Menu

Jumat, 19 Februari 2016

/






          Assalammu’alaikum Wr. Wb

          Apa kabar para Mommi semua, alhamdulillah semoga selalu sehat ya. Aamiin. Beberapa waktu lalu ada yang bertanya soal kesibukan saya itu apa sih, hehehe.

          Maklumlah sejak tahun 2013 saat saya stop jadi orang kantoran yang harus datang pagi tepat waktu, isi absen dan pulang sesuai jadwal. Otomatis saya dianggap tidak punya rutinitas, hihihi. Benar sih, gak ada rutinitas berseragam lagi. Tetapi meski begitu saya tetap punya rutinitas kok, meski gak ada juga absensinya.

          Nah, kali ini saya mau cerita soal rutinitas saya di hari jum’at ya. Apa sih yang menjadi aktivitas saya kalo di hari jumat. Kata orang sih, hari jumat adalah hari yang pendek. Bisa jadi soalnya orang kantoran kalo dulu sebelum jumatan sudah pulang ke rumah. Lalu anak sekolahan juga sudah pada pulang. Pokoknya aktivitas rutin bisa istirahat dulu sampai setelah jumatan baru dilanjutkan lagi.

          Tapi hal ini tidak berlaku bagi saya loh, hari jumat itu justru panjang dan lama. Saya harus siap-siap mengajar eskul kelas menulis di SMP Islam Al-Hasanah Kota Bengkulu. Tempatnya lumayan jauh dari rumah. Bisa menghabiskan lima belas menit dengan menggunakan kendaraan pribadi, apalagi kalo angkutan umum. Wow, bisa lebih lama dan panjang. Hihihi.

          Iya, saya ceritakan lebih detil ya soal kegiatan saya di hari jumat ini. Supaya lebih jelas dan gak bertanya lagi ‘kesibukan sekarang apa Mba?’

          Setelah semua urusan dapur selesai, para Mommi taulah apa itu. Saya biasanya gak langsung mandi tetapi langsung nongkrong di depan Laptop. Sekitar jam 08.00 atau jam 08.30. kok cepat ya urusan dapurnya. Bagian ini ntar kita bahas secara khusus ya, bagaimana saya mengelolah dapur secara cepat dan tepat.

          Saya menyiapkan bahan ajar yang akan saya sampaikan pada kelas menulis nanti. Dan har ini saya menjadwalkan untuk mengajak anak-anak untuk membuat sebuah puisi. Ya, nanti mereka akan saya ajak untuk menulis puisi. Tetapi sebelum menulis puisi tersebut saya akan mengajak mereka untuk bermain kata dulu, untuk menambah kosakata. Bukankah puisi biasanya sarat dengan kata-kata yang penuh makna.

          Oh, ya anak murid saya selain mendapatkan materi dari saya. Mereka juga punya buku pegangan judulnya ‘Fun Writing’ karya penulis buku anak yang terkenal itu loh, Ali Muakhir. Di buku tersebut terdapat cara-cara bagaimana anak belajar menulis puisi dan cerita dengan mudah.



          Setelah materi selesai, saya lalu menyiapkan lembar buku catatan harian anak, daftar absensi mereka serta beberapa buku bacaan. 

          Ketika jam dua belas, saya bergegas mandi, lanjut merapikan diri dan salat zhuhur. Terus sekitar jam satu siang saya sudah siap-siap  mendarat di komplek SMP Islam Al-Hasanah tersebut. 

          Rute jalan yang saya ambil , biasanya selalu menghindari lampu merah. Meski pun jalanan di hari jumatan agak sepi tetapi lampu merah kan gak jumatan ya, wkwkwk

          Kalo dari rumah Emak di Tengah Padang – jalan Suprapto ( jalanan utama ) – simpang Ratu Samban – Penurunan (Melewati  Bengkulu Indah Mall )- pantai Panjang (sambil cuci mata) – Tapak Jedah – Lingkar Barat – Jalan Sungai Rupat- Sampai  lokasi di Pagar Dewa.

          Nah, kalo dari rumah saya – Komplek Sopo Indah Surabaya – Jalan Halmahera- Simpang Brimob – Danau Dendam Tak Sudah (cuci mata ) Simpang Kompi – Simpang SLB – Hibrida- Jalan Pahlawan – Simpang Pagar Dewa – Sampai lokasi

          Lumayan kan perjalanannya, hihihi. Ya, kalo pake motor metik setidaknya modal saya setengah liter deh. Atau istilahnya, kalo saya isi bensin sekitar lima belas ribu. Nanti di spidometernya garis tangki minyaknya sudah di posisi setengah, untuk perjalanan pp.

          Biasanya paling telat jam setengah dua saya sudah sampai di kelas. Tadi perjalananya cukup jauh kan. Mau sampai ke kelas Maryam, tempat saya mengajar. Saya mesti naik dulu ke lantai tiga. Wuiih, naik tangga lagi manteman. Lumayan bikin capek, tetapi lama-lama jantung saya gak empot-empotan lagi kok.



          Anak-anak biasanya sudah menunggu. Memang di hari jumat ini para gurunya juga mengikuti kegiatan siraman rohani dan pengarahan dari pihak yayasan sekolah sehingga anak muridnya semua ikut eskul. Di samping eskul menulis ada banyak pilihan eskul yang lainnya. Masing-masing anak hanya boleh ikut satu eskul saja, sehingga jumlah peserta eskulnya tidak terlau banyak.  Murid saya ada sekitar lima belasan.

          Karena jam kelas menulisnya siang,dimana tubuh sudah mulai menurun vitalitasnya. Saya tidak selalu mengharuskan anak-anak untuk duduk tertib di kursi mereka masing-masing seperti belajar rutin mereka. Kami sering kali belajar sambil duduk melingkar dan lesehan saja di lantai. In sya Allah lantainya juga bersih karena anak-anak tidak memakai sepatu dan kelasnya juga terpisah antara lelaki dan perempuan. Kebetulan kelas Maryam ini adalah untuk kelas para Banat (perempuan) jadi so pasti lebih rapi dan bersih kan.

          Mengawali kelas saya biasanya meminta anak-anak untuk mengisi absensi, lalu mereka mengeluarkan buka bacaan bebas yang sudah atau sedang mereka baca. Sesekali jika waktu masih panjang saya meminta satu atau dua orang untuk membacakan isi buku yang sudah mereka baca tersebut.

          Setelah itu saya, selalu meminta mereka untuk mengumpulkan buku tersebut di meja saya. Kemudia sambilan nanti saya mengecek buku apa saja yang mereka baca. Ini perlu dilakukan supaya mereka tidak salah baca. Pernah ada salah satu anak membaca buku non muslim dan di dalamnya terbesit ajaran agama lain yang terselubung dalam bentuk cerita, ngeri kan. Atau ada anak yang bukunya gak pernah ganti-ganti. Pas saya tanya ternyata dia memang agak lamban dalam membaca dan tidak begitu suka membaca. Tetapi , setelah diberikan pengertian akhirnya dia juga termotivasi untuk membaca.

          Sambil jalan juga saya meminta mereka mengumpulkan diary yang sudah mereka tulis. Ada kalanya saya memberikan tema kepada mereka tentang apa yang harus mereka tulis. Jumat lalu saya memberikan tugas untuk mereka selama sepekan ,menuliskan mengenai kegiatannya di rumah. Apa saja yang mereka lakukan setiap hari, gak perlu banyak tetapi dituliskan setiap hari. Gak perlu di rapel karena sensasi menulis langsung  saat atau setelah mengalami suatu kejadian akan berbeda dibandingkan dengan ide tulisan yang sudah mengalami pengendapan.

          Sampai pada materi, kali ini saya akan mengajak mereka menulis puisi. Secara teori dan praktik mereka sudah bisa dan mengerti cara membuat puisi karena pelajaran di sekolah pun mengajarkan materi tersebut. Hanya saja puisi yang mereka buat belum menggunakan kata sejuta makna, ciye. Saya ingin memancing kosa kata dan ide mereka. Saya mulai dengan permainan untuk menuliskan ‘ sejuta kata’



          Saya lalu meminta mereka untuk menuliskan semua kata yang akhirannya NG, Menuliskan kata yang ada huruf NY, menuliskan kata yang ada huruf  X, menuliskan kata  yang bisa mengalami pengulangan, menuliskan kata yang ada huruf O.

          Setiap kata yang dituliskan jika benar akan mendapatkan poin satu, jadi jika ingin mendapatkan nilai seratus maka mereka harus menuliskan lebih dari 100 kata agar mencapai nilai seratus tersebut.

          Awalnya , ketika saya berikan tugas tersebut mereka sedikit kaget, bingung, banyak bertanya, tetapi semenit kemudian mereka mulai paham dan bersemangat mengerjakannya.

          Saya membebaskan kepada mereka mau menulisnya dimana dan dengan cara apa asalkan masih di dalam ruangan kelas. Lihat saja, tingkah mereka ada yang sambil duduk, tiduran, tengkurap dan lain sebagainya.



          “Hayuk, semnagat ya menuliskannya. Nanti yang sudah selesai saya bagikan buah duku. Lumayan hari panas begini makan duku kan “ ucap saya menyemangati. Saya memang sengaja membawa duku, tadi ada penjual duku di sepanjang pantai Panjang, harganya lumayan murah cuma delapan ribu perkilo.

          Sampai jam 14. 30 kelas selesai, anak-anak mengumpulkan tugasnya dengan baik, mereka saya minta untuk menghitung kembali jumlah kata yang sduah di tulis. Ada yang lebih dari seratus tetapi ada juga yang kurang dari ima puluh. Dari sini bisa kita ketahui ya bagaimana dan berapa banyak kosakata yang anak-anak punya. Anak-anak yang suka membaca secara otomatis kosakatanya lebih banyak jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain yang kurang membaca.



          Dari sekolah selalu menyiapkan snek dan minuman untuk saya, jadi kadang kalo saya saya lupa membawa minum. Gakpapa, pihak sekolah selalu menyediakan dan mengantarkannya ke kelas. Jadi gak bakal  takut kehausan.

          Durasi eskul menulis ini sekitar 90 menit dalam setiap pertemuannya. Di hari jumat, dalam sebulan saya bisa mengajar sebanyak empat atau tiga kali pertemuan. Kalo ada yang bertanya soal honornya, kasih tau gak ya. Adalah, honornya dibayarkan perjumlah pertemuan dan dibayarkan setiap satu bulan. Sistemnya mengajar dulu, lalu direkap absensinya baru dibayarkan. Alhamdulillah selama ini belum pernah telat pembayarannya. Tetapi pernah pihak sekolah kelebihan membayar honor saya, langsung saya kembalikan , saya ambil sesuai dengan jumlah saya datang mengajar saja.

          Saya sangat suka mengajar anak-anak di sini. Rerata mereka adalah anak yang manis, sopan, mudah diarahkan dan mulai menjadi sahabat saya. Saya mulai menghapal nama-nama mereka, menghapal wajah dan perilaku mereka.  Kadang kangen juga jika tidak bertemu karena ada waktu tertentu memang jadwal eskul diliburkan.  Sehingga kami tidak saling bertemu. Bergaul dengan mereka membuat saya awet muda, hihihi. 

          Biasanya sehabis kelas eskul mereka langsung bersiap-siap wudhu untuk salat Ashar. Saya tidak selalu langsung pulang karena kadang harus menemui waka Kurikulum dulu. Seperti hari ini saya mau menemui ustadzah Yulia Refyani, S.Pd untuk membicarakan mengenai proyek kepenulisan buku cerpen untuk anak-anak.

          Iya, saah satu out put dari kelas menulis ini adalah terbitnya karya mereka dalam bentuk sebuah  buku. Baik buku antologi atau buku solo. Ditargetkan paling tidak dalam dua semester atau satu tahun pelajaran dapat terbit satu atau dua karya .

          Saat sekarang  musim audisinya sedang berlangsung, anak-anak sduah mengumpulkan anskah puisi dan cerpennya.

          Nah, mommi kece itu tadi ya rutinitas saya di hari jumat. Pulang dari mengajar kelas menulis ini, saya biasanya langsung menjemput Nawra pulang sekolah. Jadi sekitar jam setengah limaan, alhamdulillah saya sudah sampai kembali di rumah.

          Salam literasi, semangat ya Mommi!
2 comments

Semoga makin banyak penulis Bengkulu yang lahir dari eksul di SMPIT Al Hasanah ya.

Reply

aamiin, ma kasih ya say

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin