Menu

Kamis, 05 Juli 2018

/
Assalammualaikum. Wr.Wb
Menghitung hari perayaan besar akan digelar di Indonesia, khususnya di kota Jakarta dan Palembang. Sudah pada tahu bukan, kalo Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games ke 18. Indonesia sudah pernah menjadi tuan rumah di tahun 1962 untuk pertama kali. Nah, tanggal 18 Agustus sampai 2 September 2018 kembali Indonesia kembali menjadi tuan rumah setelah puluhan tahun. Aku dan kamu pasti belum lahir kan, hihihi. 

Jadi Asian Games ke -18 ini adalah Pesta olahraga tingkat negara-negara Asia yang untuk pertama kali kita bisa tonton secara langsung. Baik secara online maupun dating langsung ke Jakarta atau Palembang.

Saya dan suami berencana untuk hadir melihat dengan mata kepala secara langsung.  Pilihan kami ke kota Palembang. Secara kami alhamdulillah punya rumah di sana, jika kamar hotel pada penuh, kami bisa balik nginap di rumah sendiri aja atau numpang nginap di rumah saudara.


Suami saya memang kelahiran Palembang, sanak saudara juga banyak di sana. Jadi memang semangat sekali buat dating dan menonton langsung.

Rencana suami akan mengajak kami sekeluarga ke Palembang. Dari kota Bengkulu, tempat kami sekarang bermukim. Hanya butuh waktu sekitar 12 jam jika ditempuh dengan kendaraan mobil. Selain itu juga bisa dituju dengan menggunakan transportasi umum. Seperti bus, mobil travel atau kereta api. Kami sering juga menggunakan Kereta Api. Jadi dari kota Bengkulu, kami naik mobil travel menuju kota Linggau, sampai di sana kami istirahat sebentar, lalu melanjutkan perjalanan dengan dengan Kereta Api.

Selain itu ada alasan lain mengapa kita harus mendukung Asian Games ini, di antaranya. 

4 Alasan Dukung Asian Games

Ada banyak keuntungan menjadi tuan rumah di perhelatan akbar ini. Banyak wisatawan asing yang akan datang berkunjung ke Indonesia, bahkan sebelum Asian Games 2018 dimulai. Sebagian dari mereka akan sekalian berlibur ke berbagai destinasi favorit seperti Bali, Jawa Barat, dan Sumatera. 

Kesempatan ini tentu jangan disia-siakan. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan beberapa paket wisata yang sudah  dipaketkan dengan acara Asian Games 2018.

Jadi wisman yang datang bisa menonton dan berlibur. Hak siar yang sudah dibeli oleh China, Jepang, Korea, Qatar, dan Amerika Latin juga akan membawa nama Indonesia menjadi sorotan di dunia.

Saat semua mata memandang Indonesia, sudah selayaknyalah kita bersatu,bergandeng tangan, mendukung kesuksesan pesta olahraga Asia empat tahunan ini. Sebagai bagian dari negeri yang besar ini, yuk kita dukung atlet tanah air yang akan membela bangsa di Asian Games 2018 nanti.



Kita harus Dukung Asian Games Meski Berbeda-beda Demi  Satu Indonesia

Tak dapat dipungkiri jika Asian Games 2018 telah menyatukan seluruh penjuru negeri. Mulai dari penonton, penggemar olahraga, hingga atlet yang akan bertanding nanti. Bagaimana tidak, masing-masing cabang olahraga memiliki perwakilan atlet yang berasal dari kota-kota di seluruh Indonesia.

Sebut saja atlet angkat besi, Nurul Akmal yang berasal dari Aceh.Atlet pencak silat, Iqbal Chandra Pratama berasal dari Kalimantan Timur. Atlet pedayung, Anwar Tarra berasal dari Sulawesi Selatan. Atlet panahan, Diananda Choirunisa dari Jawa Timur. Atlet tinju, Mario Blasius Kali berasal dari NTT, atlet rugby, Ni Wayan Megi Rosita berasal dari Bali, sedangkan atlet softball, Silvia Songyanan berasal dari Papua.

Sebuah kebanggaan tersendiri bisa membawa nama bangsa sekaligus mewakili kota asal dalam pesta olahraga se-Asia ini. Meski atlet-atlet tersebut berasal dari latar belakang suku dan daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, tapi sesungguhnya mereka membela satu nama, Indonesia.



Dari Bengkulu Ke Kota Palembang Mendukung Asian Games

Selain untuk mendukung Asian Games, kedatangan kami sekeluarga nanti ke kota Palembang juga untuk menyambung silaturahim kepada sanak saudara yang ada di sana. Kebetulan lebaran kemarin kami tidak mudik, jadi pas acara Asian Games ini sekalian buat anjang sana –sini kepada sanak saudara.

Selain itu ada banyak yang hal kami rindukan dari kota Palembang ini, selain Pempek beserta kawan-kawannya. Sungai Musi dengan jembatan Ampera dan juga  belanja di pasar 16. Soalnya banyak harta karun tersimpan di sana yang bisa kita beli dengan harga murah dan terjangkau, hihihi.



Ada Hal ini yang Khas dari Palembang Untuk Asian Games

Asian Games 2018 digadang-gadang akan mendatangkan jumlah wisatawan asing ke Indonesia.Inilah kesempatan bagi UKM nasional untuk menunjukkan hasil karyanya lokal kepada dunia selain menambah pemasukan tentunya. UKM Sumatera Selatan tak terkecuali juga telah bersiap diri menawarkan berbagai keunggulan khas Palembang.

Pempek, yang awalnya disebut kelesan ini, menyumbang lapangan kerja terbesar di Palembang.

Kain tenun tradisional yang sayang jika dilewatkan yaitu songket. Kain khas Palembang yang ditenun dengan tangan menggunakan benang emas dan perak.

Selain kuliner, Batik Jupri, kain batik yang hampir di seluruh permukaannya dipenuhi motif burung kecil dan sulur daun.Sayangnya, karena keterbatasan pengrajin batik di Palembang, Batik Jupri diproduksi di Cirebon selama 200 tahun terakhir.

Hasil kerajinan Palembang yang menjadi komoditas ekspor nonmigas yaitu Lakuer. Berasal dari kata “lac” yaitu nama bahan damar yang dihasilkan oleh serangga Laccifer Lacca.Di Sumatera Selatan, pohon ini dikenal dengan nama pohon kemalo. Dibuat dari kayu berwarna dasar merah, hitam, dan kuning emas. Ciri khas dari Lakuer biasanya terdapat hiasan sulur-sulur daun dan hiasan fauna.



Persiapan Kota 'Jakabaring' Palembang Menuju  Asian Games 

Jakabaring yang Dulu

Stadion Jakabaring Palembang telah selesai direvitalisasi pada Desember 2017. Revitalisasi tersebut meliputi penambahan dan peningkatan fasilitas, seperti rumput yang menggunakan sistem tandur.

Menggunakan rumput Zoysia Matrella, lapangan hijau Stadion Jakabaring kini telah menggunakan rumput sesuai dengan standar FIFA.

Selain itu, kursi penoton yang asalnya hanya terbuat dari beton kini menjadi single-seat dengan total kapasitas 38.000. Walaupun kapasitas penonton berkurang sekitar 6000 bangku, tetap tidak mengurangi keindahan dari stadion tersebut.

Dari sisi pemain, kursi pemain yang berada di lapangan pun dibuat menjadi lebih besar. Fasilitas di Stadion  Jakabaring semakin memadai sehingga hal ini  diharapkan dapat mendukung para atlet yang akan bertanding di Asian Games 2018.



Jakabaring yang Sekarang

Sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, Sumatera Selatan ikut berbenah diri merenovasi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Berbagai perubahan langsung terlihat dari markas kebanggaan FC Sriwijaya tersebut. Mulai dari rumput baru yang ditanam dengan sistem tandur sehingga lebih kuat karena akarnya menyatu satu sama lain, hingga tempat duduk penonton yang kini single seat dan tak lagi beralaskan semen. Akibatnya kapasitas bangku penonton pun berkurang hingga 6.000 tempat duduk.

Renovasi stadion yang berlokasi di Jakabaring Sport City Complex ini pun mengikuti standar FIFA yang menelan biaya renovasi Rp 1,2 Triliun.

Skybridge dengan LRT pun juga di bangun untuk mempermudah akses dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II menuju Jakabaring Sport City. Proses renovasi yang berlangsung dari sejak Agustus 2017 ini kini tinggal menunggu rumputnya tumbuh subur untuk bisa digunakan sebagai salah satu venue Asian Games 2018 bulan agustus mendatang.

Luar biasa bukan perubahannya, Banggalah awak sebagai warga Palembang dan Indonesia secara umum.

Cek Prestasi Atlet Indonesia di Asian Games

Diperkirakan ada sekitar 8 Atlet Muda Indonesia yang akan berjuang di  Game 2018.Bagi mereka Asian Games 2018 juga merupakan ajang anak muda berprestasi Indonesia di kancah internasional lho.

Sanggoe Darma Tanjung merupakan atlet skate board dari Bali yang masih berusia 16 tahun. Keahliannya dalam bermain skateboard telah membawanya ke Asian Games 2018.
Selain itu dari cabang olahraga Bowling, Indonesia punya perempuan cantik yaitu Aldila Indriyanti.

Dari Jetski, Indonesia punya wakil pria ganteng bernama Aero Sutan Aswar yang berusia 24 tahun.

Dari cabang olahraga bela diri, Indonesia punya Krisda Putri Aprilia, 18 tahun, yang merupakan atlet karate dan atlet sambo yaitu Mutiara Amanda, 17 tahun.

Selain itu ada juga Diananda Choirunisa, 21 tahun yang merupakan atlet panahan, dari polo air ada Erlangga Andaru Rinaldi, 16 tahun, dan Febrika Indirawati yang berusia 22 tahun.
Muda dan berbakat adalah dua kata yang cocok untuk menggambarkan mereka.



Mendali Emas yang  Pernah diraih Atlet Indonesia di Asian Games

Tentu merupakan sebuah kebanggaan bisa mengharumkan nama bangsa melalui olahraga. Di Asian Games 2018 ini para atlet berlomba-lomba untuk menorehkan sejarah di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Sejak Indonesia mengirimkan atletnya untuk mengikuti kompetisi olahraga tingkat dunia, ada begitu banyak atlet yang menyumbangkan medali emas atas nama Indonesia dan membuat Sang Saka berkibar. 

Dari cabang bulu tangkis ada Susi Susanti dan Alan Budikusuma pada Olimpiade 1992, Liem Swie King pada Asian Games Bangkok 1978, Taufik Hidayat pada Olimpiade Athena 2004, Richard Sam Bera pada SEA Games 1989, I Gede Siman Sudartawa pada SEA Games Malaysia 2017, Suryo Agung Wibowo pada SEA Games Laos 2009, Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada Olimpiade Atlanta 1996, Diananda Choirunisa/Riau Ega pada SEA Games Malaysia 2017, dan Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad pada Olimpiade Rio de Jeneiro 2016. 

Bulu tangkis nampaknya masih menjadi langganan emas dalam beberapa kompetisi. Namun tak ada salahnya jika kita juga mendukung prestasi atlet dari cabang olahraga lainnya pada Asian Games 2018 mendatang. Ayo dukung atlet Indonesia mengharumkan nama bangsa melalui prestasi. 


Cabang Olahraga yang Kami Nantikan di Asian Games 2018

Suami saya tentu saja sangat menyukai Sepak Bola. Cabang olahraga (cabor) ini yang salah satunya akn beliau pilih untuk ditonton langsung. Nah, kalo saya pengen sekali bisa melihat cabang oleh raga panahan secara langsung. Saya menjagokan Cabor Panahan yang akan menjadi salah satu penyumbang mendali emas di ajang Asian Games ini.

Benaran, ga sabaran ingin melihat pertandingannya secara langsung. Apalagi memang sejak dulu atlet panahan Indonesia sudah terkenal dan terus menyumbang mendali untuk kontingen Indonesia lewat berbagai ajang lombanya. Oleh karena itu untuk tahun 2018, di Asian games ke 18 ini, saya juga yakin Indonesia akan kembali meraih emas dari cabor panahan tersebut.

saat ini diberbagai wilayah Indonesia termasuk Bengkulu, komunitas atau organisasi Panahan sedang berkembang pesat dan banyak juga digandarungi oleh anak muda. Apalagi olahraga ini termasuk olahraga elit ya, daya tariknya buat anak muda sangat besar. saya pun penasaran bisa memanah dengan baik dan ternyata bukan hal yang mudah loh. Butuh keseriusan dan latihan yang rutin. 



Beli Tiket Nonton Secara Online 

Supaya tidak ketinggalan tiket pertandingannya. Kami pun mencoba membeli tiketnya secara online. Caranya juga sangat mudah. Tinggal dibeli melalui website resmi Asian Games. Kita pun bisa memilih jenis tiket yang akan kita beli tersebut, harganya juga sudah tertera dengan jelas.

Membeli tiket secara online ini sangat membantu agar kita tidak kehabisan tiket, tidak antri apalagi berdesakan saat membelinya di loket. Apalagi kalo membawa anak, duh antri kayak begitu. Bikin emosi dan capek juga.




Sekelumit Kisah ASIAN GAMES di Bulan Agustus 1962

Indonesia kembali terpilih sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Ini kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan perhelatan akbar ini sejak tahun 1962. Uniknya, event tersebut juga diadakan pada bulan yang sama dengan Asian Games 2018.

Tepatnya 24 Agustus - 4 September 1962, Asian Games ke-4 diadakan di Jakarta dengan sejumlah pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Sebut saja Stadion GBK, TVRI, Wisma Atlet, Patung Selamat Datang, Hotel Indonesia, dan jembatan Semanggi, serta beberapa ruas jalan yang diperbesar untuk menyambut kontingen Asia yang datang.

Asian Games 1962 kala itu dihadiri oleh 17 negara, 1.460 atlet, dan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Upacara pembukaan dilakukan oleh Presiden Soekarno dan ditutup oleh Sultan Hamengkubuwono IX selaku perwakilan dari Asian Games Federation. Tanggal pembukaan Asian Games 1962 juga menjadi hari jadi TVRI yang waktu itu dibangun khusus untuk meliput acara akbar tersebut.

Pada 24 Agustus 1962 TVRI mengudara untuk pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games ke-4 dari Stadion GBK. Sebagai negara yang baru saja merdeka, Bung Karno ingin agar dunia internasional mengenal dan menghargai Indonesia.



Tokoh Pencetus Asian Games

Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta-Palembang nanti merupakan ajang yang ke-18. Tahukah kamu dari mana asalnya ide mengumpulkan negara-negara di Asia untuk berkompetisi dalam bidang olahraga? 

Setelah Perang Dunia II berakhir, beberapa negara di Asia baru memperoleh kemerdekaannya, termasuk Indonesia. Tercetus ide untuk menjalin hubungan baik antar negara yang baru merdeka tersebut melalui kompetisi. Adalah Guru Dutt Sondhi, salah satu perwakilan India dalam Olimpiade London tahun 1948 yang mengusulkan kepada para petinggi kontingen dari beberapa negara Asia untuk mengadakan kompetisi serupa. Usulan ini kemudian mendapat dukungan dari Maharaja Yadvendra Singh, yang kemudian disepakati oleh seluruh perwakilan olimpiade dari Asia. Dalam perjalanannya, Jawaharlal Nehru ikut mengusulkan nama ajang tersebut menjadi Asian Games. Ia juga menciptakan motto Asian Games pada saat itu, Ever Onward.

Jadi, mumpung masih ada wakatu. Mari atur waktu atau jadwal kerja dengan baik, supaya bisa datang langsung menyaksikan Asian Games ini ya, Pilih aja kota mana yang akan kamu datangi. Untuk tiket nonton sebaiknya beli di online saja ya, supaya mudaha dan praktis. 

Sumber
dukungbersama.id
asiangames2018.id
asianparagames2018.id
12 comments

saya lebaran kemarin mudik ke Palembang dan kebetulan tinggal di Jakabaring. sempet berkunjung ke stadionnya, masih sedang dalam tahap renovasi tapi overall bagus. saya pribadi pengen bgt nonton panahan juga, tp kayanya gak sempet karena tugas kuliah T.T

Reply

Saya orang Cianjur saja sangat mendukung. Apalagi orang (ketutunan) Palembang dong ya. Hehehe...
Sebagai warga negara yang baik memang wajib mendukung program pemerintah. Salah satunya ya asian games ini...

Reply

Mantep banget mbak milda, mari dukung Indonesia, dan semoga acara Asian Games 2018 dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya dapat berjalan lancar... Semangaaaat!

Reply

Semoga para duta bangsa di Pesta Olahraga terbesar ke dua ini memberikan kebanggaan bagi Indonesia

Reply

Akupun ngga sabar menunggu event akbar Asean Games ini. Bakalan rame dan super seru banget yaaaa. Kebetulan rumah aku juga deket banget sama stadion yang bakal dipake di Asian Games. Jadi makin berasa deh nih semangat Asian Gamesnyaaaa

Reply

Saya pun ikut dukung ASIAN GAMES 2018 ini. Semoga kita menaaaang. :)

Reply

Asyik Asian Games dikit lagi nih. Seru yaaa banyak pertandingan, bisa beli tiket online juga, gampang. Mau nonton mungkin yang weekend, biar gampang nontonnya, ada bapake buat bantu momong anak

Reply

Duh, jadi kepengen ke Palembang juga deh mba. Pengen nonton langsung Asian Games 2018 disana sekalian kulineran. hihihihi

Reply

Wah kebayang serunya nonton langsung pertandingan saat Asian Games. Alhamdulillah Jakabaring udah bagus banget ya mbak :D
Wah panahan, aku suka jg sih, walau gak ngikutin olahraga ini penuh. Moga lancar pelaksanaan Asian games dan kita menang banyak medali ya :D

Reply

tinggal sebentar lagi asian games 2018, di Jakarta sudah banyak atlet-atlet yang datang. semoga indonesia juara

Reply

Euforia Asian Games makin terasa semarak ya mbak. Gak sabar.

Reply

Wuih setuju bgt. Wajib bgt didukung nih atlet2 indonesia. Saatnya rapatkan barisan, dan kasih energi semangat untuk semua atlet yg bertanding. Semangat indonesia!

Reply

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.