Menu

Rabu, 29 April 2020

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

Sejak pemerintah Indonesia mengumumkan siaga terhadap virus corona. Hampir setiap hari, pemberitaan dan up-date berita baik di semua media elektronik, media massa hingga media sosial. Semua membahas mengenai si corona virus ini.

Jumlah pasien yang terdeteksi hingga terkonfirmasi positif corona virus, tiap hari kian bertambah dan wilayahnya juga kian melebar. Saat ini semua wilayah provinsi yang ada di Indonesia semua sudah dinyatakan sebagai zona merah.

Berbagai upaya dilakukan guna mendeteksi virus corona pada pasien di Indonesia. Tiap hari, jumlah korban semakin bertambah. 


Tenaga medis  menggunakan dua metode, yakni rapid test dan swab tenggorokan. 

Pemerintah pun gencar mengajak semua wilayah Provinsi, Kota dan Kabupaten untuk secara mandiri melakukan rapid test secara massal.

Sebagian lagi menggunakan Swab test. Kedua test ini tentu saja berbeda.

Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai penyaringan dari pemeriksaan awal. Jika didapatkan hasil terduga terinfeksi virus corona 19. Maka akan dilakukan Swab Test.

Beberapa Informasi Mengenai Rapid Test dan Pemeriksaan Swab Test


1. Rapid Test menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan.

 2. Cara kerja Rapid test memeriksa virus menggunakan antibodi IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Antibodi itu terbentuk di tubuh saat kita mengalami infeksi virus. 

3. Orang dengan hasil rapid test positif akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung.

4. Swab Test merupaka kelanjutan Rapid Test dan dinilai  lebih akurat, sebab virus corona akan menempel di bagian dalam hidung atau tenggorokan saat masuk ke tubuh. 

5. Waktu yang diperlukan Rapid test hanya membutuhkan waktu 10-15 menit hingga hasil keluar.

6.Pemeriksaan Swab Test menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil. 

7. Pemeriksaan menggunakan PCR (Polymerase Chain Reaction ) adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2.

8. Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama jika kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel sudah penuh. 

9. Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus. Saat ini, baru ada 48 laboratorium dengan fasilitas tersebut di Indonesia,

10. Rapid test mudah untuk dilakukan. Alternatif skrining untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan dengan cepat. 

Ingin Melakukan Rapid Tes Mandiri

Kita juga bisa melakukan pemeriksaan sendiri dengan Rapid Test. Ada banyak tempat atau layanan kesehatan yang bisa melakukan test tersebut. 

Namun, dengan kondisi seperti saat ini sebaiknya kita tidak mendatangi langsung pusat kesehatan akan tetapi kita bisa memilih untuk melakukan Rapid Test dengan Drive Thru. Salah satunya bisa dengan menghubungi HALODOC.

Layanan Drive Thru Rapid Test dari Halodoc

Untuk membantu pemerintah dalam menekan laju peningkatan kasus COVID-19, kini Halodoc menyediakan layanan rapid test yang berlokasi di Jabodetabek yang bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit. 



Cara Melakukan Rapid Test Melalui Halodoc

1. Pertama-tama, buka aplikasi Halodoc dan klik tombol "COVID-19 Test" kemudian kamu klik ini: Lokasi Rapid Test Drive.
2. Setelah itu, kamu bisa memilih tempat dan waktu untuk melakukan rapid test ini.
3. Kamu akan diminta untuk mengunggah foto/scan informasi diri (KTP untuk orang dewasa, dan Kartu Keluarga untuk anak di bawah umur) dan melakukan pemesanan. 
4. Jika sudah mengunggahnya, kamu akan melanjutkan ke tahap pembayaran. Biaya akan bergantung kepada biaya jasa tenaga medis dan penyediaan alat yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
5. Setelah berhasil, maka kamu akan menerima kembali SMS konfirmasi tentang jadwal tes dan detail pesanan. SMS tersebut harus ditunjukkan kepada petugas medis saat melakukan pemeriksaan kelak.  

Persiapan Saat Melakukan Rapid Test

1. Pastikan datang tepat waktu berdasarkan jadwal yang telah dikonfirmasi (hindari datang terlalu awal). Jika memungkinkan, mintalah orang terdekat untuk menemani kamu pergi ke lokasi tes.
2. Pastikan kamu selalu mengenakan masker selama perjalanan maupun saat sudah sampai di lokasi tes.
3. Sesampai di lokasi tes, akan ada pemeriksaan KTP (Kartu Keluarga untuk yang di bawah umur) dan SMS konfirmasi di Pos 1 oleh petugas. Pastikan membawa smartphone yang kamu gunakan untuk melakukan booking. Tes hanya berlaku bagi 1 (satu) pasien sesuai dengan KTP yang telah didaftarkan.
4. Prosedur pengambilan sampel darah dan penamaan test kit akan dilakukan di Pos 2. 

Setelah melakukan serangkaian tes, kamu disarankan untuk segera meninggalkan area fasilitas tes. 


Hasil Test

Kamu tak perlu menunggu hasil tes, karena hasilnya akan dikirimkan melalui SMS atau notifikasi Halodoc di smartphone kamu satu hari setelahnya. 

Lakukan Ini  Setelah Hasil Rapid Test COVID-19 Keluar

Jika hasilnya positif

Sebaiknya kamu segera kembali melakukan konsultasi dengan dokter di Halodoc. Di sini kamu akan ditentukan tingkat keparahannya.
Jika dokter mengatakan bahwa gejala yang kamu alami masih ringan, maka kamu akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

Jika hasilnya gejala sedang atau berat

Sementara, jika dokter mengatakan bahwa kamu memiliki tingkatan gejala sedang atau berat, maka kamu akan dirujuk untuk ke rumah sakit khusus penanganan COVID-19 untuk mendapatkan perawatan intensif.

Jika kamu atau orang terdekat kamu memiliki gejala yang mirip dengan COVID-19, kini saatnya untuk memastikan kesehatan kamu dengan melakukan rapid test COVID-19 hanya di Halodoc. 

Tunggu apalagi, download aplikasi Halodoc sekarang!

Gedung Halodoc

Jl. H. R. Rasuna Said No.Kav 32-33, RW.7, Kuningan, Karet Kuningan, Setia Budi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta - 12920

+6285574677403. Email : help@halodoc.com


Diberdayakan oleh Blogger.