Menu

Minggu, 31 Januari 2016

/



 
Saat Piknik di Pantai Panjang Bengkulu
          “Kak, Nanti sepulang les, kita langsung ke dokter gigi ya. Kakak sudah didaftarkan” jelas saya kepada Nawra, putri pertama kami.

          “Memangnya gigi kakak kenapa Me? Rasanya gak ada yang sakit” timpal Nawra

          “Lah, kan sudah janji ama dokternya dulu, kalo gigi atas kakak sudah tumbuh. Harus dicabut, agar posisi tumbuh giginya bagus”

          Nawra terkekeh, mengangguk lalu berlari masuk ke ruangan les Colorado Course Bengkulu dengan tergesa-gesa. Lima menit lagi menuju angka lima sore. Bel tanda masuk akan segera berbunyi.

          Saya memutar balik, pulang ke rumah dulu. Sampai di rumah, saya meng-sms Baba-nya untuk mampir menjemput Nawra pulang les langsung saja dari kantor.

          Saya memutuskan setelah salat magrib saja ke dokter giginya. Biar salat dulu yang tenang. Dokter dan perawatnya juga biasa break salat dulu, hehehe.

          Setelah salat kami bergegas ke Klinik As syfa yang terletak di jalan Skip Kota Bengkulu untuk menemui dokter gigi Ayu. Begitu saya menyapanya. Dokter Ayu merupakan salah satu adik kelas saya sewaktu SMU 2 kota Bengkulu dulu, jadi kami sudah akrab dan tak canggung. Agak rileks karena sudah saling kenal.

          Antrian lumayan banyak, tetapi karena sudah mendaftar sebelumnya, saya yakin gak bakal lama lagi. Nama Nawra akan segera dipanggil. Ternyata benar.

          Saya dan Nawra segera masuk ke bilik pemeriksaan. Nausa hijau menghiasi ruangan ini, beberapa dekorasi dan hiasan ruangannya sangat dekat dengan anak-anak. Sehingga Nawra menjadi lebih nyaman dan tenang. Meski sudah beberapa kali ke ruangan ini. Nawra tetap saja keliatan grogi, takut dan cemas.

          Dokter Ayu menyapa kami ramah, kami sempat bertegur sapa dan saling bertanya kabar sebentar. Dia  mengajak Nawra duduk di kursi periksa dan segera membuka mulut Nawra.

          Gigi atas bagian depan Nawra ada yang dicabut karea gigi barunya sudah tumbuh sedangkan gigi lama belum copot. Seharusnya sudah copot sehingga gigi baru itu tumbuhnya bagus dan tak terhalang oleh gigi yang lama.

          Hanya sekian detik, dokter Ayu mencabut gigi Nawra, Dokternya hanya menyemprotkan sesuatu ke atas kapas. Lalu kapas tersebut diletakkan di antara gigi yang akan dicabut. Lalu dengan alat sebentuk tang, gigi tersebut dicabut. Sekejab dan tanpa  rasa sakit. Bahkan saking cepatnya Nawra tidak tahu kalo giginya sudah dicabut, hehehe. 

          Dokternya lalu memeriksa dengan seksama semua gigi Nawra, atas bawah disenter. Diketuk, diperiksa dengan teliti. Mulutnya juga diminta dibuka, lalu sesekali dokternya meminta Nawra merapatkan kedua giginya, sehingga gigi atas dan bawah terlihat jelas.

          “Wah, Mba ini kayaknya gigi Nawra harus dipasang kawat gigi” ujar dokternya

          Nawra menggeleng “Gak mau, sakit!”

          Dokternya tersenyum, “Gak sekarang kok sayang, nanti kalo sudah selepas ujian sekolah. Habis ujian kita pasang ya kawat giginya. Biar pas masuk SMP giginya sudah bagus” jelas dokternya lagi , pelan-pelan. Agar Nawra paham.

          Jadi menurut hasil pemeriksaan dokter, ternyata gigi atas dan bawah Nawra tidak menutup secara rapat. Gigi atasnya lebih mundur ke dalam daripada gigi bawahnya. Ya, sederhanaya kondisi gigi Nawra kebalikan dari gigi boneng, hehehe. Jadi dengan dipasang kawat gigi, akan menarik rahang agar bisa terbentuk baik dan gigi mentup rapat antara atas dan bawah.

          “Dok, harus secepat itu pake kawat gigi” tanya saya

          “Iya, lebih cepat lebih baik Mb, soalnya dia kan masih anak-anak jadi pertumbuhan tulang giginya akan lebih baik dan masih bisa dibentuk”

          “Nanti itu Mb, masih lama. Gak usah dipikirkan sekarang ya, masih dua tahun lagi. sekarang Nawra harus merawat giginya dengan baik ya. Sebelum tidur gosok gigi dulu ya. “ tambah dokter Ayu menenangkan.

          Sepulang dari dokter gigi, kami masih membahas soal kawat gigi tersebut. Nawra juga makin penasaran. Ada rasa takut, sakit, takut makan dan lain sebagainya.

          Lalu saya mencari informasi mengenai kawat gigi tersebut supaya lebih jelas dan tak cemas. Supaya saya juga bisa menjelaskan kepada Nawra dengan baik.

Menurut Wikipedia Kawat gigi atau behel yang dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan kata: dental braces) adalah salah satu alat yang digunakan untuk meratakan gigi. 

Sedangkan menurut Kamus kesehatan.Kawat gigi (braces) adalah perangkat (dari kawat, kabel, keramik) yang dimasukkan ke tempatnya oleh ortodontis untuk secara bertahap mereposisi gigi agar lebih selaras. Satu perangkat kawat gigi terdiri dari band, bracket, bracket hook dan archwire

Secara sederhana kawat gigi adalah  sarana yang paling umum digunakan untuk mengoreksi jajaran gigi yang tidak rata atau rahang yang terlalu sesak. Pemasangan yang baik umumnya dilakukan oleh dokter ortodonti, yaitu dokter gigi yang telah menjalani pelatihan khusus pengencangan dan perataan deretan gigi

Mekanisme kawat gigi ini dia mengatur, mendorong dan menahan pergerakan gigi. Perawatan ortho bertujuan untuk memperbaiki fungsi bicara, estetis muka, sudut bibir, rahang, senyum. Proses dari awal sampai akhir sesuai standar membutuhkan waktu kurang lebih tiga minggu.

Sebagian orang memakai kawat gigi untuk kosmetik, estetis terutama pada bagian bracket (bagian yang menempel) bentuk dan warnanya berbeda-beda. Modelnya pun bermacam-macam, sehingga kawat giginya lebih terlihat ada bentuk dan warnanya. Bukan hanya terlihat kawatnya saja.

Bagian bracket ini ada yang bisa dilepas lalu dipasang kembali tetapi ada juga yang bersifat permanen, gak bisa dilepas. 

Adapun manfaat kawat gigi secara umum, selain berfungsi untuk memperbaiki adalah berfungsi sebagai,
  • Menjaga jarak yang terlalu renggang antargigi.
  • Memperbaiki posisi gigi yang berdesakan atau tumbuh bengkok.
  • Menahan, menorong dan memperbaiki gigi depan rahang atas yang tumbuh tidak sejajar (lebih ke depan atau ke belakang) dibanding gigi depan rahang bawah.
  • Memperbaiki semua masalah rahang lain yang menyebabkan gigitan menjadi tidak rata.
Lalu usia berapa sebaiknya anak memakai kawat gigi tersebut. Pada umumnya masalah gigi yang tidak rata baru muncul saat gigi permanen tumbuh. Ketika anak berusia 8 sd 9 tahun. Itulah penyebab kebanyakan kawat gigi dipasang pada anak mulai dipasang saat usia 8-14 tahun, yaitu ketika gigi rentan tumbuh tidak sesuai dengan arah yang seharusnya, ditambah dengan kondisi tulang wajah masih pada tahap berkembang.

Sebaiknya anak diperiksa secara rutin giginya ke  dokter ortodonti sejak usia 7 tahun. Hal ini merupakan langkah awal untuk mendeteksi apakah anak perlu memakai kawat gigi atau tidak.

Meski pada usia ini, kebanyakan gigi susu telah digantikan oleh gigi permanen, namun semua itu  tetap tergantung kepada kondisi gigi anak,  tingkat keparahan dan masalah yang timbul akibat gigi yang tidak rata. 

Selain itu masalah-masalah gigi pada anak, bisa diselesaikan dengan berbagai cara tidak melulu harus dengan memakai kawat gigi.

Jadi, masa pemasangan gigi Nawra masih lama, ya saya berharap tidak perlu dipasang kawat gigi. Cukuplah dengan perawatan biasa. Nawra juga rajin menjaga dan menyikat giginya. Mengurangi makan makanan yang manis, terutama permen.

Memang sejak pemeriksaan dari dokter gigi kemarin, Nawra lebih hati-hati dan semangat untuk merawat giginya. Lebih rajin menyikat gigi. Tak perlu saya ingatkan kembali, terutama pada saat menjelang akan tidur. Setelah menggosok gigi biasanya Nawra tak mau makan lagi, dia langsung tidur. 

“Me, berapa biaya pasang kawat gigi? Pasti mahal ya?” tanya Nawra

Nah, bagian ini juga yang bikin Emaknya galau. Biayanya pasti gak murah kan. Berapa ya biaya, masih bisa nabung ya. Ngumpulin duit dulu deh, akn masih lama.   

Teman-teman sharing dong ya yang sudah pernah punya pengalaman pasang kawat gigi terutama untuk anak-anak. Silakan di kolom komen, yang jelas dan panjang juga gak papa. Yuk, kita berbagi ilmu.



14 comments

Wah menarik infonya mba.m berarti harus nunggu semua gigi ganti dan semakin cepat hasilnya lebih maksimal.. sip2.. makasih mba infonya

Reply

iya, mba Ira. tetapi Emaknya juga degdegan. iyap, nunggu gigi permanennya tumbuh

Reply

Anakku juga rada tonggos gigi depannya bun.
Gigi kelinci aku menyebutnya
Biayanya bervariasi kata dokter gigi sekitar 3-4 juta di kotaku di Balikpapan, Kaltim
Kudu nabung dulu nih :)

Reply

Ini klo gigi dikantubkan ga rapat hrs dikawat ya mb
Klo anakku giginya rusak nih hrs dirawat,sdh brp kali dirawat sering stop dtengah jln jd buang2 uang
Lbh baik mmg rutin jd tuntas
Masalah anakku,giginya bolong yg geraham

Reply

Saya dulu juga pakai kawat gigi, waktu masih SMP. Sebelum pakai, beberapa gigi yang disinyalir akan gingsul dicabut dulu, hihi ^^

Reply

wahhh.. harus banget ya mba pakai kawat gigi?
kesian, kan sakit yah huhu..

Reply

iya Mb, emang pas kecil keliatan lucu tapi pas dia gede, gak enak liatnya, ponakanku pake pas dia SMU

hahaha, nabung dari honor blogger aja mb

Reply

Nah, itu dia Mb kita kadang suka gak telaten ya...karena ribet juga bolak balik ke dokter. apalagi kalo sedang proses tampal gigi.

ya, kalo masih anak2...posisi gigi masih bisa diarahkan dan dirubah Mb

Reply

bener, Nawra udah banyak juga giginya yng dicopot, pernah tiga hari berturut2, satu gigi

Reply

jangan sih mb, maunya... masih bisa perawatan dan pencegahan kata dokternya

asal mau dan rajin menyikat gigi dan cepat dicabut gigi yg tumbuh gak benar

Reply

kalau boleh tahu di mana ya mba, alamat dokter giginy di daerah bengkulu, kalo untuk merapikan gigi untuk orang dewasa di sana bisa ga? mohon infonya mba... makasih����

Reply

Iya, hampir semua dokter gigi melayani perawatan gigi dewasa dan anak. bisa ke ruma sakit tiara sela , praktek sore , ada dokter herlina dkk, bisa ke klinik asy syifa skip, ada dokter ayu. mereka semua bisa menrima dan melayani BPJS.

Reply

oh gitu, makasih ya mba untuk infoony.. ����

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin