html

https://hutanitu.id/

https://harihutan.id/

https://warsi.or.id/



Diberdayakan oleh Blogger.