Menu

Sabtu, 15 Agustus 2020

/

Bisakah Papua Menjadi Destinasi Wisata Hijau

Assalammualaikum.Wr.Wb 

Indonesia dikenal dulu dengan hutan yang sangat luas dan masih banyak yang perawan. Sebut saja di bagian Sumatera, Kalimantan, Papua yang memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Namun seiring dengan perjalanan waktu. Hutan yang luas tersebut kian berkurang. Seiring dengan bertambahnya jumlah manusia dan kebutuhan yang kian meningkat. Menyebabkan kawasan hutan mengecil di berbagai wilayah. 


Lalu, apakah bisa Papua menjadi salah satu destinasi wisata hijau. Setelah banyak kawasan hutan di Sumatera dan Kalimantan sudah banyak yang ditebang? 

Beberapa hari lalu (Jumat, 7 Agustus 2020) saya bersama rekan-rekan blogger di bawah komunitas Blogger Perempuan mengikuti live streaming Youtube bertajuk “Wonderful Papua” (Papua Destinasi Hijau).  Kegiatan ini menghadirkan Bang Bustar Maitar, CEO EcoNusa,  Bapak Kristian Sauyai, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat dan  Alfa Ahoren, perwakilan anak muda Papua yang akan membagikan pengalamannya menjaga kelestarian alam Papua.

Dalam kegiatan yang berdurasi 90 menit ini, memberikan gambaran dan wawasan bagi saya mengenai bagaimana Papua menuju destinasi hijau dunia. 


Acara zoom ini dimulai secara on time di jam 15.00 wib dan dipandu oleh kakak Jeni Karay dari aktivis yayasan EcoNusa. Setelah sapa salam dan memberikan penjelasan mengenai tujuan zoom hari ini dilanjutkan bermain game, mengenai pengetahuan seputar Papua. Lalu dilanjutkan dengan pemutaran film pendek mengenai Papua. Di dalam film tersebut diperlihatkan bagaimana masyarakat adat Papua yang berjuang untuk tetap melestarikan hutan dan berupaya untuk tetap menjaga ekosistem hutan dengan baik.

Sesi Pertama Bersama Bustar Maitar  CEO Yayasan EcoNusa

Setelah itu dilanjutkan sharing dari bapak Bustar Maitar  CEO Yayasan EcoNusa yang menjelaskan apa itu Destinasi Wisata Hijau dan bagaimana upaya Papua untuk menjadi salah satu tujuan destinasi wisata hijau dunia. 

“Destinasi yang dikembangkan dan dikelolah dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan baik pengelolah tempat wisata dan pengunjungnya”, Jelas Bustar Maitar.

Papua memiliki hutan dan alamnya yang masih asri. Papua memiliki keanekaragaman hayati dunia , flora dan fauna dunia banyak tersimpan di Papua. Selain itu Papua juga memiliki keberagaman budaya.                              

Papua adalah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur wilayah Papua milik Indonesia. Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat. 

Sejak tahun 2003, dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Provinsi Papua memiliki luas 316.553,07 km2 dan merupakan provinsi terbesar di Indonesia.

Oleh karena itu setiap wisatawan baik  domestik maupun mancanegara harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan daerah wisata Papua yang mereka kunjungi.


Potensi wisata Papua memang besar. Tanah Papua memiliki kekayaan biodiversitas yang telah diakui oleh dunia. Di atas wilayah yang dijuluki Bumi Cendrawasih itu terhampar 125 jenis mamalia (55 persen endemik), 223 jenis reptil (35 persen endemik), 602 jenis burung (52 persen endemik), dan 15.000-20.000 jenis tumbuhan.

Selain itu ada sekitar 255 suku asli hidup berdampingan di Papua  dan uniknya mereka menggunakan 384 bahasa yang berbeda dalam keseharian. Jadi kita akan menemukan banyak sekali bahasa daerah di tanah Papua.

Sebelum menutup sesi, bapak Bustar Maitar  menyarankan untuk menginap di homestay jika berlibur di Papua agar bisa merasa lebih dekat dan melihat langsung adat dan budaya Papua.

Sesi Kedua Bersama  Kristian Sauyai, Ketua Asosiasi Homestay Raja Ampat.

Salah satu praktik ekowisata di Tanah Papua ditunjukkan oleh para pemilik homestay di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Mereka membangun homestay dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Diharapkan, dengan pengelolaan sarana wisata yang mengedepankan pelestarian lingkungan hidup, dapat turut menjaga keberlanjutan sumber daya perairan dan hutan di Raja Ampat. 


Maka menurut Kristian pilihan menginap di homestay agar lebih berasa menyatu dengan budaya dan alam Papua.

Sesi Ketiga Bersama Alfa Ahoren, perwakilan anak muda Papua

Dalam kesempatan ini Alfa Ahoren juga memperlihatkan video ia bersama teman-temannya yang menjajal berbagai tempat wisata di Papua.

Alfa juga memberitahu berbagai destinasi wisata dan budaya yang bisa kita kunjungi jika berlibur ke Papua. 


“Jika alam hilang, jati diri kita pun ikut hilang. Karena orang Papua sangat dekat dengan alam. Jika alam hilang, maka rumah kita juga akan hilang. Oleh karena itu perlu kita jaga agar tidak hilang. Agar tanah Papua tetap Unik,” Ujar Alfa menegaskan.

Sebelum zoom berakhir, juga dibuka sesi tanya jawab. Namun dengan keterbatasan waktu. Tidak semua peserta bisa mengajukan pertanyaan. Dan akhirnya kelas zoom siang ini mengenai Papua berakhir.

Oh, ya selama zoom berlangsung, pihak panitia juga mengadakan berbagai lomba yang menarik dan unik. Berikut adalah para pemenang yang beruntung.

Untuk pemenang Quiz 

- Ludyah

- Ester Aprilia

- Lita

Pemenang IG Live Competition

- Multi Siahaan

Pemenang Twitter Live Competition

- Mildaini

Pemenang pertanyaan terbaik

- Daeng Ipul

Selamat untuk seluruh pemenang. Setiap pemenang akan mendapatkan hampers yang akan kami kirimkan ke alamat masing-masing.


Lalu, pertanyaan di awal Bisakah Papua Menjadi Destinasi Wisata Hijau Dunia.

Saya optimis bisa, sebab para aktivis lingkungan, aktivis eko wisata dan para pemuda Papua sudah berbuat. Mereka sudah memulai untuk melakukan persiapan, penjagaan dan perawatan berbagai eko wisata dan budaya Papua agar tetap lestari.

Apalagi jika pemerintah Papua juga sejalan dan mendukung visi misi yang sama untuk mewujudkan Papua sebagai Destinasi Wisata Hijau. tentu saja hal ini akan menjadi lebih mudah karena saling berpegang tangan berbagai pihak.

Kita hanya perlu mendukung program mereka agar tetap bisa berjalan dengan baik. Semua rencana untuk mewujudkan Papua sebagai destinasi hijau harus kita dukung dengan cara-cara kekinian. Menyebarkan isu baik destinasi wisata hijau Papua ke media sosial, membuat konten blog yang positif. 

Pertanyaannya, dukungan seperti apa yang bisa saya berikan. Tentu saja sebagai orang Indonesia saya mencintai Papua juga sebagai bagian dari Indonesia tercinta. Lalu sebagai blogger, sebagai influencer, sebagai traveller saya pun punya tanggung jawab untuk tetap menjaga alam Papua tetap terjaga jika saya berkunjung ke Papua.

Kepada dunia maya saya bisa mendukung dengan membantu menyebarluaskan berbagai potensi wisata alam dan budaya Papua yang menarik untuk dikunjungi. Ikut mempromosikan destinasi wisata hijau Papua.

Membantu kampaye wisata hijau yang baik, apa yang harus dan tidak boleh dilakukan saat berkunjung ke destinasi wisata hijau Papua. 



Jadi jika kita bersatu padu untuk melakukan gerakan yang baik. Maka keinginan untuk mewujudkan Papua sebagai Destinasi Wisata Hijau Dunia tentu saja akan terwujud dengan baik.

Mari bergabung dan berperan aktif dalam mempromosikan berbagai wisata hijau di Indonesia sebagai wujud partisipasi kita terhadap alam dan keberlangsungan hidup ekosistem yang terjada sebagai warisan wisata dunia untuk anak cucu kita kelak.

Oh, ya bagi teman-teman penikmat kopi. Bisa mencoba resep berikut ini dengan menggunakan kopi. Apalagi jika menggunakan kopi Arabica dari Wamena. Pasti lebih joss dan nendang.


#EcoNusaxBPN #PapuaDestinasiHijau #BeradatJagaHutan #WonderfulPapua

Diberdayakan oleh Blogger.