Menu

Minggu, 08 November 2015

/

Source From Google


Sejarah Batik NTB
Sosial budaya masyarakat provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak bisa dilepaskan begitu saja dari Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak hal yang serupa dari kedua provinsi ini termasuk tentang kain khasnya. Nusa Tenggara Barat resmi melepaskan diri dari NTT  dan   mendapatkan status sebagai provinsi sebagaimana adanya sekarang, sejak tahun 1958, berawal dari ditetapkannya Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tanggal 14 Agustus 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Swatantra Tingkat I Bali, NTB dan NTT.
 
Jadi wajar saja kalau di NTB pada awalnya yang terkenal itu adalah kain tenunnya atau songket terutama kain khas Sasak.  Namun seperti kita ketahui bahwa kejayaan dan kemegahan  kerajaan Majapahit itu dirasakan hampir di seluruh wilayah di Indonesia termasuk pulau Lombok dan Sumbawa. Kedua pulau ini termasuk di dalam wilayah provinsi NTB.
Di mulai sejak masuknya pengaruh kerajaan Majapahit melalui ekspedisi di bawah Mpu Nala pada tahun 1343 sebagai pelaksanaan Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada yang kemudian diteruskan dengan inspeksi Gajah Mada sendiri pada tahun 1352.
Pada saat kerajaan Majapahit melakukan ekspedisi di kerajaan Selaparang di wilayah Nusa Tenggara, salah satu budaya yang ditinggalkan adalah kegiatan membatik. Namun dalam perkembangannya batik tidak mengalami perkembangan yang bagus dikarenakan masyarakat NTB lebih menyukai dan berupaya untuk membuat kain tenun. Bentuk dari hasil budaya batik ini bisa kita lihat pada kain penutup kepala khas lelaki NTB yang di sebut capuq semacam ikat kepala. Belakangan karena sedikitnya tempat membuat batik di NTB , kain yang digunakan sebagai bahan capug itu didatangkan dari daerah lain.     

Batik Sasambo

           Dalam perkembangannya seiring dengan ditetapkannya  batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, pemerintah Provinsi NTB tergerak untuk mengembangkan batik . Pada tanggal 17 April 2010 diluncurkanlah batik ‘Sasambo’ Sasambo ini merupakan akronim dari nama tiga suku besar yang ada di NTB, yaitu Sasak (penduduk asli Pulau Lombok), Samawa (sekarang wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa), dan Mbojo (masyarakat di Kabupaten Bima dan Dompu). Hal ini dengan tujuan agar setiap suku yang ada di NTB merasa memiliki dan saling melestarikan penggunaan batik Sasambo ini.

Motif dan Warna

Motif batik Sasambo ini mengusung adat dan budaya lokal NTB. Ada motif ”Kelotok Sapi” atau gantungan kayu kotak berbunyi yang biasa diikat di leher Sapi khas peternak Lombok, ada motif kangkung yang menggambarkan makanan khas Lombok, ada motif Cabe atau Lombok, Mutiara, dan Gerabah. Ada juga motif rumah panggung yang mewakili rumah adat di pulau Sumbawa. Kemudian motif lumbung Raja Bima, kerang, daun pepaya, daun bebele (semacam pegagan), serta tokek yang merupakan hewan keberuntungan di Lombok.
Motif batik Sasambo ini yang paling terkenal adalah motif Kangkung karena Lombok sangat terkenal dengan makanan khasnya ‘Pelecing Kangkung’. 
            Warna Batik Sasambo ini beragam,  merah, oranye, biru gelap dan lain sebagainya. Sedangkan motif batik Sasambo yang paling digemari  oleh masyarakat untuk di beli adalah motif Kangkung yang berwarna merah berpadu kuning keemasan. 

Cara Pembuatan

            Proses pembuatan batik Sasambo hampir sama dengan cara pembuatan batik pada umumnya di daerah Jawa. Mulai dari  pembuatan pola dengan menggunakan lilin malam,  pewarnaan, piksasi (penguatan warna), pembilasan, pelorotan, dan penjemuran. Proses pengeringan batik sasambo juga dilakukan dengan menggantung kain di tali jemuran.Batik Sasambo dibuat berupa batik tulis, batik cap serta batik kombinasi tulis dan cap.

Perkembangan Batik Sasambo

            Perkembangan batik Sasambo ini juga dilakukan melalui jalur pendidikan, dimana para murid diajarkan secara dini bagaimana mengenal dan membuat batik Sasambo. Anak murid diajarkan dan didorong untuk kreatif dalam membuat batik Sasambo.Salah satunya adalah sekolah SMKN 5 Mataram yang beralamat di Jalan Merdeka Raya Pagesangan Mereka di dorong untuk mampu menciptakan motif-motif batik baru. Menemukan berbagai imajinasi akan motif batik Sasambo. 
Kemudian para santri Ponpes Tarbiyatul Ikhlas Pondok Pesantren Tarbiyathul Ikhlas terletak di Dusun Al-Abror, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, sekitar 35 Km arah Selatan dari Kota Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat. Mereka para santri juga di dorong untuk membatik. Hal ini selain untuk menambah pengetahuan dan keterampilan siswa, juga untuk mendorong kemampuan ekonomi. Dimana kegiatan membatik juga dijadikan sebagai ladang penghasilan bagi para santri untuk membantu perekonomian keluarga. 

Pelestarian Batik Sasambo

            Guna untuk melestarikan penggunaan batik Sasambo di masyarakat NTB maka pemerintah mewajibkan pemakaian batik Sasambo pada masyarakat NTB. Mulai dari pemerintah, pegawai negeri sipil, karyawan swasta sampai pada seragam sekolah. Pada hari Kamis di mana PNS di lingkungan Pemprov NTB diwajibkan untuk memakai batik pun, para pegawai diimbau untuk mengenakan batik Sasambo ini.
             Kain batik Sasambo dijual per lembar dengan panjang 2,5 meter. Harga untuk batik cap berkisar Rp125.000,00-Rp 150.000,00, batik tulis Rp175.000,00-Rp 200.000,00, sedangkan batik printing cukup Rp60.000,00 per lembar.

Sentra Batik NTB

 SMKN 5 Mataram (Jalan Merdeka Raya Pagesangan), dan Pondok Pesantren Tarbiyatul Ikhlas (Dusun Al-Abror, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat).

Glosarium:

Capuq atau Sapuk:
Ikat kepala bagian dari pakaian adat pria suku Sasak. Merupakan mahkota bagi pemakainya sebagai tanda kejantanan serta menjaga pemikiran dari hal-hal yang kotor dan sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
 Berugak:
Bangunan kayu berupa semacam balai-balai. Ada dua jenis berugak Lombok, yaitu Sekepat yang berkaki empat dan Sekenem yang memiliki enam kaki penyangga. Ukuran Sekepat berkisar 2 x 1,5 meter hingga 2 x 2,5 meter, sedangkankSekenem berkisar 3 x 6 meter hingga 3 x 8 meter. Bagi masyarakat Lombok, berugak bukan hanya difungsikan untuk menerima tamu, melainkan juga sebagai tempat bermusyawarah hingga membuat acara hajatan. Hampir setiap rumah di Lombok memiliki berugak di bagain depannya.
INDEKS
Provinsi,-
            Nusa Tenggara Barat
            Nusa Tenggara Timur
Kabupaten,-
            Sumbawa
            Sumbawa Barat
            Bima
            Dompu
Pulau,-
            Sumbawa
            Lombok
Suku,-
            Sumbawa
            Sasak
            Mbojo
Kerajaan,-
            Majapahit
            Selaparang

Motif,-
            Kelontong Sapi
            Kangkung
            Cabe
            Mutiara
            Gerabah
            Rumah panggung
            Lumbung Raja Bima
            Kerang
            Daun Pepaya
            Bebele
            Tokek
           
7 comments

wah jadi pengen punya batik lombok :)

Reply

hehehe, bolehlah. minimal punya batiknya kalo belum ke pulau Lomboknya

Reply

Alhamdulillah saya sdh punya dua baju batik tulis sasambo.dan keren bgt motifnya.love indonesiaku

Reply

wah, asik tuh, saya juga punya beberapa diberikan oleh sodara yang tinggal di sana

Reply

Jualan dong di bandung

Reply

kayaknya adalah Mba, cuma kalo di Jawa Mah lebih ngehit ya batik Jawa ya, hehehe

jadi susah nyari penjualnya

Reply

Bgmn crny pesan dlm wkt cpt? Sy d mtrm

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin