Menu

Senin, 25 Januari 2016

/




Nawra Dan Baba Saat Memanjat Pohon Pepaya


                Di rumah kami, di halaman samping tumbuh beberapa jenis tanaman. Mulai dari Mangga, Rambutan, Pepaya, Jeruk, Pisang, Sirsak, Sawo dan lain sebagainya.


          Saat Mangga atau Rambutan berbuah, kami sering mengajak Nawra. Putri pertama kami untuk memanjat pohonnya, mengambil Mangganya. Langsung dari tangannya.


          Pada awalnya Nawra ketakutan dan tak mengerti, seolah bingung mau memulai memanjat dari mana dan seperti apa. Kami belum mengajarkan tekniknya. Dia terlihat cemas tetapi penasaran mau mencoba.


          Akhirnya saya mengambil sebuah kursi yang saya sandarkan ke batang pohon Mangga, Nawra mulai menaiki pohonnya setahap demi setahap. Sesekali terdengar suara teriakannya dan ketakutan. Saya hanya membiarkan saja. 


“Bagaimana ini Me, Wa takut” ucapnya ketakutan

Saya cuma tersenyum, “Pegangan yang kuat Kak, pelan-pelan saja. Pasti bisa dan enak loh bisa manjat “ bujuk saya, bersemangat.


Dari kejadian mendadak memanjat itu, akhirnya Nawra mulai suka memanjat. Dia terkadang meminta ijin untuk memanjat. Tetapi saat memanjat pohon dia selalu minta ditemani, belum berani sendiri.


Pernah dia ingin memanjat pohon Pepaya, tentu saja memanjat pohon tanpa dahan akan lebih sulit. Kaki tidak bisa bertumpu di dahan atau cabang pohon. Tetapi dia, masih ngotot ingin memanjat. Alasannya karena ada buah Pepaya yang matang. Akhirnya berdua dengan Baba, Nawra berhasil mengambil buah Pepaya. Tetapi kali ini dia yang berdiri di atas pundak Babanya, hehehe.

Pengalaman Nawra Saat Memanjat Pepaya


Pengalaman memanjat pohon tersebut tak pernah dia lupakan. Nawra selalu terkesan dan selalu ingin lagi. Memang harus diakui lahan untuk anak memanjat apalagi pohon benaran sudah sangat terbatas sekarang.


Anak-anak memanjat paling saat ada outbond di sekolah, saat mandi bola, saat berenang dan lain sebagainya. Jadi anak-anak kurang mendapatkan pengalaman dan kesan saat memanjat.    Apalagi pohon yang sesungguhnya.


Pada  saat memanjat itu seru loh dan ada banyak pengajaran buat anak.  Hal ini penting karena pada saat  memanjat berarti anak belajar untuk  koordinasi mata, tangan dan kakinya semakin mantap. 


Saat anak memanjat adalah merupakan  bukti bahwa otot-otot tubuh anak  semakin kuat. Otot lengannya kini mempu menahan tubuh dan otot tungkai sanggup menopang tubuh. 


Pada awalnya anak akan   mendorong kaki, lalu  tubuhnya ,  terus kakinya , sementara tubuhnya bertumpu pada kedua tangan dan badan bagian depan. 


Saat memanjat kita juga melatih pandangan  mata anak agar menjadi lebih luas. Sekilas sepertinya memanjat hanya melatih otot dan tulang anak .


Ada beberapa manfaat mengajak anak memanjat, di ataranya 


·         Melatih Koordinasi Tubuh


·         Meluaskan Pandangan Mata


·         Mengasah Keseimbangan Tubuh


·         Melatih Kerja Otot Tangan dan Kaki


·         Melatih dan Mengelolah Rasa (Cemas, Takut, Pobia Ketinggian)


·   Mengajarkan Anak Agar Lebih Waspada dan Berhati-Hati


·         Menguatkan Otot dan Bagian Tubuh Anak

·         Berolahraga



Saat melakukan memanjat sebaiknya orang tua menemani. Kita tak perlu membantu anak untuk memanjat. Biarkan dia melakukannya sendiri , perlahan-lahan sesuai dengan kemampuannya. Kita cukup menemani dan mengawasinya saja. Segera berikan bantuan di saat mereka mulai membutuhkan.



Jadi, siapa bilang memanjat pohon itu menakutkan. Ternyata asik , disukai anak-anak dan banyak manfaatnya .


Diberdayakan oleh Blogger.