Menu

Jumat, 01 November 2019

/
Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_ Koperasi Digital Untuk Milenial. Suatu sore ceria, suami pulang dari kantor dengan wajah kurang bersemangat. Setelah duduk kumpul dengan kami sambil menikmati sajian snack sore. Wajah suami sedikit ada senyumnya. Apalagi kalo sudah bercengkrama dengan anak-anak. Seketika bisa berubah langsung ceria.



Kami pun ngobrol santai, saya mencoba mengulik dan bertanya , kenapa tadi wajahnya pulang kantornya begitu. Kayak pedagang rugi aja.

“ Yah, pembagian SHU koperasi sama semua. Seharusnya untuk jumlah SHU setiap anggota koperasi itu berbeda. Tergantung dengan banyak tidaknya aktivitas transaksi si anggotanya”

Kejadian yang dialami suami ini. Pernah saya alami juga, sewaktu jadi anggota koperasi sekolah. Waktu itu untuk pembagian koperasi sekolah untuk setiap anggota, ya berbeda sesuai dengan keaktifan anggotanya.

Yang aktif bertransaksi, seperti melakukan peminjaman, belanja di toko koperasi. Tentu saja besaran SHU atau sisa hasil usaha yang akan diterimanya berbeda dengan anggota yang lainnya.

Kemudian suami juga mengeluh adanya anggota yang menunggak iuran anggota, ada anggota yang tidak membayar cicilan pinjaman dengan baik. 

Masa mereka yang begitu, menerima SHU yang sama dengan yang pembayarannya lancar saja. Sama jumlahnya dengan mereka yang tidak ada tunggakan.

Nah, tentu saja hal ini membuat resah sekaligus curiga anggota koperasi lainnya. Ada rasa penasaran sekaligus rasa ingin protes. Bahwa seharusnya pada pembagian SHU tentu saja besaran yang akan diterima oleh setiap anggota berbeda-beda.

Lalu, Pengelolaan Koperasi seperti ini apa akan tetap diminati oleh kaum milenial

Saat kami berdiskusi soal koperasi. Anak pertama kami, ikutan juga nimbrung. Menurutnya, seharusnya pengelolaan koperasi harus terbuka dan bisa dakses oleh anggotanya secara online. Banyak aktivitas atau transaksi yang seharusnya bisa dilihat atau ada notifikasinya. Semua bisa dilakukan secara online dan setiap anggota akan tahu bagaimana aktivitasnya di koperasi, termasuk berapa jumlah SHU yang akan ia terima nanti pada saat rapat anggota tahunan (RAT).

Termasuk juga dengan cara membayar iuran anggota, baik iuran wajib, iuran sukarela. Semua juga bisa dibayar secara online.

Saat melakukan pembayaran, member akan mendapatkan notifikasi bahwa ia telah melakukan transaksi.

Apalagi jika banyaknya jumlah transaksi yang dilakukan tersebut kemudian dijadikan poin juga untuk si anggota, tentu saja hal ini akan menjadi lebih menarik.


Pembayaran juga bisa dilakukan dengan menggunakan cara pembayaran secara digital. Misalnya dengan sistem auto debet, dengan Quik Responce atau QR. Tentu saja cara pembayaran kekinian ini bisa mempermudah banyak transaksi koperasi. 

Koperasi dengan asas gotong royong seharusnya bisa menjadi solusi mengenai keuangan di masyarakat secara luas. Termasuk kaum milenial yang notabene setiap hari berkutat dengan dunia digital dan juga suka dengan hal-hal yang efisien dan praktis.

Beberapa Revolusi Untuk Koperasi Zaman Now

1. Pengelolaan berbasis data dan bisa diakses secara online oleh setiap anggota. Koperasi harus punya website. Dimana informasi mengenai kegiatan koperasi bisa dilihat dan diakses oleh setiap anggota.

2. Sistem pembayaran iuran anggota juga bisa dilakukan secara online dan bisa dilakukan menggunakan alat bayar kekinian. Seperti auto debet, sistem transfer, scan QR  dll

3. Setiap transaksi yang dilakukan disertai dengan notifikasi untuk anggota, setiap member bisa melihat progress keanggotaan koperasinya. Member bisa mengecek sendiri status keanggotaannya

4. Transparansi, dimana asas terbuka dan gotong royong terlihat secara nyata dan bisa diketahui oleh setiap anggota. Termasuk mengenai berbagai jenis kegiatan dan transaksi yang ada di koperasi.

5. Banyak kegiatan-kegiatan edukasi untuk anggota

Para pengurus koperasi juga bisa memanfaatkan dan menggunakan sistem digital untuk menggalang banyak aksi termasuk donasi para anggota. Dimana dengan zaman milenial ini, memudahkan banyak orang untuk melakukan kebaikan, menyebarkan banyak informasi termasuk mengumpulkan donasi untuk banyak kegiatan.

Begitu juga dengan denyut nadi koperasi, jika ingin menggaet para milenial untuk bergabung di koperasi. Tentu saja harus ada platform koperasi digital untuk milenial. jika hal ini bisa direalisasikan tentu saja ke depan koperasi juga akan diminati oleh para milenial.




Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.