Menu

Jumat, 01 Januari 2016

/





Berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Bengkulu. Dapat ditempuh dengan kendaraaan apa saja. Lokasi wisata ini sekarang  masuk ke dalam kabupaten Bengkulu Tengah.
Sebenarnya wisata ini bukan berbentuk sungat, tetapi pantai. Namun sejak zaman dahulu masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Sungai Suci. Konon tempat ini dahulu juga sering didatangi Bung Karno untuk mandi, saat mengalami pengasingan di kota Bengkulu (1938-1943)

Ketika masuk ke gerbang lokasi, pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 1000,- perorang. Lalu uang parkir kendaraan , untuk motor sebesar Rp. 1000,- dan mobil Rp. 2.000. kendaraan kita diperbolehkan parkir di mana saja asalkan masih di kawasan sungai Suci.

Setelah berjalan sekitar lima menit, kita akan sampai ke gerbang kawasan jembatan gantung. Jembatan dibuat dua buah . Satu jalur untuk pengunjung yang akan masuk atau baru melewati jembatan. Satu lagi dipergunakan untuk pengunjung yang akan pulang atau sudah melewati.

Pengunjung yang ingin merasakan melewati jembatan ini dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000,- perorang. Dewasa dan anak-anak sama saja, kecuali balita yang digendong, gratis. 

Bahan jembatan terbuat dari tali , sejenis tali tambang yang kuat dan dasar jembatan terbuat dari potongan papan. Pengunjung melewati jembatan ini satu persatu karena lebar jembatan yang hanya muat untuk satu badan orang dewasa saja. 

Jembatan ini menghubungkan bibir pantai ke sebentuk pulau kecil yang terdapat di seberangnya yang lebih menjorok ke arah pantai. Di bawah jembatan terdapat bebatuan besar dan sedikit air laut. Jika air laut pasang besar, barulah tempat tersebut agak terendam air. Di pulau seberang juga terdapat pondok-pondok untuk beristirahat, tempat duduk dan gundukan bebatuan yang sangat menarik untuk dijadikan lokasi berfoto-foto. Dekatnya pulau dengan air laut membuat percikan air laut bisa mengenai pengunjung jika berdiri tak jauh dari bibir pantai. 

Berjalan di atas jembatan ini cukup menantang adrenalin kita saat melewatinya, karena jika bagian ujung digoyangkan, maka semua jalur jembatannya akan bergoyang. Bikin darah ser-seran. Muka bisa pucat mendadak. Hal ini tentu saja bisa menambah ketakutan dan kecemasan. Ada saja pengunjung yang berteriak karena ketakutan, tetapi meski takut tak mau pula berhenti. Masih tetap ingin mencoba, hehehe. Takut-takut berani ya. 


Di lokasi ini mata pengunjung akan disajikan hamparan luas pantai yang seolah tak ada ujungnya, jurang indah, dentuman air laut yang seolah mendebarkan. Tepian pantai yang indah. Belum lagi jika sedang tiba sunset, pemandangat di sekitar menjadi lebih indah. Benar-benar sayang untuk dilewatkan. Menurut beberapa pengunjung, lokasi wisata ini jauh lebih indah dari tanah Lot di Bali. Lokasi wisatanya masih asli.


Tak terasa berada di sana, karena melihat pemandangan yang indah, membuat kita tak bosan dan tak ingin cepat-cepat pulang. Meski waktu kian berlalu, hari sudah beranjak saja sore. Oleh karena itu saya sarankan jika berkunjung ke sana untuk membawa bekal dari rumah. Supaya betah berlama-lama dan gak kelaparan.

Di sepanjang pinggiran jurang pantai terdapat pondokan, tempat duduk dan orang berjualan makanan dan minuman. Yang terbanyak dijual makannnya Pop Mie. Harganya pun sangat terjangkau.
Namun sayang di lokasi wisata ini belum tersedia sarana MCK yang memadai dan masih terlihat tumpukan sampah dimana-mana.
Semoga pemerintah kabupaten Bengkulu Tengah dapat terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas. Dapat menjaga lokasi wisata ini supaya menjadi baik, terawat dan  terjaga. Semoga ada pengusaha yang mau berinvestasi untuk pengembangan lokasi wisata ini, agar lebih maju dan dapat menyerap banyak tenaga kerja.
Diberdayakan oleh Blogger.