Menu

Senin, 06 November 2017

/

Fatmawati Perajut Negeri. Saya lahir dan besar di Bengkulu. Sebuah daerah di pulau Sumatera. Bengkulu berbatasan atau sangat dekat dengan Lampung dan Sumatera Selatan. Buat kamu yang datang ke bengkulu atau yang sering berpergian bolak balik ke Bengkulu dengan menggunakan pesawat terbang. Pasti tahu ya dengan nama Bandara Fatmawati. Nama bandara tersebut diambil dari nama Pahlawan Bengkulu. Yupss, Ibu Fatmawati Perajut Negeri istri dari Bung Karno yang menjahitkan bendera merah putih yang pertama kali. Saya sangat kagum dengan beliau. Kalo kamu penasaran, alasan saya kagum dengan beliau, ikutin ulasan saya berikut ini ya sampai selesai.

Ya, siapa sih yang gak tahu dengan Ibu Fatmawati. Apalagi jika disebutkan atau dikaitkan dengan penjahit bendera merah putih Indonesia yang pertama kali. Penjahit bendera Indonesia yang pertama kali yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pasti semua tahu. Mulai dari anak sekolah dasar , perguruan tinggi hingga masyarakat umum. Bisa menjawabnya dengan benar, siapakah penjahit bendera merah putih yang pertama kali, yaitu ibu Fatmawati.

Bagi saya sosok Ibu Fatmawati bukan saja saya kenal karena sama-sama berasal dari daerah yang sama, yaitu, Bengkulu. Atau saya ketahui dan mencintai beliau karena menjadi penjahit bendera merah putih yang pertama kali. Bukan karena dua hal tersebut, banyak inspirasi lainnya yang bisa kita teladani dari sosok Fatmawati Perajut Negeri ini.

Jika  pada tulisan saya sebelumnya. Saya membahas 12 fakta unik tentang Ibu Fatmawati. Kali ini saya akan membahas soal yang lainnya dari sosok Ibu Fatmawati ini. Oh, ya saya sebutkan kembali ya 12 fakta unik tersebut, supaya lebih ingat dan jelas.  Mungkin ada yang lupa atau memang belum mengetahuinya, soalnya belajar sejarah kadang memang harus sering-sering diulang.

Foto Ibu Fatmawati di Ruang Tamu Rumahnya Di Bengkulu

12 Fakta Unik Tentang Ibu Fatmawati 

1. Ibu Fatmawati bernama asli Fatimah

2. Lahir di Bengkulu, 5 Februari 1923

3. Beliau meninggal di Malaysia pada tanggal 14 Mei 1980

4. Umur Fatmawati saat meninggal adalah 57 tahun

5. Fatmawati adalah istri ketiga dari bung Karno

6. Menjadi ibu Negara dari tahun 1945 – 1967

7. Orang tua Fatmawati bernama Ayah Hasan Din dan  Ibunya Siti Chadijah

8. Orang tua Fatmawati merupakan keturunan putri dari Indrapura, seorang keluarga kerajaan Indrapura, pesisir selatan, Sumatera Barat

9. Ayahanda Fatmawati merupakan salah satu Tokoh Muhamadiyah Bengkulu

10. Fatmawati menikah dengan Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1943

11. Fatmawati meninggal dunia akibat serangan jantung ketika pulang dari umroh

12. Fatmawati dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta


Selain fakta unik tersebut, sebagai seorang perempuan dan seorang istri saya juga sangat bangga sekaligus kagum dengan sosok Ibu Fatmawati tersebut. Sekali lagi bukan karena sama-sama perempuan yang  berasal dari Bengkulu ya. Namun, kekaguman tersebut muncul dalam diri beliau dari berbagi cerita dan informasi yang saya dapatkan tentang sosok beliau. Saya, ingin menjadi seorang perempuan yang tangguh seperti beliau. Di antara yang saya kagumi tentang sosok beliau adalah

Alasan Saya Kagum Dengan Sosok Fatmawati Perajut Negeri

Pertama, ibu Fatmawati adalah sosok perempuan yang sangat mencintai keluarga. Terutama kedua orang tuanya. Yaitu bapak, Hasan Din dan Siti Chadijah. Ibu Fatmawati sangat mencintai dan patuh terhadap kedua orang tuanya. Hal ini bisa kita lihat dengan kepatuhannya terhadap orang tua yang menyangkut soal pernikahanya dengan Bung karno. Termasuk kecintaan beliau terhadap anak-anaknya.

Bersama kedua orang tua, ayah dan ibu

Kedua, ibu Fatmawati adalah sosok yang sederhana dan mandiri. Kami orang Bengkulu mengetahui. Bahwa  orang tua ibu Fatmawati  merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan salah seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.Meski demikian salam kesehariannya Ibu Fatmawati tetaplah menjadi sosok seseorang sederhana dan mandiri

Ketiga  Percaya diri dan teguh pendirian. Jika beliau sudah memutuskan sesuatu dan ingin mencapainya. Salah satuya kepercayaan diri dan kemantapan dirinya untuk memberikan syarat atas keinginan Bung karno yang ingin menikah dengannya. Termasuk prinsip beliau dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Keempat, saya ingin menjadi sosok seorang ibu yang kuat dan penuh inspirasi demi anak-anak. Ibu Fatmawati adalah seorang perempuan yang kuat. Pernikahannya dengan dengan Bung Karno melahirkan lima orang anak. Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra. Kita semua tahu bagaimana kiprah dan prestasi anak-anak beliau. Sebut saja ibu Megawati, yang juga pernah menjadi Presiden Indonesia. Saya menyakini jiwa pemimpin yang dimiliki oleh Ibu Megawati adalah juga yang telah diajarkan dan diwariskan oleh Ibu Fatmawati. Selain dari Bung Karno. Lalu, Guruh yang berkarya dengan seni, menurun juga dari sang ibu yang suka menari.

Saya juga ingin menjadi cantik luar dalam seperti Ibu Fatmawati

Kelima, saya ingin menjadi seorang istri yang mendukung dan berjuang bersama dengan suami unuk mencapai cita-cita. Membangun sebuah keluarga yang penuh inspirasi. Kita ketahui bahwa, Ibu Fatmawati bersama dengan Bung Karno berjuang untuk mengupayakan dan mempersiapkan kemerdekaan Republik Indonesia .Salah satu dukungan yang sangat penting yang diberikan oleh Ibu Fatmawati yaitu dengan menjahitkan bendera merah putih. Ibu Fatmawati Perajut Negeri  dengan bendera yang beliau jahit tersebut ingin mencoba merangkul seluruh nusantara. Dengan dua warna merah dan putih untuk bisa menyatukan dan merajut persatuan dan kesatuan negeri ini. Dari berbagai suku bangsa, dari berbeda warna kulit, dari berbagai bahasa, dari berbagai wilayah. Ibu Fatmawati ingin merajut itu semua menjadi sebuah kekuatan besar untuk bisa mempersatukan Indonesia. Bendera yang dijahit oleh Ibu Fatmawati itu adala bendera yang pertama kali dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. Bertepatan juga dengan Bung Karno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia bersama Bung Hatta. Dengan peristiwa besar ini memperlihat dan mengajarkan kepada saya dimana beliau Ibu Fatmawati juga tampil untuk mendukung perjuangan suaminya. Selain soal bendera, banyak lagi perjuangan beliau bersama dengan Bung Karno demi kemerdekaan Indonesia. Kalo mau diceritakan semuanya bisa panjang dan bikin haru.

Saya ingin mendukung dan berjuang bersama suami

Keenam, saya ingin menjadi sosok perempuan yang dikenang sepanjang masa. Dengan sosok Ibu Fatmawati ini , mengajarkan saya bagaimana agar saya menjadi seorang ibu, istri sekaligus juga sebagai anggota masyarakat yang juga bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu saya sangat suka bertemu, belajar dan berbagi banyak hal terutama ilmu dan kegiatan literasi, menulis, nge-blog dan lain sebagainya yang bermanfaat bagi orang lain. Saya juga ingin kelak supaya saya dikenang dan diingat seperti Ibu Fatmawati. Kita ketahui bahwa atas pengabdian Ibu Fatmawati kepada negara, pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118/TK/2000 pada 4 November 2000 menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada Ibu Fatmawati. Jadi Ibu Fatmawati ini adalah Pahlawan Bengkulu yang wajib kita cintai dan banggakan. Selain itu nama Fatmawati juga diabadikan sebagai nama jalan dan rumah sakit.

Pemerintah Bengkulu juga sangat menghargai dan ingin agar Ibu Fatmawati dikenang oleh masyarakat Bengkulu, dan masyarakat Indonesia secara luas. Maka, di Kota Bengkulu sebagai kota kelahiran Fatmawati, pemerintah Bengkulu mengenangnya dengan mengabadikan nama Fatmawati sebagai nama bandara yang menggantikan nama sebelumnya bernama Bandar Udara Padang Kemiling pada 14 November 2001. Peresmian perubahan nama itu dilakukan oleh putrinya yang menjabat Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.

Menulis adalah cara saya untuk membuat diri saya abadi dan dikenang sepanjang masa. 

Cermin di kamar Ibu Fatmawari ini mengingatkan diri saya tentang sebuah SOSOK

Ketujuh,saya ingin menjadi seorang perempuan yang sholehah, dan taat beribadah. Kita ketahui bahwa Ibu Fatmawati meninggal pada tanggal 14 Mei 1980 ia meninggal dunia karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari Mekah yang lalu dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Dari kisah ini bisa kita simpulkan bahwa Ibu Fatmawati adalah sosok perempuan yang sholehah dan taat pada ajaran agamanya.

Demikian ya tujuh alasan saya, semoga bermanfaat dan mengispirasi kalian semua.

Oh, ya kisah perjuangan dan sosok Ibu Fatmawati, dapat kamu ketahui lebih detil dan dekat dengan mengujungi rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu. Rumah ini bisa kita datangi setiap hari, Di rumah tersebut memang ada petugas yang menunggu atau akan membantu kita jika sedang berkunjung ke sana. 

Dalam sebuah frame saat bersama dengan Bung Karno

Di rumah tersebut juga banyak terpajang barang-barang peninggalan Ibu Fatmawati, foto-foto beliau saat masih hidup. Dari melihat foto tersebut, kita bisa mendapatkan banyak gambaran informasi sosok pahlawan Bengkulu yang satu ini. Betapa dulu semasa hidup Ibu Fatmawati adalah sosok yang hebat, banyak teman dan suka bergaul dengan banyak orang. Temannya banyak dan suka melakukan kegiatan bersama-sama.
Ibu Fatmawati, suka berteman dan bergaul dengan siapa saja

Masih banyak lagi kisah teladan dan inspirasi dari sosok Ibu Fatmawati ini. Kita bisa mempelajari tentang sosok beliau dan mengambil hikmahnya dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beruntung saya tinggal di Bengkulu, jika saya butuh inspirasi dan charge semangat baru. Saya bisa datang bertandang ke rumah Ibu Fatmawati ini. Saya selalu merasakan semangat jika sudah datang dan meliat sosok beliau. Bermain sebentar ke rumah beliau , pulangnya bisa menambah semangat baru. Kalo gak sempat mampir cukup lewat saja. Letak rumahya di pinggir jalan. Di depan rumah ada patung Ibu Fatmawati. Setiap kali lewat di depannya selalu ada perasaan bangga dan kagum kepada Ibu Fatmawati.

Fatmawati Jaman Now, Itu Sayah :)
Ditunggu ya, kedatangan teman-teman semua di Bengkulu. Nanti akan saya ajak ke rumah Ibu Fatmawati. Agar apa yang saya ceritakan ini kalian juga bisa merasakan dan mendapatkan semangat baru.
19 comments

Duh jadi pengen ngajak suami mudik ke Bengkulu. Terakhir mudik 3 tahun yang lalu, cuma sempat mengunjungi pantai panjang aja

Reply

Wajah Bu Fatmawati sungguh teduh dan enak dipandang, mencerminkan kesetiaan dan kesederhanaan. Semoga aku bisa ke Bengkulu dan berkunjung ke museumnya.

Reply

hayuuk mba, balik lagi ke Bengkulu

Reply

iyah, saya sangat menyukai memandang wajahnya :) sederhana tapi cantik

Reply

Jati tahu banyak nih tentng bu Fatmawati, pas baca ini.. Lengkap..
Aku juga punya banyak teman dari bengkulu, Teh..
Pengen bisa ke Bengkulu, pengen tahu secara langsung..he

Reply

Terima kasih sharingnya, saya baru tahu setelah baca ini :)

Reply

Jangan pernah melupakan sejarah. karena bangsa yang besar ada sosok perempuan hebat di belakanngnya .contohnya ibu fatmawaty yang setia mendampingi soekarno.

Reply

hayuuk kak, datang ke sini, kita jejalan

Reply

iyah, semoga bermanfaat ya

Reply

iyah, jangan pernah lupa sejarah ya

Reply

aku belum pernah ke Bengkulu mba semoga nanti bisa kesini padahal ada sodara sih tapi sodara jauh :) ulasannya lengkap aku jugajadi tahu banget ttg ibu Fatmawati :)

Reply

Perjalanan selanjutnya adalah ke bengkulu

Reply

Tulisannya sangat menginspirasi Mbk..semoga bisa jadi ibu Fatmawati jaman now

Reply

Sejarah yang penuh inspirasi.. saya sudah pernah mampir sebentar ke Bengkulu tapi ngg sempat mampir sini.

Reply

bener-bener sosok yang menginspirasi ya :D makasih mba sharingnya, nambah ilmu di pagi hari ^^

Reply

Mbaaa, kalo mau ke rumah Bu Fat ajak-ajak aku ya, deket rumah tapi baru sekali ke sana. :D Btw, ulasannya lengkap, ternyata banyak yang ga aku tau tentang beliau, jadi makin salut :)

Reply

Saya belum pernah ke Bengkulu, kalah sama ankku yang 4 tahun sudah terbang ke sana, heuuu

Reply

Banyak nilai positif yang bisa diambil dari sosok Fatmawati yaa

Reply

Satu hal yang saya catat dari buku sejarah yang menulis tentang Fatmawati: Fatmawati dulu berkenalan dengan Soekarno ketika Soekarno tinggal di Bengkulu. Waktu itu, Soekarno masih menikah dengan Inggit Garnasih. Fatmawati ngekost di rumah pasangan itu.

Beberapa waktu kemudian, Soekarno memutuskan untuk menikahi Fatmawati dan menceraikan Inggit. Padahal ketika itu pasangan itu sudah menikah selama 20 tahun lebih.

"Perebut suami"? Saya tidak tahu.

Tapi berpuluh-puluh tahun kemudian, Fatmawati datang ke rumah Inggit dan minta maaf kepada Inggit karena merasa sudah memutuskan pernikahan Inggit dengan Soekarno. Itu sifat mulia Fatmawati.

Mungkin, karena ternyata Fatmawati sudah merasakan juga suami mereka itu direbut orang. Sebab Soekarno memutuskan untuk menikah dengan Hartini hanya beberapa hari setelah Guruh Soekarnoputra dilahirkan oleh Fatmawati.

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.