nav#menunav { border-bottom: 1px solid #e8e8e8; }

Kopi Bengkulu : Mengapa Harus Menikmati Kopi Gading Cempaka

Assalammualaikum.Wr.Wb

www.mildaini.com_Kopi Bengkulu : Mengapa Harus Menikmati  Kopi Gading Cempaka.Di rumah, siapa yang punya kebiasaan ngopih. Kalo di rumah saya, yang biasa ngopih awalnya Emak dan kakak di atas saya. Tapi lama-kelamaan budaya ngopih itu menular ke saya, asiik.

Nah, untuk pilihan ngopi, awalnya saya juga ngak pilih-pilih. Namanya juga numpang ngopih ama Emak dan Kakak, ya kapan mereka buat kopi yah, saat itu saya nebeng. Aslinya, saya ngak suka bikin kopi. Lebih suka minumnya saja, itu pun numpang minum.


Kalo pak suami, asli dia bisa kembung dan bolak-balik ke kamar mandi kalo dia udah ngopih. Jadi, fix suami ngak ngopih. Tapi lucunya, dia suka ngasih, bawain atau beliin saya kopi. Saat perjalanan dinas, kayak waktu itu ke Aceh. Pas pulang suami, bawain saya kopi gayo, Aceh.

Kopi dan Kesehatan, Kandungan Zat Pada Kopi

Apa sih, yang membuat orang suka ngopih. Apa aja zat-zat yang terkandung di dalam kopi yang bikin orang doyan ngopih. Bahkan untuk segelas kopi, banyak orang sanggup untuk membayar mahal.

Oke, kita cek dulu ya, apa saja sih kandungan gizi yang ada di kopi.

Namun, tahukah kita apa saja kandungan di dalam secangkir kopi? Yuk simak informasinya yang kami rangkum dari kopikeliling.com.

1.    Kafein

Semua orang pasti telah mengenal zat ini. Kafein, merupakan zat utama yang ada di kopi. Zat inilah yang sering membuat kita terjaga setelah minum kopi. Tapi kenapa bisa begitu? Jawabannya karena di dalam kopi mengandung alkaloid plant, semacam zat yang terkandung di dalam nikotin, tetapi efek sampingnya tidak terlalu kuat.

2.    Air (H2O)

Air adalah zat penting dalam kopi yang berfungsi melarutkan minyak dan rasa yang ada di dalam biji kopi. Idealnya, takaran yang baik dalam secangkir kopi yaitu 98.67% air dan 1,25% bubuk kopi yang mudah larut.

3.    2-Ethyphenol

Zat ini menghasilkan aroma pada kopi. Biasanya sangat terasa di mulut kita setelah kita meminum kopi.

4.    Quinic acid

Ini merupakan zat yang memberi rasa asam pada kopi. Kadar keasaman setiap kopi berbeda-beda tergantung pada jenisnya.

5.    Dimethyl disulfide

Kadar zat ini lebih banyak terkandung di dalam biji kopi yang masih mentah, alias yang belum dipanggang.

6.    Acetylmethylcarbinol

Zat ini memberikan rasa gurih di dalam biji kopi. Jadi, jangan heran ketika kita minum kopi merasakan sedikit gurih di dalamnya.

7.    Trigonelline

Meski cenderung berasa pahit, dalam kopi ada rasa manis. Zat inilah yang membuat secangkir kopi menjadi lebih terasa manis.

8.    3,5 Dicaffeoylquinic

Zat ini berperan sebagai anti-oksidan. Jadi, mengonsumsi kopi dapat memberikan manfaat melindungi tubuh dari radikal bebas. Tapi ingat, porsinya tetap harus diperhatikan.

Banyak juga yah, jad wajar saja banyak orang yang suka dan doyan ngopih. Bahkan ngopih menjadi suatu kebiasaan atau rutinitas yang harus dilakukan setiap hari. Banyak orang tidak bersemangat kalo belum ngopih, bahkan banyak juga yang mendadak menjadi lebih bergairah setelah ngopih.


Kopi Bengkulu, ya Kopi Gading Cempaka.

Kita banyak mengenal banyak merk kopi, ada kopi lokal, kopi pabrikan . kemasannya juga beragam, ada yang sachet juga. Praktis di bawa kemana-mana. Ngomongin jenis dan merk kopi. Ada nih, kopi enak yang juga biasa saya dan keluarga minum, yaitu Kopi Gading Cempaka. 

Kopi ini merupakan kopi enak yang dihasilkan dari kebun-kebun para petani kopi di Bengkulu. Ada beberapa alas an mengapa kita harus menikmati Kopi Gading Cempaka ini.

Untuk namanya, sama dengan rasa kopinya, yang melegenda. Siapa yang tidak kenal dengan putri Gading Cempaka. Bahkan nama tersebut juga menjadi nama untuk beberapa fasilitas umum yang ada di kota Bengkulu

Proses Istimewa Kopi Gading Cempaka

  1. Proses Produksi
  2. Petik matang (Merah). Kami memetik buah yang benar-benar matang.
  3. Proses sortasi tahap pertama. Sortasi tahap pertama ini memastikan bahwa yang kita petik tidak ada cherry yang busuk, selain itu memisahkan dengan cherry-cherry yang masih belum matang namun terpetik saat panen.
  4. Dilakukan penjemuran.
  5. Kemudian dilakukan mengupasan kulit.
  6. Dilakukan sortasi tahap kedua hingga menjadi biji kopi pilihan. Sortasi tahap kedua ini memisahkan biji kopi hitam, rusak karena gilingan, dll hingga bersih.
  7. Sebelum dilakukan proses roasting, kami lakukan sortasi ketiga. Sortasi ketiga ini adalah memastikan kembali bahwa tidak ada lagi biji hitam atau rusak, karena biasanya masih ada yang tidak terdeteksi hingga perlu sortasi tahap ketiga ini.
  8.  Pasca roasting kami melakukan sortasi kembali untuk membuang biji kopi yang terlihat pucat atau tidak sama dengan biji-biji lain, kemudian didiamkan selama 12 – 24 jam untuk membuang gas yang terkandung.Proses selanjutnya dilakukan penghalusan (penggilingan).
  9. Setelah halus, kopi didiamkan selama 15 – 30 menit untuk menghilangkan gas, kemudian dilakukan pengepakan (dimasukkan pada kemasan).
  10. Pendiaman pasca roasting (12-24 jam++) dan penghalusan (15-30 menit++) untuk menjaga kualitas rasa.
Itulah mengapa Kopi Gading Cempaka kami kategorikan sebagai kopi Premiumnya Bengkulu. Kopi yang melalui proses panjang hingga mengahasilkan cita rasa yang khas.


Kamu Suka Kopi Arabika atau Robusta

Sebagian orang suka minum kopi Robusta, terutama perempuan. Namun ada juga yang menyukai kopi Arabika. Meski katanya itu banyak disukai oleh kaum pria. Namun faktanya, bahwa kedua jenis kopi tersebut disukai oleh berbagai lintas genre. Jadi , sebenarnya apaa sih beda kedua jenis kopi tersebut.

Menurut gordi.id Inilah perbedaan antara kopi Arabika dan kopi Robusta

 Kopi Arabika Fun Facts:

  • Arabika memiliki kadar kafein 2x lebih rendah daripada Robusta. 
  • Kadar gula pada kopi Arabika 2x lebih tinggi dibandingkan kopi Robusta
  • Arabika juga memiliki acidity lebih tinggi dibandingkan RobustaKopi Arabika harganya lebih  mahal dibandingkan kopi Robusta, dikarenakan lebih sulit merawat tanaman kopi ini hingga waktu panen
  • Biji kopi Arabika bentuknya oval dan ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan biji kopi Robusta

Kopi Robusta Fun Facts:

  • Robusta memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan Arabika
  • Kadar gula pada kopi Arabika jauh lebih rendah dibandingkan kopi Arabika
  • Robusta memiliki acidity lebih rendah dibandingkan Arabika
  • Kopi Robusta harganya jauh lebih murah dibandingkan kopi Arabika, dikarenakan merawat tanaman kopi ini cukup mudah
  • Biji kopi Robusta bentuknya bulat dan ukurannya lebih kecil dibandingkan biji kopi Arabika
Kemasan Kopi Gading Cempaka yang Keren

Untuk mendapatkan kopi Gading Cempaka ini ada dalam beberapa kemasan, ada kemasan satu kilo, kemasan oleh-oleh 200 gram dan kemasan yang paling baru, ada dalam kemasan sachet. Dalam satu kotak berisi 10 sachet kopi. Jadi satu kotak itu, total beratnya 200 gram.

Untuk desain kemasannya, hampir sama dengan kemasan 200 gram, didominasi dengan warna hitam sehingga terlihat elegan. Saya pernah bertanya kepada ownernya, siapa yang mendesain kemasannya dan dimana mmebuatnya. Ternyata memang didesain khusus dari berbagai riset dan sudah memiliki hak paten. Pesan kemasannya di sebuah wilayah di kota Bandung. 

Memang kemasan produk itu juga berpengaruh pada ketertarikan orang untuk membeli produknya. Apalagi jika menyasar penjual online, tentu saja kemasan sangat mempengaruhi daya tarik pembeli. Termasuk packing saat pengiriman barangnya.

Jenis Kopi Gading Cempaka

Ada dua, jenis kopi Robusta atau kopi Arabica. Untuk jenis dan rasanya, tergantung dengan selera kalian sih. Kalo saya lebih suka kopi Robusta. Sebab lebih lembut dan cocok dinikmati di berbagai suasana. Terutama suasana bersama keluarga dan ngobrol asyik.

Untuk Pemesanan, Silakan Hubungi

Website : www.kopigadingcempaka.com


Instagram @kopigadingcempaka


Kontak 081995850700, 08117321511, 08117321511


Email : sales@kopigadingcempaka.com


Alamat : Jl. S. Parman No. 117 Padang Jati Ratu Samban Kota Bengkulu
Baca Juga

Related Posts

0 comment

Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin