Menu

Minggu, 18 Maret 2018

/
Assalammualaikum Wr. Wb

Mildaini.com_Mengolah Produk So Good Menjadi Menu Seimbang Untuk Anak-anak. Saya memiliki tiga orang anak. Semuanya sangat suka makan, apalagi makanan berkuah. Mereka bertiga sangat suka makan Tekwan atau Model, Maklum suami saya keturunan Palembang. Jadi suka sekali makan itu, termasuk aneka Pindang. Cuma kalo Pindang ada rasa pedasnya, anak-anak kadang nggak bisa makan. 
 
Kadang bosan juga masak menu itu setiap hari, kalo yang makan sih nggak bosan. Mereka suka sekali kalo saya bikin menu itu, bisa nambah berkali-kali.

Kadang demi anak makan saya rela bernyanyi dan berjoget
Padahal seharusnya anak-anak yang dalam masa pertumbuhan piring makannya harus berisi gizi seimbang yang siap disantap. Supaya bisa tumbuh sehat dan kuat serta cerdas. Saya sering kali mencari cara, atau membuat menu baru yang mirip dengan menu kesukaan mereka. Namun gizinya seimbang dan bisa dikonsumsi anak-anak.

Kali ini saya akan mencoba membuat kreasi masakan untuk Athifah dan Annasya, menu kesukaan mereka dengan bahan baku produk SO GOOD , dan juga ada sayuran serta buah sehingga piring gizi seimbang mereka terpenuhi.

Namun, sebelum saya bercerita mengenai resep dan cara membuatnya. Sebaiknya kita pahami dulu ya mengenai konsep dan pedoman gizi seimbang khususnya bagi anak-anak itu seperti apa. Supaya kita termotivasi untuk membuat aneka kreasi menu untuk anak. Agar gizi seimbang anak-anak kita bisa terpenuhi dengan baik.

Bisa dengan menggunakan aneka bahan-bahan dari produk So Good yang murah dan mudah dibeli dimana saja.

Prinsip Gizi Seimbang Bagi Anak-anak

Piring gizi seimbang So Good
 
Secara umum, prinsip gizi seimbang pada anak-anak, sama dengan orang dewasa, hanya jumlah atau takarannya yang berbeda, sesuai dengan usia anak.

1.    Biasakan Mengonsumsi Makanan yang Beraneka Ragam
2.    Berat Badan Ideal Anak
3.    Mengatur Porsi Makan
4.    Menjaga Keamanan Makanan
5.    Makan dengan Cara yang Tepat dan Sehat

Penjelasan untuk prinsip-prinsip gizi seimbang itu, bisa saya jabarkan secara sederhana begini.

1.Biasakan Mengonsumsi Makanan yang Beraneka Ragam

Saya menyadari soal makanan,  yang diperlukan bukan hanya menambah jumlah asupan tetapi juga ragam dan kualitas makanannya harus lebih beragam dan sehat. Jika saya fokus dengan  menambah jumlah porsi makanan dan bukan kualitas gizi, yang terjadi adalah hanya berat badan anak saja yang bertambah. 

Di dunia ini, tidak ada satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi dan zat kesehatan yang dibutuhkan oleh badan, kecuali ASI. Oleh karena itu, saya selalu memberikan  ASI secara ekslusif kepada semua anak saya selama enam bulan pertama. 

Membiasakan anak mengonsumsi berbagai jenis makanan adalah suatu kebiasaan yang baik karena jumlah dan jenis zat gizi yang terkandung di dalam setiap jenis makanan berbeda-beda. 

Dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan, kekurangan zat dari satu makanan dapat dipenuhi oleh makanan yang lainnya. Masalahnya anak-anak kadang hanya suka jenis makanan tertentu, seperti Athifah dan Annasya.

Golongan Zat Makanan yang dibutuhkan Oleh Anak

Pada dasarnya, zat makanan dapat digolongkan menjadi tiga bagian. 

Pertama sebagai zat tenaga.
Kedua yaitu zat pembangun
Ketiga yaitu zat pengatur tubuh


Zat Tenaga

Tubuh memerlukan tenaga untuk bergerak dan bekerja. Tenaga diperoleh dari hasil pembakaran zat makanan di dalam tubuh. Panas inilah yang diubah oleh tubuh menjadi tenaga yang dapat digunakan untuk bekerja dan bergerak. 

Zat tenaga terdiri dari karbohidrat dan lemak.  

Karbohidrat dalam makanan dapat diklasifikasikan menjadi:

1).Gula tunggal (monosakarida). Gula tunggal glukosa dan fruktosa terdapat di dalam buah-buahan, sayuran, dan madu.
2). Gula ganda (disakarida). Gula ganda contohnya sukrosa, maltose, dan laktosa (karbohidrat yang terdapat dalam susu). Sukrosa terdapat di dalam tebu, bit, nira, sayuran, dan buah-buahan.
3). Karbohidrat kompleks (Polisakarida). Karbohidrat komplek terdiri dari pati, desktrin, dan serat makanan. Pati terdapat dalam serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan sebagian dalam buah-buahan yang belum matang. 

Zat Lemak, Lemak dalam makanan terkandung dalam minyak goreng, mentega, margarin, lemak pada daging, lemak dalam buah alpukat, durian, es krim, dan lain sebagainya. Lemak memberikan rasa kenyang yang lebih lama dibandingkan dengan hidrat arang. Lemak adalah sumber energi yang efisien dan berfungsi menjaga kebugaran. Selain bermanfaat sebagai bantalan organ-organ vital, lemak di bawah kulit berfungsi untuk mempertahankan suhu tubuh normal. Lemak merupakan nutrisi essensial untuk fungsi otak dan merupakan komposisi utama otak, yakni 100 mg/g berat otak. Selain sumber tenaga, lemak juga berguna untuk melarutkan vitamin A, D, E, K sehingga dapat diserap oleh dinding usus. 


Zat Pembangun. 

Yang paling banyak memerlukan zat pembangun tubuh adalah anak-anak pada masa pertumbuhan. Zat pembangun terdiri dari protein, mineral, dan air.

Zat pengatur tubuh 


Terdiri dari mineral, air, dan vitamin.  Vitamin dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, K) dan vitamin yang tidak larut di dalam lemak (vitamin B dan C )

2. Berat Badan Ideal 

Definisi berat badan ialah hasil olahan dari jenis makanan yang kita makan yang dikombinasi dengan berbagai kegiatan yang kita lakukan. Jika anak sering mengonsumsi makanan enak berupa karbohidrat dalam jumlah minim dengan banyak daging, lemak, dan makanan manis, namun tidak mengimbanginya dengan olahraga, kalori yang berlebih tersebut akan berubah menjadi lemak tubuh. Efek jangka panjangnya, anak akan mengalami kegemukan.

Tapi kalo anak sangat aktif bergerak, bermain  namun asupan makanan kurang, anak  akan mengalami defisit kalori. Tubuhnya perlahan-lahan akan semakin kurus. 

Oleh karena itu sebaiknya kita juga menimbang berat badan anak secara rutin, bukan hanya Emaknya saja yang terus mengontrol berat badan. 

Ketiga anak saya, BB normal, cuma Maknya kudu inovasi supaya doyan makan

3. Mengatur Porsi Makan

Porsi makanan yang seimbang, secara teori bisa dihitung dari jumlah kalori, protein, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan oleh manusia berdasarkan kategori usia, kondisi, atau aktivitasnya. Semakin aktif bergerak maka kalori yang dibutuhkan akan semakin banyak. Misalnya saja, untuk balita yang aktivitasnya masih terbatas membutuhkan 1.400 kilo kalori, anak-anak yang banyak bergerak membutuhkan 1.400⎯1.800 kilo kalori, dan orang dewasa  2.400–3.000 kilo kalori

Cek sudah seimbang apa belum. khususnya anak kita

4. Menjaga Keamanan Makanan

Prinsip keempat adalah menjaga keamanan makanan. Umumnya makanan matang, harus dimasak dengan suhu yang cukup tinggi agar kumannya mati. Makanan juga harus dijaga, ditutup, dan disimpan di dalam lemari pendingin. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil tidak boleh mengandung zat kimia tambahan, pengawet, maupun penambah rasa.

5. Makan dengan Cara yang Tepat dan Sehat

Sebagai orang tua, kita  harus memiliki keinginan yang kuat untuk mengajarkan dan mengajak anak mengonsumsi makanan yang sehat serta memiliki kebiasaan yang baik dan benar saat makan. 

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menentukan pola makan sehat. 1)  Hindari selalu  mengkonsumsi makanan cepat saji hanya karena tidak ada pilihan makanan yang lain. 2) Siapkan camilan dan minuman sehat yang mudah diolah, misalnya buah potong, smoothies, serealia, dan susu. 3) Hindari menyimpan  makanan junk food di kulkas.

Wuih, ternyata banyak juga yang harus kita perhatikan dan prioritaskan dalam memenuhi gizi seimbang untuk anak. Anak-anak harus mengkonsumsi berbagai jenis makanan secara seimbang unuk meningkatkan  fungsi kognitif  anak 

Saatnya sekarang saya berbagi kreasi menu makanan untuk Athifah dan Annasya. 

Sebelumnya kita persiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya

Cobain Menu Ayam Upin So Good Upin Sohun 



Bahan-bahan

Produk SO GOOD , dalam hal ini saya menggunakan So Good Chicken Wings Siap masak. Athifah dan Annasya sangat suka makan paha ayam, Athifah menyebutnya Ayam Upin. 

Nah, kalo ini Athifah menyebutnya So Good Upin, hahaha!

Buah Bengkuang
Wortel
Mie Sohun
Kol
Daun Bawang
Bumbu-bumbu seperti garam.



Cara mengolah bahan-bahan

1.    Cuci bersih semua bahan , lalu tiriskan sampai airnya kering. Kecuali produk So Good, dan Souhn.
2.    Untuk Sohun, masukan ke dalam sebuah wadah, lalu rendam dengan air masak. Sebaiknya tidak menggunakan air panas. Tapi air hangat saja, air dingin juga bisa.
3.    Iris Wortel dan Kol dengan ukuran kecil supaya mudah dimakan anak. Kalo Annasya suka tampilan Wortel yang dipotong bulat tapi tipis.
4.    Iris atau potong Bengkuang dengan ukuran panjang tetapi agak besar, sebab anak-anak saya suka pegang Bengkuang dengan tangan kalo lagi makan.
5.    Iris tipis daun bawang
6.    Goreng Chicken Wings dari So Good.
7.    Siapkan garam jika butuh


 Cara Memasak

1.    Masak air dalam sebuah wadah, lalu masukan Wortel, irisan sayur Kol
2.    Setelah mendidih, lalu masukan irisan daun bawang, anak-anak saya lebih suka daun bawang yang dimasak, ketimbang ditabur di atas kuah.
3.    Masukan  Chicken Wings So Good yang sudah digoreng. Lalu setelah semua lembut atau matang baru masukan irisan Bengkuang, tunggu sebentar, lalu diangkat.
4.    Saat akan disajikan, berikan tambahan Sohun, sebaiknya dalam kondisi hangat.
Bumbu memang tidak saya tumis lagi sebab sudah di goreng.  


Cobain deh, asli pas masak ini, bau wanginya memanggil buat segera dihabiskan...

Gimana, mudah sekali bukan membuatnya. Menu ini sering sekali saya buat selain Tekwan tadi, hihihi. Yang penting ada asupan buah, sayur dan protein serta karbohidrat untuk anak setiap hari di dalam piring makannya.

Tapi perlu juga disiapkan juga nasi saat hendak makan. Kadang anak-anak saya mau juga makannya pakai nasi.

Kalo orang Palembang udah makan Tekwan, tahan ga makan nasi atau yang lainnya sebab udah berasa kenyang, sama halnya dengan Athifah dan Annasya.

Pokoknya demi anak makan, Emak harus banyak inovasi. Kayak resep ini, modifikasi dari Tekwan :)


Sekilas tentang Produk So Good

Menu yang saya buat ini selaras dengan ajuran dari So Good tentang Piring Gizi Seimbang. Yang juga sejalan dengan program Departemen Kesehatan RI yang  menganjurkan agar seseorang perlu mengonsumsi aneka ragam makanan. Seperti berikut ini

1. Satu jenis atau lebih karbohidrat 35% misalnya beras, jagung, gandum, ubi kayu, kentang, sagu, dan sebagainya.
2. Satu jenis atau lebih Protein 15% misalnya kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, daging, dan sebagainya.
3. Satu jenis atau lebih makanan kelompok buah-buahan 15% + sayuran 35% sebagai sumber vitamin dan mineral misalnya buah pisang, apel, pepaya, jeruk, dan sebagainya. sayuran wortel, bayam, kangkung, dan sebagainya.

Untuk pilihan produk So Good sangat banyak dan beragam. Kalo bingung mau masak apa, mampir aja ke website-nya, ada banyak informasi mengenai menu masakan yang bisa kita coba untuk anak-anak. Ada yang siap olah, siap  masak dan siap santap. Harganya juga terjangkau.



Menu Ayam Upin So Good  Sohun ini sudah mewakili rincian konsumsi aneka ragam makanan. 

Dengan adanya produk So Good ini seharusnya nggak membuat para Ibu mati gaya dalam usaha memenuhi nutrisi anak sehari-hari. Tinggal berkreasi saja, kreasi gagal juga ga papa, hahaha. 

Saya juga mengandalkan So Good untuk gizi anak sejak dulu
Semoga ulasan ini bermanfaat ya, kalo udah dicobain, upload fotonya ke media sosial ya dan mention saya. Salam.

Referensi
Buku Pintar Nutrisi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui Golongan Darah Karya Milda Ini, Penerbit BIP
Diberdayakan oleh Blogger.