Menu

Kamis, 18 Agustus 2016

/




Assalammu'alaikum Wr. Wb

Hello, apa kabar. Kali ini saya mau berbagi pengalaman saat berpergian dengan dua anak perempuan saya, Nawra dan Athifah dengan  menggunakan pesawat terbang. Iya, meski naik pesawat bukan hal yang pertama kali bagi mereka. tetapi persiapan untuk terbang bersama anak-anak selalu butuh perhitungan. Ciye, kayak belajar matematika aja. Ya, beda tipislah, hehehe. Pokoknya mau terbang pertama kali atau untuk kesekian kali, yang namanya terbang bersama anak-anak selalu butuh persiapan.

Saat ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya saat bersama anak-anak ketika sudah berada di dalam pesawat. Yap, detik-detik mau berangkat. Kali ini tujuan penerbangan kami dari Bengkulu menuju kota Jakarta. Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih satu jam. Sebentar memang, tetapi sangat berbeda berpergian jika dengan pesawat. Waktu satu jam akan berasa jadi lebih lama loh, hehehe. Apalagi jika bersama anak-anak. Yuk, ikuti keseruan saya bersama Athifah dan Nawra di pesawat.

Hal penting yang paling utama saat hendak terbang, pastikan anak dalam kondisi perut kenyang. Lebih aman lagi selalu siapkan bekal makanan, sebaiknya nasi dan lauk kesukaan mereka. Nanti bekalnya bisa dimakan di dalam pesawat saja.







Lalu, setelah mendapatkan nomer kursi di dalam pesawat. Ajak segera anak duduk ditempat yang sudah tersedia. Jangan biarkan anak untuk duduk di tempat yang bukan jatah kita meski kosong karena akan repot nanti, jika anak tak mau pindah sedangkan pemilik kursinya sudah datang.

Saat terbang kali ini si Athifah tidak mendapatkan bangku sendiri, dia belum dua tahun. Jadi masih nebeng dengan saya dan pastinya belum bayar harga tiket full. Duduknya pangkuan dulu sama Emaknya.

Saat duduk, berikan anak bacaan tentang seluk beluk peraturan, tata tertib, informasi tentang pesawat lewat bacaan. Bisa lewat majalah, hampir semua maskapai menyediakan majalah di setiap kursinya. Jadi kita bisa memberikan anak bacaan.

 


Si Nawra , karena sudah bisa membaca. Maka dia akan lebih teliti mempelajari berbagai informasi termasuk akan banyak bertanya. Ya, jawab saja sebisanya. Lakukan diskusi kecil untuk berbagai pertanyaan yang anak ingin tahu dan penasaran ingin mengetahuinya. Jangan membiarkan atau membiasakan menyetop anak untuk bertanya hanya karena kita malas menjawabnya.


Si, Athifah belum bisa membaca, jadi dia akan lebih tertarik dengan gambar-gambar, dan pastinya dia juga akan banyak bertanya. Bahkan bertanya berulang-ulang.

Jika tidak ada buku bacaan di dalam atau di dekat kursi kita duduk, maka kita bisa juga meminjam dari rak atau kantong majalah yang ada di setiap bagian belakang kursi dari sekitar kita. Misalnya di jejeran kursi di depan, sebelah atau belakang. Atau bisa juga kita langsung bertanya kepada pramugari/pramugara. Kita bisa meminta kepada mereka untuk meminjamkan kita buku bacaan.

Kita bisa juga loh, membawa sendiri buku bacaan favorit anak. Sehingga dia akan tetap bisa membaca. Dengan buku bacaan ini tujuannya adalah mengalihkan perhatian dan ketakutan anak. Sehingga anak akan enjoy, apalagi pada saat sudah tinggal landas dan terbang. Mereka seolah tak tahu, jika pesawat sudah terbang. Saya sering kali mengalami hal ini, bahkan setengah jam terbang. Anak-anak mulai tertidur. Pas bangun, tau-tau sudah sampai.

Berdoa sebelum duduk manis dan memasang sabuk pengaman adalah sebuah ritual atau kewajiban yang perlu kita ajarkan kepada anak sejak kecil. Si kakak sudah hapal dan bisa membaca sendiri doa ketika hendak berpergian dan doa ketika di atas atau menggunakan kendaraan. Termasuk naik pesawat. Kepada Athifah, saya juga tetap mengatakan dan meminta dia untuk berdoa dan menuntunnya membaca doanya. Untuk kata Bismillah dan Aamiin, Athifah sudah sangat hapal dan mudah untuk mengatakannya karena sudah sering diajarkan.




Selanjutnya, ajarkan dan tuntun untuk memakai sabuk pengaman. Beritahu dengan bahasa sederhana mengenai sabuk pengaman dan manfaat memakainya. Jika masih baru atau perjalanan pertama, maka jangan marah jika anak akan banyak bertanya atau ingin mencoba memakainya berulang-ulang. Jadi akan terjadi kegiatan bongkar pasang sabuk pengaman berkali-kali. Anak-anak akan semakin penasaran dan ingin mencoba untuk sesuatu yang baru. Jadi ya, biarkanlah. Apalagi jika pesawat belum terbang. Jadikan hal itu sebagai proses bermain sambil belajar.




Oke ya, sabuk pengaman sudah dipasang dengan baik. Anak-anak sudah duduk manis. Sayup-sayup pramugari sudah siap buat jualan, hehehe. Salah, maksudnya akan memberikan informasi mengenai penerbangan dan perjalanan serta aturan yang ada selama penerbangan. Ajak anak-anak untuk ikut mendengarkan dan memperhatikan penjelasan pramugari dengan seksama. 

Jawalah dengan baik dan sabar setiap pertanyaan yang akan dajukan anak-anak.  Lalu ajak mereka juga mengenali jika ada penumpang lain yang duduk berdekatan dengan kita. Ajarkan mereka untuk mengenal orang lain dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar kita duduk. Misalnya saja, mengajak penumpang lain berkenalan, bercerita. Saya malah sering bertemu tak sengaja di dalam pesawat dengan teman. Bahkan Nawra juga pernah bertemu di dalam pesawat dengan teman dan gurunya. 

Setelah semua beres, selanjutnya kita selfie dulu ya, hehehe. Sembari memberitahu banyak kabar gembira mengenai hal-hal apa saja yang akan dilakukan ketika sampai di kota tujuan. Saya sering melakukan hal tersebut, bercerita banyak hal, mulai dari siapa yang akan menjemput di bandara, apa yang akan dilakukan saat menunggu jemputan. Jika tidak dijemput maka akan menggunakan kendaraan apa. Lalu ceritakan hal lain yang akan dilakukan di sana, mau pergi kemana saja, dengan siapa, berapa lama. Pokoknya kabarkan dengan mereka hal-hal yang mereka sukai dan menarik. Hal ini perlu untuk memberikan asupan otaknya dengan hal-hal yang indah, sehingga mereka bisa menikmati perjalanannya dengan enjoy dan ingin segera sampai. Mereka akan lupa untuk menanggis dan rewel yang ada mereka akan tersenyum dan kegirangan. 



Dada dada, terbang dulu ya. 60 menit, lumayan deh bisa bikin tidur, ngumpulin tenaga dulu. Semoga gak mimpi ya, apalagi mimpi ketinggalan pesawat, hehehe. Pokoknya jalan-jalan dengan anak gak bakalan ribet kalo kita bisa mempersiapkan semua hal di dalam pesawat dengan baik.

Terima kasih.

2 comments

Aku baru terbang sama Umaro (5 bulan)... Sip bisa aku jadiin tips saat terbang sama Umaro kalau udah Balita hehehe

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin