Menu

Kamis, 09 Maret 2017

/

Assalammualaikum Wr. Wb

6 Jenis Bunga Ini Yang Bisa Kamu Nikmati Di KEBUN BUNGA di Kota Curup Wow, sekarang saya dan keluarga sedang berada di kota Curup, bukan cuma saya sekeluarga sih. Tetapi tiga keluarga, dua keluarga kakak laki-laki dan kakak perempuan saya. Ditambah dengan ibu saya. Berjumlah sekitar 12 orang. Rame ya. Kami pergi dengan dua mobil yang tumplek padat. Dengan satu keinginan ingin melihat kebun bunga di kota Curup. Ya, supaya bisa membuat hati berbunga-bunga. Jadi butuh piknik ke kebun bunga.

Sekilas saya bahas ya, kota Curup itu merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Bengkulu. Lebih tepatnya kabupaten Rejang Lebong dengan ibu kota Curup.

Untuk menuju kota Curup, kita akan menghabiskan waktu sekitar 3 sampai 4 jam perjalanan. Tergantung menggunakan kendaraan apa. Jika kendaraan pribadi, bisa ajdi dalam kurun waktu tiga jam sudah sampai di kota Curup. Namun jika menggunakan angkutan umum, sudah pasti membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.

Kondisi cuaca di kota Curup ini dingin, maklum kota Curup berada di atas pegunungan, dekat juga dengan gunung Bukit Kaba. Otomatis cuaca di kota Curup dingin, sejuk dan segar. Tak terasa panas. Enak untuk berjalan-jalan. Mengeksplore kota Curup.


Nah, karena kota Curup ini dingin, maka di kota Curup ini banyak sekali para petani palawija. Curup bahkan menjadi kota pemasok sayuran untuk hampir semua wilayah di Bengkulu. Bahkan sampai ke kota Lampung dan Palembang.

Kalo tanaman sayur aja tumbuh subur di Curup. Sudah pasti bunga-bunga juga tumbuh dengan subur ya. Kebetulan sekarang sedang di kota Curup. Usai mampir ke kebun Stroberi . Saya dan keluarga akan melanjutkan perjalanan menikmati wisata di kota Curup ini dengan berkunjung ke kebun bunga.

Ikuti terus ya keseruan saya dan keluarga berjelajah di kota Curup ini, terutama di kebun Bunga. Oh, ya kalo lapar kita bisa makan di sini ya. Di jamin makyus.


Alhamdulillah setelah memasuki kota Curup kami langsung menuju lokasi Kebun Bunga, di daerah dekat Danau Bastari Curup setelah objek wisata air panas Suban Ayam

Setelah membayar karcis tanda masuk, untuk anak-anak lima ribuan dan dewasa sepuluh ribu, saya dan anak-anak serta keluarga segera masuk menjelajah.


Ketika kami berjalan, masih terlihat banyak tanah yang belum ditumbuhi bunga, Baru dibuat gundukan tanah untuk menanam bunga, terlihat sudah ada bibit bunga yang ditanam





Tapi tenang sudah mulai terlihat kok bunganya sudah ada tanda-tanda penampakan warna-wani. Itu tandanya kita akan segera sampai di kebun bunga yang ingin kami kunjungi.

Hayooo, Athifah semangat jalan dan lari lagi, sebentar lagi sampai


Alhamdulillah sudah sampai, Athifah terlihat girang sekali, melihat warna bunga yang ungu-ungu membuat dirinya seolah lupa kalo sedang di kebun. Tapi dia berasa sedang di film India, hehehe. Bernyanyi-nyanyi sambil berlari-lari di sela-sela bunga. Ponakan saya Nailah juga berasa udah di India aja tuh.

Saya juga gak tahan gak selfie ama bunga ungu yang unyu itu.




Kalo keponakan saya si Shella sang Putri Pariwisata Bengkulu itu, sibuk fotoin bunga. Segala gaya dicobain deh, demi mendapatkan foto bunga dengan hasil terbaik.


Bunga di sini tersusun rapi. Jarak antar bunganya juga sama. Semua diatur sedemikian rupa sehingga kita bisa masuk berdiri, berjalan bahkan berlari di antara sela-sela bunga.

Kakak Nawra juga tak mau kalah sama yang lainnya. Lebih tepatnya sih, gak sabaran buat foto selfie dengan background bunga-bunga.


Oh, alah ternyata si adik tak mau ketinggalan, mau ikutan foto juga di antara bunga-bunga yang berwarna kuning. Akhirnya, daripada saya yang pusing, saya sering-sering aja ngambil fotonya berdua. Jadinya kan adil ya dan gak lama.


Habis berfoto ria dengan hamparan bunga berwarna ungu dan kuning. Saatnya sekarang kita foto dengan bunga Krokot. Warna bunganya yang cantik, bikin tambah berbunga-bunga dan makin warna-warni ya. Mari kita lanjutkan melihat bunganya.


Eh, kita bahas soal Krokot dulu ya. Tanaman Krokot itu menurut Wikipedia Portulaca (nama daerah: Krokot) adalah genus dari tanaman dari suku Portulacaceae. Terdapat sekitar 40-100 spesies yang ditemukan di daerah tropis dan daerah bermusim empat.

Salah satu spesies yaitu Portulaca oleracea dikenal sebagai tanaman yang dapat dimakan dan dikenal di beberapa daerah sebagai tanaman hama. Beberapa spesies Portulaca juga menjadi makanan bagi ulat ngengat dan kupu-kupu.

Nah, sudah nambah kan ya ilmunya tentang Krokot. Sekarang mari kita lihat secara langsung tanamannya seperti apa.



Asli bagus kan ya tanaman Krokotnya, kebetulan sedang bermekaran, warnanya sempurna dan cantik banget. Rasanya pengen meluk dan nyium itu bunga. Tapi kan gak boleh ya, itu sama saja dengan merusak tanaman. Gak boleh sayang!



Saya dan anak-anak beserta Shella segera memanfaatkan sitausi dan kondisi ini untuk segera welfie. Sayang kalo gak ada momen bersama-sama di kebun bunga yang indah ini

A post shared by Milda Ini (@mildaini.bkl) on


Ternyata bukan kami saja yang doyan foto-foto. Banyak juga yang berfoto ria dengan bunga Krokot. Rame juga. Bahkan saya saja ketika akan nyelfie nunggu dulu spotnya kosong. Begitu juga yang lainnya. Saling menunggu. Untungya saya bawa tongsis, jadi gak perlu bantuan pertolongan tukang foto, hehehe.




Selain tiga jenis bunga yang sudah saya ceritain di atas. Di kebun bunga ini juga ada bunga ini loh. Kalo orang Bengkulu nyebutnya sih dengan nama bunga Air Beras.


Kemudian ada juga bunga ini, saya lupa namanya bunga apa ya. Nanti kita cari tahu deh, apa nama bunga ini.


Kalo belum berbunga atau masih kecil, tampak bunganya seperti ini. Halus-halus batangnya, hampir tak punya daun. Sebenarnya punya daun sih, cuma bentuknya mirip kayak batang. Lebih tepatnya semua tanaman ini bagian tubuhnya lembut.


Yang tak kalah atau sayang untuk dilewatkan untuk dilihat apalagi difotoin, itu bunga tulip yang warnanya keren kayak gini. Eh, kok bisa samaan sih warnanya ama Jilbabnya Bunda Santi, jangan-jangan mereka janjian.

Apa sih, kok janjian! sama-sama cantik maksudnya.


Berada di antara bunga-bunga ini memang membuat hati saya, anak-anak dan semua keluarga saya berbunga-bunga. Udah berasa dimana gitu ya, mungkin berasa di India aja ya. Pengen bernyanyi, menari dan bergembira. Tertawa, senyum tanpa beban. Pikiran dan badanpun jadi sehat. Obat stress dan suntuk ni.

Ke kebun bunga, memang bisa menjadi alternatif menyembuhkan kegelisahan hati dan kepenatan urusuan duniawi yang gak bakalan ada tuntasnya.



Athifah dan Nawra juga sangat menikmati. Tidak mau segera pulang. Asik saja bermain dan menikmati keindahan bunga. Nawra juga kebagian buat motoin sepupunya Shella. Dan hasil jepretan Nawra bagus, bikin Shella girang banget.

"Pintar ni, Nawra ngambil fotonya"

"Ya, siapa dulu Emaknya, yang ngajarinnya buat ngambil foto bagus"



 Kami pun terkekeh dan lanjut lagi, foto-foto tanpa memikirkan waktu. Kalo tidak dipanggil-panggil oleh Ayahnya Nailah, tentu saja kami tidak akan segera pulang.

Ya, karena sudah sore, langit kota Curup sudah mulai gelap. Belum lagi kami harus segera pulang ke Bengkulu lagi, jadi ya harus segera pulang.

Lain waktu kita ke kota Curup ini eh ke kebun Bunganya lebih pagian ya. Supaya bisa lebih lama lagi jalan-jalannya.

Salam, sampai jumpa ya !!

3 comments

wahhhh bagus bagus ya mba, gara-gara liat postingan mba jadinya pengen ke Curup. Insya allah minggu ini jalan-jalan kesana juga hehehhe :)

Reply

hayuklah, ajak aja keluarganya seru kok, jalan2 asik

Reply

Keren kebun bunganya..aku orang curup tapi belum pernah ke situ

Reply

Terima ksih sudah mampir dan komen di blog saya. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin

Diberdayakan oleh Blogger.